Bendi dan Kenangan Masa SMA

Gara-gara baca tulisan mbak Prih tentang Dinamika Kereta Kuda, saya jadi ikut-ikutan bernostalgia soal kereta kuda ini.

Di Manado, kereta kuda yang untuk menarik penumpang disebut Bendi. Kalo gak salah, di Jawa Timur juga sebutannya sama ya? Maaf kalo salah, saya memang suka salah mengingat, hehe… Bendi di Manado ya berupa kereta kuda biasa dengan dua roda dan ditarik oleh seekor kuda.

Dulu, jaman saya kecil, bendi masih bisa bersaing dengan angkutan kota yang udah pake mesin dan bensin. Di tengah kota Manado dan di sekitar rumah kami masih berkeliaran bendi-bendi ini, menawarkan jasa untuk mengantarkan penumpang dalam jarak dekat. Kalo lagi naik bendi ini dulu, saya suka berimajinasi sebagai seorang putri dari jaman Inggris kuno yang sedang mengendarai phaeton (kereta kuda mewah dengan empat roda). Imajinasi dulu itu rasanya sangat menyenangkan deh. Bikin saya lupa sama aroma di dalam bendi yang biasanya tidak enak gara-gara kotoran kudanya, hehehe….

Continue Reading…

When I Was Just A Highschool Girl….

Jam balik saya ke kantor setelah menghabiskan waktu makan siang di rumah selalu bertepatan dengan jam bubaran sekolah SMA Xaverius I Palembang yang lokasinya terletak di jalur yang saya lalui untuk ke kantor.

Pemandangan anak SMA yang berhamburan pulang dari sekolah menjadi sesuatu yang saya lihat setiap hari…

Ada rasa bahagia setiap melihat mereka…

Ada yang terlihat masih sangat polos. Ada pula yang gayanya bak artis sinetron.

Ada yang keliatan banget kutu buku-nya, tas sekolah terlihat penuh, sementara buku-buku tebal masih didekapnya di dada, gak ketinggalan tentu kaca mata tebal itu… Tapi ada juga yang kayaknya datang ke sekolah hanya sekedar hadir aja, tasnya terlihat ringan dan kosong, gayanya modis dan mantap, dan keliatannya lebih peduli pada jerawat sebiji daripada nilai raport yang merah… Ada juga yang kayaknya biasa-biasa aja…

Ada yang jalan kaki. Ada yang naek becak. Ada yang pake motor. Dan ada juga yang tanpa ragu memamerkan mobil mewah…yang tentu saja punya orang tuanya. Tapi buat anak SMA kayak mereka, gak peduli punya orang tua atau punya sendiri, yang penting bisa gaya2an bawa tebengan mewah ke sekolah 😀 😀

Ada yang kayaknya masih malu-malu. Tapi ada juga yang tanpa ragu jalan bareng pacarnya sambil bergandengan tangan..

Ada anak cowok yang keliatan masih pedekate sama temen ceweknya. Sambil jalan mereka ketawa-ketawa dengan aura malu-malu masih keliatan jelas..

Dasar…

Anak SMA..

Setiap melihat mereka, saya selalu teringat dengan masa SMA saya dulu. Lingkungannya gak begitu jauh beda, didominasi oleh warga keturunan chiness. Jalanan di sekeliling sekolah teduh oleh pepohonan. Hanya saja sekolah saya dulu bangunannya sudah lebih modern.

Dulu, waktu SMA…saya tidak termasuk kutu buku. Tapi bukan berarti gak peduli juga sama sekolah. Yah…seimbanglah…

Saya bukan termasuk very popular girl…tapi juga gak kuper…Yah…sedanglah…

I’m not the prettiest one…tapi syukur ada beberapa juga yang naksir sama saya…xixixi…

Masa SMA…

Lumayan special buat saya…

Di masa ini, untuk pertama kalinya saya kenal yang namanya pacaran. Waktu itu sama anak yang beda sekolahan. Cinta monyet. Orang tua saya marah waktu tau. Dan kami pun bubar *it was so difficult to say ‘yes’ to him…but it was so easy to say ‘good bye’ to him 😀 😀 maklum, cinta monyet 😀 😀*

Putus dari dia, kelas 3 SMA saya pacaran lagi. Kali ini sama anak temen mama yang sudah kuliah… Waktu itu saya nerima dia karena ada temen2 yang bilang kalo saya sebenarnya seneng banget sama ‘si pertama’, makanya gak pernah pacaran lagi…

Oh NO!!! Gengsi dunks!!! *anak SMA banget deh kalo kayak gini 😀 😀*

Karena pada dasarnya gak seneng, saya gak lama sama dia… Kami berakhir diiringi tangisan dan pertanyaan kenapa dari dia… Wakksss….rasanya waktu itu saya jahat banget…. Tapi yah, I just couldn’t lie my self 🙂

O yah, dulu waktu SMA saya juga punya gank. Banyak hal seru kami lakukan bersama: nginep bareng, nongkrong di café, nonton di 21, bikin pe-er dan project bareng, ngerjain guru, dan tentu….bolos bareng!!! *I hope my children will never do the last two things 😀 😀*

Well…where are you gals???? It’s such a long time I lost contact with all of u…

Masa SMA beserta petualangan serunya kemudian berakhir…

Saya masuk kuliah, bekerja di sini, menikah, dan kemudian punya anak…

Masa SMA itu sudah lama berlalu….sudah berakhir sejak 9 tahun yang lalu…

Dan, sekarang, jika saya punya kesempatan untuk bertemu lagi dengan saya yang dulu..di masa 9 – 12 tahun yang lalu..

Ada beberapa hal yang ingin saya katakan terhadap saya yang dulu itu..

Pertama, saya tak pernah menyesali apapun yang pernah ‘kamu’ alami dan lakukan di masa-masa itu… sekalipun ‘kamu’ dulu pernah berpikir bahwa ‘kamu’ sudah berbuat kesalahan yang tak dapat diperbaiki…dan akan ‘kamu’ sesali seumur hidupmu. Hello…!! Saya sampai sekarang belum tiba di seumur hidupmu *thanks GOD for it!!*, tapi bahkan sekarangpun tidak pernah saya sesali setiap detik yang dulu pernah ‘kamu’ alami! Dulu ‘kamu’ boleh merasa bahwa ‘kamu’ banyak melakukan kesalahan besar, tapi sebenarnya TIDAK. Di masa depan, ‘kamu’ justru sering menganggap lucu apa yang ‘kamu’ anggap kesalahan itu.

Kedua, pada akhirnya semua kekhawatiran yang ‘kamu’ miliki tidak pernah terwujud.

Masa depan untuk ‘kamu’ tidaklah suram, dan ‘kamu’ tidak berakhir menjadi jobless person yang seumur hidup bergantung pada orang tua.

‘Kamu’ tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh yang menjebloskan dirimu dalam kehancuran seperti yang selalu ‘kamu’ takutkan.

‘Kamu’ tidak memiliki mertua cerewet dan saudara ipar menyebalkan, sesuatu yang selalu menjadi momok bagimu tentang sebuah pernikahan.

‘Kamu’ tidak menjadi perawan tua seperti yang kamu takutkan setelah menyakiti hati para cowok itu.

‘Kamu’ tidak menikah dengan pria gendut tua dan jelek tapi berpunya atau dengan si ganteng yang tidak punya apa-apa seperti yang selalu ‘kamu’ bayangkan. ‘Kamu’ juga tidak memiliki pendamping hidup yang tidak bertanggung jawab, cuek, dan kasar.

‘Kamu’ bisa punya anak!!! 😀 😀

‘Kamu’ tidak berakhir menjadi ibu-ibu gendut dan tak terurus setelah melahirkan 😀

Ketiga, pada akhirnya apa yang ‘kamu’ dapatkan melebihi apa yang selama ini ‘kamu’ bayangkan.

‘Kamu’ tidak hanya bisa berhasil selesai kuliah, ‘kamu’ bahkan bisa lulus sebagai cumlauder, dan ‘kamu’ bisa menyandang predikat the best graduated student.

‘Kamu’ bisa membanggakan orang tua. Dan bahkan, ‘kamu’ bisa bangga melihat mereka yang masih tetap produktif setelah menyekolahkan ketiga anaknya sampai berhasil.

‘Kamu’ punya target di usia 30 harus sudah menikah, kenyataannya ‘kamu’ menikah di usia 25.

‘Kamu’ memiliki pendamping hidup yang mewakili semua kesempurnaan yang pernah ‘kamu’ impikan..

‘Kamu’ selalu membayangkan punya anak yang lucu dan pintar, pada akhirnya ‘kamu’ mendapatkan anak yang cerdas, tampan, ceria, lucu, dan memikat siapa saja.

‘Kamu’ selalu berpikir, kalau nanti sudah bekerja, bisa gak yah ‘kamu’ punya rumah dan mobil sendiri??? Sekarang, yah benar… ‘kamu’ sudah punya semua itu..dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama setelah ‘kamu’ bekerja.

Sekarang ‘kamu’ bisa menikmati kepuasan memakai stiletto dan outfit keren dengan dandanan cantik untuk ke kantor * kalo ini sih narcis judulnya 😀 😀*

‘Kamu’ menjalani hidup yang indah…lebih membahagiakan dan bersemangat daripada apa yang pernah ‘kamu’ bayangkan…

Dan yang paling penting, ‘kamu’ tetap berjalan dalam genggaman tangan Tuhan-mu…

Itulah yang ingin saya bilang…untuk menjawab harapan, ketakutan, dan kekhawatiran yang pernah ‘kamu’ miliki…

…………………………..

Masa SMA, masa yang indah, karena di masa itu, saya banyak menaruh harapan dan impian tentang masa depan…

Masa SMA, masa yang complicated, karena masa depan masih belum terlihat jelas sementara saya sendiri belum pasti ingin menjadi apa kelak…

Masa SMA…

Masa yang selalu menarik untuk saya kenang… Bukan untuk berbalik ke masa itu… Tapi untuk belajar banyak hal dari masa itu…