PATIN

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini.

Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

Ikan patin bermanfaat sebagai sumber penyediaan protein hewani.

Picture is taken from http://bayuputra.com/2010/04/20/budidaya-ikan-patin/

Setelah membaca komentar beberapa teman di tulisan sebelumnya, saya jadi ngerasa perlu nih untuk membahas tentang ikan namun yang lebih spesifik lagi yaitu tentang ikan patin!

Continue Reading…

Iklan

Today’s Special

Saya, memang tidak begitu sering menulis tentang resep masakan di sini. Saya juga agak jarang menampilkan foto-foto makanan lezat di sini.

Tapii…seperti yang saya tulis di sini, sesungguhnya saya sangat suka dan sangat pede memasak.

Dan sekarang, di mana saya hanya punya seorang asisten di rumah yaitu si suster, kondisi ini serasa benar-benar menjadi berkat untuk saya. Yupe, karena sekarang saya tak punya asisten untuk masak memasak, jadi saya bisa melakukan semuanya sendiri!

Hari ini, hari kesekian di mana saya bangun di saat matahari masih sangat mengantuk. Tanda-tanda terbukanya tabir fajar bahkan belum ada. Namun di rumah kami, aktivitas yang penuh semangat telah dimulai oleh saya.

Diawali dengan doa tentu, lalu beberes dan bersihin rumah, dan kemudian dilanjutkan dengan: memasak!!

Oh…masaknya pasti yang gampang-gampang. Sekedar bikin ikan goreng dan kangkung tumis kan??

Huh…merendahkan banget! :mrgreen:

Ini dia hasil masakan saya hari ini:

Continue Reading…

MPASI Untuk Bayi 1 Tahun

Sudah lama rasanya gak nulis tentang solid food buat Raja. Tulisan terakhir adalah tentang solid food for 9m old baby. Memang sengaja, sih. Kenapa? Karena setelah usianya lewat 9 bulan, pada dasarnya tak banyak yang berubah tentang menu makanan padat untuk Raja. Paling yah tekstur makanannya yang semakin ke sini semakin kasar dan padat di samping semakin banyak jenis sayuran dan lauk yang diberikan seiring semakin berkurangnya ‘pantangan’ buat Raja.

Setelah lewat satu tahun ini, jadwal makannya pun masih tetap sama, kurang lebih seperti berikut.

07.30 Sarapan
11.00 Makan siang
14.00 Cemilan buah
16.00 Makan sore

Untuk menu sarapannya, Raja lebih sering menikmati oatmeal yang dimasak bersama kaldu ayam. Oatmealnya gak pernah hanya polos saja. Pasti didampingi juga sama sayuran semacam tomat dan lauk yang berganti-gantian antara daging ayam dan telur rebus. Gak ketinggalan juga taburan keju parutnya. Nyam nyam deh. Puji Tuhan, biarpun menu sarapannya bisa dikatakan itu-itu saja, tapi Raja sejauh ini gak pernah bosan, soalnya Raja memang doyan banget sama oatmeal. Kalo lagi gak enak badan trus makannya jadi agak susah, biasanya oatmeal yang paling gampang diterimanya.

Saat memasakkan oatmeal untuk Raja, biasanya kami beri tambahan 1 sendok teh tepung kacang hijau atau kacang kedelai. Ini awalnya bisa-bisanya si suster aja yang maksudnya supaya oatmealnya jadi kental alias gak cair. Eh, ternyata, memang terbukti enak, lho! Dan gak hanya enaknya saja, tumbuhan kacang-kacangan seperti kacang hijau memiliki seribu manfaat untuk kesehatan salah satunya adalah meningkatkan nafsu makan anak!! *Pengen tau lengkapnya?? klik aja di sini*

O ya, kalo soal telur, karena sudah berusia 1 tahun lebih, Raja sudah mulai diperkenalkan dengan putih telur dan puji Tuhan, sampe sekarang he had no any allergic to the egg white.

Kalo untuk makan siang dan makan sore, ya menu utamanya apalagi kalau bukan nasi. Untuk nasi ini saya pilih beras putih organik. Untuk sayurannya jelas sudah beraneka ragam: brokoli, bayam, caisim, wortel, labu siam, kembang kol, kangkung, oyong, buncis, etc. Begitu juga dengan lauknya, tinggal pilih dari aneka macam ikan (biasanya salmon atau tuna atau belut, kadang juga dikasih kakap atau gindara) atau daging sapi atau udang. Lauknya juga sering ditambah sama tempe atau tofu.

Untuk pengolahannya, sampe sekarang kami masih memanfaatkan slow cooker terutama untuk membuat nasinya. Untuk sayur dan lauk, kadang dicampur langsung dalam slow cooker, kadang diolah tersendiri. Yah, tergantung lah pengen ngasih menu apa untuk Raja.

Sebenarnya Raja sudah bisa makan nasi biasa seperti yang kita makan. Tapi kalo dikasih nasi kayak gitu nanti makannya jadi lama. Makanya, supaya aman, damai, dan sejahtera, mending Raja kami kasih nasi lembek saja. Kadang kalo kami lagi makan, kami juga nyuapin Raja, selain karena ni anak yang minta juga supaya terus melatih kemampuan mengunyahnya. Karena nyuap-nyuapin inilah kami kemudian tau kalo ternyata Raja doyan sama nasi goreng!!

Nah, karena Raja sudah setahun lewat, maka Raja sudah mulai dikenalin sama bumbu penyedap seperti garam, gula, dan merica, juga paprika aneka warna. Biasanya sih kalo bikin cah sayuran selalu saja ditemenin sama paprika aneka warna supaya warna sayurnya jadi tambah cuantik 😀

Setiap hari, Raja juga kami wajibkan untuk makan buah. Puji Tuhan, dengan kebiasaannya makan buah ini, Raja belum pernah mengalami yang namanya konstipasi. Mudah-mudahan gak pernah ngalamin masalah dengan pencernaan ya nak….

O ya, di usia segini, Raja udah mulai makan berbagai bentuk cemilan. Mulai dari yang ditujukan untuk batita semisal biskuit sampe ke cemilan orang dewasa kayak es krim, cokelat batangan, roti, pisang goreng, ubi goreng, dan bahkan kemplang panggang yang keras itu, he he. Tapi gigi dan gusi Raja are quite strong to chew those kemplang 😀

Sengaja sih memang memperkenalkan Raja dengan makanan dewasa, karena bagaimanapun juga Raja perlu untuk itu. Pencernaannya perlu dilatih untuk makan makanan yang rada aneh, supaya terlatih dan gak kaget nantinya *ni gara-gara duluuu banget nonton Up Town Girl, saya jadi ngerasa memang perlu untuk anak makan makanan yang proses pembuatannya tidak sehati-hati seperti biasanya 😀 * O ya, karena Raja bahkan sudah bisa makan kemplang panggang, kami jadi tidak perlu khawatir dengan kemampuan mengunyahnya 🙂

Tapi ya tetep, sekalipun udah bisa makan yang begitu-begituan, tetap saja kami tidak mengijinkan Raja jajan sembarangan, apalagi makan snack yang isinya cuma MSG doang, wah kalo itu absolutely positively haram judulnya. Raja boleh jajan asalkan yang lumayan bergizi. Cokelat dan es krim, jelas oke, selama gak kebanyakan karena gulanya bisa merusak gigi dan kelebihan gula juga gak baik untuk tubuh. Roti juga baik. Begitu juga dengan kemplang, karena terbuat dari ikan tenggiri, so, we can say that it’s pretty nutritive dong, he he..

Mmm..apalagi ya?

O ya, tentang susunya.

Sekarang, selain minum ASIP, Raja juga minum susu UHT. Sehari biasanya 1 kotak. Lumayanlah, dengan susu UHT ini, saya jadi lumayan santai dalam menyediakan ASIP. Gak perlu terlalu kejar-kejaran lagi kayak dulu, he he.. Kenapa pilih UHT? Ya, karena manfaat dan kelebihannya. Intinya ya, susu UHT lebih baik dalam mempertahankan kandungan gizi susu sapi dibanding jenis *alias bentuk* susu lainnya.

Selain makanan, buah, dan susu, tambahan lainnya yang kami beri untuk Raja adalah olive oil. Biasanya di menu makan sorenya kami beri 1 sendok teh extra virgin olive oil. Maksudnya sih untuk kesehatan saja. Ada juga yang bilang, olive oil ini bisa membantu dalam peningkatan berat badan, but well, that’s not the point. Yang penting, sehatnya saja.

Gak hanya buat anak, lho, buat emaknya juga olive oil ini bagus banget. Saya sendiri rutin minum 1 sendok teh sehari *ni bisa mencegah kanker payudara lhooo* dan sebelum bobo malam saya mengoleskan olive oil ke wajah *didiamkan selama 10 menit, setelah itu bilas sampe bersih*, hasilnya kulit wajah terasa lebih segar, kencang, cerah, dan berseri… Lho…lho…. ini kok malah ngomongin kecantikan????? 😀 😀

Ok, back to the topic.

Selain olive oil, Raja juga mengkonsumsi vitamin sehari 1 sendok teh. Ni maksudnya bukan apa-apa, bukan supaya pinter, sekalipun vitaminnya mengandung cod liver oil. Tapi lebih kepada suplemen saja terutama untuk daya tahan tubuhnya. Secara nih, sebaik apapun kita mengolah makanan, tetep aja ada kemungkinan loss of nutrition kan? Lagian, kelebihan vitamin dalam tubuh tetap akan keluar melalui urine dan keringat kan? So, it’s safe dong, he he…

Yah, itu sih tinggal tergantung pilihan dan keyakinan saja. Saya yakin, ada banyak ibu yang tidak setuju dengan pemberian tambahan suplemen vitamin ini. Tapi kalo saya sih, setuju-setuju saja, dan puji Tuhan, manfaatnya memang terasa..

Yah, begitulah kira-kira menu makanan padat Raja setelah lewat setahun ini. Satu hal yang amat sangat kami syukuri adalah karena Raja hampir tidak pernah mengalami masalah dengan makan. Kalo cuma karena mo tumbuh gigi sih, itu gak akan mengganggu selera makannya. Raja bukan hanya tidak susah makan, tapi tergolong anak yang jago makan. Puji Tuhan banget rasanya, karena sekalipun waktu kecil dulu saya paling susah kalo disuruh makan, ternyata setelah punya anak, Tuhan malah kasih anak yang doyan makan kayak Raja 😀

Yang pinter terus makannya ya sayang… Dalam nama Tuhan Yesus, supaya Raja selalu sehat, tambah pinter, berat dan tinggi badan juga nambah dengan baik..

Ssst…beberapa waktu lalu sewaktu jalan-jalan bareng Raja keliling komplek, ada percakapan dengan seorang ibu yang bikin saya melambung:

N (Neighbour) : Berapa tahun anaknya, mbak?

M (Me) : 14 bulan, mbak.. *waktu itu usia Raja mmg belom genap 15 bulan*

N : Wah, gede ya anaknya..padahal mamanya mungil!

M : *tersenyum muaniiessszzzz*

Wkwkwkwkwk…

Ayo, coba tebak, bagian mananya yang bikin hati saya melambung??????