Sedang Liburan….

Di rumah aja maksudnya….hehehehe….

Sudah hampir seminggu terakhir anak-anak libur sekolah, first quarter break judulnya. Minggu depan mereka baru akan masuk sekolah lagi. Lumayan yah, hampir dua minggu liburnya yang mana itu berarti selama hampir dua minggu bisa bangun lebih telat dari biasanya…hehehe… Gak telat-telat amat sih, paling cuma lebih setengah jam saja dari biasanya karena suami kan tetap harus kerja (only from home, though. He goes to office only once in a week πŸ™‚)Β  dan biasanya sudah stand by di depan laptopnya di jam 8 pagi, jadi itu artinya kami tetap harus sarapan paling tidak sebelum jam 7 pagi.

Continue Reading…

Abang’s Solar System Model

Satu lagi cerita yang terkesan sederhana namun bagi saya menunjukkan betapa Tuhan itu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan anak-anakNya.

Jadi begini, beberapa minggu yang lalu, si abang mendapat assignment dari guru mata pelajaran Art-nya. Assignment itu adalah berupa project untuk membuat Solar System Model dari bahan-bahan bekas seperti kertas bekas dan kardus bekas.

Dari sejak pertama dengar soal assignment itu, saya rasanya sudah pusing.

Kenapa gitu?

Continue Reading…

08 Juni 2020 (From Palembang to Jakarta)

Aslinya saya berencana menulis tentang ini di tanggal 8 September yang lalu karena bertepatan dengan peringatan genap 3 bulan kami berada di sini. Maksudnya sih supaya pas gitu ya, cerita tentang kejadian di 8 Juni diceritakan di 8 September…hehehe…. Tapi apalah daya, pas di tanggal 8 kemarin ternyata saya gak sempat buat mampir di blog, ya sutralah, yang penting cerita di 8 Juni itu tetap bisa terdokumentasi di sini.

O ya, kalau dihitung-hitung, sekarang sudah 6 bulan lebih ya kita semua #stayathome.

Gak kerasa sudah setengah tahun ternyata πŸ˜….

Inget banget, hari pertama #stayathome untuk kami itu adalah di hari Rabu, tanggal 18 Maret 2020. Di hari itu, sekolah resmi ditutup dan di hari yang sama kami juga memutuskan bahwa semua les anak-anak dilakukan dari rumah saja (kecuali berenang yang otomatis harus off karena gak bisa dilakukan di rumah 😁), sehingga sejak hari itu kami pun tidak keluar rumah lagi.

Hidup benar-benar berubah total. Rasanya seperti hanya dalam sekedipan mata saja dan semua sudah berubah. Padahal, beberapa hari sebelum hari Rabu tanggal 18 Maret 2020 itu, kami masih melakukan perjalanan udara Palembang – Jakarta – Palembang.

Continue Reading…

Cerita Abang Sakit di Bulan April Yang Lalu

Sakit bisa dibilang adalah hal yang paling berusaha dihindari orang di masa pandemi ini. Dihindari karena ya, sakit memang bikin parno di masa-masa kayak gini, apalagi kalau sakitnya sudah yang berhubungan dengan viral infection, pikiran langsung deh curiga ke mana-mana. Itu satu, belum lagi pertimbangan soal aman tidaknya untuk mengunjungi dokter atau rumah sakit di tengah situasi seperti sekarang. Jangankan untuk urusan sakit ya, untuk imunisasi anak saja rasanya jadi mikir-mikir banget di situasi begini. Karena itu gak heran kalau masyarakat terus dianjurkan untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat supaya tidak gampang sakit, supaya mengurangi kebutuhan untuk berkunjung ke rumah sakit atau dokter.

Continue Reading…

Si Adek : Seragam, Doa, Klarifikasi

Sudah bulan September lho ini!

Alangkah cepatnya waktu berlalu di tahun ini ya, amazed banget deh. Asli, rasanya waktu di tahun ini berlari lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan sepertinya yang merasakan itu gak hanya saya sendiri saja. Kayaknya hampir semua orang merasakan hal yang sama ya. Entah hanya perasaan saja ataukah memang demikianlah kenyataannya, yang pasti bersyukur saja karena meski hampir seluruh waktu di sepanjang tahun ini dihabiskan dengan hanya di rumah saja, tapi waktu demi waktu bisa dilewati tanpa kejenuhan saking cepatnya waktu demi waktu itu berlalu 😁. Ini juga adalah anugerah kan ya yang harus disyukuri 😘.

Dan hari ini, saya mau mengisi waktu siang menjelang sore hari dengan mampir ke blog buat nulis cerita yang sebenarnya sudah terjadi lebih dari seminggu yang lalu. Sesuai judulnya, ini cerita soal si adek yang meski bukan bayi lagi, tapi kelakuannya ya masih saja ngegemesin. Jangankan papa-mamanya, abangnya saja suka gemes sama kelakuan dia yang suka sok dewasa 😁.

Continue Reading…

17 Agustus 2020

Selamat Hari Kemerdekaan buat kita semua!

Puji Tuhan ya pemirsa, tepat di hari ini Indonesia sudah genap berusia 75 tahun. Meski tahun ini kondisi perayaannya jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemi yang masih terjadi, namun tetap harus bersyukur pada Tuhan bahwa meski di tengah situasi dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini, Indonesia masih tetap berdiri hingga bisa merayakan ulangtahunnya yang ke 75 dalam suasana yang kondusif.

Continue Reading…

Student Orientation Day

Seperti yang saya cerita di sini, minggu ini anak-anak sudah kembali bersekolah dan sejak kemarin sampai hari ini mereka menjalani Student Orientation Day….

Yang tentu saja, dilakukan secara online

Bener-bener ya hari pertama sekolah di tahun ini beda banget dari tahun-tahun sebelumnya.

Beda, justru karena hari pertama sekolah kali ini hampir gak ada bedanya dengan hari-hari biasanya πŸ˜….

Yang beda ya cuma kudu bangun lebih pagi aja, trus pake seragam sekolah, trus pada stand by di depan laptop masing-masing buat ngikutin sesi orientasi.

Terbayang, seandainya kondisi sedang normal, maka tentu hari pertama sekolah ini akan lebih kerasa gregetnya. Persiapan sebelum sekolah aja udah pasti heboh ya. Dari yang nyari tas, sepatu, dan segala macam perlengkapan sekolah lainnya. Si abang biasanya malah akan susah tidur malam sebelumnya saking terlalu semangat mikirin hari pertama sekolah esok hari 😁. Mereka berdua kemudian akan bangun sangat pagi hingga pagi-pagi banget udah tiba di sekolah dan dengan semangat ngecek kelas masing-masing. Papa-mamanya juga gak akan kalah semangat ngurusin keperluan mereka, nganterin mereka ke sekolah, dan tentu yang tak akan terlupa adalah ngambil foto mereka di depan gerbang sekolah buat masuk ke prisma kenangan keluarga kami….

Sementara tahun ini…

Tahun pertama si adek duduk di Sekolah Dasar dan tahun terakhir si abang di Sekolah Dasar, keadaan justru berubah total.

Tak ada tas atau sepatu baru, karena toh gak akan dipakai.

Perlengkapan sekolah? Pakai apa yang ada saja. Jangankan perlengkapan yang macam-macam, buku-buku pelajaran dari sekolah saja pun tak perlu dibeli karena semua bahan pembelajaran akan dikirimkan secara online (untuk yang satu ini ujung-ujungnya jadi hemat banget sih, secara biasanya harga buku anak-anak bisa sampai jutaan harganya…hihihihihi).

Bangun pagi ya sekedar supaya gak terlambat aja stand by di depan laptopnya. Gak perlu yang terburu-buru gimana-gimana karena toh hanya perlu bangun, berdoa, sarapan, mandi, pakai baju seragam, trus sudah…kelar. Gak perlu ada acara buru-buru ngambil perlengkapan sekolah dan cepat-cepat masuk mobilΒ  demi supaya perjalanan ke sekolah lancar tanpa lewat macet-macet.

Sedih?

Yah, kalo mau diingat-ingat dan dibawa perasaan sih memang bisa bikin sedih. Apalagi karena sekali lagi, tahun ajaran ini adalah tahun pertama si adek duduk di bangku Sekolah Dasar dan adalah tahun terakhir si abang duduk di bangku Sekolah Dasar. Gak hanya itu aja, tahun ini juga bisa jadi adalah tahun terakhir anak-anak bersekolah di sekolah mereka yang sekarang karena rencananya tahun depan mereka akan pindah sekolah ke sini.

Tapi puji Tuhan, kami gak ada sedih-sedih tuh. Semua bahkan bisa dijalani dengan sangat semangat.

Mulai dari malam sebelumnya, semua berusaha untuk lebih cepat siap-siap tidur trus saat berdoa bersama, kami berdoa syafaat dimulai dari anak-anak dengan pokok doa tentang tahun ajaran baru yang akan mereka jelang. Meski malam itu si abang gak sampai susah tidur mikirin hari pertamanya sekolah, namun tetap saja sebelum tidur dia masih sempat bilang kalau dia gak sabar menanti hari esok. Paginya, mereka berdua bangun tepat saat alarm mereka berbunyi, yaitu di jam 05.10 pagi. Pagi banget sih ini…mamanya aja belom kelar masak waktu mereka bangun πŸ˜…. Jam 05.30 kami semua udah kelar sarapan, trus sambil saya cuci-cuci piring, suami dan anak-anak mandi serta siap-siap. Pak suami mau WFH sementara anak-anak SFH 😁. Trus, walaupun sekolahnya hanya di rumah saja, tapi tetap doonggg kudu semangat foto-foto 😍.

6th Grade and 1st Grade

Hari pertama hanya terdiri dari dua sesi.

Sesi pertama adalah seremoni pembukaan tahun ajaran yang ditayangkan secara langsung dari sekolah. Sesi kedua adalah perkenalan dengan guru serta teman-teman sekelas di ‘ruang kelas’ masing-masing. O ya, untuk pembelajaran jarak jauh ini, sekolah pakai fasilitas Microsoft Teams jadi memang jauh lebih teratur, terorganisir, serta tentu lebih aman dibanding platform online meeting lainnya. Usaha sekolah untuk menyediakan infratstruktur serta fasilitas ini tentu patut diapresiasi ya, dalam kondisi begini sekolah berusaha tetap memberikan layanan pendidikan yang paling optimal dari segala segi untuk anak-anak didik mereka. Kami sekeluarga sudah sangat cocok dengan sistem pendidikan sekolah ini, makanya kalaupun tahun depan anak-anak akan pindah sekolah, sepertinya sih pindahnya bakal tetep di satu yayasan yang sama juga…hehehehe….

Lihat deh wajah-wajah mereka. Pada semangat-semangat banget kaaannn?

Puji Tuhan.

Di hari kedua, alias hari ini, sesi pertemuannya sudah lebih banyak dan lebih panjang. Masih seputar perkenalan sih sebenarnya tapi kali ini sudah lebih banyak diskusi, misalnya tentang goals mereka tahun ini juga tentang essential agreement di class room masing-masing. O ya, si adek goals-nya tahun ini adalah to achieve the most outstanding student again…hahahahaha….duh adek, gak apa yaaaa…kita aminkan saja. Yang penting kalian semangat belajar, pasti bisa! Kalo goals-nya si abang, ah biarlah dia simpan sendiri yaaaa…anaknya udah besar, yang kayak gini-gini udah gak bisa lagi di-share mamanya dengan suka-suka…hehehehe…

Karena hari kedua sesi online meetingnya udah lebih panjang, jadi udah kudu siap dengan kacamata anti radiasi. Puji Tuhan jauh sebelum masa ini terjadi, anak-anak memang sudah kami persiapkan kacamata anti radiasi ini

Puji Tuhan, dua hari ini semua berjalan lancar. Anak-anak bisa sekolah dengan semangat dan bahkan mereka juga tetap bisa ngerjain PR Kumon dengan semangat tanpa hambatan.

Puji Tuhan, puji Tuhan banget.

Terus terang, kondisi yang sekarang ini kami jalani adalah jauh dari ideal. Tidak hanya soal yang belajar jarak jauh saja, tapi tempat tinggal sekarang pun masih di apartemen. Sempat ada rasa khawatir kalau anak-anak akan tidak nyaman belajar di sini. Namun puji Tuhan, jangankan rasa tak nyaman, bahkan rasa bosan pun setelah hampir dua bulan hanya stay di dalam apartemen berukuran 36m2 ini sama sekali tidak dirasakan oleh anak-anak. Anugerah, karunia, serta berkat dari Tuhan itu ada banyak bentuknya. Bagi kami, dengan anak-anak tetap bisa sukacita dalam kondisi yang seperti ini saja sudah merupakan berkat dari Tuhan Yesus yang sangat luar biasa 😘.

Buat Abang dan Adek, selamat yaaa sudah duduk di jenjang pendidikan yang baru. Tetaplah semangat belajar dan teruslah ingat ayat dalam Amsal 1: 7 yaitu takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.

Jadikan TUHAN sebagai yang terutama dalam hidup kalian maka percayalah, pendidikan serta masa depan kalian pun akan terus diberkati di dalam Nama-NYA.

Tuhan Yesus memberkati kalian selalu, kesayangans!

 

 

Sore Ini, 17 Juli 2020

Sore-sore sambil menanti si papa pulang dari kantor, si dua bocah main catur sebelum mandi.

Mamanya bingung mau ngapain, ya sudah, update blog saja.

Minggu ini adalah minggu terakhir anak-anak libur nih. Per Senin depan sekolah sudah mulai lagi. Tentu saja lah dengan sistem jarak jauh ya. Dan kalau anak-anak memang beneran jauh dalam pengertian yang sebenarnya. Karena sekolahnya di Palembang, sementara kami di Jakarta…hehehehe….

Hari Selasa dan Rabu kemarin di online parents meeting, udah dapat ancer-ancer jadwal belajar anak-anak. Mulainya dari jam 7.15. Pagi banget yak…hahahahaha… Duh, keburu gak ya itu pagi-pagi…hihihihi… Padahal sih biasanya juga kalo sekolah ya pagi-pagi banget, malah lebih pagi lagi karena sebelum jam 7 sudah harus ada di sekolah. Tapi kenapa kok ya kalau belajar di rumah kayak gini justru jam 7.15 itu terasa lebih pagi dibanding jam 6.50 saat anak-anak bersekolah di sekolah? πŸ˜…

Kayaknya ini faktor karena sudah sekian lama berada di rumah yang mana jadwal sehari-hari pun langsung berubah banyak dibanding masa-masa sebelum ini ya, jadi udah lebih terbiasa bangun lebih siang dibanding sebelumnya… Apalagi sejak di apartemen ini, karena gak banyak yang perlu diurus dan masak pun hanya untuk sarapan, jadi bawaan badan tuh adalah bangun siang…hehehe… Senin depan harus menyesuaikan diri lagi, nih. Gak apalah, pasti bisa. Tuhan pasti tolong. Gak cuma buat mamanya supaya bisa bangun lebih pagi, tapi juga anak-anak supaya bisa bangun pagi, cepet sarapan, cepet siap-siap, dan selalu semangat belajar meski jarak jauh begini. Amiiiinn!

Anak SD

Yuhuuuuu!!!!

Apa kabar semua????

Lama sekaliiiihhhh ya saya gak nengok blog ini. Jangankan nulis, login ke blog ini saja hampir gak pernah…hehehe…. Terakhir nulis bulan April dan sekarang sudah Juni aja πŸ˜…. Kasian banget blog ini ya, terbengkalai bener πŸ˜…

Jadi apa kabar nih semua? Masih pada betah di rumah gak? Mulai masuk kantor lagi atau masih kerja dari rumah?

Kalau suami saya sudah mulai ada jadwal masuk kantor meskipun tidak tiap hari, paling banyak hanya dua kali dalam seminggu. Sementara saya… Errr…. Masih betah jadi Ibu Rumah Tangga dengan status cuti dari kantor tanpa tanggungan…hehehe…. Makanya, sampai sekarang saya masih mendekam dalam rumah saja bersama anak-anak.

Gak kerasa ya, sudah 3 bulan lebih seperti ini. Kalau dibilang waktu jadi terasa lambat karena hanya tinggal di rumah saja, sebenarnya memang gak juga. Waktu tetap saja berlalu dengan cepat, karena toh di rumah pun banyak yang bisa dikerjakan. Anak-anak juga sampai sekarang belum pernah mengeluh bosan dengan gak pernah keluar-keluar. Cuma ya tetap saja, berbulan-bulan seperti ini, mulai terasa gimana gitu ya. Mulai ada perasaan rindu untuk jalan-jalan dengan bebas, tanpa rasa khawatir ini dan itu. Apalagi kalau sudah lihat-lihat foto waktu jalan-jalan entahkah pas ke luar kota atau sekedar main dan makan di mall. Duh, rasanya rindu bisa jalan-jalan bebas seperti itu lagi…hehehe… Tapi yah, gak apalah, sekarang bersabar-sabar dulu sambil terus berdoa agar Tuhan berkenan supaya wabah ini bisa segera berlalu. Amin!

Anyway, kali ini saya spesial login ke blog ini buat cerita tentang si adek yang sudah resmi lulus dari TK.

Yeayyy!!!

Puji Tuhan ya pemirsa, gak kerasa, anak bayinya mama, si adek kesayangan semua orang serumah, sekarang sudah mau jadi anak SD! 😍

Puji Tuhan…puji Tuhan banget.

Selamat yaaa dek!

Bersyukur sekali rasanya untuk si adek, walaupun tak bisa dipungkiri kalau saya sempat mewek demi memikirkan betapa berbedanya pengalaman pertama lulus dari sebuah jenjang pendidikan untuk si adek dibanding si abang. Kalau dulu si abang perayaannyaΒ  sangat berkesan karena dibikin dengan sangat luar biasa oleh pihak sekolah, namun untuk si adek kali ini, amat sangat berkesan karena justru tidak bisa dirayakan bersama guru dan teman-teman di sekolah. Gak ada pertunjukan. Gak ada rame-rame. Gak ada foto bersama. Semua terpaksa dilakukan secara online.

Sediiihhhh…

Sampe-sampe, waktu bikin video kesan-pesan (saya diminta oleh guru si adek untuk membawakan kesan-pesan mewakili orangtua murid kelas si adek), saya beneran hampir mewek πŸ˜….

Yah begitulah, namanya juga orangtua ya,Β  yang kayak gini-gini pasti kepikiran walaupun puji Tuhan sih, tiap udah sedih mikirin, pasti diingatkan lagi lewat Firman Tuhan bahwa semua terjadi ada maksudnya. Tuhan tau. Tuhan mengerti. Dan Tuhan tetap pegang kendali atas semuanya. Meskipun si adek harus mengalami pengalaman pertama lulus dari jenjang pendidikan yang seperti ini, namun Tuhan tetap punya rencana yang indah buat kehidupannya. Amin!

Buat adek, sekali lagi selamat yaaa dek sudah jadi anak SD. Papa, mama, abang, dan semua keluarga besar kita bangga serta bersyukur sekali dengan pencapaian adek hingga saat ini. Adek anak yang sangat cerdas, cepat sekali belajar, sangat peduli dengan sekeliling, sertaΒ  mandiri walaupun manja sekali sama mama πŸ˜„. Kemanapun adek pergi, orang selalu bilang hal-hal yang baik tentang adek. Yang pinter banget lah, yang dewasa lah, yang bisa mengajari teman lah, yang dengar-dengaran tapi berani lah, pokoknya semua yang baik-baik yang bikin kami sebagai orang tua merasa sangat bersyukur pada Tuhan karena adek gak hanya jadi berkat buat kami keluarganya, tapi juga bagi orang lain.

Puji Tuhan juga menjelang SD ini, kemampuan akademis si adek semakin bertambah. Salah satunya, matematikanya udah sampe di perkalian. Thanks for Kumon yang membantu banget dalam mengakomodir anak-anak yang demen matematika seperti si abang dan si adek ini. Untuk Kumon EFL-nya juga si adek menunjukkan progress yang sangat luar biasa, karena sekarang levelnya sudah hampir mencapai 7 tingkat di atas tingkatan kelas 😍.Β  Dan trus trus, kemarin pas di seremoni kelulusan, si adek juga dapat penghargaan dari gurunya sebagai The Most Outstanding Student. Awwww….. deeekkkk….Β  Terpujilah Tuhan dalam hidup kalian, abang dan adek, anak-anak papa dan mama πŸ˜‡.

Untuk ke sekian kalinya, selamat yaaa dek sudah jadi anak SD. Mau bagaimanapun nanti sistem belajarnya, online ataupun offline, tetaplah semangat belajar yaaa. Tuhan Yesus senantiasa memberkati pendidikan abang dan adek, kini hingga nanti. Amin!