Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Iklan

Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera :D
Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera 😀

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini 😀 . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! 😀

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Continue reading “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1”

Diproteksi: Christmas 2014 : The Highlights of Our Holiday

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Diproteksi: Cerita Cuti Sebulan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Palembang – Medan – Berastagi – Medan – Palembang

Mungkin salah satu hal yang membedakan antara yang tinggal deket sama ortu/keluarga besar dan yang tinggal jauh dari ortu adalah soal perencanaan liburan.

Kalo yang tinggal deket sama orang tua cenderung punya lebih banyak opsi tempat liburan. Tapi kalo yang jauh, biasanya lebih milih liburan sekalian pulang kampung dan nengok orang tua. Ini saya ngomongnya untuk average people like us yang dana liburan per tahunnya lumayan pas-pasan, kalo buat yang punya dana liburan gede sampe dalam setahun bisa berkali-kali ke Eropa sih jelas beda lah ya 😀

Continue Reading…

Failed Surprise

Patah hati.

Itu yang saya rasakan kemarin sewaktu rencana kunjungan kejutan ke rumah mertua kemarin gagal.

Sebenarnya rencananya udah oke banget. Mertua seharian itu gak curiga apa-apa. Yang tau rencana kami cuma sodara-sodara ipar saya yang gak serumah dengan mertua.

Kepikiran bikin kejutan gini karena emang jadwal dinasnya tuh lumayan dadakan. Rabu sore baru dapat kabarnya, sementara Kamis udah musti berangkat. Dinasnya sendiri cuma sehari, hanya di hari Jumat aja. Kami pun segera bikin rencana bakal berada di Medan sampai hari Minggunya.

Rencana kejutan ini sebenarnya adalah yang kedua. Yang pertama, waktu kami dinas ke Jogja dulu dan berencana habis dari Jogja mo langsung ke Medan. Sayangnya, rencana yang pertama itu gagal. Gara-garanya mertua waktu itu ngalamin musibah tubuhnya kebakaran dan untuk menaikkan semangatnya yang waktu itu udah lemah banget di rumah sakit, kami pun segera memberitahukan rencana kedatangan kami.

Nah, untuk yang rencana kedua ini, saya udah yakin banget bakal berhasil. Sepanjang perjalanan, udah kebayang-bayang deh alangkah terkejutnya mertua begitu liat kami malam-malam muncul di pintu gerbang rumah…hihihihi…pasti kagetnya bukan main..trus pasti langsung teriak-teriak bahagia, “Ya ampuuunnn!!! Rajamiiiinnn….datangnya kau pung???!!”. Ah, ngebayanginnya aja udah bikin saya bersemangat bukan main 😀

Continue Reading…