Dari Adimulia Hotel Hingga Settingan Romantis yang Bikin Penasaran di Aryaduta Hotel

Judulnya panjaaanggg….hahahaha…. Aslinya sih gara-gara gak tau mo kasih judul apa, jadi ya udah, apa aja yang terlintas itu aja yang dijadiin judul πŸ˜…. Post kali ini masih dalam rangka libur kenaikan kelas kemarin ya pemirsa dan di kesempatan kali ini saya mau cerita soal dua hotel yang sempat kami inapi waktu lagi di Medan. Maklumlah ya, dua bocah ini tuh demen banget sama hotel dan kolam renang, jadi pergi kemana-mana pokoknya salah satu jenis tempat yang wajib jadi destinasi wisata mereka adalah hotel! πŸ˜….

Continue Reading…

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery Medan

One fine day at the museum

Libur panjang selama hampir dua bulan akhirnya usai sudah. Sejak dari hari Sabtu minggu yang lalu kami udah pulang ke Palembang dan sekarang udah kembali menjalani rutinitas seperti sebelumnya. Suami kembali kerja di tempat tugasnya, anak-anak sekolah dan les, sementara saya yang masa cuti tanpa tanggungan 2 tahunnya belum berakhir tentu kembali dengan setia menjadi supir pribadinya anak-anak 😁 .

Aslilah ya, libur sekolah anak-anak tahun ini memang panjang banget. Dua bulan kurang seminggu aja, pemirsa! Weeww….luar biasa! Memang sih gak sepanjang summer break di luar sono ya, tapi kan tetep aja, di sini jarang banget ada sekolah yang ngasih libur sepanjang itu. Rata-rata kemarin anak sekolahan tuh kelar libur Idul Fitri masih ada masuk dulu (sebagian malah ada yang masih ujian), trus penerimaan raport, trus baru libur kenaikan kelas itupun kayaknya cuma kurang lebih dua minggu aja. Sementara sekolah anak-anak ini, dari sejak akhir Mei udah terima raport dan langsung ngasih libur Idul Fitri nyambung dengan libur kenaikan kelas, itu pun masuk tahun ajaran barunya masih lebih telat seminggu dibanding sekolah lain πŸ˜….Β  Makanya gak heran kalo banyak orangtua temennya si abang dan si adek yang ngeluh sampe keabisan ide liburan karena saking panjangnya libur kali ini πŸ˜†. Kalo kami sih sebaliknya, malah hepi-hepi aja dengan libur sepanjang ini karena jadinya hampir dua bulan kami bisa ngumpul ngikut suami. Dan kami gak henti-hentinya bersyukur dengan status cuti tanpa tanggungan saya yang bikin kami bisa menikmati libur panjang ini secara maksimal bersama-sama, yang mana karena bisa sama-sama selama hampir dua bulan itulah maka libur yang udah sangat panjang ini pun masih tetep aja berasa pendek! Beneran lho, pas masuk minggu terakhir libur kami berempat langsung ngerasa sedih karena kok rasanya singkat banget yaaa waktu hampir dua bulan ini? Huhuhuhu…. Time does indeed fly faster when you’re having fun….

Yah gak apa-apa, begitulah hidup, mari dijalani dengan terus bersyukur aja 😘.

Dan sekarang, meskipun libur udah selesai, tapi saya masih tetep mo lanjutin cerita soal libur kemarin. Masih banyak banget nih yang antri buat diceritain, semoga lah ya dalam waktu seminggu atau dua minggu (atau tiga minggu….atau empat minggu………..bahahahaha) udah bisa kelar semuanya, sampai tuntas, didokumentasiin di sini. Amiiinn…

Continue Reading…

Tip Top, A Restaurant With Historical Atmosphere in Medan

Salah satu wisata yang paling menarik ketika jalan-jalan di kota Medan adalah wisata kuliner. Kota ini memang terkenal menawarkan makanan yang serba enak dan sangat beraneka ragam mengingat di kota ini terdapat percampuran budaya Melayu, Batak, Tionghoa, bahkan India serta Eropa. Kalo berada di Medan, tinggal pilih deh pengen makan makanan apa, semua yang enak-enak ada di sini πŸ˜„.

Nah, salah satu tempat makan yang wajib dikunjungi bila sedang jalan-jalan ke Medan adalah Tip Top Restaurant.

Kenapa tempat ini wajib didatangi?

Sebenarnya bukan karena makanannya sih…

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita πŸ™‚

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera πŸ˜€

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini πŸ˜€ . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! πŸ˜€

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Lanjutkan membaca “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1” β†’

Diproteksi: Christmas 2014 : The Highlights of Our Holiday

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Diproteksi: Cerita Cuti Sebulan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Palembang – Medan – Berastagi – Medan – Palembang

Mungkin salah satu hal yang membedakan antara yang tinggal deket sama ortu/keluarga besar dan yang tinggal jauh dari ortu adalah soal perencanaan liburan.

Kalo yang tinggal deket sama orang tua cenderung punya lebih banyak opsi tempat liburan. Tapi kalo yang jauh, biasanya lebih milih liburan sekalian pulang kampung dan nengok orang tua. Ini saya ngomongnya untuk average people like us yang dana liburan per tahunnya lumayan pas-pasan, kalo buat yang punya dana liburan gede sampe dalam setahun bisa berkali-kali ke Eropa sih jelas beda lah ya πŸ˜€

Continue Reading…

Failed Surprise

Patah hati.

Itu yang saya rasakan kemarin sewaktu rencana kunjungan kejutan ke rumah mertua kemarin gagal.

Sebenarnya rencananya udah oke banget. Mertua seharian itu gak curiga apa-apa. Yang tau rencana kami cuma sodara-sodara ipar saya yang gak serumah dengan mertua.

Kepikiran bikin kejutan gini karena emang jadwal dinasnya tuh lumayan dadakan. Rabu sore baru dapat kabarnya, sementara Kamis udah musti berangkat. Dinasnya sendiri cuma sehari, hanya di hari Jumat aja. Kami pun segera bikin rencana bakal berada di Medan sampai hari Minggunya.

Rencana kejutan ini sebenarnya adalah yang kedua. Yang pertama, waktu kami dinas ke Jogja dulu dan berencana habis dari Jogja mo langsung ke Medan. Sayangnya, rencana yang pertama itu gagal. Gara-garanya mertua waktu itu ngalamin musibah tubuhnya kebakaran dan untuk menaikkan semangatnya yang waktu itu udah lemah banget di rumah sakit, kami pun segera memberitahukan rencana kedatangan kami.

Nah, untuk yang rencana kedua ini, saya udah yakin banget bakal berhasil. Sepanjang perjalanan, udah kebayang-bayang deh alangkah terkejutnya mertua begitu liat kami malam-malam muncul di pintu gerbang rumah…hihihihi…pasti kagetnya bukan main..trus pasti langsung teriak-teriak bahagia, “Ya ampuuunnn!!! Rajamiiiinnn….datangnya kau pung???!!”. Ah, ngebayanginnya aja udah bikin saya bersemangat bukan main πŸ˜€

Continue Reading…