Ketika Ternyata Anggota Keluarga Berry yang Sebenarnya Adalah Pisang dan Bukan Stroberi

Ceritanya beberapa malam lalu, saya mengedit foto kue Summer Strawberry Cake bikinan saya untuk dijadikan foto cover tulisan yang ini. Selagi saya mengedit, anak-anak datang menghampiri. Seperti biasa, mau sesibuk apapun mereka, tetap saja masih suka nyari-nyari gitu deh, mama ada di mana, sedang buat apa ūüėÖ. Nah, pas mereka melihat foto kue yang sedang terpampang di layar laptop saya, anak saya yang besar kemudian menyelutuk begini, “Ma, did you know that actually strawberries, raspberries, blackberries are not berries at all, but bananas are?

Mendengar itu, bingung dong saya.

Lah apa-apan kan yak? Sudah sejak dari dulu-dulu sekali, semua buah yang belakangnya mengandung kata beri atau¬†berry itu ya sudah pasti tergolong buah berry. Dan setahu saya, yang namanya buah berry itu identik dengan buah berukuran kecil serta bergerombol. Masak pula tiba-tiba si stroberi menjadi bukan berry dan pisang yang justru adalah buah berry? ūüôĄ.

Anak saya yang besar, seperti biasa, adalah tipikal anak yang tidak mau banyak bicara untuk hal yang sudah dia ketahui dengan pasti. Karena itu, untuk menjawab kebingungan dan ketidakberterimaan saya terhadap pernyataannya, dia pun hanya santai menjawab, “Google it then.

Tantangannya pun saya terima. Saya langsung buka Google, lalu melakukan pencarian dengan kata kunci, “Bananas are berries

Yang kemudian tampil di layar laptop saya membuat saya terkejut karena ternyata benar bahwa dalam ilmu botani, pisang adalah tergolong buah berry, sementara raspberry, blackberry, dan tentu saja strawberry adalah bukan termasuk berry.

Fakta itu kemudian menimbulkan beberapa pertanyaan lain di benak saya.

Pertama, jika buah beri-berian yang selama ini dikenal tergolong berry adalah bukan berry lalu mengapa mereka diberi nama yang mengandung unsur kata berry?

Kedua, lalu apa sebenarnya pengertian buah berjenis berry itu? Apa syaratnya sebuah buah untuk bisa diklasifikasikan sebagai buah berry? Kenapa pisang adalah berry dan stroberi adalah bukan berry?

Ketiga, jika stroberi (dan buah bermarga beri-beri lainnya) ternyata bukanlah buah berry, lalu jenis buah apakah mereka itu sebenarnya?

Keempat, terakhir dan yang paling penting, apakah jika bukan termasuk berry, maka kandungan antioksidan yang selama ini dipercaya cukup tinggi pada buah berry yang saya ketahui pada umumnya seperti stroberi dan blackberry masih tetap seperti itu?

Dari artikel demi artikel yang saya baca, satu per satu pertanyaan saya itu pun terjawab. Dan dari artikel-artikel tersebut, saya pun mengetahui bahwa ternyata untuk dapat memahami mengapa stroberi bukan buah berry sementara pisang adalah buah berry, maka terlebih dahulu saya harus kembali mempelajari salah satu topik dalam pelajaran biologi jaman sekolah dulu, yaitu bagian-bagian bunga ūüėÖ. Kenapa harus belajar tentang bagian-bagian bunga ini? Karena seperti yang kita ketahui, buah itu dihasilkan dari bunga pada tanaman. Nah, bagaimana bunga pada tanaman berkembang menjadi buah, itu akan sangat menentukan tipe atau kelompok buah apa yang akan dihasilkan. Jadi supaya saya paham kenapa buah-buah tertentu tergolong buah berry sementara yang lainnya tidak, maka perlu untuk saya mengingat kembali tentang bagian-bagian bunga dan bagaimana bunga itu berkembang menjadi buah.

Ok, baiklah, mari singsingkan lengan baju. Pelajaran dimulai!

Struktur Bunga dan Pembentukan Buah

Mempelajari tentang buah, tak akan lepas kaitannya dengan struktur atau bagian-bagian bunga karena dari bunga itulah buah dihasilkan.

Bunga dan bagian-bagian di dalamnya

Dalam ilmu botani, bunga adalah bagian tanaman yang berfungsi menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan terjadi, bunga akan berkembang hingga membentuk buah. Pada tumbuhan berbunga, buah adalah organ yang terbentuk untuk membawa dan melindungi biji.

Bila digambarkan, maka struktur bunga yang sempurna (memiliki benang sari dan putik di dalam satu bunga) serta lengkap (mengandung semua bagian utama bunga yaitu mahkota, kelopak, alat kelamin jantan, dan alat kelamin betina) adalah sebagai berikut.

Bagian-bagian bunga pada bunga sempurna dan lengkap

Alat reproduksi jantan pada bunga disebut androecium yang merupakan kumpulan dari semua benang sari pada bunga. Benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari terdapat serbuk sari.

Alat reproduksi betina pada bunga disebut gynoecium yang merupakan kumpulan dari putik bunga. Putik terdiri dari kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah di mana pada bakal buah terdapat bakal biji.

Terdapat perbedaan istilah yang merujuk pada putik yaitu pistil dan carpel. Meskipun terkadang digunakan untuk menunjukkan hal yang sama, pada dasarnya pistil terbentuk dari satu atau lebih carpel. Satu carpel terdiri dari satu bakal buah. Carpel yang membentuk pistil bisa hanya berjumlah satu yang disebut dengan simple pistil, atau bisa juga berjumlah dua atau lebih yang bisa saling terpisah atau benar-benar bersatu yang disebut dengan compound pistil. Bunga dapat memiliki beberapa pistil yang terpisah (dan karenanya carpel juga ikut terpisah karena carpel merupakan unit di dalam pistil) dan bisa juga hanya memiliki satu pistil.

Selain alat reproduksi, bagian bunga yang penting lainnya adalah mahkota bunga yang biasanya berwarna cerah dan menarik mata. Di samping itu, terdapat kelopak bunga yang biasanya secara kasatmata berada di bagian bawah bunga, berwarna hijau, berbentuk seperti daun, dan biasanya melindungi bunga saat belum mekar atau masih kuncup.

Bagian benang sari, kelopak bunga, dan mahkota bunga menempel pada bagian yang disebut dasar bunga (reseptacle).

Sampai di sini pelajaran biologi tentang bunga selesai?

Oh belum, masih ada satu pengetahuan lagi tentang bunga yang perlu saya tulis supaya bisa lebih memahami asal usul yang memang berry¬†dan bukan berry ini ūüėÖ.

Berdasarkan letak ovarium atau bakal buah, bunga ada yang disebut dengan bunga superior, bunga half-inferior, dan bunga inferior.

Bunga superior adalah bunga dengan kondisi di mana dasar bunga secara keseluruhan terletak di bawah bakal buah dan bagian pangkal mahkota bunga, benang sari, serta kelopak bunga menempel pada dasar bunga dari bawah bakal buah tersebut.

Bunga half-inferior adalah bunga dengan kondisi di mana dasar bunga melengkung dari bawah bakal buah hingga ke atas dan membentuk cangkir bunga (flower tube / hypanthium) namun cangkir bunga tersebut tidak menempel dengan bakal buah. Bagian pangkal mahkota bunga, benang sari, dan kelopak bunga menempel pada bagian tepi cangkir bunga sehingga membuat bakal buah berada pada posisi setengah bawah dari bagian-bagian bunga yang lain tersebut.

Bunga inferior adalah bunga dengan kondisi yang hampir sama dengan half-inferior di mana dasar bunga membentuk cangkir bunga, namun pada inferior, cangkir bunga tersebut menyatu dengan bakal buah. Pangkal dari mahkota bunga, benang sari, dan kelopak bunga menempel pada bagian tepi atas cangkir bunga sehingga membuat posisi bakal buah benar-benar berada di bawah bagian-bagian bunga yang lain tersebut.

Kalau bingung dengan penjelasan saya, mungkin gambar di bawah ini bisa membantu untuk dapat lebih memahami ūüėĀ.

Semoga bisa paham ya pemirsa, karena jenis bunga berdasarkan letak bakal buah ini sangat menentukan jenis buah seperti apa yang akan dihasilkan oleh bunga tersebut.

Nah, itu tentang bunga. Sekarang kita lanjut ke pembentukan buah.

Buah dan pembentukannya

Dalam ilmu botani, sejatinya buah adalah termasuk organ tumbuhan berbunga yang merupakan hasil pertumbuhan sempurna dari bakal buah. Tugas dari buah adalah sebagai pembungkus, pelindung, dan sebagai pemencar biji tumbuhan.

Setiap bakal buah di dalamnya terdapat satu atau lebih bakal biji di mana setiap bakal biji tersebut mengandung sel telur. Pembuahan sel telur dalam bakal biji terjadi melalui beberapa proses. Diawali dengan penyerbukan (pollination), yaitu peristiwa di mana serbuk sari dari kepala sari berpindah ke kepala putik. Penyerbukan ini bisa terjadi lewat bantuan angin, air, hewan, ataupun manusia. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari akan berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang mengandung sperma. Buluh ini akan tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal buah hingga ke bakal biji, di mana terjadi pertemuan antara sperma dari serbuk sari dengan sel telur di dalam bakal biji hingga membentuk zigot. Peristiwa inilah yang disebut dengan pembuahan.

Dalam perkembangannya, zigot akan bertumbuh menjadi embrio atau lembaga biji, yaitu calon tumbuhan baru yang terkandung di dalam biji. Bakal biji akan bertumbuh menjadi biji. Dinding bakal buah akan bertumbuh hingga menjadi dinding buah yang berdaging atau bisa juga membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras. Sementara, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah terbentuk. Pembentukan buah ini akan terus berlangsung hingga biji menjadi matang.

Dinding buah, disebut dengan istilah perikarp (pericarpium). Perikarp ini dapat terdiri dari dua lapisan atau lebih. Bagian luar disebut dinding luar atau eksokarp (exocarpium) atau epikarp (epicarpium); bagian tengah disebut dengan dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium); sementara bagian dalam disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium).

Nah, seperti yang saya jelaskan di atas, bakal buah bisa berupa superior, half-inferior, dan inferior. Pada bunga dengan bakal buah half-inferior atau inferior, terkadang bagian bunga lain (cangkir bunga, mahkota bunga, kelopak, benang sari) menyatu dengan bakal buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian selain bakal buah tersebut berkembang menjadi bagian utama dari buah yang terbentuk, maka buah itu disebut buah semu (accessory fruit).

Jadi, pada dasarnya yang kita sebut dengan buah itu, dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu:

  • Buah sejati yang murni merupakan hasil dari perkembangan bakal buah
  • Buah semu (accessory fruit) yang dihasilkan tidak hanya dari bakal buah saja, tapi juga dari bagian bunga yang lain seperti cangkir bunga, mahkota bunga, kelopak bunga, dan benang sari

Baiklah, sampai sejauh ini sepertinya sudah cukup pengetahuan tentang bunga dan buah yang nantinya akan berkaitan dengan bahasan mengenai buah-buahan secara umum dan buah berry secara khusus yang nantinya akan menjawab satu demi satu pertanyaan-pertanyaan saya di atas. Semoga teman-teman masih betah membaca ya, lumayan kan untuk menambah pengetahuan ūüėė.

Bagian pendahuluan ini memang belum menjawab apapun dari pertanyaan saya seputar beri-berian, namun bagian ini memberikan pengetahuan dasar untuk saya bahwa tipe buah yang dihasilkan oleh bunga ditentukan oleh struktur bunga dan seperti apa bakal buah berkembang menjadi buah. Bagian ini juga memberikan pengetahuan untuk saya bahwa ada buah yang disebut buah sejati dan ada juga yang disebut dengan buah semu (accessory fruit). Pengetahuan ini nantinya akan sangat berguna untuk dapat memahami kenapa ada buah yang bukan beri-berian namun ternyata termasuk berry dan sebaliknya justru ada buah yang selama ini dikenal sebagai beri-berian tapi sebenarnya tidak termasuk dalam kelompok berry.

Pengertian Berry Secara Umum dan Menurut Ilmu Botani

Pada dasarnya memang, terdapat perbedaan pengertian antara¬†berry yang dikenal secara umum dengan¬†berry dalam ilmu botani. Dan sebenarnya, sih, perbedaan pengertian inilah yang menjadi tersangka utama penyebab mengapa pisang adalah berry dan stroberi adalah bukan¬†berry ūüėÖ.

Pengertian berry secara umum

Buah¬†berry secara umum telah dikenal amat sangat lama, jauh sebelum ilmu botani sendiri tercipta. Nama¬†berry telah ada dalam Bahasa Inggris Kuno yang telah digunakan sejak abad pertengahan. Kata¬†berry diturunkan dari kata dalam bahasa Latin ‘bacca’ yang digunakan untuk semua buah yang berbentuk bulat dan berukuran kecil.

Nama¬†berry kemudian secara umum digunakan untuk merujuk pada jenis buah-buahan yang berukuran kecil, berdaging lembut, dan biasanya adalah termasuk buah yang bisa dimakan. Tipikal dari buah berry secara umum adalah mengandung banyak air, berbentuk bulat, berwarna cerah, memiliki rasa yang manis atau asam, dan meskipun bisa saja memiliki biji-biji kecil namun tidak memiliki ‘batu’ di tengah daging buah (‘batu’ yang dimaksud di sini adalah yang biasa kita kenal sebagai biji buah yang besar dan keras seperti yang dimiliki buah mangga, meskipun sebenarnya ‘batu’ itu bukanlah bijinya karena biji asli terdapat di dalam ‘batu’ tersebut).

Contoh dari buah berry secara umum adalah seperti yang kita ketahui bersama, yaitu strawberry, raspberry, blueberry, blackberry, buah currant (red, white, or black), mulberry, elderberry, dewberry, bilberry, dan buah-buah lainnya yang membawa unsur kata berry di belakangnya.

Di dalam bahasa Indonesia, buah berry secara umum disebut dengan buah beri atau beri-berian.

Pengertian berry menurut ilmu botani

Bapak Klasifikasi dan Taksonomi, Carolus Linnaeus, saat merumuskan klasifikasi buah, menggunakan delapan istilah berbeda untuk masing-masing jenis buah yang diklasifikasikannya, di mana salah satunya adalah bacca yang kemudian diterjemahkan sebagai berry dalam bahasa Inggris. Sebuah bacca menurut Carolus Linnaeus didefinisikan sebagai buah dengan lapisan padat tertutup yang mengandung biji telanjang.

Lebih lanjut, buah berry dalam ilmu botani didefinisikan sebagai buah berdaging dan berbiji yang terbentuk dari bakal buah tunggal dari sebuah bunga. Bakal buah yang membentuk buah berry dapat berupa inferior maupun superior. Karena terbentuk dari bakal buah tunggal, maka buah berry adalah termasuk tipe buah sederhana/buah tunggal.

Buah berry memiliki tiga lapisan pembungkus biji (pericarp):

  1. Lapisan terluar (exocarp/epicarp) alias kulit buah yang lunak. Kulit buah ini bisa berupa kulit yang bisa langsung dimakan, bisa juga yang harus dikelupas atau dibuka terlebih dahulu, tetapi pada umumnya lunak.
  2. Lapisan tengah (mesocarp/sarcocarp) alias daging buah yang juga lunak, tebal, serta berair.
  3. Lapisan dalam (endocarp) yang membungkus satu atau lebih biji di dalam buah yang juga lunak. Seringkali setiap biji terbungkus oleh lapisan yang mirip lendir.

Lapisan tengah dan lapisan dalam buah berry kerap tidak bisa dibedakan. Biji atau kumpulan biji buah berry biasanya relatif kecil dan berkumpul lepas di ruang dalam. Seringkali setiap biji terbungkus oleh salut biji yang sangat lunak mirip lendir (pulp).

Buah berry adalah buah indehiscent, yang berarti jenis buah ini tidak perlu mengering atau memecah untuk memencarkan biji-bijinya ketika sudah dalam keadaan matang.

Di dalam bahasa Indonesia, berry secara botani disebut dengan buah buni.

Pembahasan pada bagian ini menjawab pertanyaan pertama saya di atas:

Jika buah beri-berian yang selama ini dikenal tergolong berry adalah bukan berry lalu mengapa mereka diberi nama yang mengandung unsur kata berry?

Penamaan terhadap buah-buahan sudah dilakukan jauh sebelum ilmu botani berkembang, karena itulah buah-buahan yang secara kasatmata terlihat bulat, berukuran kecil, seringnya bergerombol, berdaging dan berair, memiliki rasa asam atau manis, serta tidak memiliki biji batu kemudian diberi nama berry.

Setelah ilmu botani berkembang, barulah para ahli membuat klasifikasi buah berdasarkan pembentukan buah dan morfologinya, di mana salah satu dari kelompok buah yang memiliki sifat dibentuk dari bakal buah tunggal, berdaging, tidak memiliki ‘batu’ yang membungkus biji, serta semua lapisannya adalah lunak, kemudian dinamakan¬†berry.

Itulah sebabnya, banyak terdapat buah-buahan yang tidak mengandung nama berry, namun secara botani adalah termasuk dalam kelompok berry. Sebaliknya, terdapat buah-buahan yang mengandung nama berry, namun secara botani tidak memiliki sifat-sifat yang tergolong kelompok berry.

Dalam bahasa Indonesia, hal ini sebenarnya lebih mudah dipahami karena berry dalam pengertian umum diterjemahkan sebagai beri atau beri-berian, sementara berry dalam pengertian botani diterjemahkan sebagai buah buni. Hal ini membuat kita dapat mengatakan bahwa stroberi adalah buah beri-berian yang tidak termasuk buah buni, sementara pisang adalah buah yang termasuk dalam buah buni tetapi bukan tergolong beri-berian.

Syarat Sebuah Buah untuk Diklasifikasikan Sebagai Buah Berry dan Buah Apa Saja yang Tergolong Dalam Buah Berry

Berdasarkan pengertian di atas, maka untuk dapat disebut sebagai jenis berry di dalam ilmu botani, buah harus memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Harus terbentuk dari bakal buah tunggal dari bunga tunggal
  2. Terdiri dari tiga lapisan yang relatif lunak (karena itu berdaging), dengan lapisan dalam sebagai pembungkus biji juga lunak (tidak memiliki batu (stone/pit) yang melindungi biji)
  3. Harus bersifat indehiscent

Nah, macam-macam buah yang kemudian memenuhi syarat-syarat tersebut di atas contohnya adalah sebagai berikut.

  • Alpokat (untuk yang satu ini panjang penjelasannya ya kenapa termasuk ke dalam berry,¬†karena biji tunggalnya yang ‘keras’ kemudian membuat buah ini sering diklasifikasikan sebagai jenis buah yang lain, yaitu buah batu)
  • Pisang (yap, pisang memenuhi semua syarat di atas, karena sebenarnya pisang mempunyai biji-biji di bagian dalam dagingnya)
  • Blueberry, cranberry, lingonberry, bearberry, goji berry, elderberry, gooseberry, bilberry, huckleberry (inilah kira-kira buah dengan marga berry yang memang benar adalah termasuk dalam berryhood…hehehehehe)
  • Blackcurrant, red currant, white currant
  • Manggis
  • Anggur
  • Semangka
  • Kiwi
  • Grapefruit
  • Jeruk
  • Lemon
  • Delima (pomegranate)
  • Markisa
  • Pepaya
  • Belimbing
  • Cabai
  • Paprika (bell pepper)
  • Terong
  • Tomat
  • Labu
  • Mentimun

Tuh kaannn….jauh lho ternyata antara jenis-jenis buah berry secara umum yang kita kenal dan buah yang memang tergolong¬†berry yang sebenarnya. Ternyataaa buah¬†berry¬†itu pada umumnya adalah buah yang kita temukan sehari-hari, bahkan yang selama ini dianggap sayur seperti terong, tomat, labu, mentimun, bahkan cabai juga sebenarnya adalah buah berry ūüėÖ.

Berry…berry weird, indeed!

Selanjutnya, jenis buah berry dalam ilmu botani ini masih lagi dibagi menjadi empat sub kelompok, yaitu:

1. Buni sejati (true berry)

Berry jenis ini dihasilkan dari bakal buah superior dan memiliki lapisan luar (exocarp) yang tipis serta lapisan tengah (mesocarp) dan lapisan dalam (endocarp) yang berdaging, di mana biji-biji berkumpul lepas dalam lapisan dalam tersebut.

Contoh¬†true berry adalah blackcurrant, red currant, white currant, gooseberry, anggur, alpokat, buah buni (queensland cherry / bignay), belimbing, jambu biji, kiwi, delima (pomegranate), tomat, terong, dan cabai! Tak menyangka kan, kalau tomat, terong, dan cabai adalah justru yang termasuk golongan true berry! ūüėÖ

2. Mentimun (pepo)

Pepo adalah sub kelompok berry yang merujuk pada jenis labu-labuan yang memiliki kulit buah atau lapisan luar yang tebal dan kuat. Di bagian tengah pepo sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Daging buah pepo adalah lembut dan bijinya berbentuk datar.

Contoh pepo adalah mentimun, semangka, melon, labu (labu kuning, labu parang, kabocha, squash, dan semua jenis labu lainnya).

3. Sitrus (hesperidium)

Hesperidium adalah sub kelompok berry yang memiliki tiga lapisan dinding buah: lapisan luar liat dan berisi kelenjar minyak; lapisan tengah menyerupai jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; lapisan dalam terbagi dalam beberapa segmen (biasanya antara 10-16 segmen) dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya di mana di dalam gelembung-gelembung tersebut terdapat biji-biji yang tersebar.

Contoh hesperidium adalah jeruk, kumquat, lemon, dan aneka jeruk lainnya.

4. Buni semu (false berry)

False berry adalah kelompok buah berry yang dihasilkan dari bakal buah inferior. Sub kelompok ini sering juga disebut epigynous berries. Karena dihasilkan dari bakal buah inferior, maka buah pada sub kelompok ini memiliki jaringan yang dihasilkan dari bagian lain bunga selain bakal buah. Floral tube atau cangkir bunga yang terbentuk dari mahkota, kelopak, dan benang sari dapat ikut berkembang menjadi daging saat matang dan menyatu dengan bakal buah untuk membentuk buah yang utuh.

Contoh false berry adalah pisang, kopi, cranberry, dan blueberry. Buah dari keluarga Cucurbitaceae (labu, mentimun, melon, dan squash) selain tergolong pepo juga adalah termasuk false berry.

Pembahasan pada bagian ini menjawab pertanyaan kedua saya di atas:

Apa sebenarnya pengertian buah berjenis berry itu? Apa syaratnya sebuah buah untuk bisa diklasifikasikan sebagai buah berry? Kenapa pisang adalah berry dan stroberi adalah bukan berry?

Untuk dapat digolongkan sebagai buah berry, buah harus memenuhi beberapa karakteristik, yaitu dihasilkan dari bakal buah tunggal, memiliki lapisan-lapisan buah yang lunak, berdaging, berbiji namun tanpa stone/pit yang keras dan tidak ada pemisahan yang jelas antara lapisan dalam dengan biji, serta bersifat indehiscent atau tidak perlu memecah untuk memencarkan biji.

Karena karakteristik di atas, maka terdapat buah-buahan yang mengandung nama berry tapi tidak bisa dikelompokkan sebagai buah berry secara botani, contohnya adalah stroberi. Di lain pihak, terdapat buah-buahan lain yang meski tidak memiliki karakteristik berry secara umum namun memenuhi semua karakteristik berry secara botani, contohnya adalah pisang.

Ragam buah beri-berian (berries) yang termasuk buah buni (berry) yang sebenarnya menurut pengertian ilmu botani
Currant hitam, currant merah, currant putih yang kesemuanya adalah termasuk buah buni sejati
Buah-buahan bukan beri-berian yang tak disangka tak diduga adalah termasuk kelompok buah buni (berry)

Bagaimana Dengan Buah ‘Berry’ Lainnya yang Tidak Termasuk Berry dalam Ilmu Botani? Termasuk Kelompok Buah Apakah Mereka?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat dulu pengklasifikasian buah dalam ilmu botani.

Di paling atas tadi sudah saya sebutkan bahwa buah itu dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu buah sejati dan buah semu. Nah, baik buah buah sejati maupun buah semu dibedakan lagi menjadi tiga tipe dasar, yakni sebagai berikut.

  1. Buah sederhana/buah tunggal (simple fruit),
  2. Buah agregat/buah ganda (aggregate fruit), dan
  3. Buah majemuk (multiple fruit).

Mari kita lihat satu demi satu tipe-tipe buah tersebut di atas.

Buah sederhana/buah tunggal (simple fruit)

Buah sederhana atau buah tunggal adalah buah yang terbentuk dari bakal buah tunggal pada pistil tunggal di dalam satu kuntum bunga. Bakal buah tunggal ini bisa memang aslinya hanya terdiri dari satu bakal buah di dalam satu pistil (bakal buah sederhana/simple ovary), namun bisa juga merupakan hasil peleburan beberapa carpel di dalam satu pistil yang menghasilkan compound ovary. Intinya, pokoknya bagaimanapun bakal buah itu terbentuk, entahkah memang aslinya hanya tunggal karena pistil pada bunga tersebut memang hanya terdiri dari satu carpel, ataukah merupakan hasil peleburan karena pistil pada bunga tersebut terdiri dari beberapa carpel, namun untuk menjadi buah yang disebut buah sederhana atau buah tunggal, bakal buah yang menghasilkannya harus bersifat tunggal. Satu bunga, satu pistil, satu bakal buah, itulah yang menghasilkan buah tunggal atau buah sederhana ini.

O ya, kalau bingung dengan istilah¬†pistil, carpel, dan ovary ini, bisa lihat lagi gambar struktur bunga di atas ya, supaya bisa membantu mengurangi kebingungannya ūüėĀ.

Buah tunggal, masih dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu buah kering dan buah berdaging.

Buah kering

Kalau buah kering, dari namanya saja sudah bisa diperkirakan ya, yaitu merupakan buah yang bagian luarnya keras dan seperti kayu. Buah kering  ada yang sifatnya tidak memecah (indehiscent) dan ada juga yang sifatnya memecah (dehiscent). Contoh dari buah kering ini adalah seperti padi, kacang-kacangan, dan durian.

Salah satu jenis dari buah kering adalah capsule atau buah kotak, yaitu jenis buah kering yang dibentuk dari pistil tunggal yang terdiri dari banyak carpel yang membentuk compund ovary. Salah satu buah beri-berian yang sebenarnya termasuk dalam kelompok ini adalah seagrape/baygrape.

Selain sebagai buah kering kotak, seagrape juga adalah buah semu di mana daging buah justru terbentuk dari bagian kelopak bunga (sepal / calyx).

Selain itu, terdapat juga jenis buah kering lain yaitu achene atau buah kurung yang merupakan jenis buah kering yang dibentuk dari carpel tunggal (ini berarti pistil-nya hanya terdiri dari satu carpel yang mana itu juga berarti bakal buahnya benar-benar tunggal (simple ovary)) dan bersifat indehiscent yang berarti tidak membuka pada saat matang. Tipe buah kering achene mengandung biji tunggal yang hampir memenuhi seluruh lapisan buah (pericarp), dinding buah tipis serta berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Hal ini membuat penampakan achene terlihat seperti biji, padahal sebenarnya adalah buah yang mengandung biji. Penampakan achene yang terlihat seperti biji tersebut disebabkan oleh pengerasan lapisan buah yang membungkus biji tunggal dengan sangat rapat sehingga buah terlihat seperti salut atau kulit biji.

Contoh¬†achene yang paling mudah ditemui adalah ‘biji-biji’ pada permukaan buah stroberi.

Yap, Anda tidak sedang salah baca.  Apa yang selama ini kita kira sebagai biji-biji yang bertaburan di permukaan buah stroberi sebenarnya justru adalah buah!

Jadi, kalau yang bertaburan di permukaan stroberi itu adalah buah, maka daging buah stroberi yang rasanya manis-asam itu adalah apa dong?

Sabar…

Untuk pertanyaan yang ini akan kita temukan jawabannya di bawah nanti ūüėĀ.

Buah Berdaging

Buah berdaging dibagi menjadi tiga:

1. Berry atau buah buni

Ini sudah saya jelaskan pengertiannya secara botani di atas. Jadi berry termasuk dalam tipe buah sederhana/buah tunggal yang berdaging.

2. Drupe atau buah batu

Merupakan buah yang sama seperti berry juga memiliki tiga lapisan buah namun lapisan tengah (mesocarp) dapat berupa daging atau juga berupa serabut, sementara lapisan dalam (endocarp) adalah liat, tebal, dan keras bahkan bisa seperti batu.

Contoh buah batu adalah mangga dengan lapisan tengah yang berdaging dan kelapa dengan lapisan tengah yang berserabut.

Contoh lainnya adalah buah zaitun, buah kurma, persik, plum, dan ceri.

Buah bermarga berry namun sebenarnya tidak termasuk dalam keluarga buah berry melainkan adalah keluarga buah batu adalah buah bayberry atau chinese strawberry. Selain itu ada juga sloe berry atau blackthorne berry yang sering dianggap sebagai berry karena penampakannya yang mirip dengan blueberry, padahal sebenarnya termasuk dalam buah batu.

3. Pome atau buah delima

Pome adalah kelompok buah tunggal berdaging yang memiliki bagian inti dengan jaringan yang keras yang membuat pemisahan yang jelas antara biji-biji dengan lapisan buah lainnya.

Contoh pome  adalah apel dan pir.

Kelompok buah¬†pome dihasilkan dari bakal buah inferior di mana bagian bunga lain yaitu cangkir bunga ikut berkembang bersama bakal buah, sehingga buah pome juga adalah termasuk buah semu. Bagian terbesar dari buah pome yang bisa dimakan justru berkembang dari bagian cangkir bunga dan bukan dari bakal buah. Dinding bakal buah berkembang menjadi lapisan¬†mesocarp dan¬†endocarp yang mengeras dan tidak bisa dimakan. Jadi lain kali kalau lagi makan apel dan pir, tolong diingat ya kalau sebenarnya bukan daging buah yang sejatinya sedang kamu makan, melainkan organ dari bunga tanaman yaitu respectacle alias dasar bunga ūüėú.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, bakal buah yang berkembang menjadi dinding buah hanya sampai pada bagian tengah buah (biasanya pada apel dan pir, bagian ini tidak dimakan karena keras dan seperti bukan daging lagi). Daging buah yang bisa dimakan justru adalah hasil perkembangan dari cangkir bunga.

Oh ya, meskipun dalam bahasa Indonesia pome dan¬†pomegranate sama-sama diartikan dengan delima, namun sebenarnya berbeda ya. Delima sebagai pome yang sedang dibahas dalam bagian ini adalah bukan¬†berry.¬†Namun, buah¬†pomegranate yang juga diartikan sebagai delima dalam Bahasa Indonesia, adalah termasuk berry karena memenuhi persyaratan sebagai buah berry. Bingung kan? Bangeettt!! Penamaan dalam ilmu botani memang berry…berry…confusing¬†ūüėÖ.

Beberapa jenis pome yang berukuran kecil terkadang dianggap sebagai berry, contohnya adalah buah Amelanchier yang dikenal  dengan nama Juneberry atau serviceberry. Penyebab buah ini sering dianggap berry padahal termasuk pome adalah karena pada saat matang, buah yang berukuran kecil ini menjadi sangat lembut hingga terlihat seperti blueberry.

Memang jadinya mirip ya antara serviceberry dan blueberry, padahal yang satu termasuk pome dan yang lainnya termasuk berry. Duh, ilmu botani memang sangat membingungkan ūüėÖ

Buah agregat/buah ganda (aggregate fruit)

Jika buah sederhana adalah buah yang dihasilkan dari bakal buah pada pistil tunggal, maka buah agregat adalah buah yang dihasilkan dari beberapa simple pistil pada satu bunga. Masing-masing pistil dari bunga yang menghasilkan buah agregat hanya memiliki satu carpel. Setiap bakal buah yang terkandung di dalam carpel tersebut kemudian berkembang menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, namun pada akhirnya membentuk kumpulan buah yang tampak seperti satu buah.

Buah utuh yang dihasilkan oleh agregasi dari pistil-pistil disebut buah agregat atau buah etaerio.

Tipe agregasi buah yang berbeda-beda akan menghasilkan buah etaerio yang berbeda juga, misalnya buah agregat dengan satuan buah kurung (achene), buah agregat dengan satuan buah buni, buah agregat dengan satuan buah batu (drupelet), buah agregat dengan satuan buah bumbung (follicle), dan buah agregat dengan satuan buah bersayap (samara).

Berikut saya jelaskan jenis buah agregat yang berkaitan dengan buah beri-berian.

  • Buah agregat dengan satuan buah buni (berry)

Buah agregat jenis ini terdiri dari satuan-satuan buah yang kesemuanya memiliki karakteristik sebagai buah buni (berry).

Contoh buah agregat jenis ini adalah buah sirsak dan buah nona!

Tak menyangka kan, kalau ternyata buah sirsak dan buah nona itu sebenarnya hanyalah hasil kumpulan buah-buah berry yang saling menyatu ūüėÖ. Selain sebagai buah agregat, buah sirsak dan buah nona juga adalah buah semu, karena daging buah sebenarnya adalah hasil pengembangan dari dasar bunga.

Buah nona (atau buah srikaya atau sweetsop/sugar apple) dan buah sirsak (soursop) termasuk dalam kelompok buah agregat dengan satuan buah buni (etaerio of berries). Batas antara masing-masing carpel yang menyusun buah ini dapat terlihat pada sisik kulit buah.
  • Buah agregat dengan satuan buah batu (drupe)

Buah agregat jenis ini terdiri dari satuan-satuan buah yang kesemuanya memiliki karakteristik sebagai buah batu (drupe) yang memiliki biji berupa stone/pit.

Contoh buah agregat jenis ini adalah raspberry dan blackberry.

Jadi kalau kita lihat, bentuk raspberry dan blackberry itu kan kayak bulat-bulat kecil. Nah, sebenarnya setiap bulat-bulatan itu adalah buah tersendiri yang mana masing-masing di dalamnya memiliki biji yang bersalut keras. Itulah sebabnya raspberry dan blackberry itu kalau digigit ada renyah-renyahnya ūüėĀ.

Selain raspberry dan blackberry, keluarga beri-berian lainnya yang termasuk dalam kelompok buah agregat ini adalah dewberry dan jenis beri-berian yang merupakan turunan atau hasil persilangan antara raspberry dan blackberry seperti  tayberry, loganberry, dan boysenberry.

Aneka beri-berian yang bukan buah buni (berry) tetapi termasuk dalam kelompok buah agregat dengan satuan buah batu (etario of drupelets)

Selain buah-buahan di atas, buah arbei (rubus rosifolius/ roseleaf raspberry dan rubus fraxinifolius/ mountain raspberry) yang banyak tumbuh di negara kita adalah juga jenis beri-berian lain yang termasuk dalam buah agregat dengan satuan buah batu.

Buah arbei yang banyak tumbuh di Indonesia juga adalah termasuk buah ganda (aggregate fruit) dengan satuan buah batu (drupelets)
  • Buah agregat dengan satuan buah kurung (achene)

Buah agregat jenis ini  terdiri dari satuan-satuan buah yang memiliki karakteristik sebagai buah kering berjenis kurung (achene).

Contoh buah agregat jenis ini adalah stroberi.

Tapi buah kurung pada stroberi kan hanya tersebar pada permukaan ‘buah’ saja dan stroberi juga tidak hanya terdiri dari buah-buah kurung itu saja, jadi kok bisa buah stroberi termasuk dalam tipe buah ini?

Yap, memang benar kalau buah kurung hanya tersebar di permukaan ‘buah’ stroberi dan tidak menjadi satu-satunya komponen pembentuk buah stroberi. Penyebab hal ini adalah karena selain sebagai buah agregat, stroberi juga adalah buah semu (accessory fruit).

Daging buah stroberi yang bisa dimakan bukanlah hasil perkembangan bakal buah tetapi adalah hasil perkembangan dasar bunga (reseptacle). Jadi pada kasus stroberi, setiap bakal buah dalam setiap pistil pada kuntum bunga stroberi berkembang menjadi buah kurung (achene) sementara dasar bunga juga turut berkembang hingga kemudian bersama-sama mereka membentuk buah stroberi sebagaimana yang kita ketahui.

Selain buah stroberi yang kita kenal, buah mock strawberry juga termasuk buah agregat semu dengan satuan buah kurung.

Buah majemuk (multiple fruit)

Kalau buah tunggal (simple fruit) adalah buah yang dihasilkan oleh perkembangan bakal buah pada pistil tunggal dari satu kuntum bunga, lalu buah ganda (aggregate fruit) adalah buah yang dihasilkan oleh perkembangan bakal buah pada beberapa pistil dari satu kuntum bunga, maka buah majemuk (multiple fruit) adalah buah yang dihasilkan oleh perkembangan bakal buah pada beberapa kuntum bunga sekaligus yang kemudian tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.

Jadi buah majemuk ini mirip-mirip dengan buah ganda, sama-sama hasil penyatuan dari pertumbuhan banyak bakal buah yang berada pada pistil yang terpisah. Hanya saja, kalau pada buah ganda penyatuan pertumbuhan itu hanya terjadi satu bunga, maka pada buah majemuk, penyatuan itu terjadi pada beberapa bunga sekaligus.

Buah majemuk terdiri dari beberapa macam di mana contoh-contohnya juga berkaitan dengan beri-berian, yaitu:

  • Bibaka

Tipe buah majemuk ini terbentuk dari dua putik yang bersatu pada bagian pangkalnya di mana masing-masing membentuk buah buni (berry) yang kemudian bersatu juga. Jadi bisa dibilang bahwa tipe buah bibaka adalah penyatuan dari dua buah buni yang dihasilkan dari dua bunga.

Contoh tipe buah majemuk bibaka adalah buah honeysuckle yang mirip dengan blueberry. Selain sebagai buah majemuk, honeysuckle juga adalah buah semu karena bagian buah terbentuk tidak hanya dari bakal buah saja tetapi dari bagian bunga yang lain juga.

Buah honeysuckle yang berbentuk seperti buah beri-berian sebenarnya adalah buah majemuk yang terbentuk dari dua buah buni (berry)
  • Sorosis

Tipe buah majemuk ini terbentuk dari banyak bunga uniseksual dalam suatu perbungaan. Jadi tanaman yang menghasilkan buah majemuk sorosis ini, bunga-bunganya semua uniseksual dalam arti ada yang hanya memiliki putik dan ada juga yang hanya memiliki benang sari. Karena pembuahan hanya terjadi pada putik, maka bunga yang akan berkembang menjadi buah majemuk sorosis ini hanyalah bunga yang memiliki putik saja.

Contoh tipe buah majemuk sorosis adalah sukun (breadfruit), nangka,¬†cherimoya, dan mulberry. Yap, mulberry is another kind of berry that is actually not a berry ūüėĀ.

Bunga mulberry bertumbuh dalam bentuk kelompok (kluster) yang kemudian sama-sama berkembang dan membentuk buah mulberry
  • Sikonium

Tipe buah majemuk sikonium ini terjadi pada buah ara/tin/fig.

Pada buah ara, bunga tidak berkembang sebagaimana lazimnya bunga yang kita ketahui, melainkan bunga-bunga yang dihasilkan pohon ara berkembang di dalam suatu struktur berbentuk kantung. Setiap bunga di dalam kantung tersebut hanya memiliki satu bakal buah. Namun dalam satu kantung ada terdapat banyak sekali bunga. Bakal buah dalam setiap bunga akan berkembang menjadi buah dengan biji tunggal baik yang berupa buah batu (drupe) maupun buah kurung (achene).¬†Setiap buah dalam buah ara sebenarnya adalah buah sederhana/buah tunggal. Namun, kesatuan dari buah ara sebagaimana yang kita ketahui adalah kemudian menjadi buah majemuk karena buah-buah tunggal tersebut bergabung menjadi satu dan juga buah semu karena kantung yang berisi kumpulan bunga¬† yang sebenarnya adalah bagian batang pohon, turut berkembang menjadi daging buah. Selain itu, buah ini juga adalah buah semu karena keseluruhan bagian bunga berkembang menjadi buah-buah di dalam buah ara. Pusing kan? Hahahahaha…. Kalau membaca tentang buah ara atau buah tin memang luar biasa sekali. Proses pembuahannya saja kompleks, karena melibatkan tawon yang harus masuk ke dalam kantung supaya bakal buah dalam bunga bisa dibuahi ūüėÖ.

Pohon ara atau pohon tin menghasilkan bunga di dalam kantung yang merupakan perbesaran dari batang yang terlihat seperti buah. Itulah sebabnya orang sering menyangka bahwa pohon ini berbuah tanpa berbunga ūüėĀ
  • Koenokarpium

Tipe buah majemuk kaenokarpium adalah buah yang terbentuk dari banyak buah buni di dalamnya yang bergabung bersama bagian-bagian bunga di sekelilingnya.

Contoh buah majemuk kaenokarpium adalah nanas.

Kalau di zoom seperti pada gambar-gambar ini, memang terlihat ya bunga-bunga yang kelak akan membentuk buah nanas. Jadi kalau kita lihat permukaan nanas yang bersisik dan semacam terkotak-kotak gitu, itu sebenarnya adalah representasi dari bunga yang membentuk buah-buah yang membentuk buah nanas…halah ini bahasa jadinya ribet ūüėÖ

Tak menyangka kaan? Nanas itu sebenarnya kumpulan buah¬†berry, lho! Jadi lain kali kalau lagi makan nanas, bayangkanlah kalian sebenarnya sedang memakan sekumpulan buah berry dalam satu saat sekaligus! ūüėÜ.

Pembahasan pada bagian ini, menjawab pertanyaan ketiga saya di atas:

Jika stroberi (dan buah bermarga beri-beri lainnya) ternyata bukanlah buah berry, lalu jenis buah apakah mereka itu sebenarnya?

Jawabannya ternyata beraneka ragam ya, karena meski secara kasatmata, buah-buahan yang namanya mengandung kata berry alias beri-berian, terlihat mirip, namun sebenarnya proses pembentukan buah-buahan itu berbeda-beda sehingga pengelompokan tipenya pun menjadi berbeda.

Untuk lebih mudahnya, saya akan menjawab pertanyaan saya sendiri ini dalam bentuk tabel seperti di bawah.

Terjawab sudah jadinya, bahagia rasanya hati ini…hehehehe…

Buah dan Manfaatnya

Pada dasarnya, manfaat dari buah adalah tergantung dari kandungan di dalam buah tersebut dan tidak terikat pada pengelompokan buahnya, itulah sebabnya mengapa bahkan buah-buahan dalam satu genus yang sama bisa memiliki manfaat yang berbeda.

Manfaat yang dikandung buah, salah satunya bisa terlihat dari warna buah di mana warna tersebut dihasilkan dari senyawa tumbuhan yang aktif secara fisiologis, yaitu Phytochemicals. Senyawa ini tidak hanya memberikan warna namun juga membuat buah-buahan (dan sayur-sayuran) memiliki manfaat nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Berikut adalah daftar warna buah-buahan dan nutrisi dalam buah yang ditunjukkan oleh warna tersebut:

  • Merah, menunjukkan kandungan vitamin C, vitamin A, potasium, dan antioksidan
  • Kuning dan oranye, menunjukkan kandungan vitamin C, vitamin A, dan potasium serta biasanya berguna untuk meningkatkan imunitas serta berguna bagi kesehatan mata
  • Putih, menunjukkan kandungan yang baik untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan kadar kolesterol
  • Hijau, menunjukkan kandungan potasium dan vitamin K, bermanfaat untuk kesehatan serta kekuatan tulang dan gigi. Warna hijau gelap menunjukan konsentrasi yang tinggi akan kandungan antioksidan serta serat
  • Biru/ungu, menunjukkan bahwa buah tersebut baik untuk daya ingat dan membantu mencegah penuaan dini

Pembahasan pada bagian ini menjawab pertanyaan saya yang keempat:

Apakah jika bukan termasuk berry, maka kandungan antioksidan yang selama ini dipercaya cukup tinggi pada buah berry yang saya ketahui pada umumnya seperti stroberi dan blueberry masih tetap seperti itu?

Jawabnya ya jelas tetap sama ya, karena kandungan nutrisinya adalah tergantung pada apa yang ada di dalam buah, bukan pada bagaimana buah tersebut dikelompokkan. Jadi yah, bisa tenang lah sering-sering makan¬†blueberry biar awet muda dan daya ingat tajam…hehehe…

Begitulah pemirsa, pembahasan tentang beri-berian yang pada akhirnya jadi panjang, padahal hanya berawal dari celutukan anak yang sederhana. Tapi saya bahagia sih karena gara-gara celutukan itu, saya kemudian jadi belajar cukup banyak tentang buah-buahan yang adalah salah satu bahan pangan favorit kami sekeluarga.

O ya, semua yang saya tulis di sini adalah hasil rangkuman dari berbagai sumber. Semoga saja tidak ada yang salah dalam rangkuman ini. Kalau semisal ada yang memang ahli dalam ilmu botani dan menemukan kekeliruan dalam tulisan saya ini, dengan senang hati saya akan menerima saran serta kritiknya.

Semoga apa yang saya tuliskan di sini berguna bagi semua yang baca yaaa… Tuhan memberkati!

Sumber-sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Berry_(botany)

https://en.wikipedia.org/wiki/Fruit

https://www2.palomar.edu/users/warmstrong/fruitid1.htm

https://www.vedantu.com/biology/carpel-and-pistil

https://id.wikipedia.org/wiki/Bunga

https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_buni

https://www.britannica.com/science/flower

https://www.britannica.com/science/pistil

https://science.jburroughs.org/resources/flower/flowertitle.html

https://www.newworldencyclopedia.org/entry/Berry

https://www.healthline.com/nutrition/bananas-berries-or-fruits#other-berries

https://tanamankampung.blogspot.com/p/buah.html

https://www2.palomar.edu/

http://whatcom.wsu.edu/wam/feb15_s3.html#:~:text=Likewise%2C%20the%20blue%20honeysuckle%20is,sheath%20of%20non%2Dfruit%20tissue.

http://p2k.unkris.ac.id/id3/1-3065-2962/Beri_52618_p2k-unkris.html

4 comments

  1. Wow kereen sekali. Terima kasih, Jeng Lis. Kami pembaca disuguhi ilmu tentang berry. Apresiasi tuk Bang Raja sang pembelajar yang membuat mama Lisa belajar dari ilustrasi kue hingga jadi artikel lengkap.
    Salam hangat tuk keluarga PloveA.

  2. Masya Allah detail banget mba lisa penjelasannya, jadi belajar lagi ilmu per berry-an. ternyata salah memahami selama ini mengenai golongan buah yang belakangnya berry-an..

Tinggalkan Balasan ke Prih Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s