Abang’s 8th Birthday

Hari Jumat yang lalu si abang berulang tahun yang ke-8.

Ternyata sudah 8 tahun usia anak ini. Udah gedeeee…hahaha…bentar lagi masuk usia remaja deh, duh di satu sisi bersyukur anak tambah besar, tapi di sisi lain gak pengen juga dia cepet-cepet jadi ABG 😀 . Gak kerasa ya pemirsa, saya sudah menulis tentang si abang di blog ini dari sejak dia masih bayi, tepatnya waktu itu masih 4 bulan, dan sekarang dia udah 8 tahun….uwoooo! Kalo dihitung-hitung udah lama banget ya…hehe…tapi asli, semua terasa cepet banget, seperti sekejapan mata, padahal waktu melaluinya terasa penuh pergumulan di sana-sini. Makanya puji Tuhan banget 8 tahun ini bisa terlalui dengan luar biasa dan betapa kami bersyukur Tuhan memberikan si abang sebagai anak kami. Ah Tuhan, tak terkatakan lagi rasa syukurnya setiap mengingat kejadian 8 tahun yang lalu ketika dia Tuhan hadirkan di tengah-tengah keluarga kecil kami yang saat itu baru terbentuk belum sampai 1 tahun. Hari kelahirannya yang penuh berkat itu menjadi awal dari berkat-berkat luar biasa lainnya yang terus kami terima lewat kehidupan si abang hingga hari ini dan kami amini untuk seterusnya.

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Christmas 2016: Mencoba Dae Bak, Korean BBQ Resto di Medan

Tepat di tanggal 31 Desember, suami dapat undangan menghadiri salah satu acara pergantian tahun. Sebenarnya dari awal suami udah agak malas-malasan karena buat kami yang namanya pergantian tahun itu harus dilewatkan bersama keluarga. Tapi karena gak enak sama yang ngundang, jadilah kami memutuskan untuk datang ke situ sekitar jam setengah 8 sampai kurang lebih jam 9 malam supaya paling gak masih bisa bertemu sebentar dengan yang ngundang tapi sekaligus masih tetap punya banyak waktu bareng keluarga menanti pergantian tahun. Tapi ketika jam setengah 8 kami tiba di lokasi, acara yang katanya dimulai sejak pukul 7 malam itu ternyata belum juga dimulai. Kami masih berusaha menunggu sampai hampir jam setengah 9 dan belum ada tanda-tanda acara akan dimulai. Bahkan yang ngundang sendiri pun belum datang. Ya sudah deh, suami langsung mutusin untuk cabut dari situ dan nawarin saya untuk makan malam dulu sebelum pulang. Suami juga menyerahkan ke saya buat milih mo makan apa dan di mana.

Continue Reading…

Miracle is Everywhere

Break dulu ya dari cerita soal Natal dan mudik ke Medan. Hari ini saya mau cerita tentang sebuah kejadian yang termasuk ‘sederhana’ tapi sebenarnya mengingatkan bahwa yang namanya mujizat, keajaiban, serta pertolongan Tuhan itu selalu ada di mana-mana dan selalu merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Ceritanya tadi pagi, seperti biasa di rumah kami kalo udah jam 5 tuh udah rame karena anak-anak udah pada bangun. Seperti biasa juga, si abang setelah bangun kemudian berdoa dilanjut pipis, akan turun ke ruang makan untuk sarapan. Sementara si adek, karena dia masih belum sekolah maka kegiatannya setelah bangun di pagi hari masih random. Kadang langsung main. Kadang belajar dan baca buku. Kadang ngintilin abangnya. Tapi lebih sering ngerecokin aktivitas mamanya yang lagi bersiap mo ke kantor.

Continue Reading…

Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera :D
Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera 😀

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini 😀 . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! 😀

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Lanjutkan membaca “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1”

Christmas 2016: Our Christmas Eve and Christmas Day

Selamat tahun baruuuu!!!

Ya ampuunn….lama banget saya gak mampir di sini dan udah tahun baru tapi saya masih mo cerita tentang Natal kemarin..hehehe… Telat banget, tapi gak apalah ya. Kayaknya udah jadi tradisi dari tahun ke tahun cerita tentang Natal telat ditulis di sini :mrgreen:

Sebenarnya waktu akhir Desember kemarin, saya udah berencana untuk menuliskan cerita tentang malam Natal dan hari Natal kami di tanggal 25 atau paling telat-telatnya di tanggal 26 karena tanggal 27 kami udah berangkat ke Medan. Tapi apa da ya pemirsa, lagi-lagi rencana tinggal rencana, karena ternyata di tanggal 25 dan 26 itu kami sibuk terima tamu di rumah yang berdatangan sampe malam. Ya sudahlah. Kami seneng banget juga kok terima tamu, apalagi tetangga-tetangga juga datang, bahagia rasanya karena di lingkungan ini meski beda-beda keyakinan tapi tetap rukun. Puji Tuhan 🙂 .

Continue Reading…