Observatorium UMSU, Gerhana Bulan Parsial, dan Teleskop Celestron Travel Scope 70

Sekitar dua tahun yang lalu, di bulan Juni tahun 2017, anak-anak pernah kami ajak jalan-jalan ke planetarium di TMII. Tahun ini, puji Tuhan sewaktu sedang berada di Medan, saya bisa menyempatkan waktu untuk membawa anak-anak melihat-lihat observatorium milik Fakultas Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Medan (OIF UMSU). Beruntung sekali ya warga Medan karena sudah memiliki fasilitas observatorium seperti ini. Berguna sekali pastinya bagi pelajar di kota Medan yang memiliki minat dalam bidang astronomi, jadinya tidak perlu jauh-jauh lagi ke Lembang kalau perlu berkunjung ke observatorium untuk memperdalam ilmu astronomi.

Untuk bisa berkunjung ke OIF UMSU ini, kita tidak bisa langsung datang begitu saja. Ada aturannya untuk menghubungi mereka paling lambat satu hari sebelumnya. Aturan tersebut saya ketahui setelah sebelumnya mencari informasi melalui FB page OIF UMSU. Adminnya saat itu cukup fast response sehingga saya pun bisa segera mendapatkan informasi yang saya perlukan.

Untuk berkunjung ke sini juga perlu membayar biaya masuk dan aturannya adalah kunjungan berkelompok dengan jumlah anggota minimal 20, jadi meskipun kami hanya berempat (kami bertiga ditambah supir) namun tetap dikenakan biaya untuk 20 orang. Worth every penny sih menurut saya meski harus membayar untuk 20 orang, lagipula biayanya tidak begitu mahal kok, untuk kategori pelajarnya per orangnya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 15.000 saja.

Kami mendapat jatah berkunjung di jam 14.00 di saat cuaca Medan sedang cerah-cerahnya dan matahari bersinar dengan kekuatan penuh. Panaaaaassss!!! Tapi yah, mau bagaimana lagi, masih bersyukur masih mendapat jatah berkunjung di hari itu 😅.

Kegiatan pertama yang dilakukan di sini adalah menyaksikan beberapa tayangan menyangkut astronomi yang disertai dengan penjelasan dari pihak pengelola observatorium. Tayangan serta penjelasannya ini disesuaikan dengan umur pengunjung, karena itu sebelum kunjungan dimulai, mereka mengonfirmasi dulu ke saya apakah nanti penjelasannya akan disesuaikan untuk usia si abang atau usia si adek. Pilihannya tentu jatuh ke si abang ya, karena saya yakin si adek bakal bisa juga mengikuti 😁. Karena ini bukan planetarium, maka tayangannya hanya ditampilkan di layar di depan kami aja (kalau planetarium proyeksi gambarnya biasanya sampai ke langit-langit dan dinding).

Selesai dengan tayangan astronomi, kegiatan selanjutnya adalah melihat-lihat galeri yang berisi segala macam koleksi milik OIF UMSU, mulai dari berbagai macam model teleskop, alat-alat ukur, alat-alat peraga, buku-buku, dan sebagainya.

Foto-foto yang dipajang itu adalah hasil tangkapan teleskop di observatorium ini
Alat peraga fase bulan
Sedang mendapatkan penjelasan tentang rasi bintang
Salah satu contoh remote telescope

Senang sekali melihat kedua bocah ini antusias dan dengan serius mendengarkan penjelasan dari kakak-kakak pembimbing di sini
Mudah-mudahan nanti bisa beli teleskop yang seperti ini kita yaaa 😍😍
😘😘

Kegiatan ketiga setelah berkeliling di ruang galeri ini adalah bereksperimen dengan model roket air hasil karya OIF UMSU. Kegiatan ini sangat seru untuk buat anak-anak. Abang yang sudah besar saja masih sangat antusias mencoba roket air ini.

Dari foto-foto di atas, terlihat betul kan betapa bahagianya wajah-wajah mereka? Saking asiknya bermain, roketnya mereka luncurkan hingga sebanyak 6 – 7 kali! Inilah salah satu keuntungan dengan datang ke sini tanpa berombongan, anak-anak jadi bisa memuaskan diri dengan setiap aktivitas yang ada tanpa perlu menunggu giliran 😁.

Anak-anak baru berhenti bermain roket air ini setelah diajak oleh kakak-kakak pembimbing untuk lanjut ke kegiatan keempat yaitu melihat matahari dengan menggunakan teleskop besar di salah satu kubah. Demi mendengar tentang observasi matahari dengan teleskop, roket air pun seketika itu juga langsung mereka tinggalkan dan dengan segera mereka berlari ke arah kumbah tempat teleskop yang hendak mereka gunakan itu. O ya, di OIF UMSU ini terdapat dua kubah tempat teleskop besar. Yang saat itu dicoba langsung oleh anak-anak adalah yang berada di kubah yang lebih kecil dengan ukuran teleskop yang meski sudah besar tetapi belum termasuk kategori raksasa 😁. Selain kubah yang lebih kecil ini, terdapat lagi kubah besar yang diberi nama Kubah Ahmad Dahlan yang berisi teleskop raksasa yang khusus digunakan untuk penelitian. Saat kami sedang berada di situ, Kubah Ahmad Dahlan sempat dibuka sebentar dan memang teleskop di dalamnya itu ukurannya luar biasa besar!

Teleskop yang dicoba oleh anak-anak ini dilengkapi dengan filter matahari sehingga bisa digunakan untuk melihat matahari dengan hasil yang sangat jelas 😍. Saya yang penasaran juga ikut mencoba melihat matahari dengan teleskop ini dan memang rasanya luar biasa karena bisa melihat bentuk dari bola api raksasa itu dengan mata kepala sendiri setelah selama ini, seumur hidup saya, hanya bisa melihat matahari dalam bentuk cahayanya saja.

Selain menggunakan teleskop, di sini kita juga bisa melihat matahari dengan menggunakan kacamata gerhana matahari.

Setelah puas melihat matahari, anak-anak pun sempat berfoto-foto sebentar di beberapa photo booth yang disiapkan di situ.

Selesai berfoto, saya mengajak anak-anak untuk melihat-lihat produk yang dijual oleh OIF UMSU di store mereka. Di toko ini mereka menjual berbagai souvenir, mainan berbau astronomi, buku, alat peraga, dan bahkan teleskop! Pas sekali ini karena saya memang sedang mencari teleskop untuk anak-anak. Sebenarnya di rumah juga sudah ada satu teleskop, tapi kualitasnya masih sangat rendah.

Abang sedang melihat-lihat buku di OIF UMSU store

Setelah melihat-lihat beberapa pilihan teleskop, kami pun akhirnya memilih untuk membeli Celestron Travel Scope 70 yang gampang dibawa bepergian dan dengan kualitas yang sudah sangat baik untuk pelajar seperti si abang dan si adek.

Sebelum teleskopnya dibeli, dari OIF UMSU memberikan tutorial penggunaannya terlebih dahulu, mulai dari merakit sampai ke cara membidik objek yang hendak dilihat. Inilah asiknya bila membeli barang langsung dari ahlinya, panduannya komplit dan sangat jelas!

Abang sedang mendapat penjelasan tentang cara penggunaan teleskop

Selain teleskop, kami juga jadinya beli kacamata matahari Angry Bird Space dan Monopoli Astronomi 😅.

Anak-anak dengan kacamata matahari mereka di Sibolga

Setelah selesai berbelanja dan sempat berfoto lagi, kami pun akhirnya pulang. O ya, observatorium ini terletak di lantai 7 gedung pasca sarjana UMSU dan aksesnya harus dengan menggunakan tangga, jadi lumayan sekali yaaa olahraga naik turun tangga ke observatorium ini 😅. Kalau pemirsa hendak ke sini, tinggalkan saja high heels-nya ya, pakai sepatu yang rata saja supaya kakinya tidak terlalu capek….hehehehe…..

Terima kasih banyak buat OIF UMSU yang sudah mengijinkan kami berkunjung di observatorium ini. Terima kasih juga untuk kakak-kakak pembimbing yang penuh semangat dan antusias dalam memandu, memberikan penjelasan, bahkan mengambilkan foto untuk kami. Semoga semakin sukses dan observatorium ini bisa memberikan banyak kontribusi bagia perkembangan dunia astronomi di Indonesia 😘.

Sudah belajar, sudah bermain, sudah berbelanja, sekarang waktunya kita pulang 😁

Puji Tuhan siang sampai sore hari itu kedua bocah ini benar-benar menikmati waktunya bermain dan belajar di sini. Cukup banyak pengetahuan baru yang bisa mereka dapatkan dan semakin bersyukur karena pengetahuan baru tersebut justru membuat mereka bertambah keingintahuannya. Puji Tuhan… Semoga apa yang mereka dapatkan di sini bisa berguna untuk mereka baik bagi masa sekarang maupun juga bagi masa depan mereka kelak. Amin!

Nah, salah satu pengetahuan yang mereka dapatkan dari OIF UMSU adalah berupa informasi bahwa pada tanggal 17 Juni 2019 akan terjadi gerhana bulan parsial yang berlangsung mulai dari pukul 03.00 sampai 04.30 dini hari yang mana pada tanggal segitu (alias kemarin 😁), posisi kami sudah (atau masih ya? Libur kenaikan kelas kali ini panjang sekali soalnya 😅)  berada lagi di Sibolga.

Dua bocah ini tentu sangat semangat menanti gerhana bulan itu, apalagi sebelum ini mereka belum pernah menyaksikan langsung peristiwa seperti itu. Kalau gerhana matahari memang sudah pernah mereka saksikan langsung sewaktu gerhana matahari total melewati Palembang di tahun 2016 dulu, tetapi kalau gerhana bulan belum pernah satu kali pun mereka saksikan. Saking semangatnya hendak menyaksikan gerhana bulan, begitu dibangunkan di jam tiga dini hari, mereka berdua langsung bangun dan segera bersiap dengan teleskopnya di halaman rumah.

Sesuai dengan informasi dari OIF UMSU, jam tiga dini hari itu gerhana bulan mulai terjadi.

Dari sejak jam tiga dini hari itu mereka berdua duduk di halaman menyaksikan bulan yang perlahan tertutup oleh bayangan planet bumi sendiri. O ya, gerhana bulan kali ini istimewa lho karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun peluncuran pesawat Apollo 11 dengan misi ke bulan 😍.

Partial Lunar Eclipse on July 17 2019

Puji Tuhan sekali rasanya bisa bersama-sama menyaksikan fenomena alam ini, apalagi kami juga bisa puas menikmati lewat teleskop. Sayang teleskopnya belum dilengkapi sama kamera jadi objek yang tertangkap gak bisa langsung di-capture dalam bentuk foto. Harus beli teleskop yang lebih canggih lagi ini kayaknya 😅.

Dini hari menyaksikan gerhana bulan, malam harinya puji Tuhan langit kembali cerah sehingga anak-anak kembali bisa menikmati langit malam di balik teleskop mereka. Kali ini mereka bisa melihat bintang Antares, bintang Spica, Planet Jupiter, dan tentu saja Bulan Purnama (gerhana bulan hanya bisa terjadi saat Purnama, jadi beberapa hari ini memang Bulan sudah pasti masuk ke dalam fase Purnama).

Di langit malam ini terlihat jelas bintang Antares di rasi bintang Scorpio, serta bintang Spica di rasi bintang Virgo

Bulannya yang di atas itu ya, kalo yang dua di bawahnya mah itu lampu 😁

Bulan Purnama yang tertangkap di teleskop yang saya foto pake kamera HP
Jupiter 😍

Puji Tuhan ya pemirsa, libur kenaikan kelas yang sangat panjang kali ini anak-anak tidak hanya mendapatkan jalan-jalan saja, namun juga mereka bisa mendapatkan pengetahuan serta pengalaman baru terutama yang menyangkut hal sangat mereka sukai, yaitu astronomi 💖.

14 respons untuk ‘Observatorium UMSU, Gerhana Bulan Parsial, dan Teleskop Celestron Travel Scope 70

Add yours

  1. Ya ampun..aku udh bbrp tahun di Medan ajah baru tau ini kk, should try this karena Miguel juga suka tentang solar system, thanks infonya kk :). Anw kapan2 klo lg di Medan bolehlah kita ngopi bareng kak, hehehe…

Tinggalkan Balasan ke ME Batalkan balasan

Blog di WordPress.com.

Atas ↑