Istana Panda, Destinasi Wajib di Taman Safari Indonesia

Sesuai janji di tulisan sebelumnya, sekarang saya mau bercerita tentang Istana Panda dan kenapa tempat ini wajib sekali dikunjungi pemirsa yang berencana untuk jalan-jalan ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua Bogor.

Aslinya, kami sekeluarga sebenarnya tuh tidak tahu kalau di TSI sekarang ini sudah ada Istana Panda. Saking ya kami merasa bahwa kami sudah tahu di dalam TSI itu ada apa saja, maka kami pun tidak terpikir untuk mencari tahu lebih dulu fasilitas apa saja yang sekarang ini tersedia di TSI. Makanya tak heran memang kalau kami baru tahu tentang Istana Panda ketika sedang check in di Safari Resort. Jadi kurang lebih mirip lah ya dengan si buggy journey yang informasi keberadaannya baru kami ketahui setelah sudah tiba di sini. Anak saya yang kecil yang paling bersemangat ketika mengetahui tentang Istana Panda ini, karena memang panda adalah salah satu hewan yang paling suka dia tonton di video-video. Saking semangat dan bahagianya anak saya karena sebentar lagi akan melihat panda secara langsung, sampai-sampai dari sejak pagi ketika selesai sarapan, dia langsung minta dibelikan oleh-oleh boneka panda TSI 😁.

Boneka Panda, oleh-oleh dari TSI yang menemani perjalanan kami hari itu
Memberanikan diri memunculkan kembali foto kami di sini. Semoga dengan model watermark yang baru ini akan membantu menghalangi niat tidak baik mengambil secara tidak bertanggung jawab foto-foto dari blog ini 🙏

Karena melihat betapa bersemangatnya anak kami yang kecil untuk segera melihat panda secara langsung, maka Istana Panda pun kami putuskan menjadi destinasi pertama kami ketika menjelajahi Taman Safari Indonesia dengan buggy car.

Istana Panda di Taman Safari Indonesia Bogor terletak di dataran tertinggi yang dimiliki oleh taman ini. Lokasinya bahkan lebih tinggi dibanding lokasi Air Terjun Curug Jaksa. Karena itulah, untuk menuju istana merah berarsitektur khas China ini, pengunjung harus menggunakan shuttle bus yang memang disiapkan khusus dari dan ke Istana Panda. Naik shuttle bus ini tidak perlu bayar lagi ya, karena tiket masuk TSI sudah mencakup kunjungan ke Istana Panda. Shuttle bus ini terdiri dari beberapa baris tempat duduk di mana setiap baris memiliki pintu tersendiri. Karena itu, jika berkunjung bersama keluarga dan ingin duduk sebaris bersama, maka pastikan untuk masuk dari pintu yang sama ke dalam bus. Jika masuk dari pintu yang berbeda maka akan mendapatkan baris tempat duduk yang berbeda pula. Pengalaman kami kemarin, ketika mas Luthfi yang adalah pemandu buggy journey kami kemarin membantu kami untuk masuk ke shuttle bus dan membukakan pintu untuk kami, ada seorang bapak yang membawa anak kecil yang menyelonong di depan kami dan langsung duduk di barisan kami. Yah buat kami tak mengapa sih, karena kami sekeluarga masih tetap bisa duduk sebaris, bapak bersama anak itu saja yang kemudian jadi terpisah duduknya dengan istri dan anaknya yang lain yang ternyata masuk dari pintu pada baris tepat di depan kami 😅.

Jalur menuju Istana Panda menanjak dan berkelok-kelok, sehingga perjalanan dari dan ke Istana Panda dengan shuttle bus ini kemudian menjadi pengalaman seru tersendiri. Kondisi di dalam shuttle bus kurang lebih seperti dalam foto-foto di bawah ini.

Jalanan yang berkelok menuju Istana Panda

Dan begitu tiba di Istana Panda, kami langsung terkagum-kagum dengan keindahan arsitekturnya yang dibuat mirip dengan Jade Palace di Kung Fu Panda. Sayang sekali saya kelupaan mengambil foto dari depan istana ini….huhuhuhu…. Selain arsitektur istananya yang indah, pemandangan gunung Pangrango yang mengelilingi istana ini juga sangat memanjakan mata.

Begitu tiba, kami langsung diantarkan oleh mas Luthfi ke lantai atas istana ini, di mana dari situ pengunjung bisa menikmati tingkah laku menggemaskan sepasang giant panda yang sedang bersantai di area bermain mereka.

Perbandingan ukuran tinggi giant panda, beruang lainnya, dan anak saya yang besar 😁

Giant panda yang tinggal di istana ini memang adalah sepasang. Yang jantan bernama Cai Tao dan yang betina bernama Hu Chun. Masing-masing mereka memiliki ruang bermain outdoor yang terpisah. Cai Tao di area outdoor bawah, sementara Hu Chun di area outdoor atas. Meski sangat menggemaskan, namun hewan berjenis giant panda adalah termasuk hewan yang dapat menyerang manusia bila terprovokasi. Karena itulah, untuk keamanan maka setiap area yang menjadi lokasi Cai Tao dan Hu Chun tinggal dan bermain diberi dinding kaca, sehingga pengunjung hanya bisa menikmati kelucuan mereka namun tidak bisa berinteraksi langsung dengan mereka.

Kedua giant panda Cai Tao dan Hu Chun ini didatangkan langsung dari negeri Tiongkok. Dari video yang kami tonton, mereka didatangkan pada tahun 2017. Proses membawa mereka langsung dari Tiongkok dengan pesawat Garuda yang sepertinya disewa khusus, hingga proses penyambutan mereka di Taman Safari Indonesia ini berlangsung luar biasa megah. Kami juga mendapat informasi, bahwa bambu yang menjadi makanan mereka sehari-hari, turut didatangkan dari China dan kemudian ditanam di area TSI. Semoga ya, mereka berdua sehat selalu dan segera beranak pinak agar semakin banyak panda-panda lucu yang berlarian di Istana Panda ini.

Ketika kami datang, Cai Tao sedang asik bersantai di bawah matahari sambil mengunyah bambu. Sesekali Cai Tao berguling dan berpindah tempat, naik ke batang pohon di mana di situ dia bisa tidur-tiduran dengan gaya yang sangat menggemaskan.

Foto bersama Cai Tao, jadi kenang-kenangan yang indah untuk kami 💖

Sayang, berbeda dengan Cai Tao yang sedang bersantai sambil bermain, Hu Chun justru sedang benar-benar malas-malasan. Selama kami di situ, Hu Chun sedang tertidur sangat pulas 😅.

Selain menikmati tingkah lucu menggemaskan giant panda Cai Tao dan Hu Chun, di Istana Panda ini kita juga bisa bertemu bahkan memberi makan jenis panda yang lain, yaitu red panda yang bernama Mei Mei dan Yan Yan. Sebagai penyuka panda, maka tentu anak saya yang kecil tidak mau ketinggalan memberi makan panda merah yang lucu dan jinak ini.

Sungguh menggemaskan, bukan, panda merah di TSI ini? 😍

Karena kami tiba di Istana Panda tidak terlalu jauh dari jam makan siang, kami pun memutuskan untuk menghilangkan lapar di restoran yang tersedia di situ. Istana Panda menyediakan food court yang menawarkan berbagai jenis aneka masakan. Mulai dari masakan khas lokal Indonesia, chinese food, sampai european food. Istimewanya, di area makan food court ini, terdapat juga area VIP yang berbatasan langsung dengan area bermain Cai Tao, di mana karena dinding pembatasnya adalah dari kaca, maka pengunjung yang memilih untuk makan di area VIP ini dapat menikmati sajian sambil ditemani tingkah lucu nan menggemaskan si Cai Tao 😍.

Pembelian makanan di food court Istana Panda dilakukan dengan sistem kartu prabayar. Nah, untuk menikmati makan di area VIP, pengunjung harus mengisi kartu tersebut dengan nominal minimal lima ratus ribu rupiah untuk empat orang dan minimal satu juta rupiah untuk delapan orang. Bagi kami, jumlah tersebut tergolong masuk akal, karena untuk kami berempat justru sudah pasti akan lebih dari lima ratus ribu. Karena itulah tanpa berpikir panjang, kami langsung meminta akses ke area makan VIP. Bukannya apa-apa sih, tapi jarang-jarang kan bisa makan ditemani giant panda?

Can you spot Cai Tao sleeping on the tree at the back?

Selesai mengisi perut dengan sajian yang cukup mengenyangkan meski dengan rasa yang tidak begitu istimewa, kami masih sempat berjalan-jalan di area China Garden dan melihat-lihat toko souvenir di lantai dasar sebelum kembali menuju shuttle bus yang siap mengantar kami kembali ke bawah untuk melanjutkan jalan-jalan kami di Taman Safari ini.

Puji Tuhan, bersyukur sekali rasanya bisa jalan-jalan ke Taman Safari dan mengunjungi Istana Panda ini. Anak-anak dan kami juga merasa bahagia bisa melihat panda hidup secara langsung setelah selama ini kami hanya bisa melihat panda lewat layar kaca. Sehat-sehat selalu Cai Tao dan Hu Chun, bertemu lagi kapan-kapan yaaa…. Buat pemirsa, jangan lupa mengunjungi Istana Panda ini kalau main-main ke TSI karena di sini ada berbagai hal unik yang bisa dinikmati. Mulai dari perjalanan berkelok-kelok dengan shuttle bus, lalu tentu saja si panda hidup yang lucu menggemaskan tingkahnya, ‘Jade Palace’ dan China Garden yang cocok untuk berselfie ria, nongkrong di restoran sambil menikmati tingkah Cai Tao atau pemandangan gunung Pangrango yang memanjakan mata, serta tentu berbelanja souvenir serba panda…hehehehe…..

2 comments

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s