Dari Jendela Ini

Tidak lama lagi, jika Tuhan berkenan, maka kami sudah akan bisa pindah dari apartemen ini untuk menempati rumah yang baru. Puji Tuhan, hampir 6 bulan kami tinggal di apartemen berukuran 32 meter persegi ini dan sampai hari ini Tuhan tetap memberkati kami dengan kondisi yang baik serta penuh damai sejahtera.

Tinggal di apartemen memang terasa sangat berbeda dengan tinggal di rumah. Aktivitas di sini sangat terbatas. Anak-anak tidak bisa bebas bergerak, saya tidak bisa bebas masak, dan kami juga tidak bisa bebas keluar dari unit karena setiap mau keluar berarti kemungkinan besar akan bertemu orang lain di lift atau di lobi. Meski begitu, puji Tuhan dari sejak awal berada di sini, kami sama sekali tidak menemui kesulitan dalam beradaptasi. Hari demi hari bisa terjalani dengan sukacita. Sedikit pun, kami tidak pernah merasa ada yang kurang dengan keberadaan kami di sini.Β 

Kondisi di apartemen ini memang terbatas, namun selama berada di sini, kami telah menerima berkat yang tidak terbatas.

Di sini kami bisa bersama setiap hari. Di sini kami bisa punya waktu bersaat teduh yang lebih banyak dibanding sebelumnya karena kondisi yang terbatas membuat kami tidak disibukkan oleh banyak urusan. Di sini juga suami bisa tetap bekerja dengan baik, sering WFH, kadang WFO dan ketika dia WFO pun jarak antara apartemen dan kantornya yang terhitung sangat dekat membuat suami tidak perlu menghabiskan banyak waktu di perjalanan.Β  Di sini, meski dengan kondisi yang sangat terbatas, anak-anak tetap bisa bersekolah dengan sangat baik bahkan semua project mereka bisa mereka kerjakan dengan baik dan selalu bisa dikumpulkan jauh sebelum tenggat waktu.Β 

Jika mengingat semua yang kami jalani selama hampir 6 bulan terakhir, situasi-situasi yang, bila kondisinya berbeda maka akan membuat kami harus melakukan usaha penyesuaian diri, namun ternyata dalam kondisi ini bisa kami jalani begitu saja tanpa perlu ada usaha penyesuaian, rasanya benar-benar luar biasa. Penyertaan Tuhan dari hari lepas hari dalam kondisi yang di mata manusia tidak ideal ini, sungguh terasa sangat nyata.

Kondisi yang terbatas ini juga membuat kami belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami.

Tuhan memberikan kebersamaan, maka cukuplah itu.

Tuhan memberikan waktu untuk beribadah kepada-Nya, maka cukuplah itu.

Tuhan memberikan sukacita dalam menjalani hari demi hari yang serba tak pasti ini, maka cukuplah itu.

Tuhan memberikan kasih sayang antar anggota keluarga sehingga selalu ada damai sejahtera dalam ruangan berukuran 32 meter persegi ini, maka cukuplah itu.

Tuhan memberikan makanan, mencukupkan kebutuhan sehari-hari, serta menganugerahkan kesehatan, maka cukuplah itu.

Tuhan mengaruniakan penyertaan serta cinta kasih-Nya setiap hari, maka cukuplah itu.

Itulah sebabnya maka kami pun tidak terlalu ngotot ketika masih dalam usaha mencari rumah seperti yang kemarin-kemarin itu. Jika dihitung-hitung, entah sudah berapa banyak rumah yang kami survei, kami taksir, bahkan hampir deal. Tapi setiap kali langkah kami terhalang, kami sadar bahwa kehendak Tuhan bukan di situ, sehingga tak ada rasa kecewa apalagi khawatir saat rencana kami pupus. Pun ketika kami pernah ditipu dan mengalami kerugian secara materi, kami tidak kecewa, karena kami percaya Tuhan mengijinkan kami mengalami kerugian yang hanya sebesar itu untuk menghindarkan kami dari kerugian yang jauh lebih besar lagi. Puji Tuhan, kami terus diberikan keyakinan bahwa jika memang Tuhan berkenan kami memiliki rumah di sini, maka Tuhan akan menyediakannya. Namun jika tidak, maka itu berarti Tuhan punya rencana yang lain bagi keluarga kecil kami.

Manusia tidak mengerti masa depan ya kan, yang kita tahu hanyalah kebutuhan kita untuk saat ini, itupun terkadang kita tidak mengerti apa yang sebenarnya kita butuhkan. Tuhan lah satu-satunya Pribadi yang mengetahui masa depan kita dan yang paling mengerti apa yang kita butuhkan serta yang terbaik untuk kita sekarang ini maupun untuk masa depan. Karena itu sebenarnya sebagai manusia kita tidak punya pilihan lain selain memasrahkan hidup serta rencana kita dalam tangan-Nya.

Kondisi yang terbatas ini juga membuat kami semakin belajar mensyukuri apapun yang ada pada kami, termasuk hal-hal yang nampak sangat sederhana sekalipun. Mensyukuri tidak hanya sekedar di mulut saja, tapi rasa syukur yang datangnya dari dalam yang membuat hati terasa bahagia meskipun tidak ada kabar-kabar luar biasa yang didengar.

Salah satu hal sederhana yang mendatangkan sukacita itu adalah pemandangan di luar jendela yang sehari-hari kami dapatkan. Pemandangan yang membuat kami merasa beruntung sekali memiliki unit apartemen ini.

Senbenarnya sih tidak banyak ya pemandangan yang bisa kami dapatkan dari unit apartemen ini. Jika menoleh ke luar, maka hanya ada satu macam pemandangan yang kami dapatkan, yaitu pemandangan salah satu sisi kota Jakarta Selatan dengan gedung-gedung tingginya, jalanan dengan lalu lintas yang padat, serta jalan layang khusus jalur Transjakarta. Jika menoleh sedikit lebih ke bawah, maka akan terlihat salah satu plaza gedung apartemen ini yang dilengkapi dengan kolam renang.

Morning
Afternoon
Night
Flyover Transjakarta
The plaza and the pool
The plaza and the pool at night 😍. O ya, kolam renang ini hanya salah satu di antara 4 kolam renang yang tersedia di apartemen ini. Asik banget sebenarnya kalau lagi gak pandemi, anak-anak tinggal pilih mau berenang di kolam yang mana. Sayang, berhubung pandemi, maka semua kolam renang di sini ditutup untuk digunakan.

Pemandangan sehari-hari hanya itu saja, namun yang menyenangkannya adalah karena dari jendela ini, pemandangan yang sama itu bisa sangat bervariasi, tergantung kondisi hari serta cuaca.

Dari jendela yang sama, mengarah ke pemandangan yang sama, kami bisa menikmati berbagai variasi lukisan keindahan langit mulai dari terbitnya matahari hingga kerlap kerlip lampu yang menghiasi malam yang gelap.

Terkadang cuaca begitu cerah hingga pemandangan fajar bisa terlukis di langit dengan sangat jelas. Kadang matahari bisa terlihat sangat bulat, kadang juga hanya berupa semburat, dan tak jarang justru berpadu dengan awan gelap.

Begitu juga ketika malam menjelang, ada saat di mana purnama terlihat jelas, namun ada pula saat di mana pemandangan malam dari sini hanya dihiasi oleh lampu dari jalanan, kendaraan yang begitu banyaknya melintas, serta dari gedung-gedung yang menjulang sejauh mata memandang.

Terkadang langit diselimuti kabut, kadang dihiasi awan gelap diikuti turunnya hujan, namun ada juga hari di mana langit terlihat begitu gagah membentang dengan warna biru yang cerahnya bisa turut mencerahkan hati ini.

 

Begitu banyaknya variasi pemandangan yang bisa kami nikmati dari jendela ini. Dan masing-masing pemandangan itu, entahkah lagi cerah atau kelabu, semuanya memiliki keindahan tersendiri.

O ya, bicara soal langit biru, seperti yang terlihat di foto-foto di atas, serta yang saya saksikan sendiri setiap harinya, langit di Jakarta ini lumayan sering lho berwarna biru bersih. Entah apakah itu pengaruh dari #stayathome atau bagaimana, yang pasti sejak berada di sini di bulan Juni sampai sekarang, yang saya lihat yah begitu, langit Jakarta sering berwarna biru. Tahu persis, karena pemandangan kami sehari-hari ya langit…hehehehe….

Selain pemandangan yang contoh-contohnya sudah saya tampilkan di atas, masih ada lagi bonusan yang kami dapat, yaitu menyaksikan bagaimana wajah langit bisa berubah bahkan hanya dalam hitungan menit saja.

Cukup dua menit saja, perubahannya langsung drastis 😍.

Dan ada lagi pemirsa, bonus yang lebih besar lagi yang kami dapatkan, yaitu bisa menyaksikan serta membuktikan dengan mata kepala sendiri mengenai pergerakan semu matahari yang sudah saya pelajari di bangku sekolah sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Sudah belajar dan tahu soal gerak semu matahari itu, tapi yah selama ini hanya sekadar jadi pengetahuan saja, tidak pernah tertarik untuk mengamati dan memang belum punya kesempatan juga untuk benar-benar memperhatikan.

Barulah sejak berada di apartemen ini dan punya kebiasaan baru yaitu memperhatikan langit, teori tentang gerak semu matahari itu bisa kami lihat dan buktikan sendiri.

Buat pemirsa yang ingin ikut menyaksikan bersama-sama dengan kami, yuk mari simak satu per satu foto matahari terbit yang saya ambil dari sejak bulan September sampai bulan Desember 2020 di bawah ini.

Di pertengahan September, matahari terbit dari arah sebelah kiri unit apartemen kami sehingga berhubung terhalang oleh tower sebelah, maka saat itu kami hanya mendapatkan semburat cahayanya saja.
Awal Oktober, matahari bergerak semakin ke kanan (melewati Ekuinoks yang terjadi pada tanggal 22 September), sehingga bisa terlihat dengan jelas dari jendela kami ini
5 Oktober, posisi matahari terbit semakin bergeser ke arah kanan
7 Oktober, posisi matahari terbit hampir berada di belakang gedung Pakubuwono Signature
15 Oktober, posisi matahari terbit semakin bergeser ke kanan, melewati gedung Pakubuwono Signature

Masuk bulan November, posisi matahari terbit sudah jauh bergeser ke arah kanan

Matahari terbit di bulan Desember, semakin mendekati titik balik (solstice) yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember nanti

Dari gambar-gambar di atas terlihat kan ya, jika gedung-gedung di hadapan kami itu dijadikan patokan, maka jelas sekali posisi matahari terbit bergeser ke arah kanan alias menuju ke Selatan. Berdasarkan teori memang begitu, setelah mencapai ekuinoks pada tanggal 22 September, maka matahari akan terus bergerak ke arah Selatan hingga mencapai titik baliknya di tanggal 21 Desember. Setelah itu matahari akan bergerak balik ke arah Utara alias ke arah kiri dari hadapan kami. Ekuinoks akan terjadi lagi pada tanggal 20 Maret tahun depan dan setelah itu matahari akan terus bergerak ke arah Utara, mencapai titik baliknya lagi pada tanggal 21 Juni, kemudian kembali bergerak ke arah Selatan menuju ekuinoks di tanggal 22 September. Begitulah siklus pergerakan semu matahari yang terjadi akibat bumi berevelosi terhadap matahari dengan poros yang miring.

Dari siklus itu, maka bisa ketahuan kalau dari jendela unit apartemen ini, kami hanya bisa menikmati matahari terbit dari bulan September hingga Maret di tahun berikutnya. Ketika matahari bergerak ke arah Utara setelah ekuinoks di bulan Maret, maka pemandangan matahari terbit akan terhalang oleh gedung apartemen yang berada di sisi kiri kami. Inilah sebabnya mengapa saya pernah mengira kalau unit kami ini menghadap ke tenggara, karena tadinya waktu datang ke sini di bulan Juni sampai awal September, saya selalu melihat kalau matahari terbit dari arah sebelah kiri yang mana karena ada tower yang menghalangi, maka yang kami dapatkan hanyalah biasan cahayanya saja. Saya baru sadar ketika September hampir berakhir dan tenyata matahari terbit tepat di hadapan kami. Rupanya selama ini saya sudah salah menilai. Unit kami ini menghadap tepat ke arah Timur, itulah sebabnya ekuinoks terjadi tepat di hadapan kami πŸ˜….

Ah, rasanya bersyukur banget, beberapa bulan tinggal di sini, membuat kami bisa menyaksikan fenomena alam yang sebelum-sebelumnya tidak pernah kami perhatikan. Lebih istimewa lagi karena untuk menikmati berbagai keindahan itu, kami tak perlu pergi jauh-jauh. Cukup dengan duduk-duduk santai di kamar, maka berbagai lukisan langit yang indah akan terpampang di hadapan kami dari balik jendela ini 😍.

Oh ya, rencananya setelah pindah ke rumah, maka unit apartemen ini akan kami sewakan. Sempat terpikir untuk menjualnya saja, tapi setelah ditimbang-timbang, rasanya sayang juga bila dijual mengingat berbagai macam kelebihan apartemen ini. Pertama, lokasinya strategis banget. Kedua, pihak manajemennya cukup ok, terlihat dari pengelolaan serta perawatan gedung dan fasilitasnya yang selalu berjalan dengan sangat baik. Ketiga, apartemen ini sudah ramai, sehingga semua kebutuhan sehari-hari tersedia di sini, mulai dari minimarket yang isinya komplit (Indomaret dan Alfamart), coffe shop, kafe, restaurant, laundry, galon, gas, dan semua-muanya yang mana hampir semua bisa diantar ke unit (kecuali yang dari minimarket). Makanya selama di sini, untuk urusan makan, kami tinggal pilih mau makan apa dari resto mana, nanti tinggal di-chat, trus sudah duduk manis saja menunggu di unit, nanti makanannya diantarkan sama staf restonya. Nyamaannn…. Karena pertimbangan-pertimbangan itulah, maka kami memutuskan untuk belum menjualΒ  unit ini dulu. Mending dibuka untuk disewakan dulu lah, daripada harus dijual. Tapi yah, balik-balik lagi, yang mana lah yang sesuai dengan rencana Tuhan, kami ikut saja πŸ™‚.

Demikianlah pemirsa cerita saya soal pemandangan yang kami saksikan sehari-hari dari jendela apartemen kami. Sederhana memang pemandangan yang dilihat, namun puji Tuhan, yang seperti itu saja sudah lebih dari cukup membuat kami merasa bersyukur atas berkat TuhanΒ  melalui unit apartemen yang mungil ini.

Kalau teman-teman, pemandangan apa yang sehari-hari dilihat dari kediaman masing-masing?

17 respons untuk β€˜Dari Jendela Ini’

  1. Hari ini sempat buka email dari laptop dan penasaran ada postingan baru darimu jeng, suka lihat di status FB ngeh ternyata pindah ke jakarta ya selama pandemi ini. Wah satu pulau ini…beda wilayah aku dicikarang. Lah demen lihat photo photo view dari apartemennya sunrise dan pergerakan matahari. Kapan hari dari tempat les kinan ada main ke Science world entah apa gitu di gandaria city, kami sempat jemput dan main ke mall nya sisi sisi sebelahnya nampak banyak apartemen mungkin didaerah situ ya jeng. Kita memang tidak tahu rencana yang sudah tertulis dan dirancang untuk kita dan keluarga ya jeng, bersyukur dengan segala keadaan πŸ™‚
    Semoga lancar rencana kepindahaannya yah…btw kalo pemandangan rumahku dari balkon atas nampak atap, duhhh dan langit serta genteng tetangga kalo dari depan teras kebun semrawutku πŸ™‚

    1. Mama Kinaaaann!!! Masih ngeblog, kah??? Kangen lho, tuker2an cerita di blog bareng dirimu.

      Dirimu di Cikarang ya? Aku sempat survei sampe ke sana jugaaa…hahaha…gara2nya sekolah yg satu yayasan dgn sekolah anak2 sekarang jg ada di Cikarang. Sempat mau deal, tapi batal karena pertimbangan jarak Cikarang dengan kantor suami di Jaksel yg tll jauh πŸ˜….

      Mudah2an pandemi ini segera berlalu ya jeng, aku pengen lho ketemu sama dirimu 😘. Btw, Gancit itu mmg deket banget dari sini, makanya salah satu pemandangan dari jendela ini ya adalah Gancit itu 😁

  2. Wah…selalu ikut senang dan happy melihat campur tangan Tuhan dalam setiap kehidupan umatNya.
    Belajar bagaimana Kakak dan keluarga senantiasa bersyukur dalam segala hal dan terus mempercayai setiap rencana indah Allah dalam kehidupan Kakak dan keluarga.
    Tuhan memberkati

  3. Wah, thank you sharing foto-foto cantik dari apartemennya, Alissa πŸ™‚ Sebagai orang yang bercita-cita pengen tinggal di apartemen suatu hari nanti, jadi bikin tambah kepengen tinggal di apartemen deh habis baca ini πŸ™‚

  4. asik banget ya apartementnya ada resto segala. πŸ˜€
    jadi sekarang permanen di jakarta ya lis?
    32 m persegi emang pasti berasa kecil banget ya buat berempat apalagi dibanding rumah di palembang ya lis. gua juga masih inget pas pertama kali pindah ke LA kita nyewa apartemen seluas 37 m persegi, itu juga udah berasa banget kecilnya. hahaha.
    seneng ya abis ini pindah ke rumah baru! congrats ya buat rumah barunya! πŸ˜€

    1. Thanks Man!

      Iya Man, apartemen ini asik, fasilitasnya lengkap banget.

      Padahal dulu kalian masih bertiga dan Andrew jg masih kecil ya, apalagi kami ini yang udah berempat dan anak2 udah gede2. Memang berasanya kecil banget, syukurlah bisa betah2 aja sekian bulan di sini πŸ˜„.

    1. Betul, itu jg yang saya bayangkan. Kelak kalau sudah tinggal di rumah dan mungkin hanya sesekali saja ke apartemen ini lagi, pasti bakal kangen dengan pemandangan yang sehari2 didapat di sini, makanya sebisa mungkin hampir tiap hari didokumentasiin 😁

  5. Pemandangan premium dr kamar Abi di lantai 2 , adalah bisa melihat dinding bagian belakang rumah tetangga belakang. Krn itu tandanya kami punya halaman belakang. Yg mana di perumahan ini, yg sederet dgn tempat tinggal kamipun jarang yg punya halaman belakang … jd rumahnya dibangun full dr depan sampe belakang

    1. Punya halaman belakang tuh mmg luxury banget deh Tyk…wkwkwkwkw… Di rumah kami yg baru ini gak ada backyard, walaupun ada taman kecil di belakang. Tapi syukurlah, playground komplek pas di depan rumah, jadi anak2 tetep bisa punya halaman buat maen 😁

  6. wah senangnya sebentar lagi pindah rumah ya, kl banyak2 syukur, nikmatnya akan ditambah terus jeng lis, pemandangan sehari2 gak banyak tapi tetap banyak2 syukur karena kami masih diberikan sehat, alhamdulillah

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s