Kawai ES110, Si Piano Portabel Yang Murah Tapi Tak Murahan

Doh, judulnya ngiklan banget yak….

Hahahaha…

Padahal sih gak ya, saya nulis ini tujuannya bukan buat ngiklan, tapi hanya untuk berbagi cerita. Siapa tahu kan ya di antara pembaca ada juga yang kondisinya seperti kami: butuh piano dengan kualitas sekelas piano akustik berhubung anak sudah terbiasa pakai piano akustik, tapi dengan ukuran sekelas organ berhubung tinggal di tempat yang ruangnya terbatas 😁.

Continue Reading…

From Star Wars to Lord Of The Rings

Kedua jagoan saya, samalah seperti siblings lainnya di seluruh bagian dunia ini, bukannya  yang bisa setiap saat dalam kondisi akur serta adem ayem. Bisa dibilang tiap hari ada aja hal yang jadi bahan perdebatan di antara mereka serta ada aja sesuatu yang jadi pemicu mereka berantem. Buat kami orangtua sih gak apa ya, karena kami juga gak mau ada salah satu di antara mereka yang terbiasa mengalah atau sebaliknya menang sendiri. Kami kenal betul, mereka berdua anaknya sama-sama keras jadi gak mungkin maksain salah satu mengalah kalau gak ngerasa salah atau perlu untuk mengalah. Selama berantemnya masih tau batasan, maka kami akan membiarkan mereka menyelesaikan persoalan mereka sendiri, yang mana itu gak pernah butuh waktu lama kok. Namanya juga abang adek, mana bisa berlama-lama diem-dieman dan maen sendiri-sendiri. Yang adanya semenit berantem, menit berikut udah ketawa-ketawa bareng lagi, walo di menit selanjutnya udah ada yang teriak-teriak lagi…hehehe…

Continue Reading…

Tentang Pindah Ke Lain Hati dan Tentang Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2018

Ok, judulnya panjang. Tapi semoga isinya gak perlu panjang-panjang karena sungguhlah waktu saya gak banyak buat nulis blog seperti ini, karena itu kayaknya gak perlu lah ya berlama-lama di preambule, kita langsung aja ke inti cerita.

Pertama, soal pindah ke lain hati…errr….maksud sebenarnya bukan hati sih, tapi sekolah musik 😀 . Terhitung sejak Oktober 2017 yang lalu, si abang udah pindah dari Yamaha Music School ke Priskila Music yang berada di bawah naungan Trinity College London. Alasan pindahnya kayaknya gak perlu saya jabarkan di sini, biarlah untuk kami pribadi saja, yang pasti yang namanya pindah sudah bisa diprediksi karena mencari yang lebih baik. Puji Tuhan di tempat yang baru ini si abang enjoy dan semangatnya bertambah. Pindah sekolah musik akhirnya juga diiringi dengan ganti piano di rumah, dari piano listrik berganti ke piano akustik, karena kami lihat si abang udah makin serius belajarnya. Puji Tuhan dengan piano yang baru semangat belajarnya memang bertambah, jadi mamanya gak berasa rugi udah beliin…hehehe…

Continue Reading…