Dear Blog, I Won’t Give Up On You!

Seperti yang saya cerita di sini, saya lagi bermasalah dengan foto-foto di blog ini. Gara-gara itu, saya akhirnya harus meng-upload ulang foto-foto yang tadinya di-host di TinyPic ke Google Photos, yang mana hal itu otomatis bikin image address foto-foto itu berubah dan karenanya, gak cuma fotonya yang harus saya upload ulang, tapi post-nya pun harus saya edit lagi.

Melelahkan?

Iya banget.

Tiga hari terakhir ini bisa dibilang itu aja yang saya kerjakan. Kelar antar anak sekolah, langsung duduk di depan meja komputer, buka laptop, ngurusin itu. Sambil nunggu anak-anak les, dalam mobil, saya juga buka laptop, ngerjain itu. Malam-malam, anak-anak udah tidur, saya buka laptop lagi, ngerjain itu lagi.

Tahapan yang dikerjain memang gak berat ya. Pertama, saya download dulu foto dari TinyPic (lebih cepat begini dibanding saya mencari foto yang sama di HDD saya karena urutan yang di-upload di TinyPic adalah sesuai dengan urutan post di blog), foto-foto yang di-download itu saya simpan per folder di laptop sesuai dengan judul post. Tiap semua foto dalam satu post ke-download, tahapan kedua yang saya lakukan adalah foto-foto dalam satu folder itu saya compress lagi pake aplikasi TinyPic Resizer. Walaupun sebenarnya foto yang di-download ukurannya sudah kecil, tapi karena saya sekarang pake Google Photos dengan kuota cuma 15GB, maka semakin kecil ukuran foto semakin banyak pula foto yang bisa saya simpan di situ, makanya lebih baik kalo ukuran file fotonya saya kecilkan lagi. Setelah itu, tahap ketiga adalah meng-upload foto-foto yang udah di-compress itu ke Google Photos yang mana nama album di Google Photos juga saya samakan dengan judul post. Setelah foto-foto ke-upload, tinggallah tahap keempat alias yang terakhir, yaitu mengedit post di blog dengan cara menghapus image yang lama yang dialamatkan ke TinyPic dan meng-insert image yang baru dari Google Photos.

Segitu doang memang yang dikerjain, tapi berhubung posts yang harus diedit adalah yang dari tahun 2015 dan ditambah dengan kebiasaan saya yang naro foto banyak-banyak di hampir tiap cerita, maka jadilah kerjaan sederhana itupun memakan waktu dan yah…bisa dibilang memakan tenaga juga.

Melelahkan? Sekali lagi, iya.

Membosankan? Oh, tentu tidak!

Kenapa?

Karena dengan mengedit ulang, bikin saya jadi membaca ulang semua posts itu.

Dan apa yang saya dapatkan pemirsa?

While I read all of those posts, I could feel all of the emotions that I felt when I wrote them. All the love, excitement, happiness, gratefulness, sadness, confusion, even the flatness when the day seemed dull. Every single feelings in every single post, I could still feel it….like I was there with my old self. I smiled, I laughed, and in some posts, I even cried….

I felt blessed when I re-read my own old posts in this blog….

That’s when I know, that no matter what happens, as long as I still have a say in it, then no, I will never ever give up on this blog…..

Dan itu bukan cuma soal saya gak akan menyerah sampe semua gambar-gambar di blog ini terselamatkan, tapi terutama soal kontinuitas mendokumentasikan kisah keluarga kami di sini. Karena sungguhlah membaca ulang blog ini dari tulisan sejak beberapa tahun yang lalu, bener-bener bikin saya sadar bahwa gak ada media sosial lain yang bisa memberikan nilai kenangan sebaik blog. Ketika saya lagi gak bisa aktif di blog, pelarian dokumentasi memang ke Facebook ato Instagram, isi dokumentasinya tentu foto, kadang disertai sedikit cerita. Tapi ya itu dia, titik beratnya ada di foto, kalo pun ada cerita paling sekedarnya aja, itupun nilai emosi di setiap cerita dikit, bahkan bisa dibilang hampir gak ada karena cenderung yang penting asal ada caption aja 😅. Berapa kalipun saya nge-scroll timeline di FB dan IG, tetap gak akan membangkitkan nostalgia lengkap dengan segala emosi  bahagia dan sedihnya seperti kalo di blog ini. Di blog saya memang ngerasa lebih nyaman untuk terbuka dengan apa yang saya rasakan. Apa yang saya tulis di sini, semuanya benar-benar datang dari hati saya…

Mungkin, karena sejak awal saya udah nganggap blog ini sebagai diary….

Sadar itu, bikin saya ngerasa nyesel banget dengan kisah-kisah kami yang gak saya dokumentasikan di sini. Nyesel karena saya membiarkan kondisi yang lagi hectic jadi alasan untuk gak cerita di sini. Walo saya selalu ngerasa nulis blog bukan kewajiban dan hanya akan nulis kalo lagi pengen nulis, tapi kalo udah gini, saya baru sadar betapa sayangnya kalo gak nulis apalagi kalo ada kenangan penting dan gak ditulis di sini.

………………………….

Tapi yah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu…

Sekarang ini pokoknya saya udah sadar betapa berharganya blog ini buat saya dan saya bener-bener bersyukur sekali bahwa meskipun ada masa di mana saya gak aktif di sini, tapi gak pernah sekalipun saya terpikir buat menutup blog ini. Aktif gak aktif ya tiap tahun tetep bayar domain, gak pernah, even once, kepikiran buat stop. Kiranya Tuhan berkenan blog ini panjang umur, demikian juga saya dan keluarga bisa panjang umur, agar semakin banyak kisah kami yang bisa diceritain di sini dan kiranya Tuhan berkenan supaya setiap kisah itu gak hanya jadi berkat buat kami tapi juga buat orang yang baca. Amin!

I love youuuuu, plovea.com!!! 💜💜💜💜

PS:

Satu hal lain yang bikin saya sadar betapa berharganya blog ini buat saya adalah kenyataan bahwa ketika saya nge-download foto-foto dari TinyPic, begitu saya lihat foto itu saya udah langsung tau exactly apa judul post-nya! That made me more realize that I know this blog by heart…

Iklan

Lagi Bermasalah Soal Foto

Break dulu dari cerita soal liburan ya, sekarang saya mau cerita dulu tentang masalah saya soal foto.

Jadi gini pemirsa, kan udah sejak tahun 2015 saya kalo mo majang foto di blog ini tuh pake image hosting service. Kenapa gak di-upload di WordPress aja? Jawabnya karena kuota untuk media yang disediakan secara gratis oleh WP untuk saya udah terpakai semua, alias udah full….hehehehe….. Inilah akibatnya kalo tiap nge-post cerita musti disertai dengan gambar yang banyak, cepet abis deh kuotanya 😅. Ya abis gimana dong, blog ini kan semacam dokumentasi keluarga kami ya, dan yang namanya dokumentasi kalo tanpa disertai foto tuh rasanya kuraaanggg 😅. Jadi ya gitu deh, berhubung yang di WP udah penuh, maka sejak 2015 saya pun pakai TinyPic untuk foto-foto yang mau saya taro di blog (soal ini udah pernah saya cerita di sini).

Continue Reading…

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery Medan

One fine day at the museum

Libur panjang selama hampir dua bulan akhirnya usai sudah. Sejak dari hari Sabtu minggu yang lalu kami udah pulang ke Palembang dan sekarang udah kembali menjalani rutinitas seperti sebelumnya. Suami kembali kerja di tempat tugasnya, anak-anak sekolah dan les, sementara saya yang masa cuti tanpa tanggungan 2 tahunnya belum berakhir tentu kembali dengan setia menjadi supir pribadinya anak-anak 😁 .

Aslilah ya, libur sekolah anak-anak tahun ini memang panjang banget. Dua bulan kurang seminggu aja, pemirsa! Weeww….luar biasa! Memang sih gak sepanjang summer break di luar sono ya, tapi kan tetep aja, di sini jarang banget ada sekolah yang ngasih libur sepanjang itu. Rata-rata kemarin anak sekolahan tuh kelar libur Idul Fitri masih ada masuk dulu (sebagian malah ada yang masih ujian), trus penerimaan raport, trus baru libur kenaikan kelas itupun kayaknya cuma kurang lebih dua minggu aja. Sementara sekolah anak-anak ini, dari sejak akhir Mei udah terima raport dan langsung ngasih libur Idul Fitri nyambung dengan libur kenaikan kelas, itu pun masuk tahun ajaran barunya masih lebih telat seminggu dibanding sekolah lain 😅.  Makanya gak heran kalo banyak orangtua temennya si abang dan si adek yang ngeluh sampe keabisan ide liburan karena saking panjangnya libur kali ini 😆. Kalo kami sih sebaliknya, malah hepi-hepi aja dengan libur sepanjang ini karena jadinya hampir dua bulan kami bisa ngumpul ngikut suami. Dan kami gak henti-hentinya bersyukur dengan status cuti tanpa tanggungan saya yang bikin kami bisa menikmati libur panjang ini secara maksimal bersama-sama, yang mana karena bisa sama-sama selama hampir dua bulan itulah maka libur yang udah sangat panjang ini pun masih tetep aja berasa pendek! Beneran lho, pas masuk minggu terakhir libur kami berempat langsung ngerasa sedih karena kok rasanya singkat banget yaaa waktu hampir dua bulan ini? Huhuhuhu…. Time does indeed fly faster when you’re having fun….

Yah gak apa-apa, begitulah hidup, mari dijalani dengan terus bersyukur aja 😘.

Dan sekarang, meskipun libur udah selesai, tapi saya masih tetep mo lanjutin cerita soal libur kemarin. Masih banyak banget nih yang antri buat diceritain, semoga lah ya dalam waktu seminggu atau dua minggu (atau tiga minggu….atau empat minggu………..bahahahaha) udah bisa kelar semuanya, sampai tuntas, didokumentasiin di sini. Amiiinn…

Continue Reading…

Observatorium UMSU, Gerhana Bulan Parsial, dan Teleskop Celestron Travel Scope 70

Dua bocah penggemar angkasa luar

Sekitar dua tahun lalu, di bulan Juni tahun 2017, anak-anak pernah kami bawa ke planetarium di TMII (ceritanya pernah saya tulis di sini) dan tahun ini puji Tuhan sewaktu lagi berada di Medan saya bisa nyempetin waktu untuk bawa anak-anak ke observatorium milik Fakultas Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Medan (OIF UMSU). Asik banget ya di Medan udah punya observatorium kayak gini, jadi berguna banget untuk pelajar di seputaran kota Medan yang punya minat di bidang astronomi gak perlu jauh-jauh lagi deh ke Lembang untuk belajar 😁.

Karena tau di Medan udah punya observatorium, maka berkunjung ke situ pun jadi salah satu agenda kami ketika berada di Medan. Suami gak bisa nganterin karena agenda dia ke Medan memang adalah untuk rapat, jadi hanya saya aja yang nemenin anak-anak ke OIF UMSU.

Continue Reading…

Tip Top, A Restaurant With Historical Atmosphere in Medan

Salah satu wisata yang paling menarik ketika jalan-jalan di kota Medan adalah wisata kuliner. Kota ini memang terkenal menawarkan makanan yang serba enak dan sangat beraneka ragam mengingat di kota ini terdapat percampuran budaya Melayu, Batak, Tionghoa, bahkan India serta Eropa. Kalo berada di Medan, tinggal pilih deh pengen makan makanan apa, semua yang enak-enak ada di sini 😄.

Nah, salah satu tempat makan yang wajib dikunjungi bila sedang jalan-jalan ke Medan adalah Tip Top Restaurant.

Kenapa tempat ini wajib didatangi?

Sebenarnya bukan karena makanannya sih…

Continue Reading…

Berastagi, Mikie Holiday Resort, dan Uji Nyali di Mikie Holiday Funland

Salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang masuk ke dalam daftar yang wajib kami kunjungi di liburan kali ini adalah Mikie Holiday Funland di Berastagi. Udah lama banget pengen bawa anak-anak ke sini, secara mereka sekarang udah besar-besar ya jadi udah cukup banyaklah wahana yang bisa mereka nikmati di sini. Apalagi nih denger-denger sekarang serunya main-main di Mikie Holiday Funland ini udah hampir saing-saingan sama Dufan karena wahananya udah makin banyak dan menantang, jadi rasanya amat sayang kalo di liburan panjang gini kami gak nyempetin waktu untuk bawa anak-anak ke sini.

Perjalanan dari Sibolga menuju ke Berastagi memakan waktu 7 – 8 jam.

Continue Reading…

The Samosirs’ Wonderful Journey To The Samosir Island

Kalau dengar nama Samosir, pasti yang langsung terbayang adalah Pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba itu, kan?

Sama sih, saya juga begitu….

Dulu…

Kalau sekarang sih sudah beda, karena tiap dengar nama Samosir, maka udah otomatis lah yaa yang langsung terlintas di benak saya adalah keluarga kami 😄.

Sejujurnya, saya baru tau kalau Samosir itu tidak hanya nama pulau namun juga adalah nama marga setelah kenal sama suami 😅. Maklum lah dari cukup banyak marga Batak yang saya tau, baru sekali itu saya nemu yang namanya marga Samosir dan kesannya dari awal langsung, “Oh, ini pasti asalnya dari Pulau Samosir, makanya namanya bisa sama gitu…. Atau malah jangan-jangan keluarga dia ini yang punya Pulau Samosir….” 🤣🤣🤣

Continue Reading…

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Ketinggian di Taman Simalem Resort

Pemandangan matahari terbit di Taman Simalem Resort yang membuat saya begitu ingin menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Sumber gambar dari sini

Sudah cukup lama saya berkeinginan bisa menginap di Taman Simalem Resort dengan tujuan utama agar bisa menikmati keindahan terbitnya matahari di Danau Toba seperti pada gambar di atas. Sedari dulu saya sudah sering mendengar tentang Taman Simalem dan betapa indahnya pemandangan yang ditawarkan oleh tempat itu, terutama pada saat sunrise seperti di atas. Sayang, bertahun-tahun semenjak menikah, setiap kali pergi ke Medan kami tak pernah sempat mengunjungi tempat ini. Puji Tuhan, tahun ini dapat libur yang sangat panjang, jadi akhirnya bisa juga kami atur jadwalnya untuk jalan-jalan dan bermalam di Taman Simalem Resort.

Nah, karena ini adalah hal yang sudah lama saya idam-idamkan, maka agenda ke Taman Simalem Resort jadi agenda pertama kami begitu tiba di Sibolga. Hari Kamis, dua hari setelah kami tiba di Sibolga dari Siborong-borong, kami pun langsung menuju ke sana.

Continue Reading…

Hotel Esther Siborong-borong, Kedai Kopi Piltik, Salib Kasih Tarutung

Alohaaaaa!!!

Hari ini udah pada masuk kerja belum??

Kalo saya sih belum, kan masuk kerjanya masih tahun depan lagi…hehehehe…. Anak-anak juga masih libur sampai bulan depan, jadi fix di saat orang lain sudah mulai masuk kerja seperti sekarang, kami sendiri statusnya masih libur panjang 😁. Meski begitu, berhubung suami sudah harus mulai ngantor kan ya, jadi hari ini kami gak ada agenda jalan-jalan kemana-mana, berdiam aja seharian di rumah. Anak-anak main PS, mamanya pun  update blog 😁.

Sejak dari hari Senin seminggu yang lalu kami sudah meninggalkan Sumatera Selatan untuk berlibur di Sumatera Utara, tujuan utamanya sih ke tempat tugas suami di Sibolga, tapi berhubung di hari Senin itu suami ada kerjaan di daerah Siborong-borong maka  kami pun mendarat bukan di Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga melainkan di Bandara Sisingamangaraja XII (alias Bandara Silangit) yang terletak di Siborong-borong.

Continue Reading…