Lagi Sibuk Apa?

Agustus sudah mo selesai ini ya? Walah, cepet banget rasanya. Perasaan baru kemarin tahun baruan, lah kok sekarang bulan ber-ber-an sudah akan menjelang πŸ˜…. Puji Tuhan, semakin cepat waktu terasa berlalu, itu berarti semakin banyak berkat yang Tuhan beri untuk menikmati hari demi hari ini.

Akhir-akhir ini teman-teman lagi sibuk apa nih?

Kalau saya sejak seminggu yang lalu sibuk dengan ngatur-ngatur foto di external hard disk πŸ˜….

Jadi saya kan punya kebiasaan minimal sebulan sekali memindahkan foto-foto dari kamera dan handphone ke dalam satu folder tampungan di external hard disk. Kenapa harus minimal sebulan sekali? Karena saya rajiiinnn banget foto-foto, sebulan sekali pindahin file foto aja biasanya jumlahnya sudah ribuan, kebayang kan ya kalau saya pakai acara lebih lama lagi dari itu buat bersihin file di handphone, duh bisa-bisa penuh terus kapasitas handphone saya πŸ˜…. Nah, biasanya setelah file-file itu masuk ke folder tampungan di hard disk, karena jumlahnya banyak banget kan ya, jadi gak langsung saya atur ke folder sesuai kategori masing-masing foto. Tunggu ada waktu yang agak senggang, baru deh satu per satu foto-fotonya saya pindahin lagi ke folder masing-masing. Kerjaannya sederhana sih…

Asal jumlah foto yang perlu diorganisir gak banyak.

Yang jadi masalah adalah, jumlah foto di folder penampung saya itu sudah lebih dari 60.000 foto yang merupakan akumulasi dari foto-foto sejak tahun 2018 🀣.

Inilah ya akibat gak meluangkan waktu buat ngeorganisir foto dari tahun 2018, numpuk deh jadinya…huhuhuhuhu…. Memang sih gak semua foto dari 2018 di folder tampungan itu yang belum saya pindahin ke folder masing-masing, sebagian foto-foto liburan atau momen-momen penting semacam ulang tahun dan hari raya udah saya pindahin memang karena dipilih-pilih untuk dipajang di blog ini, tapi tetep saja sisa foto yang belum diatur itu sampe lebih dari 60.000. Mau nangis tapi yah sudahlah, salah sendiri ini jadi jalani sajalah πŸ˜…. Kalau dibiarkan gak dikerjain juga sayang karena nanti dokumentasinya tidak teratur. Maka jadilah, sudah hampir seminggu ini saya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam sehari buat memindahkan foto-foto dari folder penampung itu dan sampai sekarang masih belum selesai juga sih. Yah gimana mau cepat kelar, kalau jadinya saya suka kelamaan menikmati foto dan video yang lama-lama. 2018 berasa sudah sangat lama berlalunya. Mungkin karena kehidupan yang sekarang sudah jauh berbeda dibanding hidup di 2018 itu dan mungkin juga karena anak-anak sudah berubah banyak sejak 2018. Gak hanya wajah dan perawakan mereka yang berubah, tapi suaranya jugaaaa…. Jadi asik aja lihat video mereka di 2018 dan 2019 ketika suara mereka masih lebih imut dibanding sekarang. Apalagi abang, yang suaranya sekarang udah nge-bass πŸ˜….

Yah begitulah pemirsa, demikian update singkat dari saya. Selamat menikmati sisa bulan Agustus dan menyambut bulan September. Semoga kita semua selalu diberkati dengan kesehatan yaaa…. Amin!

 

Inang πŸ’—

Hampir dua minggu yang lalu, tanggal 11 Agustus 2021, inang simatua saya berpulang ke rumah Bapa di surga. Inang sudah lama sakit sebenarnya. Sejak 2007 inang sudah berjuang melawan sakit ginjal kronis dan sejak 2017 inang mulai menjalani cuci darah. Namun meski inang sudah lama sakit, tetap saja kepergian inang mengejutkan kami semua. Ternyata benar kata orang, kita tak akan pernah benar-benar siap kehilangan seseorang sampai saatnya benar-benar tiba.

Continue Reading…

Tontonan Yang Membangkitkan Kenangan di Masa Pandemi

Kami sekeluarga dari dulu memang hobi nonton. Makanya sejak pandemi melanda dan kami hanya berdiam di rumah saja, salah satu kegiatan yang membantu kami untuk gak merasa bosan ya adalah menonton TV. Ibarat kata, tontonan tuh jadi salah satu teman buat kami melewati hari demi hari yang hanya tinggal di rumah ini saja. Biasanya kami nonton malam hari kalau hari kerja, sementara di weekend, kami nonton siang-siang sehabis makan siang sampe sore menjelang malam trus abis itu lanjut nonton lagi di malam hari setelah semua kerjaan rumah selesai dan kami semua sudah saat teduh serta doa malam bersama. Jenis tontonannya beraneka ragam. Drama, serial, film, reality show, romantis, komedi, thriller, apa saja pokoknya yang penting cocok dengan selera. Kadang kami nonton berempat bareng-bareng kalau rate tontonannya cocok untuk anak-anak. Kadang juga kami pisah tempat, anak-anak nonton di TV di atas sementara saya dan suami nonton di TV di bawah atau sebaliknya, kalau saya dan suami lagi pengen nonton yang rate-nya 16+ atau 18+. Nontonnya di mana? Pilihannya paling sering empat: Netflix, YouTube, Google Play Movies & TV, sama Disney+ Hotstar. Oh ya, di rumah kami pakai Xiaomi Smart TV (seri berapa saya lupa) yang meski harganya murah tapi di dalamnya sudah ada semua aplikasi tontonan kekinian, jadi tinggal pilih deh mau nonton pake aplikasi apa, ada banyaaakkk di situ, gak heran kan kalau kami tambah hobi nonton jadinya di rumah 😁.

Nah, ngomongin soal tontonan, sejak pandemi melanda ada dua tontonan berupa serial yang sangat berkesan buat kami karena setiap ingat, lihat, atau dengar tentang kedua tontonan itu, bikin kami berempat teringat dan seolah bisa merasakan kembali masa-masa yang kami alami ketika kedua tontonan itu menemani hari-hari kami.

Continue Reading…

Anak SMP

Akhirnya, setelah seminggu lebih bersekolah di jenjang SMP, minggu ini bisa juga secara resmi si abang disebut sebagai Anak SMP.

Kenapa baru sekarang?

Karena baru pada minggu inilah dia mulai bersekolah dengan memakai seragam SMP πŸ˜….

Continue Reading…

Pengingat Yang Indah

Pengen cerita soal kejadian di dua hari yang lalu, nih.

Ceritanya, saat itu di pagi hari saya sedang mengetik surat pengunduran diri dari pekerjaan saya sebagai bagian dari BUMN-ers. Nah, selagi saya mengetik surat itu, saya mendapat notifikasi dari Google Photos tentang foto kenangan. Sebenarnya gak ada yang istimewa banget dengan menerima notifikasi seperti itu dari Google Photos karena memang hampir tiap hari saya mendapat notifikasi yang sama, kalau gak foto kenangan, maka notifikasi tentang animasi, kolase, now and then, dan segala macam kreasi yang dibuat oleh Google Photos berdasarkan foto-foto yang saya upload ke server mereka. Kreatif banget sih yaaa Google Photos ini, jadi tiap hari adaaa aja yang mereka kreasikan dari foto-foto user-nya. Karena setiap hari menerima notifikasi dari Google, jadi seharusnya notifikasi kayak gitu biasa-biasa saja kan yaa… Tapiii, pagi itu notifikasi dari Google Photos ke saya menjadi sangat istimewa karena kali ini si aplikasi pintar itu memilih menampilkan 3 foto kenangan dari 3 tahun yang lalu, yang isinya adalah ini.

Continue Reading…

Tuhan Menetapkan Setiap Langkah Anak-Nya

Minggu ini adalah minggu pertama anak-anak bersekolah di tahun ajaran yang baru, yang mana artinya libur kenaikan kelas yang panjang itu, telah berakhir….

Cepet banget rasanya…huhuhuhuhu…. Padahal sebulan yang lalu, sebelum liburnya dimulai, dalam hati tuh rasanya yang asiikkk…bakal libur panjang! Eh, gak tahunya, si libur berakhir lebih cepat dibanding kedatangannya….wkwkwkwkwk…

Yah begitulah memang ya, sesuatu yang dinikmati pasti rasanya sangat cepat berlalu.

Padahal sih liburnya cuma di rumah saja, sama sekali gak kemana-mana. Jangankan ke luar kota, ke luar teras aja tak pernah 🀣. Tapi meski begitu, puji Tuhan tetap saja asik dan tetap terasa kok bedanya antara libur dan gak libur meskipun semua sama saja hanya dijalani di dalam rumah 😁. Kadang heran juga sih, kok bisa ya gak bosan padahal kami kerjanya hanya mendekam di rumah saja? Kadang kalau lagi lihat-lihat foto-foto lama waktu kami jalan-jalan, memang suka ada rasa kangen sih, pengen deh bisa seperti dulu lagi, namanya libur yah berarti jalan-jalan ke luar kota.

Continue Reading…

Berbagai Macam Pilihan Jasa Belanja Keperluan Rumah Online, Pilih Yang Mana?

Sejak tanggal 3 Juli sampai 20 Juli ke depan, di seluruh provinsi di pulau Jawa dan Bali diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut CARE (Community Activities Restrictions Enforcement) yang mana seperti yang pasti sudah pada dengar dari berita, PPKM kali ini disebut sebagai PPKM Darurat yang diakibatkan oleh lonjakan kasus yang luar biasa sebulan terakhir. Sedih banget sebenarnya ya karena saya yakin tak hanya saya saja yang berharap bahwa setelah ditemukan dan diterapkannya vaksinasi maka kita akan segera keluar dari krisis pandemi ini. Tapi ternyata yang terjadi justru sebaliknya, kondisi semakin memburuk. Sedih, tapi bagaimanapun tetap harus percaya bahwa Tuhan punya kendali atas semuanya, jika sekarang inilah yang masih diijinkan Tuhan, maka Tuhan pasti punya rencana yang indah di balik semua ini.

PPKM Darurat yang diberlakukan menunjukkan betapa seriusnya kondisi sekarang ini di negara kita yang mana tentu seharusnya bikin kita sebagai warga semakin sadar untuk lebih baik tinggal di rumah saja dulu dan mengurangi aktivitas keluar rumah hingga menjadi seminim mungkin apalagi jika bukan untuk keperluan yang perlu-perlu banget. Nah, salah satu aktivitas keluar rumah yang bisa dikurangi itu adalah belanja keperluan rumah termasuk dapur. Yes, I know, keperluan rumah itu sifatnya esensial, tidak bisa tidak. Mau itu lagi PSBB, PPKM, atau bahkan total lockdown sekalipun, keperluan sehari-hari di rumah harus tetap terpenuhi karena menyangkut hajat hidup orang serumah 😁. Namun untuk memenuhi keperluan rumah itu masih bisa banget sebenarnya kita lakukan dengan hanya tetap di rumah saja karena sesungguhnya salah satu bentuk pertolongan Tuhan di tengah masa pandemi ini adalah bahwa pandemi ini diijinkan terjadi setelah dunia jual-beli secara online sudah cukup mapan untuk bisa dijadikan andalan ketika kondisi menjadi sangat terbatas untuk pergi berbelanja langsung. Saya termasuk yang dulu setiap minggu harus belanja keperluan dapur di pasar tradisional dan di supermarket, namun sejak pandemi melanda di bulan Maret 2020, kegiatan belanja mingguan secara langsung itu seketika saya hentikan dan saya pun beralih menggunakan jasa belanja online.

Sampai hari ini.

Continue Reading…

Classic Reads

Anak-anak saya senang sekali membaca, mungkin ngikut saya yang juga senang membaca, mungkin juga karena sejak masih bayi mereka sudah dibiasakan membaca. Apapun itu, saya sangat bersyukur puji Tuhan melihat anak-anak yang selalu berbinar melihat buku baru dan bahkan sering kangen dengan aroma khas buku yang masih baru. Jenis bacaan yang mereka suka itu beragam, karena memang pada dasarnya suka membaca, jadi bacaan apa saja bisa mereka nikmati, termasuk bacaan klasik yang dulu adalah bacaan saya juga sewaktu kecil dan remaja.

Continue Reading…

Bakso itu…. Ikan????

Suatu pagi, beberapa hari lalu….

Seperti biasa kalau bangun pagi, anak-anak pas turun ke bawah suka nanya menu sarapan hari itu apa. Terutama si adek sih yang suka nanya gini, karena buat dia penting buat tahu menu apa yang ada di meja mengingat menu itu akan mempengaruhi berapa lama waktu yang akan dia habiskan di meja makan πŸ˜…. Si adek bukannya anak yang susah makan atau milih-milih, dia akan makan apa saja yang saya sajikan, cuma ya itu kalau sajiannya termasuk kategori yang dia gak terlalu suka maka makannya bakal lama, walaupun yah selama-lamanya dia makan, gak pernah sih sampai lebih dari setengah jam.

Pagi itu gak jauh beda, begitu adek turun ke bawah dan selonjoran di sofa, terjadilah percakapan yang gak jelas ini.

Continue Reading…

Pilihan Sekolah Untuk Anak Di Masa Pandemi: Daring Atau PTM?

Tahun ajaran 2020/2021 sudah berakhir. Si abang sekarang sudah resmi jadi anak kelas 7 sementara si adek jadi anak kelas 2. Sepanjang tahun ajaran yang baru lewat itu, semua pembelajaran dilakukan dengan metode HBL (Home-Based Learning) secara daring (duh, istilah ini yaaa…..saya sampai sekarang masih susah sebenarnya menyesuaikan diri dengannya, masih lebih enak nyebut online sebenarnya daripada daringπŸ˜…), sementara untuk tahun ajaran baru mulai ada wacana tentang hybrid serta blended learning yang mana keduanya memiliki inti yang sama, yaitu menggabungkan antara metode belajar HBL dan tatap muka langsung. Penggabungan metode belajar ini perlu karena pada dasarnya orangtua diberi kewenangan untuk memilih metode belajar untuk anak-anaknya dan sekolah diwajibkan menyediakan sarana untuk itu. Setidaknya sampai sekarang ini, yang saya tahu selama belum ada keputusan baru dari pemerintah tentang penutupan kembali sekolah (meskipun kondisi akhir-akhir ini sedang memburuk), sekolah masih diwajibkan untuk menyediakan sarana dan protokol baik untuk metode daring/HBL maupun PTM.

Continue Reading…