Inspirasi Masak Apa Hari Ini: Menu Masakan 4 – 8 September 2016

Sesuai janji saya sebelumnya, harapannya kalau bisa setiap minggu saya membagikan menu masakan saya untuk seminggu di blog ini. Meski menunya hanya sederhana, tapi saya yakin sedikit banyak bisa berguna bagi pembaca blog ini 🙂 .

Seperti sebelum-sebelumnya, saya membuat rancangan menu pada hari Jumat minggu sebelumnya. Menu tersebut saya tulis di atas post-it, lalu saya tempel di pintu kulkas.

Di gambar di atas itu, rancangan menunya saya buat untuk hari Minggu sampai hari Jumat. Kenyataannya, saya hanya memasak sampai pada hari Kamis saja, sementara di hari Jumat saya hanya memasak untuk sarapan saja 🙂 .

O ya, mungkin ada yang memperhatikan, dalam rancangan menu yang saya buat, selalu saja ada masakan berkuahnya. Jika bukan lauknya yang berkuah, maka sayurnya harus yang berkuah. Itu karena kebiasaan makan di rumah yang selalu harus ada kuahnya, karena itu saya pun menyiasati, kalau lauknya kering maka sayurnya harus berkuah. Namun bila sebaliknya, lauknya yang sudah berkuah, maka sayurnya harus yang kering supaya tidak saling tabrak di atas piring 😁.

Minggu, 4 September 2016

Di hari Minggu, saya memasak sayur bayam kuah asam dengan lauk berupa ayam panggang.

Sayur bayam, memang adalah jenis sayuran yang hampir selalu saya masak di hari Minggu. Kenapa? Karena sistem belanja bahan makanan kami adalah belanja mingguan sehingga bahan-bahan yang berada dalam kulkas otomatis akan berusia sekian hari sebelum digunakan, sementara bayam adalah salah satu jenis sayur yang tidak boleh disimpan lama-lama dalam kulkas. Karena itu dalam rancangan menu, bahan sayur ini selalu saya gunakan pertama kali di antara bahan sayur yang lainnya.

Bayam Kuah Asam sendiri resepnya sudah pernah ada di sini.

Nah, karena saya masaknya pagi sementara sayur ini akan dimakan siang dan malam, maka untuk menyiasati sifat sayur bayam yang tidak boleh dipanaskan, pagi-pagi yang saya kerjakan adalah membuat kuahnya saja (sayur bayamnya tidak dimasukkan dulu). Kemudian kuahnya itu saya bagi dua. Satu bagian untuk siang, sementara bagian lainnya untuk malam. Setelah pulang gereja, salah satu bagian kuah dipanaskan, lalu satu ikat sayur bayam yang sudah dipetik daunnya dan dicuci bersih, dimasukkan ke dalam kuah tersebut. Sore hari nanti saya akan melakukan hal yang sama untuk sisa kuah yang masih belum bersayur. Dengan cara itu, sayur ini bisa kami nikmati dalam kondisi yang segar dan aman.

Bayam Kuah Asam
Untuk lauknya, saya bikin ayam panggang, yang mana menurut orang serumah rasanya luar biasa lezat! Apalagi si abang, ampun deh, itu sepiring berisi lima potong ayam habis dalam sekali sesi makan saja! 😀

Ayam panggang. Sebelah kiri yang dipanggang tidak dengan bumbu rica sementara yang sebelah kanan adalah yang dipanggang dengan bumbu rica.
Untuk membuat ayam panggang yang enak sekali seperti di atas itu, sebenarnya kuncinya terletak pada bumbu-bumbu untuk mengungkep ayam. Kalau bumbu ungkepnya pas, maka mau digoreng, dipanggang, atau bahkan dimakan langsung pun, akan tetap terasa sangat lezat.
Berikut adalah resep ayam ungkep.

Ayam Ungkep

Bahan:

  • 1,5 ekor ayam, potong-potong
  • 2 sdm air jeruk kunci + 2 sdt garam
  • 1 liter air
  • 4 lembar daun salam
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 sdt garam

Bumbu Halus:

  • 5 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 jari kunyit
  • 2 ruas jari jahe, iris-iris
  • 3 ruas jari lengkuas muda, iris-iris

Cara Pembuatan:

  1. Rendam ayam dengan air jeruk nipis dan garam minimal 15 menit. Cuci kembali, tiriskan.
  2. Di dalam panci/wajan, campurkan ayam dengan bumbu halus ungkep, daun salam, ketumbar, serai, dan garam. Aduk hingga rata.
  3. Nyalakan kompor dengan api kecil, tutup panci/wajan, masak hingga daging ayam mengeluarkan air sambil sesekali diaduk.
  4. Beri air, masak sampai ayam empuk
  5. Angkat ayam.

——–

Saya mengungkep ayamnya dari sejak hari Sabtu malam, kemudian setelahnya ayam ungkep tersebut saya masukkan ke dalam kotak lalu disimpan di kulkas. Esoknya , di hari Minggu pagi, yang perlu saya lakukan hanya tinggal memanggangnya saja.

Untuk proses pemanggangan sendiri, saya hanya menggunakan pan anti lengket. Daging ayam ini pada dasarnya sudah matang tinggal perlu dipanggang sebentar saja sambil dibolak-balik sampai permukaan daging ayam terlihat berkaramel.

Bahan olesan pada ayam untuk dipanggang, sebagian hanya menggunakan kecap manis saja.

Dan sebagian lagi saya beri olesan bumbu rica yang terdiri dari 20 buah cabe merah dihaluskan bersama 5 butir bawang merah dan 2 cm jahe. Bumbu halus tersebut kemudian diberi tambahan 1 sdm minyak panas serta kecap manis sesuai selera.

Rasanya pedas bercampur manis. Lezat sekali!

Senin, 5 September 2016

Hari pertama kerja nih, bangun jam 3 pagi lagi deh…hehehehe…. Tapi saya semangat sekali bangun di pagi hari itu. Kenapa? Karena pada hari itu saya hendak memasak pindang ikan patin yang amat sangat digemari oleh lelaki-lelaki kesayangan saya di rumah 😀

Yang namanya masakan pindang khas Palembang itu, kalau saya bilang memang rasanya sedap sekali! Makanya tidak heran kalau di mana-mana ada rumah makan dengan menu utama pindang khas Palembang itu di sini. Karena itu sebenarnya jika ingin menikmati pindang khas Palembang itu gampang, di mana-mana banyak yang jual. Tapi kan rasanya tentu berbeda dengan kalau kita membuat sendiri. Rasanya akan menjadi lebih puas bila bisa memasakkan yang spesial untuk orang-orang yang istimewa di hati 😘.

Rasa khas dari masakan Pindang Patin adalah asam dan pedas. Asam didapat dari penggunaan nanas, sementara pedas dari penggunaan cabai yang cukup banyak. Jumlah cabai rawit dan cabai keriting yang saya pakai di sini adalah yang sesuai dengan kemampuan pedas kami (terutama si abang, jangan sampai terlalu pedas juga, nanti kasihan dia…hehe), jadi kalau teman-teman mau mencoba resep ini silakan menggunakan jumlah cabai yang sesuai dengan selera serta kemampuan yaaa

O ya, untuk jenis ikannya sebenarnya bisa diganti dengan ikan baung atau gabus. Tapi kami di rumah paling suka untuk pindang adalah ikan patin, mungkin karena ikan patin mengandung minyak yang cukup banyak hingga bikin rasa kuah pindang jadi lebih gurih 😊.

Untuk resep pindang ikan patin dan bahkan segalanya tentang patin, bisa dibaca di tulisan yang ini.

Selain lauk Pindang Ikan Patin, saya juga membuat lauk tambahan yaitu tempe kemul (yang masih belum sempurna garingnya….hehe). Untuk sayurnya, karena lauknya sudah berkuah, maka saya bikin sayur ‘kering’ yaitu tumis wortel, buncis, dan baby corn. Sementara untuk sarapan saya memasak nasi goreng dan dadar telur polos.

Selasa, 6 September 2016

Di hari selasa, untuk sarapannya saya bikin Nasi Goreng Teri Medan. Sementara sayurnya adalah Sup Wortel, Brokoli, dan Kembang Kol. Di gambar di atas, brokolinya belum kelihatan karena nanti akan dimasukkan ketika supnya dipanaskan oleh si suster sebelum dimasukkan ke kotak-kotak bekal untuk abang dan untuk kami.

Menu lauk utamanya sendiri adalah Ayam Szechuan dengan bumbu Indonesia…hehe…  Tapi meski gak pake bumbu asli, rasanya tetap enak pake banget kok! Seisi rumah pada sukaaa apalagi pak suami, berkali-kali waktu makan dia bilang, “Hmm..ini enak banget…!” 😀 . Kalau ada yang mau resepnya, di sini saya bagikan yaaa…

Ayam Schezuan

Bahan:

  • 1 kg ayam, potong-potong
  • 1 sdt air jeruk lemon + 1 sdt air jeruk lemon
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt tepung maizena, larutkan dengan 1 sdm air
  • 150 gram kacang mede (saya ganti dengan kacang tanah), goreng sampai matang
  • 6 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 butir bawang merah, cincang halus
  • 1/2 buah bawang bombai, potong kotak-kotak
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 6 buah cabai kering, potong memanjang
  • 2 buah pekak
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm saus sambal
  • 4 sdm saus tomat
  • 4 sdt kecap manis
  • 2 sdt kecap asin
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • Paprika warna-warni, potong kotak-kotak (opsional)
  • 4 sdm minyak untuk menumis
  • 500 ml air

Catatan: untuk saus dan kecap, pada dasarnya bisa disesuaikan jumlahnya selagi memasak dan mencicipi rasanya.

Cara Pembuatan :

  1. Lumuri ayam dengan 1 sdt air jeruk lemon dan garam, diamkan minimal 15 menit.
  2. Goreng ayam sebentar saja hingga matang tapi jangan sampai kering agar tidak keras dagingnya. Angkat dan tiriskan.
  3. Panaskan minyak goreng, tumis bawang, jahe, cabai kering, dan pekak hingga wangi.
  4. Tambahkan saus sambal, saus tomat, kecap manis, kecap asin, merica, dan air. Masukkan ayam, aduk rata, masak hingga air mendidih, daging ayam matang sepenuhnya, serta bumbu meresap.
  5. Masukkan larutan maizena, aduk hingga kental.
  6. Masukkan air jeruk lemon, paprika, serta kacang goreng, aduk rata.
  7. Masak hingga kuah menjadi kental. Sajikan hangat.

Memasak Ayam Schezuan ini memang sebenarnya terasa sedikit ribet untuk saya, karena harus digoreng terlebih dahulu sebelum dimasak lagi bersama bumbu-bumbunya. Tapi berhubung hasil akhirnya adalah sangat nikmat, maka rasanya tidak sia-sia waktu yang saya habiskan untuk memasak ayam schezuan ini 🙂 .

——–

Selain lauk utama di atas, saya juga ada bikin tahu kecap pedas. Sengaja menambahkan menu ini mengingat rasa ayam schezuan yang tidak pedas, sementara kami serumah adalah orang Indonesia yang rasanya kurang lengkap makan bila tanpa ada yang pedas-pedas 😁.

Tahu Kecap Pedas

Bahan:

  • 12 buah tahu, potong kotak-kotak, goreng hingga matang
  • 2 lembar daun salam,
  • 1 ruas jari lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, memarkan
  • 4 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 4 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 4 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 8 buah cabai merah
  • 2 buah tomat ukuran kecil – sedang

Cara Pembuatan:

  1. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan serai hingga wangi.
  2. Masukkan tahu goreng, aduk rata.
  3. Masukkan kecap, garam, gula pasir. Cicipi dan selesaikan rasanya.
  4. Masak hingga bumbu meresap dan matang.

Rabu, 7 September 2016

Di hari Rabu, saya bikin sarapan bihun goreng bakso sementara lauk utamanya adalah tumis daging sapi paprika.

Tumis Daging Sapi Paprika

Bahan:

  • 500 gram daging sapi tenderloin, iris tipis memanjang
  • 1 buah bawang bombay, iris lengkung
  • 1 buah paprika hijau, potong kotak
  • 1 buah paprika merah, potong kotak
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt jintan
  • 1 sdt ketumbar
  • 2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt lada hitam butir, haluskan kasar
  • 5 sdm minyak untuk menumis
  • 3 sdm kecap manis atau sesuai selera
  • 1 sdm kecap asin atau sesuai selera
  • 3 sdt gula atau sesuai selera

Cara Pembuatan:

  1. Rendam daging sapi dengan bawang putih bubuk, jintan, ketumbar, dan garam minimal 30 menit agar bumbu meresap ke dalam daging
  2. Panaskan minyak, tumis bawang bombay hingga layu dan wangi
  3. Masukkan paprika, aduk
  4. Masukkan daging sapi, tumis sebentar hingga berubah warna (jangan terlalu lama agar daging tidak keras)
  5. Beri lada hitam, kecap manis, kecap asin, dan gula
  6. Aduk rata sambil dicicip dan diselesaikan rasanya
  7. Angkat, sajikan

——–

Selain itu, saya juga masak tempe goreng yang disajikan bersama sambal kecap. Lagi-lagi sambal hadir untuk mengimbangi rasa lauk utama yang tidak pedas…hehe…

Untuk sayur, saya bikin sop kimlo versi KW karena tanpa bakso ikan dan hanya menggunakan daging ayam saja. Sayurnya pun bukan menggunakan kapri, melainkan labu siam 😁.

Kamis, 8 September 2016

Di hari Kamis, untuk sarapan saya bikin mie goreng. Untuk menu makan siang dan malamnya saya bikinkan sayur tumis wortel, labu siam, dan baby corn. Untuk lauknya saya menyiapkan sambal kacang teri medan serta mujair kuah kecap.

Mujair kuah kecap ini bagi saya adalah salah satu alternatif menikmati mujair goreng selain disambal atau disaus kuning. Orang-orang di rumah saya menyukai mujair kuah kecap ini karena bumbu kecap yang manis bercampur pedas membuat rasa ikan mejadi terasa lebih nikat. Selain itu, mengingat masakan ini berkuah, maka daging menjadi lebih lembut dan nikmat sampai ke tulang-tulangnya 😁.

Mujair Goreng Kuah Kecap

Bahan:

  • 1 kg ikan mujair (bersihkan, rendam dengan air jeruk kunci/jeruk nipis dan garam)
  • 6 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 6 sdm kecap manis
  • 1 batang daun bawang, iris serong tipis
  • 7 buah cabai merah, iris serong
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 500ml air
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Cara Pembuatan:

  1. Bersihkan ikan dari rendaman air jeruk serta garam. Goreng sampai matang, angkat, sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai merah hingga wangi.
  3. Masukkan air, kecap manis, garam, merica.
  4. Masukkan ikan, aduk rata.
  5. Masak hingga air mendidih dan kuah meresap ke dalam ikan, sambil dicicip dan diselesaikan rasanya.
  6. Masukkan daun bawang, aduk rata.

Hari Kamis, adalah hari terakhir saya memasak untuk minggu itu. Di hari Jumat saya tidak memasak, karena kami berencana untuk berlibur ke luar kota di hari itu dan penerbangan kami yang seharusnya sore diubah jadwalnya oleh maskapai menjadi siang hari. Tadinya saya berencana untuk memasak paling tidak untuk sarapan dan makan siang, namun berhubung kami tidak akan keburu lagi untuk makan siang di rumah, maka saya pun hanya memasak untuk sarapan saja di hari Jumat.

Jadi demikianlah yang bisa saya bagikan kali ini. Semoga berguna untuk pembaca sekalian yaaa. Tuhan memberkati!

PS:

Kalau pemirsa ingin mendapatkan lebih banyak inspirasi tentang menu harian keluarga, bisa follow atau lihat-lihat Instagram saya @blessed.kitchen, di situ saya sering update menu masakan di rumah hari per hari. Semoga bisa membantu memberi inspirasi yaaa 🙂 .

Iklan

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: