Cerita Natal 2022

Tanggal 25 Desember 2022 yang telah ditunggu-tunggu sepanjang tahun, akhirnya terlewati sudah, yang berarti Natal 2022 juga telah berlalu. Ditunggu sekian lama, eh berlalunya cepat sekali….hehehehe….. Untung holiday season itu cukup panjang ya, dari sejak awal Desember sudah mulai dan baru akan berakhir di awal Januari, jadi meski Natal sudah lewat namun suasana Natalnya sendiri masih tetap ada sampai lewat tahun baru nanti, yang mana ini pun sudah di depan mata 😄.

Jadi bagaimana nih perayaan Natal di tahun ini?

Sama seperti Natal di tahun 2020 dan tahun 2021, kali ini kami juga tidak mudik kemana-mana. Tidak ke Manado. Tidak ke Medan. Juga tidak ke Palembang. Tadinya kami sudah mengatur rencana, pertengahan Desember suami akan pulang ke Medan, akhir Desember kami akan merayakan Natal di Manado, dan selepas tahun baru kami akan menjenguk rumah di Palembang. Apalah daya, belum juga satu pun rencana kami itu terlaksana, kami sudah keduluan sakit sehingga rencana-rencana yang sudah disusun akhirnya harus disesuaikan dengan kondisi. Yah, begitulah hidup. Always full of surprises and we always have to anticipate what’s around the corner.

Sedih? Kecewa karena batal mudik?

Puji Tuhan tidak.

Siapa sih yang tidak ingin berkumpul bersama keluarga di hari Natal? Semua tentu ingin. Kami rindu orangtua, demikian juga orangtua rindu kami. Namun jika kondisi, termasuk pekerjaan, tidak memungkinkan maka ya sudah, di lain waktu pasti Tuhan akan menyediakan waktunya.

Natal tahun ini termasuk yang cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena tidak seperti biasanya, kami baru mempersiapkan suasana Natal di rumah setelah hari Natal tinggal seminggu lagi 😅. Bisa sangat mepet begitu, karena seperti yang sempat saya singgung di sini, kami ada project mendesain ulang kamar anak-anak dan ruang belajar mereka yang mana project itu harus tertunda selama dua minggu akibat kami kena Covid. Tadinya kami sempat berpikir bahwa kami tidak akan sempat menghias rumah lagi, tapi puji Tuhan ternyata project itu bisa selesai seminggu sebelum Natal sehingga pada akhirnya kami masih punya waktu yang cukup untuk menghias rumah dengan suasana Natal….yeayyy!!!

Tanggal 17 Desember kami mulai menghias rumah dengan suasana Natal, namun masih sebatas di sarung-sarung bantal sofa, taplak-taplak, dan tutup piano. Tanggal 18 Desember, anak-anak mengikuti salah satu kompetisi sains. Tanggal 19 Desember, selagi saya bersih-bersih dan menata ulang pernak-pernik di rumah termasuk piala anak-anak, kami mendapat kabar kalau si adek menang Juara 2 tingkat Nasional sementara abang menduduki posisi pertama di tingkat Provinsi Banten dan akan maju ke tingkat nasional di hari Kamis mendatang. Puji Tuhan Yesus 😍. Pohon Natal dan asesoris lain baru kemudian bisa kami pasang di tanggal 21 Desember….mepeeett sekali ke hari Natal, tapi masih untung masih sempat sih 😅.

Natal, memang tidak pernah soal hiasan dan dekorasi, namun kegiatan memasang pohon Natal bersama serta menghias rumah dengan suasana Natal, adalah bagian dari memori keluarga yang sangat indah serta benar-benar membekas sampai tua sekalipun. The most beautiful thing about Christmas tree is the memory, karena itulah saya tidak pernah tergoda menggunakan jasa tukang pasang pohon Natal. Sebagus apapun hasil yang dibuat oleh tukang dekorasi pohon Natal, namun hasilnya tak akan pernah seindah kalau kita memasang pohon Natal sendiri bersama keluarga 😘.

Hari Jumat, tanggal 23 Desember, puji Tuhan walaupun pekerjaan suami tidak memungkinkan untuk dia cuti, tapi di hari itu dia bisa WFH 😍. Sejak jam tiga pagi kami sudah bangun karena saya mau bikin Yule Log Cake sementara pada hari itu juga sekitar jam sembilan pagi akan datang tukang buat memasang wall panel di salah satu sisi dinding tangga. Puji Tuhan cake-nya sudah bisa selesai sebelum kami sarapan, sehingga saat tukangnya datang, saya dan anak-anak bisa stay di dalam kamar saja. Nah, selagi menunggu di dalam kamar, kami mendapat kabar kalau abang menang Juara 3 di tingkat nasional dalam kompetisi sains yang dia ikuti di hari Kamis kemarin. Puji Tuhan Yesus, kami mendapat hadiah Natal yang sangat indah di tahun ini 😍. Siang hari wall panel-nya sudah selesai, sore hari saya lanjut dengan membuatkan chocolate ganache untuk si Yule Log Cake yang sudah setia menanti di dalam kulkas. Selesai dengan cake, saya mengganti semua sprei dengan sprei yang bernuansa Natal dan dengan demikian semua pernak-pernik untuk Natal kali ini sudah terpasang semua.

Yule Log Cake
Anak-anak senang sekali melihat Yule Log Cake ini, benar-benar seperti log katanya 😁

Hari Sabtu, tanggal 24 Desember. Hari ini adalah Malam Natal dan cuaca sejak pagi gerimis manja diselingi hujan lebat sesekali. Udara jadi terasa sangat sejuk, cocok untuk Malam Natal 😍. Semenjak pagi saya sudah sibuk di dapur karena harus mengurus belanjaan dari Sayur Box dan juga untuk masak menu spesial Malam Natal, yaitu Daging Garo khas Manado. Dagingnya juga saya beli online dan sudah tiba dari sejak kemarin harinya.

Puji Tuhan, semua urusan masak memasak selesai di siang hari sehingga kami masih punya waktu yang cukup untuk bersantai menikmati waktu libur dan kebersamaan (termasuk sempat juga menonton Disenchanted di Disney) sambil menanti waktunya untuk beribadah Malam Natal Keluarga.

Malam harinya, sebelum makan malam, kami beribadah berempat. Sudah menjadi tradisi di keluarga saya sejak saya kecil, ibadah Malam Natal dilakukan di rumah saja bersama keluarga. Jadi teringat, tahun yang lalu kami merayakan Malam Natal di rumah ini bersama orang tua dan keluarga kakak saya dari NTT, it was a beautiful Christmas Eve. Tahun ini hanya ada kami berempat, lebih sepi, but it was also beautiful nonetheless.

Untuk rangkaian ibadah Malam Natal ini kami menggunakan liturgi ibadah yang dikirimkan mama saya. Bersyukur di rumah kami sudah ada pemusik, abang main gitar sementara adek main piano sehingga suasana ibadah semakin terasa syahdu dan khidmat.

Puji Tuhan Yesus.

Bersyukur sekali rasanya bisa bersama-sama dengan keluarga kembali memaknai kasih Allah Pencipta langit dan bumi yang begitu besar sehingga Firman Allah yang adalah Allah sendiri kemudian turun menjadi manusia, dalam diri Yesus Kristus, Sang Imanuel. Karena hanya ada kami berempat, maka seperti kalau kami melakukan family altar, kami yang orangtua bisa lebih leluasa secara panjang dan lebar menjelaskan makna Natal ke anak-anak serta mengingatkan mereka kembali mengapa Tuhan sendiri harus turun ke dalam dunia dalam wujud manusia, sementara anak-anak juga bisa lebih leluasa bertanya tentang hal-hal yang belum begitu mereka pahami.

Selesai ibadah, kami foto-foto. Rasanya sudah seperti wajib setiap tahun foto-foto dengan pohon Natal. Buat kenang-kenangan tahunan. Trenyuh rasa hati ini setiap melihat perubahan demi perubahan di setiap foto Natal dari tahun ke tahun. Semua kenangan bercerita tentang bagaimana kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

Selesai foto-foto, kami makan malam (yang sudah sangat malam! 😅) kemudian dilanjut dengan memotong Yule Log Cake yang rasanya sangat enaaakk…. Puji Tuhan. Ini pertama kalinya saya membuat kue seperti ini dan langsung berhasil dengan cukup sempurna! Wow banget rasa hati ini…hehehehe…..

Nom…nom…Yule Log Cake bikinan mama enak sekali!

Selesai makan malam dan makan kue, kami beres-beres, ganti baju, dan sebagainya, kemudian masih bersantai sampai lewat tengah malam sebelum kemudian beristirahat.

Esok paginya, 25 Desember. Ini adalah Hari Natal!!!!! Yeayy!!! Bahagianya 😍.

Cuaca hari ini hampir sama seperti kemarin sehingga udara dingin langsung masuk begitu jendela-jendela kami buka. Cuaca seperti ini memang cocok ya untuk suasana Natal, asal jangan sampai hujan lebat dilanjut banjir di mana-mana saja sih. Biasanya yang seperti ini selepas tahun baru, nih, semoga saja tidak terjadi di tahun baru 2023 nanti ya…amiinnn! Kalau cuacanya hanya seperti hari ini, mendung disertai gerimis dan diselingi hujan yang membuat udara jadi terasa sejuk cenderung dingin sih malah asik ya, suasana Natal jadi lebih terasa 😍.

Pagi hari Natal itu kami sarapan pempek, biar jadi obat kangen sama kota Palembang tercinta, sambil yang orangtua menikmati kopi sementara anak-anak menikmati cokelat hangat.

Christmas morn

Dari pagi sampai sore hari kami hanya di rumah saja sambil sesekali membalas dan mengirimkan ucapan selamat Natal juga sambil bertelepon dengan keluarga yang nun jauh di sana. Kami juga sempat mengantarkan pempek untuk tetangga, hari raya rasanya belum afdol ya kalau belum membagi makanan ke tetangga kiri kanan…hehehehe….

Sore harinya kami bersiap untuk beribadah Natal di Gereja. Bahagia sekali rasanya tahun ini kami sudah bisa beribadah Natal di gereja setelah selama dua tahun sebelumnya kami hanya bisa beribadah Natal di rumah saja. Puji Tuhan cuaca terbilang baik sehingga kami bisa ke gereja tanpa halangan.

Puji Tuhan ibadahnya juga lancar, baik, aman, dan kami berempat mendapatkan pesan Natal yang indah bersama dengan anggota jemaat yang lain. Selesai ibadah, barulah kami tahu kalau ternyata di luar sedang hujan tapi bersyukur tidak sangat lebat sehingga perjalanan pulang kami juga bisa lancar.

Tiba di rumah, kami mandi lalu makan malam. Setelah itu beres-beres dan kami pun bersiap untuk beribadah keluarga sebelum tidur malam. Malam itu tidurnya tenang, karena tahu besok pagi tak perlu buru-buru bangun karena suami masih bisa stay di rumah satu hari lagi. Puji Tuhan 😍.

Natal kali ini hanya ada kami berempat. Jatuhnya pun tepat di hari Minggu sehingga tidak ada libur tambahan. Sebagian besar waktu merayakan Natal hanya kami habiskan di rumah. Tapi setiap kami mengingat bagaimana kami melewatkan Natal 2022 ini, kami berempat sepakat that it was a wonderful Christmas day after all. Kedamaian dan kebahagiaan sejati itu memang seringnya tidak didapatkan dari keramaian serta kesibukan, melainkan justru dalam suasana yang hening serta tenang. Meskipun kami tetap berharap agar di tahun-tahun berikut kami dapat merayakan Natal bersama keluarga besar, namun kami juga tetap mensyukuri apa yang kami dapatkan di tahun ini.

Puji Tuhan.

Selamat Natal untuk semua pembaca yang merayakan ya, dan semoga Natal yang baru saja lewat dipenuhi dengan makna yang bersifat kekal. Amin!

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

~ Yesaya 9:5 ~

Satu respons untuk “Cerita Natal 2022

Add yours

  1. Selamat Natal dan Tahun Baru 2023 Kak Lisa dan keluarga 😊🙏
    Terima kasih kak, sudah berbagi cerita tentang kehangatan keluarga yang sangat menginspirasi.
    Ditunggu cerita-cerita selanjutnya. 😍👍

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: