Anak SMP

Akhirnya, setelah seminggu lebih bersekolah di jenjang SMP, minggu ini bisa juga secara resmi si abang disebut sebagai Anak SMP.

Kenapa baru sekarang?

Karena baru pada minggu inilah dia mulai bersekolah dengan memakai seragam SMP πŸ˜….

Continue Reading…

Tuhan Menetapkan Setiap Langkah Anak-Nya

Minggu ini adalah minggu pertama anak-anak bersekolah di tahun ajaran yang baru, yang mana artinya libur kenaikan kelas yang panjang itu, telah berakhir….

Cepet banget rasanya…huhuhuhuhu…. Padahal sebulan yang lalu, sebelum liburnya dimulai, dalam hati tuh rasanya yang asiikkk…bakal libur panjang! Eh, gak tahunya, si libur berakhir lebih cepat dibanding kedatangannya….wkwkwkwkwk…

Yah begitulah memang ya, sesuatu yang dinikmati pasti rasanya sangat cepat berlalu.

Padahal sih liburnya cuma di rumah saja, sama sekali gak kemana-mana. Jangankan ke luar kota, ke luar teras aja tak pernah 🀣. Tapi meski begitu, puji Tuhan tetap saja asik dan tetap terasa kok bedanya antara libur dan gak libur meskipun semua sama saja hanya dijalani di dalam rumah 😁. Kadang heran juga sih, kok bisa ya gak bosan padahal kami kerjanya hanya mendekam di rumah saja? Kadang kalau lagi lihat-lihat foto-foto lama waktu kami jalan-jalan, memang suka ada rasa kangen sih, pengen deh bisa seperti dulu lagi, namanya libur yah berarti jalan-jalan ke luar kota.

Continue Reading…

Classic Reads

Anak-anak saya senang sekali membaca, mungkin ngikut saya yang juga senang membaca, mungkin juga karena sejak masih bayi mereka sudah dibiasakan membaca. Apapun itu, saya sangat bersyukur puji Tuhan melihat anak-anak yang selalu berbinar melihat buku baru dan bahkan sering kangen dengan aroma khas buku yang masih baru. Jenis bacaan yang mereka suka itu beragam, karena memang pada dasarnya suka membaca, jadi bacaan apa saja bisa mereka nikmati, termasuk bacaan klasik yang dulu adalah bacaan saya juga sewaktu kecil dan remaja.

Continue Reading…

Pilihan Sekolah Untuk Anak Di Masa Pandemi: Daring Atau PTM?

Tahun ajaran 2020/2021 sudah berakhir. Si abang sekarang sudah resmi jadi anak kelas 7 sementara si adek jadi anak kelas 2. Sepanjang tahun ajaran yang baru lewat itu, semua pembelajaran dilakukan dengan metode HBL (Home-Based Learning) secara daring (duh, istilah ini yaaa…..saya sampai sekarang masih susah sebenarnya menyesuaikan diri dengannya, masih lebih enak nyebut online sebenarnya daripada daringπŸ˜…), sementara untuk tahun ajaran baru mulai ada wacana tentang hybrid serta blended learning yang mana keduanya memiliki inti yang sama, yaitu menggabungkan antara metode belajar HBL dan tatap muka langsung. Penggabungan metode belajar ini perlu karena pada dasarnya orangtua diberi kewenangan untuk memilih metode belajar untuk anak-anaknya dan sekolah diwajibkan menyediakan sarana untuk itu. Setidaknya sampai sekarang ini, yang saya tahu selama belum ada keputusan baru dari pemerintah tentang penutupan kembali sekolah (meskipun kondisi akhir-akhir ini sedang memburuk), sekolah masih diwajibkan untuk menyediakan sarana dan protokol baik untuk metode daring/HBL maupun PTM.

Continue Reading…

Earth Day 2021 and INPF 2021

Gak kerasa ya, sekarang sudah bulan ke-5 di tahun ini, sebulan lagi genap deh setengah tahun lewat 😁. Bagi saya pribadi, bulan Mei itu istimewa. Alasan pertama, karena bulan Mei adalah bulan jadian saya dan suami 15 tahun yang lalu. Alasan kedua, karena bulan Mei adalah bulan pertunangan saya dan suami 14 tahun yang lalu. Alasan ketiga, adalah karena di bulan Mei ini saya sudah harus kembali melapor ke kantor terkait status cuti tanpa tanggungan saya πŸ˜….

Yang terakhir itu sebenarnya bikin galau dan deg-degan dan sempat bikin saya berharap agar Mei jangan cepat-cepat datang 😁. Tapi apalah daya ya kan, I’m only human. I can’t hold the time and ask it to stop running so fast. Mei tetap saja datang dan saya tetap harus menghadapi apa yang memang mesti dihadapi. That’s okay, I know we will be fine even though what will happen in our future still remains a mystery and unknown for us. Kehendak Tuhan pasti akan jadi dan itulah yang terbaik, itulah yang menjadi pegangan kami.

Continue Reading…

Desember, Januari, Februari, Maret

Hai…hai…!!

Been a while still the last time I logged in to this blog, sampai-sampai sempat lupa lho saya terakhir nulis di sini topiknya tentang apaan yak? πŸ˜…

Jadi gimana nih kabar teman-teman semua? Sekarang sudah bulan Maret 2021 yang mana itu berarti telah genap setahun sudah pandemi ini melanda Indonesia. Saya sungguh berharap teman-teman semua dalam keadaan sehat dan tetap bersukacita meskipun masih harus bergelut dengan new normal life yang entah harus sampai kapan ini 😁. Bersyukurlah sekarang vaksinasi sudah semakin gencar berjalan ya, mari sama-sama mendoakan supaya prosesnya bisa berjalan secara adil dan merata serta terutama Tuhan memberkati agar vaksin ini memang bisa menjadi jalan untuk berhentinya pandemi ini. Amiiinn!

Kabar keluarga kami sendiri puji Tuhan sehat dan baik, kegiatan sehari-hari masih tetap di rumah saja. Gak pernah jalan-jalan. Belum pernah pergi liburan. Dan belum berniat menyambangi mall dalam waktu dekat…hehehe…. Banyak hal sudah yang terjadi dari sejak terakhir saya menulis di sini. Ada cerita tentang Natal, Tahun Baru, pindahan rumah, ulang tahun si abang ke-12, ulang tahun pernikahan, dan masih banyak lagi cerita yang seharusnya bisa didokumentasikan di sini. Akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 ini memang cukup sibuk untuk kami, terutama karena urusan pindahan rumah dan penyesuaian diri dengan ritme kehidupan di rumah baru hingga bikin saya kelupaan dan tak sempat terus buat bikin dokumentasi di blog ini πŸ˜…. Puji Tuhan sekarang lagi ingat dan sedang ada kesempatan, jadi langsunglah login ke blog buat nulis beberapa kejadian penting di keluarga kami sejak akhir bulan Desember hingga Maret ini. Iyes, ini ceritanya update rapelan πŸ˜†.

Continue Reading…

Kawai ES110, Si Piano Portabel Yang Murah Tapi Tak Murahan

Doh, judulnya ngiklan banget yak….

Hahahaha…

Padahal sih gak ya, saya nulis ini tujuannya bukan buat ngiklan, tapi hanya untuk berbagi cerita. Siapa tahu kan ya di antara pembaca ada juga yang kondisinya seperti kami: butuh piano dengan kualitas sekelas piano akustik berhubung anak sudah terbiasa pakai piano akustik, tapi dengan ukuran sekelas organ berhubung tinggal di tempat yang ruangnya terbatas 😁.

Continue Reading…

Si Adek dan Presentasi

Salah satu hal yang saya sukai dari metode belajar di sekolah anak-anak, adalah dari sejak dini anak-anak sudah diajarkan untuk berani menampilkan ide-ide mereka lewat presentasi. Dari sejak tingkat pra-TK (di sekolah anak-anak tingkat pra-TK itu adalah kelas K1, tingkat TK di kelas K2 dan K3), anak-anak sudah harus bisa menyampaikan presentasi meskipun masih dalam bentuk yang sederhana, misalnya saat Student Led Conference di mana mereka mempresentasikan apa saja yang mereka pelajari di sekolah kepada orangtua masing-masing. Duh, nulis ini jadi teringat ketika pertama kali lihat si adek presentasi di sekolah. Bangga dan gemeesss rasanya ngelihat anak umur 4 tahun presentasi 😁.

Dan sekarang, berhubung si adek sudah duduk di kelas 1 SD, maka tentu tugas-tugas yang berkaitan dengan presentasi itu semakin meningkat alias semakin sering dibanding waktu masih di TK dulu. Puji Tuhan, karena sudah dibiasakan untuk berani dalam menyampaikan ide lewat presentasi, maka si adek percaya diri saja serta tidak ada masalah sama sekali ketika harus presentasi baik itu yang direkam maupun yang dilakukan secara langsung di depan layar kelas.

Di quarter pertama yang baru lewat ini, si adek dua kali dapat tugas untuk presentasi.

Lanjutkan membaca “Si Adek dan Presentasi” β†’

Book Week 2019 and LRT Field Trip

Pengen dokumentasiin lagi soal aktivitas anak-anak di sekolah, nih. Pokoknya sebisa mungkin mulai sekarang hingga ke depannya kegiatan-kegiatan penting mereka di sekolah saya dokumentasiin di sini, walau tentu aja harus ber-password ya supaya lebih tenang rasanya 😁.

Book Week 2019

Di awal bulan November lalu, di sekolah anak-anak ada agenda Book Week yang mana puncaknya diadakan di tanggal 08 November. Seperti biasa, di puncak acara Book Week anak-anak akan pakai kostum ke sekolah sesuai dengan tema buku yang mereka pelajari di kelas mereka selama sepekan itu. Si abang yang kelasnya belajar tentang buku-buku J.R.R Tolkien, ke sekolah menggunakan kostum ala tahun 1900-an. Sementara si adek yang belajar tentang Emilia Earheart, ke sekolah mengenakan kostum pilot.

Keren yak? Hehe…

Di puncak acara Book Week ini, saya juga ikutan, tapi hanya untuk di kelasnya si adek karena salah satu sesi acara di kelasnya adalah reading with parents 😍.

The book that we read together is a book about Walt Disney 😘

Pasukan K3C 😁

Dengan membaca buku biografi Walt Disney ini, anak-anak bisa belajar bahwa mengejar cita-cita itu bukannya mudah, kesulitan ada di sana sini, tapi meski sulit kita harus jangan pernah menyerah. Selama kita tau dan yakin dengan apa yang kita impikan, maka maju lah terus pantang mundur 😘.

LRT Field Trip

Field trip ini diselenggarakan tanggal 4 Desember yang lalu sebagai bagian dari pembelajaran tentang transportasi. Kenapa dipilih moda transportasinya adalah LRT, ya karena mumpung di Palembang udah ada LRT 😁. Puji Tuhan, untuk field trip kali ini saya terpilih sebagai salah satu dari lima orangtua yang dimintai bantuan oleh sekolah untuk membantu mengantarkan dan menjaga anak-anak . Memang biasanya seperti itu ya di sekolah anak-anak, setiap kali ada field trip maka beberapa orangtua akan dimintai bantuan untuk mengantar dan menjaga anak-anak. Bagi saya ini adalah field trip keempat di mana saya turut terlibat. PertamaΒ  waktu ke Palembang Bird Park bareng kelas K1 si adek, kedua waktu ke Kantor PLN bareng kelas Grade 2 si abang, ketiga waktu ke Museum Balaputera Dewa bareng kelas Grade 4 si abang, dan yang keempat adalah yang terakhir ini naik LRT bareng kelas K3 si adek. Orangtua sih seneng banget ya kalo bisa dimintai bantuan sama sekolah begini. Soalnya asik kan, jadi bisa lihat langsung bagaimana anak belajar sekaligus bisa bebas foto-foto…hehehehe…

Hari itu, sejak pagi kami orangtua yang akan mengantar anak-anak field trip ini udah berkumpul di lobi sekolah. Rencananya anak-anak akan mulai jalan ke Stasiun Bumi Sriwijaya jam 08.00, kemudian mereka akan naik kereta menuju Stasiun Gelora Sriwijaya. Di stasiun itu anak-anak akan makan bekal sebelum berangkat kembali menuju Stasiun Bumi Sriwijaya. Trus dari sekolah ke Stasiun Bumi Sriwijaya pake apa dong? Tadinya saya kirain bakal pake mobil ya, tapi ternyata bakal jalan kaki aja, pemirsa! πŸ˜….

Memang sih jarak dari sekolah ke stasiun itu memang dekat banget, cuma ya tau sendiri lah ya kondisi trotoar di jalanan kota ini tuh bukannya yang ramah-ramah banget buat pejalan kaki. Ranjau berupa lubang dan conblok yang rusak tuh ada di mana-mana, jadi yah memang musti hati-hati banget sih membawa anak-anak jalan dari sekolah ke stasiun begitu juga nanti sebaliknya dari stasiun ke sekolah.

Sebelum berangkat, anak-anak diatur per grup yang mana satu grup terdiri dari 4 orang anak

The moms with their respective groups

Selesai foto-foto dan berdoa, perjalanan kami pun dimulai dan selama berada di jalan itu, gak ada satupun mama yang berani ngeluarin HP buat foto-foto. Seluruh perhatian pokoknya hanya tertuju pada anak-anak aja, kuatir kalo sampe ada yang jatuh πŸ˜…. Puji Tuhan, gak berapa lama kami semua pun tiba dengan selamat di stasiun….yeayyy!!!

Tak berapa lama setelah tiba, rombongan kami pun dipersilakan naik ke atas karena kereta yang akan membawa kami sudah hampir tiba.

Setelah kereta datang, anak-anak dengan tertib masuk ke dalamnya. Sayangnya, karena masih termasuk rush hour maka kondisi kereta saat itu lumayan padat dengan orang yang baru dari bandara serta dalam perjalanan menuju tempat kerja, anak-anak duduknya jadi mencar-mencar dan sebagian mama harus ada yang berdiri 😁. Ini salah satu buktinya kalau LRT di Palembang tidak hanya dipakai untuk wisata saja ya, makin ke sini makin banyak kok orang yang memanfaatkan moda transportasi ini untuk berangkat ke tempat kerja.

Happy face! 😍

Seperti biasa, perjalanan pake LRT ini mah cepet banget ya, sebentar aja kami udah tiba di Stasiun Gelora Sriwijaya. Sesuai rencana, di sini anak-anak makan, trus kelar makan sempat main dan tentu saja sempat foto-foto sebelum berangkat pulang ke Stasiun Bumi Sriwijaya.

Pray before eating snack

Donatnya enak ya dek? 😁

All the kiddos 😍

The kiddos, the teachers, and the moms

The moms with Ibu Sarah 😍

Tak lama setelah kelar main dan foto-foto, kami kembali dipanggil ke atas karena keretanya sudah akan tiba.

Puji Tuhan di perjalanan kembali ini, keretanya cukup lengang, jadi anak-anak semua bisa duduk deket-deketan dan semua orangtua juga bisa duduk dengan nyaman, termasuk bisa foto-foto dengan nyaman juga 😁.

Anak-anak asuhan saya 😁

Saya dan anak-anak 😁

Puji Tuhan, perjalanan hari itu sangat menyenangkan buat semua. Ya orangtua, ya guru, apalagi anak-anak 😍. Puji Tuhan juga, akhirnya semua bisa kembali dengan selamat ke sekolah. Jumlah anak-anak lengkap tanpa kekurangan satu apapun 😁. Saya juga sangat bersyukur karena hari itu bisa menemani si adek belajar. Senangnya yang senang banget, karena saya tau kesempatan seperti ini  bukannya yang bisa sering-sering datang. Mudah-mudahan di field trip berikut, mama bisa ikutan juga ya dek 😁.

Pulang sekolah, gantian adek yang nemenin mama liat tanaman 😁

Abang, Adek, and Their Exhibitions

Salah satu program yang sudah pasti dicanangkan di sekolah anak-anak tiap tahunnya adalah exhibition di mana biasanya dalam exhibition tersebut anak-anak akan menampilkan atau mempresentasikan sesuatu dalam bentuk project yang merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Dalam setiap exhibition, orangtua pasti diundang karena memang anak-anak presentasinya ya sama orangtua. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu gak hanya oleh orangtua yang bakal jadi penonton, tapi juga oleh anak-anak, meski mungkin ada di antara mereka yang gugup karena harus presentasi di depan orang banyak, namun tetap saja semua anak excited dalam mengerjakan project dan mempersiapkan diri untuk tampil dalam exhibition. Program ini memang menurut saya sangat bermanfaat, gak hanya orangtua bisa melihat langsung perkembangan belajar anak (dalam suasana yang menghibur karena sekolah selalu mengemas kegiatan exhibition iniΒ  dalam bentuk yang semenarik mungkin), namun anak sendiri juga bisa mendapatkan metode pembelajaran yang lebih efektif melalui pengerjaan project untuk exhibition ini. Daripada hanya membaca dan menghapal text book kan ya, dengan mengerjakan project justru pelajarannya bisa lebih mudah masuk dan tertanam di dalam kepala.

Berhubung anak-anak saya sudah sekian tahun bersekolah di sekolah ini, maka dari sejak si abang TK sampai sekarang dan ditambah dengan si adek pula, sudah terbilang cukup banyak exhibition yang saya hadiri. Sayang aja yang didokumentasikan di sini hanya sedikit sekali (kayaknya hanya ada satu malah…hikkkksss). Inilah gara-gara sibuk, gak sempat update soal anak di sini. Kalo udah teringat dan tersadar gini, baru deh nyesel kenapa exhibition yang dulu-dulu gak saya sempatkan untuk ditulis di blog ini πŸ˜₯.

Exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak Rabu, tanggal 28 Agustus yang lalu, sudah lama banget yak πŸ˜… (maafin mama ya dek 😘). Tema kali ini adalah Aku dan Temanku.

Sebelum acara dimulai

Di exhibition ini si adek dan teman-temannya masing-masing mempresentasikan booklet yang udah mereka buat tentang temannya. Selain itu mereka juga ada nyanyiΒ  bersama dua lagu: Roti dan Mentega juga I Want To Be With You A Little Bit More.

Saat presentasi itu, Ralph bersebelahan dengan temannya si Amelia. Mereka berdua kelar presentasi hampir bersamaan sementara teman-teman mereka yang lain masih belum selesai. Jadilah mereka berdua asik ngobrol. Saking asiknya, sampe orangtua mereka sendiri mereka anggurin πŸ˜….

Presentasinya selesai barengan

Masih harus nunggu yang lain selesai, jadi mereka berdua ngobrol aja

Entah apa yang diobrolin, tapi kayaknya sih seru πŸ˜…

Saking asiknya mereka ngobrol, si adek gak sadar lagi mamanya udah berdiri gak duduk lagi di depan dia πŸ˜‘

Tuh kan, tetep aja mereka asik ngobrol. Orangtua masing-masing mereka anggurin πŸ˜…

Setelah semua selesai presentasi, anak-anak pun berbaris di depan buat nyanyi.

Yang disayangkan adalah karena saat exhibition si adek ini, pak suami sama sekali gak bisa pulang, bukan karena exhibition-nya diselenggarakan di tengah minggu (kalo ini mah udah biasa, tiap acara sekolah mesti di pertengahan minggu πŸ˜…). Dia gak bisa pulang karena memang gak bisa banget, apalagi karena waktu itu dia masih bertugas di Sibolga (saat itu malah kami masih sama sekali had no clue kalo suami saya bakal dipindah ke Jakarta). Syukurlah meski suami gak bisa datang, tapi si adek tetap bahagia karena tau kalo begitu acara ini selesai, maka papanya akan segera mendapatkan kiriman foto-foto serta video dari mamanya tentang acara ini.

So very proud of you, baby!

K3C Full Team

Kalo exhibition untuk kelas si adek udah diselenggarakan dari sejak bulan Agustus lalu, maka exhibition untuk kelas si abang baru saja dilaksanakan hari Kamis, tanggal 28 November minggu yang lalu yang mana isinya adalah merupakan gabungan dari 3 mata pelajaran, yaitu Social, Art, and Music. Pada exhibition ini anak-anak akan menampilkan drama musikal tentang perjuangan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan rakyat melawan penjajahan, hingga era Sumpah Pemuda, masa Proklamasi Kemerdekaan, sampai pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Dalam drama musikal itu mereka akan berakting, menari, menyanyi, bermain musik, dan membaca puisi. Kisah sejarahnya sendiri merupakan bagian dari bahan pelajaran mereka di Social class.

Selain drama musikal, anak-anak secara berkelompok juga mempresentasikan big book yang sudah mereka bikin sendiri tentang sejarah bangsa Indonesia. Selain itu mereka juga mempresentasikan manekin berbaju tradisional yang lagi-lagi mereka bikin sendiri.

Keren sih kalo saya bilang program sekolah ini. Melalui persiapan exhibtion ini anak-anak bisa belajar sambil praktek langsung. Contohnya untuk pelajaran Sejarah itu, dengan cara membuat big book dan terlibat dalam dramanya, maka anak-anak jadi jauh lebih mudah memahami serta mengingat sejarah perjuangan bangsa, bahkan tidak kesulitan menghapal tanggal, nama-nama, serta tempat-tempat bersejarah yang mereka pelajari.

Karena kelasnya ada tiga, maka drama musikalnya dibagi-bagi. Ada yang dapat tentang perjuangan rakyat (Pattimura), ada yang dapat tentang seputar kemerdekaan (Sumpah Pemuda dan Proklamasi), serta ada juga yang dapat tentang peristiwa Hari Pahlawan 10 November 1945 di Surabaya. Untuk kelas si abang kebagian yang tentang seputar kemerdekaan dan si abang ditunjuk oleh gurunya untuk berperan sebagai Ir. Soekarno πŸ˜„.

Foto di atas itu adalah waktu pagi-pagi sebelum nganterin mereka sekolah. Acaranya sendiri diadakan jam 08.40, sementara anak-anak akan tetap masuk pagi seperti jadwal sekolah biasa. Rencananya sehabis nganterin mereka, saya akan kembali lagi ke rumah sambil nungguin suami yang pagi itu terbang ke Palembang demi bisa menghadiri exhibition abang ini.

O ya, dalam exhibition ini, selain main drama dan berperan sebagai pak Soekarno, si abang juga akan membaca puisi serta bermain musik untuk mengiringi teman-temannya bernyanyi Sajojo 😊.

Pesawat pak suami mendarat sekitar jam 7 dan dia pun langsung menuju rumah. Sekitar jam 08.15 saya dan suami berangkat dari rumah menuju sekolah.

Yeayy!!!! Papa is here!!

Syukur banget bisa nemu jas dengan warna ini. Orang-orang yang liat tanpa perlu bertanya udah tau kalo dia bakal jadi Soekarno. Memang warna jasnya pas banget ya 😁

Waktu presentasi Big Book tentang sejarah perjuangan bangsa

Presentasi tentang manekin

The cowok-cowok 😍

Selesai sesi presentasi, dimulailah sesi drama musikal yang diawali dengan drama tentang perjuangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura.

Drama tentang perjuangan rakyat Maluku

Ini pada nangis beneran mereka… hebat guru kelasnya yang ngajar dan ngelatih anak-anak

Setelah drama tentang perjuangan rakyat itu selesai, giliran kelas si abang yang tampil membawakan drama tentang peristiwa kemerdekaan mulai dari Sumpah Pemuda sampai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Ceritanya Kongres Pemuda I dan II

Ceritanya Soekarno dan Fatmawati 😁

Cuplikan dramanya bisa dilihat di video di bawah ini. Hanya cuplikan karena aslinya panjang bener πŸ˜„.

O ya, selain salut dengan metode pembelajaran di sekolah ini, saya juga salut melihat bagaimana anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab lewat exhibition ini. Itu ya, setting yang mereka perlukan di panggung, disiapkan sendiri oleh anak-anak. Jadi sehabis satu babak dan lampu dimatikan, maka anak-anak akan langsung sibuk menyiapkan properti untuk babak selanjutnya di atas panggung. Dan itu semua dikerjakan tanpa campur tangan guru-gurunya lagi. Yang ada di belakang panggung hanya anak-anak, guru-gurunya berada di depan panggung! Hebat ya, salut banget saya!

Waktu nyanyi Sajojo. Abang gak ada di sini karena dia kebagian main musiknya.

Waktu bawain puisi

Para pemain drama peristiwa 10 November 1945

Acara exhibition ini berlangsung cukup lama, bahkan sampai si adek kelasnya udah bubaran pun acaranya masih berlangsung, karena itu si adek masih sempat kami ajak ikut ke auditorium buat melihat penampilan si abang dan teman-temannya.

Puji Tuhan, acara exhibition ini berlangsung lancar. Semua orangtua yang hadir merasa bahagia dan bahkan sangat terhibur melihat penampilan anak-anak 😁.

Puji Tuhan, bersyukur banget rasanya anak-anak bisa bersekolah di sekolah yang metode belajarnya selalu diusahakan agar yang memiliki nilai manfaat lebih untuk anak-anak. Terlihat benar usaha sekolah tidak main-main, tapi sekaligus juga tetap membiarkan anak-anak berada dalam dunia kanak-kanak mereka. Lewat exhibition ini anak-anak gak cuma belajar soal mata pelajaran tapi mereka juga belajar bertanggung jawab namun tetap dalam kekhasan mereka sebagai anak-anak. Bisa terlihat, meski ada penampilan drama dan tarian, tapi pakaian mereka diupayakan yang sederhana saja dan yang anak perempuan tidak ada yang sampe harus bermake-up πŸ˜….

Sebagai orangtua, kami juga bangga dengan si abang dan si adek karena mereka bisa melakukan tugas mereka dengan baik dan bisa menunjukkan kalau sasaran yang ingin dicapai sekolah lewat program ini memang dapat tercapai dengan baik πŸ™‚.