Masak Apa Hari Ini: Menu Masakan 12 – 17 Februari 2017

Setelah sekian bulan ditinggalkan karena gak sempat, akhirnya bisa juga kita berjumpa kembali di edisi Masak Apa Hari Ini. Aslinya saya pengen bisa nulis semua menu masakan di rumah sejak bulan November 2016 hingga sekarang, karena toh memang dokumentasinya ada. Tapi dipikir-pikir, kayaknya terlalu berambisi jika harus menulis semua menu dari bulan November itu dengan waktu yang begitu sedikit seperti sekarang. Akhirnya ya sudah, saya memutuskan untuk fokus pada momen saat ini dan menatap ke depan saja…hehe… Edisi Masak Apa Hari Ini akan dimulai kembali dengan menu masakan untuk minggu ini dan semoga bisa untuk minggu-minggu selanjutnya juga.

Dokumentasi menu masakan mingguan dari sejak bulan Agustus lalu
Dokumentasi menu masakan mingguan dari sejak bulan Agustus tahun lalu

Continue Reading…

Adek’s First Music Class

Mau update singkat nih, pengen cerita tentang salah satu perkembangan si adek di antara sekian banyak perkembangannya yang ya ampun, tak sempat-sempat juga saya tuliskan di sini. Bener-bener deh, setahun terakhir (atau malah mungkin 2 tahun?) blog ini bisa dibilang hampir mengarah ke terbengkalai. Lupakan soal rajin blogwalking seperti dulu karena bisa nulis aja udah syukur bukan main. Bukan karena kurang semangatnya, tapi memang karena waktu yang dulu biasa saya pakai untuk ngeblog harus saya alokasikan untuk kegiatan lainnya. Ya sudahlah, lagi-lagi, asal bisa sesekali menulis di sini, itu pun saja sudah sangat bersyukur 🙂 .

Kali ini, saya mau bercerita tentang kelas musik pertama si adek.

Continue Reading…

Abang’s 8th Birthday

Hari Jumat yang lalu si abang berulang tahun yang ke-8.

Ternyata sudah 8 tahun usia anak ini. Udah gedeeee…hahaha…bentar lagi masuk usia remaja deh, duh di satu sisi bersyukur anak tambah besar, tapi di sisi lain gak pengen juga dia cepet-cepet jadi ABG 😀 . Gak kerasa ya pemirsa, saya sudah menulis tentang si abang di blog ini dari sejak dia masih bayi, tepatnya waktu itu masih 4 bulan, dan sekarang dia udah 8 tahun….uwoooo! Kalo dihitung-hitung udah lama banget ya…hehe…tapi asli, semua terasa cepet banget, seperti sekejapan mata, padahal waktu melaluinya terasa penuh pergumulan di sana-sini. Makanya puji Tuhan banget 8 tahun ini bisa terlalui dengan luar biasa dan betapa kami bersyukur Tuhan memberikan si abang sebagai anak kami. Ah Tuhan, tak terkatakan lagi rasa syukurnya setiap mengingat kejadian 8 tahun yang lalu ketika dia Tuhan hadirkan di tengah-tengah keluarga kecil kami yang saat itu baru terbentuk belum sampai 1 tahun. Hari kelahirannya yang penuh berkat itu menjadi awal dari berkat-berkat luar biasa lainnya yang terus kami terima lewat kehidupan si abang hingga hari ini dan kami amini untuk seterusnya.

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Christmas 2016: Mencoba Dae Bak, Korean BBQ Resto di Medan

Tepat di tanggal 31 Desember, suami dapat undangan menghadiri salah satu acara pergantian tahun. Sebenarnya dari awal suami udah agak malas-malasan karena buat kami yang namanya pergantian tahun itu harus dilewatkan bersama keluarga. Tapi karena gak enak sama yang ngundang, jadilah kami memutuskan untuk datang ke situ sekitar jam setengah 8 sampai kurang lebih jam 9 malam supaya paling gak masih bisa bertemu sebentar dengan yang ngundang tapi sekaligus masih tetap punya banyak waktu bareng keluarga menanti pergantian tahun. Tapi ketika jam setengah 8 kami tiba di lokasi, acara yang katanya dimulai sejak pukul 7 malam itu ternyata belum juga dimulai. Kami masih berusaha menunggu sampai hampir jam setengah 9 dan belum ada tanda-tanda acara akan dimulai. Bahkan yang ngundang sendiri pun belum datang. Ya sudah deh, suami langsung mutusin untuk cabut dari situ dan nawarin saya untuk makan malam dulu sebelum pulang. Suami juga menyerahkan ke saya buat milih mo makan apa dan di mana.

Continue Reading…

Miracle is Everywhere

Break dulu ya dari cerita soal Natal dan mudik ke Medan. Hari ini saya mau cerita tentang sebuah kejadian yang termasuk ‘sederhana’ tapi sebenarnya mengingatkan bahwa yang namanya mujizat, keajaiban, serta pertolongan Tuhan itu selalu ada di mana-mana dan selalu merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Ceritanya tadi pagi, seperti biasa di rumah kami kalo udah jam 5 tuh udah rame karena anak-anak udah pada bangun. Seperti biasa juga, si abang setelah bangun kemudian berdoa dilanjut pipis, akan turun ke ruang makan untuk sarapan. Sementara si adek, karena dia masih belum sekolah maka kegiatannya setelah bangun di pagi hari masih random. Kadang langsung main. Kadang belajar dan baca buku. Kadang ngintilin abangnya. Tapi lebih sering ngerecokin aktivitas mamanya yang lagi bersiap mo ke kantor.

Continue Reading…