Resep Dabu-Dabu

Istirahat dulu dari cerita soal liburan akhir tahun kemarin. Hari ini pengen nulis yang pendek-pendek aja dan entah kenapa, tiap mikir tentang post yang isinya pendek, maka saya akan langsung teringat pada resep masakan. Hal ini kadang bikin saya tak percaya sendiri. Gak nyangka aja saya yang dulunya bedain jahe dan kunyit aja bingung, sekarang kok bisa jadi suka banget masak dan pe-de aja ngebagiin resep masakan di sini. Yah enak gak enaknya resep yang saya bagiin di sini, setidaknya semua sudah lulus uji di dapur, lidah, dan perut kami…hehe…

Nah sekarang ini berhubung saya baru dari Manado kan ya, jadi terpikirlah untuk ngebagiin resep yang super gampang: dabu-dabu.

Dabu-dabu ini adalah nama sambal mentah yang merupakan khas Sulawesi Utara, biasanya menjadi menu pelengkap untuk menemani ikan goreng atau ikan bakar. Selain Sulawesi Utara, daerah lain yang juga punya dabu-dabu adalah Maluku, hanya saja sedikit berbeda dengan yang dimiliki Sulawesi Utara, dabu-dabu Maluku biasanya masih ditambahkan air sehingga terlihat cair.

Sebenarnya kalo mo googling, banyak banget tuh resep dabu-dabu yang beredar di internet, cuma sampe sekarang saya masih belum nemu resep yang memang bener-bener sesuai dengan khas Sulawesi Utara. Pasti ada aja yang melenceng. Entahkah bahannya atau cara pembuatannya. Padahal ini resep gampang banget, cuma memang yang tergampang pun tetep aja bisa keluar banyak macam versi. Kali ini yang mo dibagiin di sini adalah resep yang diturunkan dari koki terbaik sepanjang masa hidup saya: si mama…hehe…

Dabu-dabu khas Sulawesi Utara

Untuk bikin dabu-dabu, bahan-bahan yang perlu disiapkan tuh sederhana saja. Hanya cabe rawit merah (kalo di Palembang bisa banget pake cabe burung), bawang merah, tomat (jauh lebih enak pake tomat hijau yang berasa asam segar, di Palembang bisa pake tomat cung/tomat cherry yang masih berwarna hijau dan keras), jeruk kunci (kalo di Manado sebutnya lemon ikan, nama lainnya adalah lemon cui dan jeruk  kalamansi), minyak goreng, dan garam.

Cabe rawit merah
Tomat hijau
Jeruk kunci alias jeruk kalamansi alias lemon ikan alias lemon cui

Untuk jumlah dari setiap bahannya sih sebenarnya terserah kita ya, tak ada patokannya, tergantung kita lah mo bikin berapa banyak dan seberapa tinggi level pedasnya. Jumlah yang akan saya tuliskan di sini sebenarnya kira-kira aja tapi hasilnya udah pasti bakal enak juga 🙂

Dabu-Dabu

Bahan-bahan:

10 buah cabe rawit merah

4 butir bawang merah

4 buah tomat hijau

3 buah jeruk kunci

1 sdm minyak goreng/minyak sayur (gunakan minyak sayur tanpa aroma agar tidak mengacaukan rasa asam pedas sambal)

1/2 sdt garam

Cara pembuatan:

  1. Mengingat dabu-dabu ini adalah sambal mentah, maka pastikan bahan-bahan yang digunakan (cabe rawit, bawang merah, dan tomat) dicuci bersih di bawah air mengalir dan kalau perlu dicuci ulang dengan air matang.
  2. Ulek kasar cabe rawit, iris tipis bawang merah, iris tipis tomat hijau. Cabe rawit bisa juga hanya diiris, tapi kalo di lidah saya lebih terasa enak dan pedas jika cabenya diulek kasar.
  3. Campur ketiga bahan tersebut di atas, diamkan hingga keluar airnya.
  4. Peras jeruk kunci, campurkan airnya dengan campuran cabe, tomat, dan bawang merah. Masukkan minyak goreng dan beri garam.
Ini tomat yang saya pakai udah gak begitu hijau lagi, tapi tetep nikmat kok..

Segitu doang tuh caranya. Gampang banget kan?

Karena caranya yang mudah, cepat, serta bahan-bahannya yang gampang ditemui, maka gak heran kalo kami lumayan sering bikin sambal ini di rumah. Kadang kalo sempatnya hanya masak ikan goreng, maka daripada susah-susah bikin sambal balado atau sambal rica-rica, saya lebih milih bikin sambal dabu-dabu ini aja. Ikan goreng sederhana pun jadi istimewa ditemani dabu-dabu ini. Saya paling suka makanin tomatnya, dan meski saya gak suka makan bawang merah mentah tapi kalo udah makan pake dabu-dabu ini, udah deh bawang-bawang itu pun saya sikat, hehe…

Gitu deh pemirsa, resep dabu-dabu dari saya. Adakah yang tertarik untuk nyoba bikin dabu-dabu di rumah?

Rasanya yang pedas bercampur asam, bikin makanan yang ditemaninya bertambah nikmat di lidah
Kalo khas Maluku yang kayak gini nih, lebih cair dan biasanya suka dikasih kemangi juga…
Iklan

49 respons untuk ‘Resep Dabu-Dabu

      1. Hahahaha..iyaaa..bener banget. Nonton drakor masih bisa deh buat aku diganggu. Tapi klo lg nikmat makan yang beginian, please deh jangan ada yang tiba-tiba teriak, “Mammaaa….p*p*p!!” hahahahaha

      2. Nah td mau nulis gt takut kena lembaga jorokisasi hahaha kt suamiq “jgn berharap makan nikmat sampai anakmu SMP” hahahaha bisa lah klo dkntor mkn nikmat 😀

  1. OMG, langsung ngebayangin makan ikan bakar plus kangkung Manado yang krenyes2 itu, trus makannya dipinggir pantai Malalayang (kan dipinggir2 jalannya banyak tempat makan ikan bakar haha) Lis, aku sering buat dabu dabu disini, suami sukaa banget sambel ini, seger rasanya. Cuman ya jeruk kalamasinya disubsitusi dengan jeruk lain, soalnya ga ada.

  2. eh, ternyata gampang ya buatnya. Nggak perlu ngidupin kompor dan banyak peralatan masak. Jadi sore ini bisa langsung coba buat.
    *Itu kok ada iklan di gambar cabenya hihihi….

  3. Aku suka bikin ini Lis..

    Orang-orang rumah itu seleranya masakan yg asam-asam. Makanya pas liat resep dabu-dabu langsung dicoba dan serumah langsung suka, jadi ga liat-liat resep yg lain.
    tapi resep yg aku liat itu minyaknya dipanasin dulu tp ga nyampe mendidih sih, baru disiram ke sambelnya.

    Ternyata aslinya itu minyaknya ga dipanasin ya?

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s