Miracle is Everywhere

Break dulu ya dari cerita soal Natal dan mudik ke Medan. Hari ini saya mau cerita tentang sebuah kejadian yang termasuk ‘sederhana’ tapi sebenarnya mengingatkan bahwa yang namanya mujizat, keajaiban, serta pertolongan Tuhan itu selalu ada di mana-mana dan selalu merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Ceritanya tadi pagi, seperti biasa di rumah kami kalo udah jam 5 tuh udah rame karena anak-anak udah pada bangun. Seperti biasa juga, si abang setelah bangun kemudian berdoa dilanjut pipis, akan turun ke ruang makan untuk sarapan. Sementara si adek, karena dia masih belum sekolah maka kegiatannya setelah bangun di pagi hari masih random. Kadang langsung main. Kadang belajar dan baca buku. Kadang ngintilin abangnya. Tapi lebih sering ngerecokin aktivitas mamanya yang lagi bersiap mo ke kantor.

Continue Reading…

Iklan

Christmas 2016: Our Christmas Eve and Christmas Day

Selamat tahun baruuuu!!!

Ya ampuunn….lama banget saya gak mampir di sini dan udah tahun baru tapi saya masih mo cerita tentang Natal kemarin..hehehe… Telat banget, tapi gak apalah ya. Kayaknya udah jadi tradisi dari tahun ke tahun cerita tentang Natal telat ditulis di sini :mrgreen:

Sebenarnya waktu akhir Desember kemarin, saya udah berencana untuk menuliskan cerita tentang malam Natal dan hari Natal kami di tanggal 25 atau paling telat-telatnya di tanggal 26 karena tanggal 27 kami udah berangkat ke Medan. Tapi apa da ya pemirsa, lagi-lagi rencana tinggal rencana, karena ternyata di tanggal 25 dan 26 itu kami sibuk terima tamu di rumah yang berdatangan sampe malam. Ya sudahlah. Kami seneng banget juga kok terima tamu, apalagi tetangga-tetangga juga datang, bahagia rasanya karena di lingkungan ini meski beda-beda keyakinan tapi tetap rukun. Puji Tuhan ūüôā .

Continue Reading…

Precious Speck of Dust

Salah satu hal yang sangat disukai si abang adalah segala macam hal tentang universe. Karena itu di rumah si abang suka sekali baca buku tentang universe dan saya juga suka kasih cetakan artikel tentang universe buat si abang.

Maklum banget kalo si abang ngerasa amat penasaran dengan universe karena memang selalu mengundang rasa ingin tau ya kan?

Seperti apa Bumi ini? Apakah Bumi ini sendirian di tengah alam raya? Mengapa Matahari selalu terlihat di siang hari sementara Bulan di malam hari? Apa itu Bulan? Apa itu Matahari? Benarkah Matahari seperti apa kata orang adalah bola api besar? Jika Matahari adalah bola api maka apakah di dalamnya ada panas, api, dan oksigen sebagai unsur api? Lalu seperti apakah bintang itu? Benarkah bintang berbentuk seperti yang digambarkan orang dalam buku-buku dongeng? Benarkah bintang-bintang yang bertaburan itu berukuran kecil sebagaimana yang terlihat dari Bumi? Kalau kecil seberapa kecil, kalau besar seberapa besar? Dan benarkah hanya di Bumi saja ada kehidupan? Jika benar demikian, lalu mengapa?

Continue Reading…

Precious Things in Life

Lagi semangat banget menyambut weekend nih.

Salah satunya, karena di weekend ini, drama Korea Marriage Contract yang lagi saya ikutin bakal berakhir….cihuuyy!!! Semoga sih gak ada perubahan ya, emang bener-bener tuh drama bakal berakhir di episode ke 16 dan lebih lagi, semoga happy ending…secara ya, air mata saya udah banyak keluar di episode 14, jangan sampelah air mata saya¬†lebih banyak lagi keluar karena¬†berakhir menyedihkan…huhuhuhuhu….

Sumber gambar dari sini

Continue Reading…

Baru…

Hidup itu memang selalu penuh dengan kejutan dan yak, lagi-lagi kami sekeluarga harus menghadapi perubahan dalam keseharian kami. Perubahan ini kata sebagian orang di dekat kami disebut berat, mereka bahkan mendoakan kami untuk sabar dan kuat menjalaninya.

Kami bersyukur mereka mendoakan kami, karena memang kami benar-benar butuh itu. Tapi di sisi lain kami sendiri gak merasakan ini sebagai sesuatu yang berat. Yang kami lakukan ini memang sudah seharusnya seperti itu, inilah peran yang paling tidak adalah yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk orang-orang tersayang dalam hidup kami, setidaknya untuk sekarang. Kehidupan baru yang telah terbit, semuanya hanya karena Tuhan yang ijinkan. Meski mungkin akan berat ke depannya, tapi Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk semuanya.

Kami, entah bagaimana, menjalaninya dengan sukacita.

Continue reading “Baru…”

The Song

Lagi nunggu suami buat pulang nih dan jadi pengen nulis di sini tentang film.

Tadinya mo nulis tentang Kung Fu Panda 3.

Tapi pikir-pikir kalo Kung Fu Panda 3 pasti udah banyak yang cerita. Pengennya sih kalo bisa cerita tentang film yang belom banyak diceritain orang. Teringatlah saya pada satu film yang saya dan suami tonton di channel HBO Signature sekitar kurang lebih 4-5 minggu yang lalu (udah lama juga ya nontonnya..hahaha).

Judulnya adalah The Song.

Tadinya kami mengira film ini sekedar drama romantis yang isinya ada cowok ganteng dan cewek cantik. Tapi makin ditonton kok rasanya kalimat-kalimat yang diucapkan oleh para tokoh terutama tokoh utama cowoknya tuh terasa familiar.

Continue Reading…

Tentang Sumber Bahagia yang Sejati

Suatu kali suami bertanya, menurut saya, apa sumber kebahagiaan sejati manusia?

Pertanyaan itu membuat saya berpikir. Iya ya, apa ya yang jadi sumber kebahagiaan sejati?

Terus terang, sebelum ini saya gak pernah berpikir tentang itu. Saya ngerasa bahagia, itu udah cukup buat saya, sehingga saya gak pernah mempertanyakan ke diri saya sendiri tentang apa sebenarnya yang membuat saya bahagia.

Pertanyaan suami itu membuat saya akhirnya bertanya ke diri saya sendiri.

Apa yang membuat saya bahagia?

Perasaan dalam hati ini yang membuat saya selalu ingin tersenyum, memandang dunia dengan indahnya, merasa selalu ada harapan dan semangat dari diri saya sendiri. Apa yang menyebabkannya?

Continue Reading…

Natal 2015

Januari udah mo berakhir nih ya, tapi cerita di sini masiiihh aja seputar libur Natal dan Tahun baru kemarin…hihihihi…gak apa lah, justru ini mo dikejar, pengennya sebelum Januari berakhir, cerita libur kemarin juga udah bisa ditamatkan ūüėÄ

Perayaan Natal kami kemarin diawali dari tanggal 24 alias Malam Natal-nya.

Seperti tradisi di keluarga Krones, malam Natal itu mesti diisi dengan ibadah bersama di rumah yang mana isi ibadahnya hanya nyanyi, berdoa, baca Alkitab, nyalain lilin Natal, trus berdoa lagi. Waktu itu ibadah kami mulai udah lumayan malam, anak-anak sebenarnya udah mulai ngantuk.

Ibadah terpaksa dimulai malam, karena proses bersih-bersihin dan beresin kamar-kamar baru di kos-kosan kami baru bisa selesai malam (nanti saya bakal cerita juga soal Blessed Inn ini). Proses bersih-bersihinnya juga memang baru dimulai sore sih, soalnya pagi kami ke pasar buat belanja, trus pulang masak dulu buat hari itu sama buat Natal esok harinya, sibuk bener pokoknya hari itu.

Puji Tuhan, anak-anak tetep mau ikutan ibadah dan mau bersikap manis selama ibadah berlangsung. Karena udah malam, maka kostum yang dipake juga adalah baju tidur, tapi biar agak istimewa, maka kami yang cewek-cewek pake baju tidur seragaman..hihihihi..

Continue Reading…

Yang Bikin Ngilu

Sekitar dua atau mungkin tiga minggu yang lalu, saya janji ke Maria buat cerita tentang beberapa film yang bikin saya ngilu. Kalo udah sampe bikin hati ngilu gitu, berarti udah pasti itu film bukan film romantis lah ya. Ya paling gak jauh-jauh dari crime, thriller dan horor.

O ya, adakah yang tau apa bedanya film thriller (thriller nih bahasa Indonesia-nya apa sih?) dan film horor?

Saya sendiri gak tau pasti di mana letak perbedaan kedua genre film itu. Karena yang disebut bergenre horor bisa jadi thrilling, sementara yang disebut bergenre thriller¬†bisa jadi horor juga, hehe…

Cuma mungkin kalo saya perhatiin, rata-rata (gak berani bilang semua) kalo yang disebut horor itu fokusnya¬†ada di korban alias filmnya dari perspektif si korban. Yang dieskpos adalah ketakutan dan kengerian si korban sehingga yang nonton pun jadi terbawa oleh rasa takut dan ngeri yang dirasakan si korban. Si pelaku alias si jahat sendiri (entahkah dalam bentuk manusia atau hantu atau setengah manusia setengah hantu…hehehe), biasanya jarang diekspos perspektifnya. Pokoknya jahat ya jahat aja. Menyeramkan ya menyeramkan aja.

Sementara kalo film thriller biasanya perspektif pelaku juga diekspos, sehingga ketahuan apa motif dan latar belakangnya. Kengerian yang mo disalurkan ke penonton bukan hanya berdasarkan dari rasa takut dan ngeri yang dirasakan korban, tapi karena penonton juga diperhadapkan pada kengerian karena tau (atau paling tidak menduga-duga) kengerian macam apa yang bisa dibuat oleh si pelaku.

Kalo disimpulkan, rata-rata dalam film horor, si jahatnya adalah hantu dan sejenisnya. Sementara dalam film thriller, biasanya manusia.

Dari yang saya amati sih begitu ya bedanya. Tapi gak tau itu bener ato gak. Untuk cari tau dengan benar juga saya malas. Mungkin kalo dicari di google, ada yang bisa menjelaskan dengan baik dan benar apa perbedaan kedua genre film itu.

Nah, seperti yang pernah saya bilang sebelum-sebelumnya, meski sangat menyukai film romantis tapi berhubung saya dasarnya demen nonton jadi saya bisa nonton film dengan genre apa aja (kecuali b*k*p), dan dengan pengecualian kalo nonton film horor saya suka tutup-tutup mata…hihihihi…¬†Karena kesukaan saya akan nonton, maka tentu aja saya sudah banyak sekali nonton film bergenre thriller, horor, dan crime.¬†Rata-rata ya emang nyeremin, bikin penasaran, dan menegangkan. Tapi beberapa di antaranya bener-bener bisa bikin hati saya terasa ngilu. Nah ini saya ceritain satu per satu ya film apa aja yang bikin saya ngilu itu. Gak semua film Hollywood dan aslinya kayaknya gak semua yang bikin saya ngilu saya cerita di sini karena kalo mo¬†diceritain semua gak sanggup rasanya waktunya…hehehe….

Dan oh ya, yang saya ceritain di sini cuma yang genre-nya thriller, horror, dan crime aja. Karena sebenarnya di atas semuanya, ada satu film yang tidak termasuk dalam ketiga genre itu tapi paling bikin saya ngilu (gak cuma ngilu sebenarnya, tapi hati terasa hancur sedih lihatnya sampe air mata netes gak ketulungan banyaknya), adalah film The Passion of Christ.

Nonton film itu, benar-benar menguras emosi dari kepala sampe hati, apalagi karena tau bahwa bahkan apa yang ditunjukkan dalam film itu sebenarnya belum mendekati apa yang Tuhan Yesus alami saat penyaliban-Nya. Dan bahkan apapun yang dialami oleh Jim Caviezel saat syuting: terkena sengatan petir, bahu bergeser karena bawa kayu salib yang berat, kena cambuk yang meleset, dan segala penderitaannya, juga belum mendekati dari apa yang Tuhan Yesus alami saat itu.

Sedih….

Hancur hati……….

Apalagi karena tau, demi supaya dosa-dosa saya bisa terampuni maka semua itu Dia jalani. Tanpa darah-Nya, dosa saya masih terus dan terus terhitung. Tanpa penderitaan-Nya, maka saya tak akan pernah….tak akan pernah……bisa memanggil Allah Pencipta langit dan bumi dengan sebutan Bapa dan jadi bagian kerajaan sorga.

Karena itu, tak ada film lain yang lebih mampu menguras emosi saya dalam segala bentuk: tegang, takut, seram, ngeri, sampai sedih penuh kehancuran, dan bahagia penuh sukacita ucapan syukur tak terkira. Hanya The Passion of Christ yang bisa.

Film-film yang akan saya ceritain di sini membuat saya ngilu. Tapi hanya dari satu aspek emosi saya saja, yaitu bagian dari rasa kemanusiaan saya yang tidak pernah ingin mengalami atau hanya sekedar menyaksikan peristiwa yang sama terjadi di sekitar saya.

Continue Reading…