Palm Sugar Chiffon Cake

Kabut asap masih terus membayangi kota tercinta ini. Debu dan asap berbaur dalam udara sementara kesuraman terlihat di sepanjang mata memandang. Sedih. Tapi tetap percaya bahwa hujan berkat yang ditunggu-tunggu akan diturunkan Tuhan. Atau mungkin bukan hujan, mungkin berkat dalam bentuk yang lain, hanya Tuhan yang tau, yang pasti semua akan baik-baik saja dan kabut asap ini akan segera berlalu. Dan semoga ini adalah tahun terburuk sekaligus tahun terakhir bencana kabut asap seperti ini terjadi. Semoga tahun depan tak ada lagi bencana seperti ini. Kalau masih terjadi lagi, yak mari kita pikirkan untuk segera angkat kaki dari kota ini.

Di tengah kondisi cuaca seperti ini, kami semakin jarang dan semakin malas keluar. Kecuali pak suami yang tiap hari tentu harus ngantor. Sementara saya terpaksa tinggal di rumah. Begitu juga si abang yang sekarang ini sekolahnya diliburkan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Saya gak mungkin nekad tetep ngantor menembus kabut asap sambil membawa kedua anak ini. Kondisi mereka sekarang sedang batuk pilek, sebuah reaksi tubuh yang alami untuk mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh mereka, kotoran yang berasal dari udara yang mereka hirup. Maka biarlah mereka istirahat di rumah saja. Biarlah juga saya turut tak kemana-mana dan tak hadir di kantor. Entah bagaimana konsekuensinya nanti, cuma bisa hadapi saja. Tuhan pasti ngasih yang terbaik kok. Kondisi seperti ini siapa sih yang pengen?

Kabut asap kian pekat, kami semakin jarang keluar, dan saya pun semakin rajin bikin cemilan di rumah…hehe… Pokoknya sesibuk apapun di rumah, saya usahain banget minimal dua hari sekali bikin cemilan, supaya suasana di rumah tetap bahagia meskipun di luar sana begitu suram terlihat. Bener lho, baking itu bikin suasana rumah tambah bahagia dan hangat. Yang paling penting bukan hanya di bagian pas makannya aja, tapi proses pembuatannya yang mana si abang juga bisa ikut bantuin saya, sensasi menunggu kue selesai dipanggang dan siap untuk disantap, serta tentu aja harum semerbak yang keluar dari dalam oven ketika kue lagi dipanggang itu, bener-bener sangat lah nikmat.

Nah, hari Senin kemarin saya lagi-lagi bikin chiffon cake. Kali ini saya bikin varian lain yaitu Palm Sugar Chiffon Cake.

Tadinya Senin sore itu saya udah berencana mo bikin Lava Molten Cake, tapi pas lagi nuangin gula palem ke dalam cangkir buat bikin kopi, saya tiba-tiba membayangkan gula palem dicampurkan dalam adonan chiffon cake pasti wangi sekali dan rasanya pun mantap. Seketika itu, saya langsung browsing resep Palm Sugar Chiffon Cake dan ketemulah resepnya yang secara asli milik Kevin Chai.

Saat itu juga langsung saya siapin bahan-bahannya dan tak sampai sejam kemudian aroma palm sugar memenuhi seantero rumah. Duh, wanginya aja luar biasa. Rasanya pun tak perlu lagi diragukan, udah pasti enak!

Di sini saya bagi resepnya ya, bagi yang berminat gak usah ragu untuk mencoba, karena sungguhlah rasanya enak sekali!

Palm Sugar Chiffon Cake

Bahan-bahan

Adonan kuning telur:

  • 6 kuning telur
  • 150gram palm sugar
  • 100ml santan cair (kalo pake santan kental, cairkan 50ml santan kental dengan 50ml air)
  • 4sdm minyak sayur
  • 140gr tepung terigu
  • 1/4sdt baking powder
  • 1/4sdt garam halus

Adonan putih telur:

  • 6 putih telur
  • 40gr gula kastor (saya hanya menggunakan gula pasir biasa yang diblender sampai halus)
  • 1/4sdt cream of tartar

Cara membuat

  1. Dengan menggunakan panci kecil, larutkan gula palem dengan cara dipanaskan bersama santan hingga gula larut ke dalam santan. Setelah gula larut, tuangkan cairan santan gula palem ke dalam mangkuk dan biarkan dingin.
  2. Ayak tepung terigu bersama baking powder. Sisihkan.
  3. Kocok kuning telur lalu tambahkan minyak sayur dan garam. Kocok hingga rata. Masukkan cairan gula palem ke dalam adonan kuning telur lalu kocok rata.
  4. Dengan menggunakan hand whisk tambahkan adonan terigu ke dalam adonan kuning telur lalu aduk rata.
  5. Pada loyang yang lain, kocok putih telur hingga mulai berbusa lalu masukkan cream of tartar. Teruslah mengocok hingga adonan putih telur sampai pada tahap soft peak lalu masukkan gula secara perlahan dan bertahap. Kocok terus hingga adonan kaku (stiff peak).
  6. Campurkan 1/3 bagian adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur lalu aduk dengan metode cut and fold. Masukkan adonan putih telur yang tersisa ke dalam adonan kuning telur lalu aduk rata lagi dengan metode cut and fold.
  7. Tuang adonan ke dalam loyang chiffon lalu panggang pada oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 30-40 menit.

 

Sudah, begitu aja deh, gampang kan?

Puji Tuhan, sampai sekarang kalo bikin chiffon cake saya hampir tak pernah menemukan kendala yang berarti.

Satu-satunya permasalahan saya adalah karena loyang yang saya pake untuk memanggang adalah loyang tulban dan bukan loyang chiffon, makanya hasil akhirnya tak seciamik chiffon cake pada umumnya…hehehe… Saya udah lama pengen beli loyang chiffon, tapi kelupaan terus. Ingatnya setiap kali pas mo bikin doang, selesai bikin lupa lagi, jadilah terus-terusan loyang tulban itu dimanfaatkan buat manggang si chiffon. Untunglah meski harus dengan upaya keras ekstra hati-hati untuk mengeluarkan si chiffon dari loyang tulban, tapi tetep bisa keluar dengan kondisi mulusss 😀

Palm sugar chiffon cake with black coffee… They make a perfect combination for your tongue and tummy!

Untuk info lengkap soal chiffon cake bisa dibaca di sini yaaa….

 

Iklan

9 thoughts on “Palm Sugar Chiffon Cake

  1. Heran juga ya, kejadian berulang tiap tahun, tapi gak ada antisipasi untuk mencegah pembakaran. Kampung saya yang nun jauh disana, -perbatasan Jambi dengan Sumbar- juga kebagian asap ini.
    Wuih kuenya menarik selera. Asik nih buat minum sore.

  2. Keren chiffon cakenya. baru tahu kalo loyangnya beda-beda (sama kayak Mbak Noni), hihihi..Semoga kabut asapnya segera selesai ya Lis. Semoga musim hujan segera datang dan gak ada-ada lagi ke depannya..

  3. hi mbak lis, salam kenal.. memang kabut asap menganggu banget.. huhu.. Medan kebagian juga asapnya, disini aja baunya parah amat, apalagi yang dekat-dekat pusat kebakaran..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s