Tentang Piano Masterclass dan Tentang Mengajari Anak

Hari Senin yang lalu, pagi-pagi guru musik si abang ngabarin saya kalo sekolah musiknya kembali membuka piano masterclass untuk hari Selasa tanggal 30 Mei (kemarin). Ini adalah piano masterclass ketiga yang diadakan di sekolah musik si abang. Yang pertama si abang ikut sementara yang kedua gak ikut karena saya gak bisa nganterin. Untuk yang ketiga ini karena waktunya bisa saya atur, maka begitu ditanya oleh gurunya apa mau ikutan atau gak, saya langsung bilang mau.

Sesuai dengan namanya, piano masterclass adalah kelas piano di mana yang ngajar adalah yang sudah master dalam dunia per-piano-an. Kelas pertama sebelumnya yang ngajar adalah seorang bapak (kita sebut saja Mr. M yaaa) yang kuliah S1 – S3 di bidang musik, kalo gak salah waktu itu yang merekomendasikan beliau ke sekolah musik si abang adalah dari pihak penyelenggara salah satu event kompetisi piano.

Sementara, di kelas kedua dan yang ketiga kemarin, pengajarnya adalah Stephen Kurniawan Tamadji.

Hayooo…yang seangkatan sama saya, kenal gak sama nama itu??

Continue Reading…

Iklan

Yamaha Electone Festival 2016 Indonesia Final

Akhirnya ya, setelah tertunda cukup lama, jadi juga saya punya mood untuk nulis tentang lomba Yamaha Electone Festival (YEF) 2016 Indonesia Final yang abang ikuti kemarin.

Awalnya si abang ikutan YEF kategori Electone Ramai-Ramai adalah karena dia menang juara kedua di Yamaha Piano Competition yang mana itu berarti dia akan ikut di tahap kompetisi piano selanjutnya yaitu tingkat Sumatera di Medan. Nah, berhubung sekolah musiknya bikin grup untuk berpartisipasi di kategori Electone Ramai-Ramai, maka dikumpulkanlah semua peserta tingkat Sumatera baik Electone Concourse, Electone Idol, Piano, dan Vocal untuk bergabung dalam grup Swara Musi Cassanova. Selain para peserta lomba, ikut bergabung juga beberapa siswa yang adalah adik para peserta dan yang memang udah berencana untuk ikut nontonin kakaknya berlomba. Karena itulah maka akhirnya si abang jadi anggota Swara Musi Cassanova yang mana peran dia di situ adalah sebagai dancer yang menggunakan kostum rusa bersama dengan anaknya miss Mira dan seorang temannya lagi.

Continue Reading…

Yamaha Piano Competition 2016 (Part 1)

 

Yamaha Piano Competition adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Yamaha yang terbuka untuk semua siswa dan siswi yang menempuh pendidikan musik di sekolah-sekolah musik di bawah lisensi Yamaha. Selain piano, dalam event tahunan itu juga ada Electone Festival dan Popular Music Course Festival.

Tahun lalu, si abang ikutan Electone Festival kategori Electone Idol dan puji Tuhan waktu itu dia berhasil nyabet juara 3 sehingga kemudian jadi salah satu utusan Palembang di ajang Electone Festival Tingkat Wilayah Sumatera di Batam.

Nah, tahun ini si abang gak ikutan Electone Idol lagi, cukuplah ya pengalaman sekali itu…hehehehe… Tahun ini abang ikut yang Piano Competition aja.

Berdasarkan usianya, si abang masuk di kategori Junior A. Peserta yang lain ada dua lagi yang seumuran abang, selebihnya udah lebih besar. O ya, salah satu peserta Piano Junior A ini adalah anaknya miss Mira, guru musiknya si abang 😀

Kami sadar, peserta yang lain juga bagus-bagus sekali mainnya, karena itu kalo mo jujur kami sendiri bukannya yang ada harapan atau keyakinan tinggi bahwa si abang akan bisa dapat juara. Apalagi ditambah lagu yang dibawain si abang bukan lagu klasik, sementara biasanya yang jadi unggulan di kompetisi piano gini adalah lagu-lagu klasik. Buat kami tujuannya bukan untuk jadi juara atau gak. Yang paling penting si abang belajar untuk tampil di depan orang dan belajar mengendalikan rasa gugupnya.

Continue Reading…

Di PTC dan Di OPI

Pengen cerita tentang kegiatan musik si abang nih. Tanggal 13 Desember lalu dia ikutan dalam Swara Indah Music Christmas Concert di PTC Mall. Di situ dia bawain dua lagu, Cookie Boogie sama Jingle Bells.

Sebelum berangkat, latihan bentar dulu di rumah
Atrium PTC Mall

Lagu Jingle Bells-nya pake iringan musik yang diputer dari electone. Sayang waktu itu sound system kurang bagus pengaturannya, jadi si abang kurang gitu denger waktu musik pengiring mulai diputar hingga bikin dia agak ketinggalan mainnya. Tapi gak apa lah, tetep gak ngurangin rasa bangga kami ke dia kok..hehe…

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part 2)

Puji Tuhan, karena sebelumnya menang di urutan ketiga saat seleksi tingkat kota Palembang, maka si abang termasuk salah satu yang diutus mewakili Palembang di tingkat wilayah Sumatera di Batam.

Untuk tingkat wilayah ini, si abang gak ganti lagu. Yang bakal dibawain tetep lagu dari Maluku, Rasa Sayange, cuma genrenya aja yang agak diubah jadi agak nge-rap dan lebih nge-beat gitu. Yang bikin aransemen lagunya ya seperti sebelumnya adalah gurunya sendiri, miss Amira Syafinas. Meski aransemen belum jadi, tapi udah dari jauh hari sebelumnya miss Mira ngasih tau kami kalo genre lagu si abang akan ada perubahan jadi kostumnya juga agar disesuaikan.

Waktu itu langsung terpikir oleh saya si abang pake baju resmi ala-ala Soekarno lengkap dengan tanda-tanda jasanya tapi nanti di tengah lagu jasnya dibuka memperlihatkan bagian dalam yang sebenarnya cuma kemeja tanpa lengan trus abis buka jas si abang pake topi ala-ala hip hop gitu. Buat lebih ngeramein, rencananya tar di lengannya mo saya tatoin bintang dan bendera merah putih. Hanya ide itu saja yang terlintas di kepala saya, makanya gak pake mikir-mikir yang gimana-gimana lagi, kurang lebih 3 minggu sebelum waktu pentas, kami ke Steven Tailor buat ngejahitin kostumnya si abang itu. Dalam waktu kurang dari dua minggu, itu jas udah selesai, tugas kami tinggal nyari pin lambang dan tanda jasa buat disematkan di jas si abang. Nyari pin-pinnya gampang, cukup datang aja ke pasar Cinde, banyak toko di sana yang jualan pin-pin kayak gitu.

Waktu kostumnya pertama kali jadi, keren yak…cuma itu talinya masih salah tempat, harusnya di sebelah kanan 😀

 

Ini bagian dalamnya. Itu dasinya masih polosan, nantinya mo ditambahin pin-pin bintang biar rame.

 

Kalo yang ini udah bener semua letak asesoris di jasnya…
Kostum bagian dalam versi lengkap. Anak sapa ini…kok ganteng banget siiihh?? hahahaha
Waktu coba-coba bikin tatonya di rumah. Si adek juga gak mau kalah, minta tangan dan kakinya digambar-gambarin juga 😀

Kostum beres, sekarang urusan latihan. Si abang mulai latihan baru seminggu sebelum perlombaan, nunggu lagunya selesai dibikin dulu soalnya. Tapi gak apa, waktu seminggu udah cukup buat si abang asal latihannya serius dan disiplin tiap hari. Puji Tuhan dalam waktu beberapa hari si abang udah nguasain lagu dan koreonya. Yang sering jadi kendala cuma pas waktu buka jas, suka kejadian dia buka jasnya kelamaan karena nyangkut hingga koreonya jadi ketinggalan deh.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part I)

Akhirnya event Yamaha Piano Competition and Electone Festival 2015 tingkat Regional Palembang datang juga kemarin. Acaranya digelar di Grand Attyasa. Tahun ini, si abang ikut Electone Festivalnya di kategori Free Style.

Dalam kategori free style ini, peserta gak cuma main electone aja, tapi juga harus ada atraksi lainnya seperti nyanyi atau nari atau atraksi apa aja. Main electonenya gak perlu utuh seluruh lagu, tapi bisa hanya sebagian aja dan sebagian lainnya diisi dengan atraksi. Jadi di kategori ini sebenarnya kalo saya liat, kemampuan main electone-nya sendiri gak begitu penting, yang paling penting adalah kemampuan peserta untuk percaya diri dalam beratraksi dan berinteraksi dengan pemirsa dari atas panggung.

Tapi gak apa, tahun ini si abang ikutan yang kategori free style dulu, itung-itung buat ngelatih kepercayaan diri dia di atas panggung. Kalo Tuhan berkenan, tahun depan ngikut lagi untuk Piano Competition.

Oh ya, untuk electone sendiri, selain ada kategori free style, juga ada kategori concourse. Nah, kalo yang kategori concourse itu barulah memang benar-benar mengandalkan kemampuan bermain electone yang mana bikin ter-wow-wow liat kemampuan para pesertanya. Jago-jago amat yak bikin aransemen lagu sendiri trus cara mainnya itu lho…speechless liatnya dan saya selalu berpikir, itu gimana ya kakinya kok bisa lincah nginjak pedal ke sana ke mari tanpa salah nginjak pedal 😀 . Kalo ada yang penasaran, pengen tau gimana sih cara orang main electone dalam kompetisi Yamaha untuk kategori concourse ini, mungkin video di bawah ini bisa mewakili…

Continue Reading…

Let’s Jump Together!

Selamat hari Senin!

Minggu ini bakal sibuk banget buat saya. Bukan karena kerjaan, tapi karena urusan anak-anak. Tepatnya urusan si abang. Kompetisi Electone Idol udah makin dekat, jadi tiap hari dia musti datang latihan ke sekolah musik. Nasib di rumah gak punya electone, jadi kalo latihan musti ke sekolah musik. Ya gak apa sih, emang lebih enak latihan di situ, karena bisa sambil diliatin juga sama gurunya. Jadi setiap hari saya harus nganterin dia ke sekolah musik, sementara dengan begitu kan bukan berarti les-les yang lain jadi gak jalan. Les tetep jalan, sekolah juga tetep jalan *yaiyalah!*. Jadi bayangkan dalam sehari entah berapa kali saya harus bolak-balik antar jemput si abang *nasib LDM-an lagi, jadi urusan sehari-hari musti di-handle sendiri*. Tapi gak apalah, selama anaknya semangat, saya juga akan selalu semangat 🙂

Ngomongin musik, akhirnya setelah diingatkan lagi sama Arman via komennya di sini (thank you, thank you so much ya Man), akhirnya jadi juga kami ngedaftarin si abang untuk les privat piano. Tempat lesnya di sekolah musik dia sekarang sih, cuma beda hari aja dengan kelas JMC-nya. Untuk kelas grupnya gak dibrentiin, jadi si abang akan tetep ngikutin kelas JMC dan kelanjutannya seperti biasa. Les privat ini untuk tambahan, biar kemajuannya bisa lebih pesat. Jadi kelas grup dan kelas privat akan jalan beriringan 🙂

Continue Reading…

Let’s Explore!

Beberapa hari yang lalu, waktu si abang lagi main piano, saya datang lalu duduk di samping dia.

Dia lagi mainin lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya, jadi setelah abis dia main, saya tanya lagu apa tuh yang barusan dia mainin.

It was Let’s Explore from JMC 4,” jawab dia sambil membuka bukunya trus nunjukin ke saya halaman yang berisi lagu itu.

Continue Reading…

JMC 4 dan Tangisan Sebelumnya……….

Ceritanya, beberapa minggu yang lalu si abang udah lulus ujian Yamaha Junior Music Course Buku 3 (JMC 3). Puji Tuhan ujiannya lancar dan si abang pun udah bisa naek ke tingkat JMC 4.

Seminggu setelah ujian, si abang masih ada 1 kelas lagi buat ngelengkapin absen di JMC 3, sebelum libur seminggu dan sebelum masuk ke kelas JMC 4. Nah, pas selesai kelas pengganti itu, si abang masih tinggal dalam kelas buat nunjukkin ke gurunya hasil latihan lagu yang mo dia bawain di Electone Idol nanti. O iya, rencananya si abang mo ikutan event Electone Idol, yah ngikut-ngikut aja sih, hitung-hitung buat ngelatih kepercayaan diri dia, tampil di atas panggung di depan orang banyak. Hasilnya nanti gak terlalu dipikirin, asal anaknya semangat dan percaya diri, kami sudah sangat bahagia. Selesai nunjukkin hasil latihannya, kami keluar, rencana udah mo langsung beli buku JMC 4. Memang sih kelasnya masih bakal dimulai dua minggu lagi, tapi si abang kan tipenya pengen cepat belajar, jadi makin cepat dia bisa dapat bukunya, maka akan makin baik buat dia.

Si abang udah semangat banget aja tuh bakal dapat buku JMC 4, sampe loncat-loncat dia bilang, “yes..yes..yes…” gitu….

Eeehhh…gak taunya, begitu kami nyampe di meja admin, si mbak adminnya bilang kalo bukunya udah habis. Memang stoknya cuma ada dua, dan udah keburu dibeli sama temen si abang yang laen.

Denger itu, si abang langsung diam…

Trus gak lama dia nangis doonngggg……

Iyaaa….nangis kayak anak kecil banget!

Mbak-mbak adminnya sampe bingung. Saya juga bingung. Papanya juga bingung.

Continue Reading…