17 Agustus 2020

Selamat Hari Kemerdekaan buat kita semua!

Puji Tuhan ya pemirsa, tepat di hari ini Indonesia sudah genap berusia 75 tahun. Meski tahun ini kondisi perayaannya jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemi yang masih terjadi, namun tetap harus bersyukur pada Tuhan bahwa meski di tengah situasi dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini, Indonesia masih tetap berdiri hingga bisa merayakan ulangtahunnya yang ke 75 dalam suasana yang kondusif.

Continue Reading…

Setelah Dua Tahun

Sejak dari setahun yang lalu, salah satu pertanyaan yang sering berkecamuk dalam diri saya adalah soal apa yang akan saya lakukan setelah masa cuti tanpa tanggungan selama dua tahun yang saya jalani ini selesai. Akankah saya bekerja kembali ataukah saya akan lebih memilih untuk lebih baik berhenti bekerja saja?

Continue Reading…

Student Orientation Day

Seperti yang saya cerita di sini, minggu ini anak-anak sudah kembali bersekolah dan sejak kemarin sampai hari ini mereka menjalani Student Orientation Day….

Yang tentu saja, dilakukan secara online

Bener-bener ya hari pertama sekolah di tahun ini beda banget dari tahun-tahun sebelumnya.

Beda, justru karena hari pertama sekolah kali ini hampir gak ada bedanya dengan hari-hari biasanya πŸ˜….

Yang beda ya cuma kudu bangun lebih pagi aja, trus pake seragam sekolah, trus pada stand by di depan laptop masing-masing buat ngikutin sesi orientasi.

Terbayang, seandainya kondisi sedang normal, maka tentu hari pertama sekolah ini akan lebih kerasa gregetnya. Persiapan sebelum sekolah aja udah pasti heboh ya. Dari yang nyari tas, sepatu, dan segala macam perlengkapan sekolah lainnya. Si abang biasanya malah akan susah tidur malam sebelumnya saking terlalu semangat mikirin hari pertama sekolah esok hari 😁. Mereka berdua kemudian akan bangun sangat pagi hingga pagi-pagi banget udah tiba di sekolah dan dengan semangat ngecek kelas masing-masing. Papa-mamanya juga gak akan kalah semangat ngurusin keperluan mereka, nganterin mereka ke sekolah, dan tentu yang tak akan terlupa adalah ngambil foto mereka di depan gerbang sekolah buat masuk ke prisma kenangan keluarga kami….

Sementara tahun ini…

Tahun pertama si adek duduk di Sekolah Dasar dan tahun terakhir si abang di Sekolah Dasar, keadaan justru berubah total.

Tak ada tas atau sepatu baru, karena toh gak akan dipakai.

Perlengkapan sekolah? Pakai apa yang ada saja. Jangankan perlengkapan yang macam-macam, buku-buku pelajaran dari sekolah saja pun tak perlu dibeli karena semua bahan pembelajaran akan dikirimkan secara online (untuk yang satu ini ujung-ujungnya jadi hemat banget sih, secara biasanya harga buku anak-anak bisa sampai jutaan harganya…hihihihihi).

Bangun pagi ya sekedar supaya gak terlambat aja stand by di depan laptopnya. Gak perlu yang terburu-buru gimana-gimana karena toh hanya perlu bangun, berdoa, sarapan, mandi, pakai baju seragam, trus sudah…kelar. Gak perlu ada acara buru-buru ngambil perlengkapan sekolah dan cepat-cepat masuk mobilΒ  demi supaya perjalanan ke sekolah lancar tanpa lewat macet-macet.

Sedih?

Yah, kalo mau diingat-ingat dan dibawa perasaan sih memang bisa bikin sedih. Apalagi karena sekali lagi, tahun ajaran ini adalah tahun pertama si adek duduk di bangku Sekolah Dasar dan adalah tahun terakhir si abang duduk di bangku Sekolah Dasar. Gak hanya itu aja, tahun ini juga bisa jadi adalah tahun terakhir anak-anak bersekolah di sekolah mereka yang sekarang karena rencananya tahun depan mereka akan pindah sekolah ke sini.

Tapi puji Tuhan, kami gak ada sedih-sedih tuh. Semua bahkan bisa dijalani dengan sangat semangat.

Mulai dari malam sebelumnya, semua berusaha untuk lebih cepat siap-siap tidur trus saat berdoa bersama, kami berdoa syafaat dimulai dari anak-anak dengan pokok doa tentang tahun ajaran baru yang akan mereka jelang. Meski malam itu si abang gak sampai susah tidur mikirin hari pertamanya sekolah, namun tetap saja sebelum tidur dia masih sempat bilang kalau dia gak sabar menanti hari esok. Paginya, mereka berdua bangun tepat saat alarm mereka berbunyi, yaitu di jam 05.10 pagi. Pagi banget sih ini…mamanya aja belom kelar masak waktu mereka bangun πŸ˜…. Jam 05.30 kami semua udah kelar sarapan, trus sambil saya cuci-cuci piring, suami dan anak-anak mandi serta siap-siap. Pak suami mau WFH sementara anak-anak SFH 😁. Trus, walaupun sekolahnya hanya di rumah saja, tapi tetap doonggg kudu semangat foto-foto 😍.

6th Grade and 1st Grade

Hari pertama hanya terdiri dari dua sesi.

Sesi pertama adalah seremoni pembukaan tahun ajaran yang ditayangkan secara langsung dari sekolah. Sesi kedua adalah perkenalan dengan guru serta teman-teman sekelas di ‘ruang kelas’ masing-masing. O ya, untuk pembelajaran jarak jauh ini, sekolah pakai fasilitas Microsoft Teams jadi memang jauh lebih teratur, terorganisir, serta tentu lebih aman dibanding platform online meeting lainnya. Usaha sekolah untuk menyediakan infratstruktur serta fasilitas ini tentu patut diapresiasi ya, dalam kondisi begini sekolah berusaha tetap memberikan layanan pendidikan yang paling optimal dari segala segi untuk anak-anak didik mereka. Kami sekeluarga sudah sangat cocok dengan sistem pendidikan sekolah ini, makanya kalaupun tahun depan anak-anak akan pindah sekolah, sepertinya sih pindahnya bakal tetep di satu yayasan yang sama juga…hehehehe….

Lihat deh wajah-wajah mereka. Pada semangat-semangat banget kaaannn?

Puji Tuhan.

Di hari kedua, alias hari ini, sesi pertemuannya sudah lebih banyak dan lebih panjang. Masih seputar perkenalan sih sebenarnya tapi kali ini sudah lebih banyak diskusi, misalnya tentang goals mereka tahun ini juga tentang essential agreement di class room masing-masing. O ya, si adek goals-nya tahun ini adalah to achieve the most outstanding student again…hahahahaha….duh adek, gak apa yaaaa…kita aminkan saja. Yang penting kalian semangat belajar, pasti bisa! Kalo goals-nya si abang, ah biarlah dia simpan sendiri yaaaa…anaknya udah besar, yang kayak gini-gini udah gak bisa lagi di-share mamanya dengan suka-suka…hehehehe…

Karena hari kedua sesi online meetingnya udah lebih panjang, jadi udah kudu siap dengan kacamata anti radiasi. Puji Tuhan jauh sebelum masa ini terjadi, anak-anak memang sudah kami persiapkan kacamata anti radiasi ini

Puji Tuhan, dua hari ini semua berjalan lancar. Anak-anak bisa sekolah dengan semangat dan bahkan mereka juga tetap bisa ngerjain PR Kumon dengan semangat tanpa hambatan.

Puji Tuhan, puji Tuhan banget.

Terus terang, kondisi yang sekarang ini kami jalani adalah jauh dari ideal. Tidak hanya soal yang belajar jarak jauh saja, tapi tempat tinggal sekarang pun masih di apartemen. Sempat ada rasa khawatir kalau anak-anak akan tidak nyaman belajar di sini. Namun puji Tuhan, jangankan rasa tak nyaman, bahkan rasa bosan pun setelah hampir dua bulan hanya stay di dalam apartemen berukuran 36m2 ini sama sekali tidak dirasakan oleh anak-anak. Anugerah, karunia, serta berkat dari Tuhan itu ada banyak bentuknya. Bagi kami, dengan anak-anak tetap bisa sukacita dalam kondisi yang seperti ini saja sudah merupakan berkat dari Tuhan Yesus yang sangat luar biasa 😘.

Buat Abang dan Adek, selamat yaaa sudah duduk di jenjang pendidikan yang baru. Tetaplah semangat belajar dan teruslah ingat ayat dalam Amsal 1: 7 yaitu takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.

Jadikan TUHAN sebagai yang terutama dalam hidup kalian maka percayalah, pendidikan serta masa depan kalian pun akan terus diberkati di dalam Nama-NYA.

Tuhan Yesus memberkati kalian selalu, kesayangans!

 

 

Sore Ini, 17 Juli 2020

Sore-sore sambil menanti si papa pulang dari kantor, si dua bocah main catur sebelum mandi.

Mamanya bingung mau ngapain, ya sudah, update blog saja.

Minggu ini adalah minggu terakhir anak-anak libur nih. Per Senin depan sekolah sudah mulai lagi. Tentu saja lah dengan sistem jarak jauh ya. Dan kalau anak-anak memang beneran jauh dalam pengertian yang sebenarnya. Karena sekolahnya di Palembang, sementara kami di Jakarta…hehehehe….

Hari Selasa dan Rabu kemarin di online parents meeting, udah dapat ancer-ancer jadwal belajar anak-anak. Mulainya dari jam 7.15. Pagi banget yak…hahahahaha… Duh, keburu gak ya itu pagi-pagi…hihihihi… Padahal sih biasanya juga kalo sekolah ya pagi-pagi banget, malah lebih pagi lagi karena sebelum jam 7 sudah harus ada di sekolah. Tapi kenapa kok ya kalau belajar di rumah kayak gini justru jam 7.15 itu terasa lebih pagi dibanding jam 6.50 saat anak-anak bersekolah di sekolah? πŸ˜…

Kayaknya ini faktor karena sudah sekian lama berada di rumah yang mana jadwal sehari-hari pun langsung berubah banyak dibanding masa-masa sebelum ini ya, jadi udah lebih terbiasa bangun lebih siang dibanding sebelumnya… Apalagi sejak di apartemen ini, karena gak banyak yang perlu diurus dan masak pun hanya untuk sarapan, jadi bawaan badan tuh adalah bangun siang…hehehe… Senin depan harus menyesuaikan diri lagi, nih. Gak apalah, pasti bisa. Tuhan pasti tolong. Gak cuma buat mamanya supaya bisa bangun lebih pagi, tapi juga anak-anak supaya bisa bangun pagi, cepet sarapan, cepet siap-siap, dan selalu semangat belajar meski jarak jauh begini. Amiiiinn!

Anak SD

Yuhuuuuu!!!!

Apa kabar semua????

Lama sekaliiiihhhh ya saya gak nengok blog ini. Jangankan nulis, login ke blog ini saja hampir gak pernah…hehehe…. Terakhir nulis bulan April dan sekarang sudah Juni aja πŸ˜…. Kasian banget blog ini ya, terbengkalai bener πŸ˜…

Jadi apa kabar nih semua? Masih pada betah di rumah gak? Mulai masuk kantor lagi atau masih kerja dari rumah?

Kalau suami saya sudah mulai ada jadwal masuk kantor meskipun tidak tiap hari, paling banyak hanya dua kali dalam seminggu. Sementara saya… Errr…. Masih betah jadi Ibu Rumah Tangga dengan status cuti dari kantor tanpa tanggungan…hehehe…. Makanya, sampai sekarang saya masih mendekam dalam rumah saja bersama anak-anak.

Gak kerasa ya, sudah 3 bulan lebih seperti ini. Kalau dibilang waktu jadi terasa lambat karena hanya tinggal di rumah saja, sebenarnya memang gak juga. Waktu tetap saja berlalu dengan cepat, karena toh di rumah pun banyak yang bisa dikerjakan. Anak-anak juga sampai sekarang belum pernah mengeluh bosan dengan gak pernah keluar-keluar. Cuma ya tetap saja, berbulan-bulan seperti ini, mulai terasa gimana gitu ya. Mulai ada perasaan rindu untuk jalan-jalan dengan bebas, tanpa rasa khawatir ini dan itu. Apalagi kalau sudah lihat-lihat foto waktu jalan-jalan entahkah pas ke luar kota atau sekedar main dan makan di mall. Duh, rasanya rindu bisa jalan-jalan bebas seperti itu lagi…hehehe… Tapi yah, gak apalah, sekarang bersabar-sabar dulu sambil terus berdoa agar Tuhan berkenan supaya wabah ini bisa segera berlalu. Amin!

Anyway, kali ini saya spesial login ke blog ini buat cerita tentang si adek yang sudah resmi lulus dari TK.

Yeayyy!!!

Puji Tuhan ya pemirsa, gak kerasa, anak bayinya mama, si adek kesayangan semua orang serumah, sekarang sudah mau jadi anak SD! 😍

Puji Tuhan…puji Tuhan banget.

Selamat yaaa dek!

Bersyukur sekali rasanya untuk si adek, walaupun tak bisa dipungkiri kalau saya sempat mewek demi memikirkan betapa berbedanya pengalaman pertama lulus dari sebuah jenjang pendidikan untuk si adek dibanding si abang. Kalau dulu si abang perayaannyaΒ  sangat berkesan karena dibikin dengan sangat luar biasa oleh pihak sekolah, namun untuk si adek kali ini, amat sangat berkesan karena justru tidak bisa dirayakan bersama guru dan teman-teman di sekolah. Gak ada pertunjukan. Gak ada rame-rame. Gak ada foto bersama. Semua terpaksa dilakukan secara online.

Sediiihhhh…

Sampe-sampe, waktu bikin video kesan-pesan (saya diminta oleh guru si adek untuk membawakan kesan-pesan mewakili orangtua murid kelas si adek), saya beneran hampir mewek πŸ˜….

Yah begitulah, namanya juga orangtua ya,Β  yang kayak gini-gini pasti kepikiran walaupun puji Tuhan sih, tiap udah sedih mikirin, pasti diingatkan lagi lewat Firman Tuhan bahwa semua terjadi ada maksudnya. Tuhan tau. Tuhan mengerti. Dan Tuhan tetap pegang kendali atas semuanya. Meskipun si adek harus mengalami pengalaman pertama lulus dari jenjang pendidikan yang seperti ini, namun Tuhan tetap punya rencana yang indah buat kehidupannya. Amin!

Buat adek, sekali lagi selamat yaaa dek sudah jadi anak SD. Papa, mama, abang, dan semua keluarga besar kita bangga serta bersyukur sekali dengan pencapaian adek hingga saat ini. Adek anak yang sangat cerdas, cepat sekali belajar, sangat peduli dengan sekeliling, sertaΒ  mandiri walaupun manja sekali sama mama πŸ˜„. Kemanapun adek pergi, orang selalu bilang hal-hal yang baik tentang adek. Yang pinter banget lah, yang dewasa lah, yang bisa mengajari teman lah, yang dengar-dengaran tapi berani lah, pokoknya semua yang baik-baik yang bikin kami sebagai orang tua merasa sangat bersyukur pada Tuhan karena adek gak hanya jadi berkat buat kami keluarganya, tapi juga bagi orang lain.

Puji Tuhan juga menjelang SD ini, kemampuan akademis si adek semakin bertambah. Salah satunya, matematikanya udah sampe di perkalian. Thanks for Kumon yang membantu banget dalam mengakomodir anak-anak yang demen matematika seperti si abang dan si adek ini. Untuk Kumon EFL-nya juga si adek menunjukkan progress yang sangat luar biasa, karena sekarang levelnya sudah hampir mencapai 7 tingkat di atas tingkatan kelas 😍.Β  Dan trus trus, kemarin pas di seremoni kelulusan, si adek juga dapat penghargaan dari gurunya sebagai The Most Outstanding Student. Awwww….. deeekkkk….Β  Terpujilah Tuhan dalam hidup kalian, abang dan adek, anak-anak papa dan mama πŸ˜‡.

Untuk ke sekian kalinya, selamat yaaa dek sudah jadi anak SD. Mau bagaimanapun nanti sistem belajarnya, online ataupun offline, tetaplah semangat belajar yaaa. Tuhan Yesus senantiasa memberkati pendidikan abang dan adek, kini hingga nanti. Amin!

Apa Kabar?

Hai…hai semuanya?

Apa kabar??

Semoga semua dalam keadaan baik dan sehat yaaa.

Puji Tuhan, kami sekeluarga juga dalam keadaan baik dan sehat. Sekarang statusnya sudah 5 minggu semua kegiatan dialihkan di rumah dan selama itu saya gak ngeblog sama sekali. Gak tau juga kenapa, semacam gak bisa nemu waktu (karena laptop banyak dipake anak untuk urusan belajar serta tugas sekolah sementara komputer rada-rada lemot bikin males dipake πŸ˜…) dan terutama yang susah ditemukan adalah mood buat menulis di sini πŸ˜….

Banyak banget yang pengen diceritain sebenarnya, tapi sepertinya bakal pindah dulu sementara ke jurnal offline sambil memupuk semangat menulis dan mendapatkan topik yang lebih baik untuk dibagikan di blog ini di masa-masa seperti sekarang ini.

Jadi demikianlah pemirsa, kali ini pendek dulu cerita-ceritanya ya, sekedar untuk say hi saja. Semoga semua yang baca ini sama-sama mau mendukung usaha pemerintah untuk menghentikan rantai penyebaran virus yang sedang mewabah ini dengan tetap tinggal di rumah. Negara kita mungkin gak bisa memilih untuk melakukan lock down seperti yang dilakukan negara lain, karena itu memang butuh kesadaran dari setiap warga negaraΒ  (terutama bagi yang memang bisa dan tetap bisa hidup layak meski dengan hanya tinggal di rumah saja) supaya usaha pemerintah ini bisa terlihat hasilnya. Mari terus berdoa untuk negara ini dan bagi semua tempat di muka bumi ini agar wabah ini segera berlalu, segera putus rantai penyebarannya, dan semoga vaksinnya juga bisa segera ditemukan.

Masa-masa ini memang masa yang sulit dan penuh ketidakpastian, tapi yakin dan percaya Tuhan Yesus tetap pegang kendali atas semuanya. Tuhan tau, Tuhan mengerti, dan kuasa serta kasih-Nya tetap untuk selama-lamanya. Amin! Tetap semangat semuanya yaaa… Tuhan memberkati kita semua!

Sehat-sehat kita semua yaaa…. Salam dari kami berempat yang sudah berminggu-minggu tinggal dalam rumah 😁. Btw, itu kalau di foto saya terlihat seperti pake alis dan ada bekas gincu di bibir, itu karena foto ini diambil hari Minggu yang mana kan ada ibadah ya di rumah, jadi saya dandan. Aslinya sih sehari-hari di luar hari Minggu, jangankan lipstik dan gincu, bedak aja suka malas dipake πŸ˜…

Kenangan Hamil…

Beberapa waktu yang lalu, untuk kesekian kalinya saya mem-backup sekaligus mengatur ulang file-file foto kami dari satu hard disk ke hard disk yang lain. Seperti biasa, kalau sudah melihat-lihat foto-foto lama, I couldn’t help myself but to be thrown into a trip down memory lane dan kali ini saya teringat pada masa-masa hamil dan menyusui, lebih tepatnya tentang berat badan selama dan sesudah hamil πŸ˜‚.

Soal berat badan selama dan sesudah hamil ini, ada dua hal yang saya sudah tahu pasti sejak dulu:

  1. Saya dua kali hamil, dua-duanya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 26kg
  2. Setelah dua kali masa hamil itu, berat badan saya gak pernah kembali ke angka sebelum hamil

Continue Reading…

Our 12th Wedding Anniversary and About #roadToMarch8

Tanggal 8 Maret sudah lewat, itu artinya ulang tahun pernikahan kami juga sudah lewat. Walaupun belum benar-benar lewat sih, karena aslinya sebulanan ini, di hampir tiap minggu ada saja hari peringatan terkait pernikahan kami. Maklumlah, pernikahan beda budaya jadi prosesinya panjang πŸ˜…. Sehabis pemberkatan dan resepsi di Manado, seminggu kemudian ada adat Paboruhon alias pengangkatan saya sebagai boru Siregar, dan barulah seminggu setelah itu prosesi adat Batak pernikahan kami dilangsungkan.

Puji Tuhan…..

Continue Reading…

Tiba Saatnya Mendengarkan Suara Hati #roadToMarch8 (Tamat)

Tiba akhirnya di episode yang paling membutuhkan usaha bagi saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan seperti ini. Peristiwa yang terjadi dalam salah satu episode kehidupan kami ini melibatkan orang-orang lain, baik yang masih berhubungan bahkan masih dekat sampai sekarang, maupun yang sudah hilang kontak sama sekali. Saya harus menulisnya dengan hati-hati supaya tidak menyinggung pihak manapun karena memang sejak awal menuliskan kisah kami ini di sini, sama sekali tidak ada maksud untuk membawa kerugian terhadap pihak lain. Kondisi yang sebenarnya terjadi juga berusaha saya tuliskan seringan mungkin meski kenyataannya jauh berbeda dari itu, semoga meski tidak bisa terlalu detail namun bisa memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi pada saat itu.

Kisah kami termasuk unik dan saya tahu ada pelajaran yang bisa diambil dari apa yang kami alami, karena itu kisah yang tadinya hanya secara detail saya tuangkan dalam buku harian saya itu pun kemudian saya tuliskan di sini. Semoga sasarannya bisa tercapai ya, yang membaca bisa merasakan kebahagiaan serta sedikit banyak mendapatkan pelajaran kehidupan sementara buat kami tentu sudah cukup berbahagia dengan diabadikannnya kisah kami lewat tulisan di blog ini.

Semua cerita tentang kami ini dari episode ke episode bisa diakses via link ini yaaa….Β 

*****

Continue Reading…

Butuh Waktu untuk Percaya #roadToMarch8 (Ep. 4)

Episode ke-4. Yaayyy!!! Masih setiakah menunggu kelanjutan cerita #roadToMarch8? Semoga masih ya 😘. O ya, tadi pagi suami mengirimkan saya lirik salah satu lagu Afgan, “Jodoh Pasti Bertemu”. Kata suami lirik lagu itu benar-benar pas dengan apa yang dia rasakan, alami, dan doakan dulu ketika dia hanya bisa memendam perasaannya dan melihat saya dari jauh. Lagu ini sebenarnya sudah lama kan ya, tapi sebelum ini gak begitu saya perhatikan, lagunya yang bagaimana juga saya sudah lupa. Baru setelah tadi pagi suami kirim liriknya ke saya, lagu ini pun saya cari di YouTube. Dan memang bener ya, lirik lagu ini tuh persis sama seperti harapan pak suami yang dia ucapkan di depan teman-temannya dan yang dia doakan selalu dalam hatinya setiap kali dia sudah mengingat tentang saya, yaitu kalau memang saya diciptakan untuk dia maka Tuhan yang akan membuka jalan untuk kami bisa bersama.

Jodoh itu pasti bertemu, jadi buat yang masih single, semoga bisa terus bersabar menanti jodoh yang sudah Tuhan siapkan, sambil terus peka supaya jangan sampai jodoh sebenarnya sudah datang tapi karena kita kurang peka, akhirnya malah melewatkan kesempatan itu. Sebaliknya, jangan pula lekas kegeeran, menganggap si dia adalah jodoh, padahal sebenarnya bukan, trus maksain, trus akhirnya nyesel setelah udah nikah πŸ˜…. Yah, begitulah, urusan jodoh ini memang tricky, makanya harus selalu dibawa dalam doa supaya gak salah-salah πŸ˜„.

Ok deh, demikian pembukaannya, sekarang kita lanjutin lagi ceritanya yaaa…. Oh ya, semua cerita tentang kami ini dari episode ke episode bisa diakses via link ini yaaa….Β 

******

Continue Reading…