Precious Speck of Dust

Salah satu hal yang sangat disukai si abang adalah segala macam hal tentang universe. Karena itu di rumah si abang suka sekali baca buku tentang universe dan saya juga suka kasih cetakan artikel tentang universe buat si abang.

Maklum banget kalo si abang ngerasa amat penasaran dengan universe karena memang selalu mengundang rasa ingin tau ya kan?

Seperti apa Bumi ini? Apakah Bumi ini sendirian di tengah alam raya? Mengapa Matahari selalu terlihat di siang hari sementara Bulan di malam hari? Apa itu Bulan? Apa itu Matahari? Benarkah Matahari seperti apa kata orang adalah bola api besar? Jika Matahari adalah bola api maka apakah di dalamnya ada panas, api, dan oksigen sebagai unsur api? Lalu seperti apakah bintang itu? Benarkah bintang berbentuk seperti yang digambarkan orang dalam buku-buku dongeng? Benarkah bintang-bintang yang bertaburan itu berukuran kecil sebagaimana yang terlihat dari Bumi? Kalau kecil seberapa kecil, kalau besar seberapa besar? Dan benarkah hanya di Bumi saja ada kehidupan? Jika benar demikian, lalu mengapa?

Demi menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah (dan banyak lagi pertanyaan bercabang, turunan, dan lain sebagainya), maka kami pun memberi abang buku, artikel, dan video-video tentang universe.

Nah, salah satu video yang sangat menarik perhatian kami adalah ini.

Takjub banget nontonnya ya kan?

Nonton itu bener-bener bikin diri ini sadar kalo tidak apa-apanya dalam dunia ini.

Ya jangankan manusia, Bumi tempat milyaran manusia berpijak aja ukurannya tidak ada apa-apanya dalam jagad raya ini. Dan bahkan jangankan Bumi, Matahari di mana kehidupan dalam sistem tata surya kita berpusat saja tetap bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Dan yaaa…si Canis Majoris saja sebagai salah satu bintang terbesar yang diketahui manusia puunn hanya sebesar titik saja dalam alam raya ini. Bahkan, bahkan lagi, galaksi Bima Sakti yang di dalamnya ada ratusan juta bintang (yang berarti ratusan juta solar system juga, karena setiap bintang memiliki solar system sendiri dengan planet-planet yang mengorbit dalam solar system tersebut) di mana kita menjadi bagian yang sangat kecil di dalamnya saja, ternyata masih hanya merupakan komponen kecil dalam keseluruhan jagad raya padahal keseluruhan jagad raya yang saya maksud di sini pun masih sebatas pada apa yang diketahui manusia sementara keseluruhan yang sebenarnya pun masih adalah sebuah misteri…..

Sumber gambar dari sini

Luar biasa banget yaa…

Karena itu, manalah seorang manusia bisa merasa sombong? Di jagad raya ini, kita bahkan tidak lebih besar daripada sebutir debu yang kita injak setiap hari (ya kali Bumi aja hanyalah butiran debu di tengah jagad raya, apalagi kita dong ya yang masih kecil…keciiill..banget dibanding Bumi), jadi mengapa harus merasa tinggi hati apalagi sampai merasa tidak membutuhkan Tuhan ya kan?

Bayangkanlah Tuhan itu. Tak terbayang tahta-Nya seperti apa.

Di bawah kaki-Nya alam raya ini berada. Dengan Firman-Nya segala sesuatu tercipta. Dengan hikmat-Nya semua berperan serta berlaku sesuai rencana Tuhan bagi masing-masing. Dalam kasih-Nya semua memiliki keindahan sekaligus misteri sendiri-sendiri.

Dan luar biasanya Tuhan tidak pernah berhenti mencipta. Setiap hari jutaan anak lahir, ada saja spesies mahkluk hidup baru ditemukan, ada pengetahuan baru. Bahkan setiap detik dari waktu manusia ada bintang baru yang lahir…

Manusia, tidak ada apa-apanya dalam dunia ini. Bahkan jika kekayaan seseorang bisa membuatnya memiliki seluruh Bumi ini, tetap saja yang dia miliki hanyalah terlalu kecil dalam dunia ini. Dan bila seseorang merasa bangga telah menjelajari semua tempat terindah di Bumi ini, tetap saja dalam dunia ini yang telah dia jelajahi tak lebih besar dari sebutir debu. Seterkenal atau sehebat apapun seseorang di atas Bumi ini, tetap saja tak akan pernah menjadi pusat dari alam semesta.

Sekali lagi, manusia itu terlalu kecil.

Tak usah merasa lebih besar atau lebih penting dari orang lain, karena kita sama kecilnya.

Apalagi kemudian jika ingin menyamai Tuhan. Oh please, sadarlah….apalah manusia ini?

Dan di atas semuanya. Yang lebih…lebih lagi luar biasanya…

Meski Bumi tidak lebih besar daripada sebutir debu dalam jagad raya ini, tapi Tuhan memilih Bumi sebagai sebuah tempat istimewa di mana kehidupan ada. Bayangkanlah Bumi, bisa bertahan dengan kehidupannya di antara planet-planet lain yang tidak mampu memberi nafas.

Dan kita manusia, meski hanya sekecil ini, tak terlihat dalam jagad raya ini, tapi Tuhan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Tuhan bahkan mengenal setiap nama kita. Tuhan tau kita seperti apa. Tuhan peduli dengan kita. Bahkan Tuhan pernah datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita.

Manusia terlalu kecil, manusia tak ada apa-apanya dibandingkan ciptaan Tuhan yang lain, namun manusia sangat berharga di mata Tuhan…

Haleluya, puji Tuhan…

Mengingat semua ini, mengingat betapa besar dan agungnya ciptaan Tuhan, jadi ngerasa malu bila sebuah masalah yang datang bikin hati jadi hilang sukacita dan ngerasa begitu malang. Masalah apa sih yang terlalu besar dalam hidup ini? Jika setiap saat (bahkan dalam waktu-waktu serta saat-saat yang kita tidak tahu lagi), Tuhan berurusan dengan segala ciptaan-Nya yang begitu luar biasa tak terkatakan ini, maka apalah artinya masalah kita kan? Tak mungkin Tuhan tak mampu mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi karena semua terlalu kecil dan sederhana untuk Dia 🙂

Video di bawah ini juga adalah salah satu video yang saya sukai (meski itu ada salah tulis, harusnya Galaksi IC 1101 bukan IC 1011), karena kembali ngingetin untuk tidak patah semangat menghadapi kesulitan apapun karena apapun yang dihadapi tidak akan membuat dunia ini runtuh dan Tuhan itu terlalu besar serta lebih dari sanggup menolong…

Trus…trus…abis nonton video itu, denger lagu Who Am I ini, tambah nyeeesss deeehhhh….. Terima kasih Tuhaann, meski kami bukan apa-apa di tengah dunia ini, tapi Tuhan peduli, sangat peduli, bahkan membuat kami sangat berharga di mata-Mu…

Karena itu, harus tetap semangat, harus tetap senyum. Dunia tidak akan berakhir sampai di sini saja. Tuhan pasti tolong kok, dan semua akan baik-baik saja. Amen!

Iklan

15 thoughts on “Precious Speck of Dust

  1. Saya nonton Star Size Comparison itu dulu ketika mengikuti pelatihan berbabayar yang diadakan oleh salah satu motivator. Setelah nontonnya saya jadi merasa cuma sebagai debu. Betapa besar dan agung Sang Pencipta.

  2. Tosssa bang! Aku pun penggemar solar system or outer space theme. Always excited and curious makanya suka film2 kayak the martian or intestelar.

    Kayak lagunya adam levine ya da yg lost stars “And who are we? Just a speck of dust within the galaxies…”

    1. Aku dulunya krg begitu tertarik da, walopun mmg udah tertarik jg sih sama bintang2 sejak dulu, tapi kalo belajar ilmunya dulu krg gimanaaa gitu. Nah, gara2 si abang inilah aku pun jadi ikut2an belajar dan cari tahu..hahahaha..

      Itulah hebatnya Tuhan ya da, cuma butiran debu kita, tapi berharga sekali di mata Tuhan

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s