Resep Orange Chiffon Cake dan Beberapa Tips Tentang Chiffon Cake

Chiffon cake selalu istimewa di hati saya karena pertama kalinya saya belajar membuat kue dengan menggunakan oven adalah dengan chiffon cake. Saat itu saya baru membeli oven dan langsung semangat sekali ingin segera membuat kue. Pas sekali oven Signora yang saya beli menyertakan buku resep dalam paketnya. Setelah membaca semua resep kue dalam buku resep tersebut, saya pun memutuskan untuk mencoba membuat Pandan Chiffon Cake karena bahan dan cara pembuatannya adalah yang paling sederhana menurut saya. Resep itupun langsung saya eksekusi.

Hasilnya enak, namun teksturnya ternyata masih salah.

Kuenya memang tidak bantat, malah mengembang dengan bagus. Bolehlah saya bangga karena meski saat itu saya masih belum paham dengan istilah yang lekat dengan chiffon cake semacam stiff peak dan di buku resepnya pun hanya memberikan informasi bahwa putih telur harus dikocok sampai kaku, tapi saya sudah langsung berhasil membuat putih telurnya sampai pada tahap stiff peak itu. Saya memang tidak pernah belajar membuat kue sebelumnya, tetapi sewaktu masih tinggal bersama orangtua, saya sering memperhatikan mama saya ketika sedang membuat kue sehingga saya pun menjadi tahu bagaimana bentuk putih telur yang dikocok sampai kaku itu.

Chiffon cake perdana yang saya buat saat itu masih salah pada teksturnya karena saat itu saya terlalu takut kuenya kematangan (maklum, oven juga masih baru kan ya, jadi belum benar-benar kenalan…heheheh….), maka kuenya pun sudah langsung saya keluarkan dari dalam oven meskipun pinggirannya belum benar-benar cokelat dan kering. Syukurlah rasanya tetap enak dengan kelembutan yang sangat pas. Suami dan si abang amat suka dengan chiffon bikinan saya itu, mereka juga sangat senang karena akhirnya ada juga wangi semerbak dari kue yang sedang dipanggang di dalam rumah. Pengalaman pertama membuat kue itu pun menjadi sangat berkesan untuk saya dan karena chiffon cake adalah kue pertama yang saya buat, maka sejak saat itu chiffon cake menempati posisi yang istimewa di hati saya.

Istimewa dalam artian, setiap ingin membuat kue yang gampang, ya pikirannya langsung ke chiffon cake ini 😆.

Sebenarnya tidak hanya karena kemudahannya saja yang membuat saya suka membuat chiffon cake ini, namun juga sensasi yang saya rasakan ketika sedang nge-bake chiffon cake itu yang tak terkira. Mulai dari aromanya yang semerbak memenuhi isi rumah ketika chiffon sedang dipanggang, hingga rasa bahagia melihat suami dan anak yang bolak-balik ke meja makan untuk menyomot si chiffon sampai-sampai dalam sekejap saja satu loyang itu bisa segera ludes. Errr…. sebenarnya tidak hanya mereka sih yang bolak-balik ke meja makan demi si chiffon ini, tapi saya juga…hehehehe…. Ya soalnya sudahlah rasanya enak, teksturnya empuk dan lembut, kalorinya pun lebih sedikit dibanding jenis kue lain karena tidak menggunakan margarin ataupun butter.

Nah, sekarang saya ingin membagikan resep chiffon cake di sini. Tapi kali ini bukan resep chiffon pandan yang biasanya saya buat yang hendak saya bagikan, melainkan Orange Chiffon Cake yang rasanya nyam…nyam….luar biasa enak. Benar lho, sekali saja mencoba membuat ini, pasti akan nagih untuk bikin lagi dan lagi 😉.

Orange Chiffon Cake

Peralatan yang Dibutuhkan:

  1. Loyang chiffon ukuran diameter 23 cm
  2. Mixer
  3. Alat-alat pengaduk (sutil, sendok, dan sebagainya)
  4. Alat-alat pengukur (timbangan, cangkir ukuran, sendok ukuran)
  5. Mangkuk adonan
  6. Oven

Bahan-Bahan:

  • 7 btr telur (pisahkan antara kuning dan putihnya)
  • 50 gr (1/4 cangkir) + 130 gr (3/4 cangkir) gula pasir
  • 60 ml orange juice (saya pakai Sunkist Navel)
  • 2 sdm kulit orange yang diparut (pastikan hanya memarut bagian luar kulit jeruknya saja)
  • 60 ml minyak sayur
  • 110 gr  (1/2 cangkir + 1/3 cangkir) tepung terigu (diayak)
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt cream of tartar

Cara Pembuatan:

Pertama, untuk persiapan, panaskan oven pada suhu 160 derajat celcius api atas bawah.

Kedua, buat adonan kuning telur. Pada mangkuk ukuran besar, kocok kuning telur dan 50 gram gula pasir dengan menggunakan mixer pada kecepatan sedang hingga mengental. Masukkan minyak sayur disusul orange juice dan kulit orange parut. Aduk rata. Masukkan tepung terigu dan garam, aduk asal adonan tercampur rata sambil pinggiran mangkuk dikikis agar semua adonan tercampur.

Ketiga, buat adonan putih telur. Pada mangkuk besar yang lain, kocok putih telur bersama cream of tartar hingga berbusa dengan menggunakan mixer pada kecepatan tinggi. Masukkan 130 gr gula pasir secara bertahap, kocok sampai tahap stiff peak.

Keempat, campurkan adonan putih dan kuning telur. Tuangkan kurang lebih 1/4 adonan putih telur ke adonan kuning telur, aduk dengan teknik aduk balik menggunakan spatula hingga adonan tercampur rata. Tuangkan lagi sebagian adonan putih telur yang tersisa, aduk balik lagi hingga adonan tercampur rata. Terakhir tuangkan seluruh sisa adonan putih telur lalu aduk balik sampai rata.

Kelima, tuangkan adonan ke dalam loyang chiffon, panggang dengan api bawah selama kurang lebih 45 menit dilanjutkan api atas bawah selama kurang lebih 10 menit. Chiffon harus dipanggang hingga permukaan terlihat berwarna cokelat dan agak sedikit pecah. Lakukan tes tusuk untuk memastikan cake sudah matang hingga ke bagian dalam.

Keenam, setelah cake matang, keluarkan dari oven dan langsung letakkan dalam posisi terbalik (bersama loyangnya). Biarkan hingga cake sudah benar-benar dingin, lalu keluarkan dari loyang.

Ketujuhhidangkan Orange Chiffon Cake dan jangan lupa menyisihkan cake untuk diri sendiri sebelum dihabiskan oleh yang lain 😁.

Begitulah resepnya, mudah sekali bukan?

Membuat chiffon cake itu memang tidak begitu sulit. But some people say that it’s actually tricky. Dalam istilah orang Indonesia, kita menyebutnya gampang-gampang susah. Meski gampang namun bukan berarti bisa langsung berhasil juga. Nah, karenanya berikut ada beberapa tips yang ingin saya bagikan di sini. Semoga bisa berguna bagi yang ingin mencoba membuat chiffon cake.

Tips Membuat Chiffon Cake

Tips penting soal chiffon adalah bahwa keberhasilan chiffon cake amat sangat bergantung pada adonan putih telur (meringue) yang harus mencapai tahap stiff peak. Tidak boleh kurang kocok, tidak juga boleh lebih kocok. Tahap stiff peak adalah tahap di mana adonan putih telur menjadi sangat kaku yang salah satu tandanya adalah jika pengaduk dibalik maka ujung adonan pada pengaduk akan tampak sangat lancip (tanpa melengkung) seperti ini.

Selain itu, jika dites dengan membalikkan loyang di atas kepala, maka tidak akan ada cairan yang menetes ke atas kepala kita 😆.

Adonan yang kurang kocok (under beaten) ditandai dengan ujung adonan pada pengaduk yang tidak lancip melainkan melengkung.

Adonan yang lebih kocok (overbeaten) ditandai dengan adonan yang terlihat melembut dan pada dasar adonan mulai keluar cairan. Jika sudah begini, maka bisa disiasati dengan menambahkan gula lalu dikocok lagi meski dengan risiko bisa membuat cake menjadi kemanisan.

Jika adonan putih telurnya sempurna, maka seperti yang terlihat pada resep di atas, tanpa menggunakan baking powder pun, cake akan tetap mengembang dengan sempurna. Meski begitu, jika ingin cake lebih mengembang dan tinggi maka bisa tambahkan 1 – 2 sdt baking powder yang diayak bersama tepung terigu.

Bagaimana membuat meringue yang sempurna?

Untuk membuat meringue atau adonan putih telur mencapai tahap stiff peak yang sempurna untuk chiffon cake, maka berikut beberapa tips dari saya.

  1. Gunakan putih telur yang dingin. Biasanya saya setelah memisahkan antara putih dan kuning telur, bagian putih telurnya saya masukkan ke kulkas dan baru dikeluarkan ketika sudah akan dikocok. Putih telur yang dingin akan lebih mudah mencapai tahap stiff peak (sekalipun tanpa menggunakan cream of tartar, sehingga komponen cream of tartar ini sebenarnya adalah opsional bila menggunakan putih telur yang dingin) dan akan tetap cukup kuat membantu cake mengembang dengan baik ketika sedang dipanggang.
  2. Gunakan loyang berbahan metal untuk mengaduk putih telur. Putih telur lebih mudah bereaksi pada bahan metal dibanding plastik.
  3. Gula harus dimasukkan secara bertahap ke dalam adonan agar adonan menjadi sempurna.
  4. Jangan mengocok putih telur lebih dulu daripada adonan kuning telurnya, karena sesempurna apapun adonan putih telur tetap saja akan mencair jika dibiarkan terlalu lama.
  5. Panaskan oven sebelum mengocok adonan putih telur, agar begitu adonan tercampur dan siap dipanggang, oven pun sudah siap sehingga adonan bisa langsung dimasukkan ke dalam oven.

Seperti apa chiffon cake yang matang sempurna?

Sementara untuk tingkat kematangannya sendiri ada beberapa hal yang bisa saya bagikan.

  1. Chiffon harus dipanggang sampai seluruh sisinya berwarna cokelat dan bagian atasnya terlihat agak pecah. Jika cake yang sudah dikeluarkan dari oven belum berwarna cokelat dan sangat mudah dikeluarkan dari dalam loyang, itu sudah pasti cakenya kurang matang. Masukkan lagi ke dalam oven, lalu pangganglah kembali hingga bagian atas cake berwarna cokelat.
  2. Jika cake sudah berwarna cokelat namun begitu dikeluarkan dari oven sudah langsung bisa langsung dikeluarkan dari cetakan, itu berarti ada yang salah pada resepnya terutama pada rasio penggunaan cairan. Jika cairan dalam adonan terlalu banyak, maka cake akan menjadi terlalu berat. Ketika dibalik, cake akan tertarik oleh berat cairannya sendiri dan ketika sudah keluar dari cetakan cake akan menyusut bahkan hancur.
  3. Jika bagian sisinya agak hancur, kemungkinan putih telurnya terlalu lama dikocok (overbeaten).
  4. Jika bagian atas cake setelah dibalik terlihat agak cekung, itu berarti suhu oven terlalu tinggi. Suhu oven yang terlalu tinggi menyebabkan cake mengembang amat tinggi namun ketika didinginkan langsung menyusut bahkan menjadi cekung. Jika hal yang seperti ini terjadi, maka di lain waktu memanggang chiffon, cobalah untuk menurunkan sedikit suhu oven. Masing-masing oven kondisinya berbeda dan mungkin unik (seperti yang punya..hehehe….) jadi harus disesuaikan sendiri.
  5. Jika suhu oven terlalu rendah, cake akan sukar mengembang dan akan kekurangan udara (alias bakal jadi bantat nantinya 😁 ).
  6. Jika temperatur oven tidak stabil, cake tidak akan mengembang sempurna dan bahkan akan menyusut.
  7. Setelah dikeluarkan dari oven, cake jangan dikeluarkan dulu dari dalam loyang melainkan harus didinginkan bersama loyang dalam posisi terbalik. Inilah sebabnya mengapa loyang chiffon didesain memiliki ‘kaki-kaki’ yang berguna ketika proses pendinginan dengan cara dibalik ini. Jika tidak segera dibalik, maka cake yang baru dikeluarkan dari oven (yang mana saat itu cake masih berada dalam kondisi tidak stabil) akan menyusut atau turun oleh karena berat cake itu sendiri (lagi-lagi jadi bantat).
  8. Adalah normal jika cake agak turun ketinggiannya setelah didinginkan. Namun, jika tingginya turun hingga setengahnya, maka kemungkinan putih telur tidak dikocok dengan benar.

Bagaimana menentukan loyang chiffon yang akan digunakan?

Menentukan ukuran loyang chiffon yang akan digunakan dapat dilihat dari berapa banyak telur yang digunakan dalam resep. Secara umum, panduannya adalah seperti ini.

Resep 1 telur: loyang diameter 14 cm

Resep 2 telur: loyang diameter 17 cm

Resep 4 telur: loyang diameter 21 cm

Resep 6 telur: loyang diameter 22 cm

Resep 7 telur: loyang diameter 23 cm

Resep 8 telur: loyang diameter 25 cm

Panduan di atas bukanlah saklek harus seperti itu ya, jadi hanya kira-kira saja. Saya sendiri masih menggunakan loyang ukuran diameter 25 cm untuk resep 6 telur. Hasilnya masih tetap  bagus-bagus saja sih….hehehehe….

Yang paling penting, loyangnya bukan yang anti lengket. Selain itu, loyang jangan diolesi margarine atau ditaburi tepung atau dialasi apapun karena cake butuh ‘pegangan’ di loyang saat mengembang agar tidak hancur.

Untuk bentuk loyang sendiri, memang bisa menggunakan loyang apa saja, asal bukan yang anti lengket. Namun membuat chiffon tanpa lubang di tengah kok rasanya seperti bukan chiffon ya? 😁.

Begitulah, membuat chiffon cake ini memang tricky, tapi sekali kita bisa dapat feel-nya, maka seterusnya tidak akan kesulitan lagi membuat cake ini. Kalaupun tidak sempurna, namun yang terpenting adalah hasilnya enak, teksturnya empuk, matang sempurna, dan bisa dinikmati oleh keluarga. Bagi saya sih yang seperti itu saja pun sudah termasuk kriteria berhasil.

Semoga apa yang saya tulis di sini berguna yaaa…. Dan jika pembaca yang sudah mencoba resep serta tips saya, ditunggu komentar dan tanggapannya 😘.

Iklan

16 respons untuk ‘Resep Orange Chiffon Cake dan Beberapa Tips Tentang Chiffon Cake

Add yours

  1. Ini kue favoritku, sensasinya saat lembut menggigitnya, hmmmm.. Paling suka yg rasa keju dan orange.
    kapan2 pengen nyoba ah, TFS ya mbak 🙂

    Setelah dikeluarkan dari oven, cake harus langsung didinginkan dengan cara dibalik. –>ini maksudnya dikeluarkan dari loyang atau gmna ?

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: