Obrolan Malam Tentang Kantor Ketika Anak-Anak Lagi Sakit

Sudah malam dan saya belum bisa tidur karena masih harus menjaga anak-anak yang lagi sakit. Duh, di rumah kalo udah ada yang sakit ya beginilah, sakitnya jadi berestafet.

Awalnya yang kena batuk pilek itu saya. Trus nular ke si abang tepat sehari sebelum dia lomba piano. Trus si abang sembuh. Trus saya kena lagi. Trus saya sembuh, tapi ternyata si abang masih kena lagi dimulai dari hari Jumat kemarin. Kali ini si abang belum sembuh (sampai tadi sore masih demam), tapi sakitnya udah nular ke si adek. Sejak tadi siang mulai meler dan menjelang malam suhu tubuhnya mulai hangat. Duh ampun. Biar kata ini cuma batuk pilek ya, tapi tetap aja kalo anak-anak udah sakit tuh bikin kepikiran banget. Kasian liat mereka sakit. Kasian liat mereka lemes sementara biasanya begitu aktif. Duh, semoga besok mereka berdua bisa bangun dalam kondisi yang lebih baik. Amiinn….

Continue Reading…

Iklan

Mengajari Logika Pemrograman Pada Anak

Sebagai seorang programmer, saya sebenarnya gak punya niatan untuk mengajari anak-anak saya pemrograman sejak dini. Buat saya pemrograman itu adalah tentang minat dan merupakan sesuatu yang bisa dipelajari kelak ketika mereka memang telah memiliki minat untuk itu. Itulah sebabnya mengapa saya bahkan gak berpikiran untuk mengenalkan dunia pemrograman pada anak-anak saya.

Tapi ternyata si abang yang tau persis kalo kerjaan mamanya itu adalah membuat aplikasi dan sering sekali melihat mamanya berurusan dengan bahasa pemrograman, akhirnya kemudian mulai minta agar diajarin pemrograman. Awalnya mintanya hanya sekedar aja, saya juga cuma jawab males-malesan sekedarnya, “Later, ok?”

Tapi kemudian ketika yang ‘later‘ itu gak kunjung tiba, dia pun mulai meminta dengan cara mendesak. Puncaknya pas dia lagi ikut saya ke kantor sehabis les piano. Itu dia mendesaknya bukan main deh, saya sampe gak bisa ngapa-ngapain karena dia terus-menerus minta diajarin pemrograman. Anak-anak di kantor sampe ngetawain saya yang tak berdaya dapat desakan terus dari si abang.

Sebenarnya saya tuh bukannya males ngajarin dia ya. Saya hanya bingung aja harus mulai dari mana ngajarinnya, mengingat anak ini tuh masih terlalu kecil. Saya tau memang kalo saya harus mulai dari logika pemrograman. Tapi bagaimana caranya? Gimana cara yang mudah untuk saya bisa jelasin ke dia tentang flow, procedure, loop, dan sebagainya? Ok, saya dulu memang pernah ngajar pemrograman. Tapi dulu itu kan saya ngajarin para mahasiswa yang memang udah sepantasnya bisa ngerti. Lah ini ngajarin anak SD kelas 1, darimana saya harus mulai?

Continue Reading…

Soal Kerjaan, Soal Korupsi, dan Soal Blog

Puji Tuhan, kerjaan kemarin yang sempat bikin saya dan teman-teman harus keburu-buru ngerjainnya akhirnya rampung juga, bahkan yang di luar perkiraan karena aplikasinya selesai sebelum waktunya. Harusnya kan paling lambat hari Jumat sore ya, ternyata aplikasinya rampung di hari Kamis sore! Praise GodSo far kami lumayan puas dengan hasilnya, apalagi karena ternyata dalam waktu yang begitu singkat, kami gak hanya sebatas ngebangun aplikasi tapi banyak belajar juga meski otodidak tentang hal-hal baru baik soal multimedia maupun soal pemrograman karena aplikasi kali ini sedikit berbeda dari yang sebelum-sebelumnya kami kerjakan. Mudah-mudahan nanti manajemen juga bisa sama puasnya dengan kami setelah melihat aplikasi ini 🙂

Sewaktu lagi sibuk ngerjain aplikasi ini, kami di kantor masih sempat-sempatnya ngerayain ulang tahun Dania, temen kantor saya yang ke-24 😀

Hayo coba tebak siapa yang termuda di antara kami…………….yang pasti bukan saya…huhuhuhuhu

O ya, kalo ada yang pengen tau berapa sebenarnya jumlah anggota tim kami, maka jawabannya jumlahnya ya sejumlah orang yang ada di foto itu 😀

Continue Reading…

Lunch Time

Waktunya makan siang, waktunya ngeblog lagi, hehe.. *ini ceritanya ngetik sambil ngunyah..nyam..nyam.. :mrgreen:*

Kerjaan saya di kantor memang bukannya sedang banyak, tapi ada kerjaan yang butuh segera diselesaikan dan apesnya karena kerjaan ini dalam rencana kerja harusnya selesai per akhir Desember 2012, tapi berhubung pak bos kuadrat mo pindah tugas, jadi saya dan tim diharapkan bisa segera nyelesaikan aplikasi ini sebelum beliau serah terima jabatan dengan pejabat yang baru. Deadline kerjaan gak tanggung-tanggung, bukannya cuma maju sebulan – dua bulan, tapi langsung maju 6 bulan ke depan. Yap, aplikasi ini harus bisa selesai per 6 Juli 2012 ini, alias hari Jumat, alias tinggal 3 hari lagi! 😯

Fiuuuhhh….

Continue Reading…

Fiuuuuuhhhhhh…

Finally, the tasks i’ve done since three days ago are done!!

Fiuuuhhh… it makes me feel so much free to fly away to Jakarta tonight, hehehehe

You know what, from yesterday until this morning I felt a little worry I cannot finish all the tasks given to me. I have to finish all of the tasks this week. That means, if I want to take a day off for tomorrow then finishing all the tasks today is a must for me. Yesterday, I went home without any results and considering the progress, I felt pessimistic I can do it on time…

Last night, I prayed to GOD to help me. I knew for sure that I can’t leave my job undone. I can’t go to Jakarta if I don’t finish it. I prayed to GOD to give me just a little miracle. Yes, all I need was just a little miracle from up above. I also asked my husband to pray for me.

This morning, I went to office earlier. Yesterday I left my computer on to do the automatically task I’ve set before and what a tragic when all I can see on the monitor was just the information that the operations have failed… Oh my GOD!!!

So, I redo all the tasks from the beginning. As I said, I’ve done it since three days ago and there was no result I got and this morning I started all over again. It was still kinda impossible for me. But well, I would never give up. I used three machines, hoped that it would help me to finish it on time.

I prayed…and I prayed…

Once again, all I need was just a little miracle.

And the miracle was clearly given to me…

All the tasks have done in less than 3 and a half hour! Praise the LORD!!! Yes, YOU are wonderful o LORD!! I love YOU… I love YOU…and I know that I can always count on YOU, JESUS!!

So, in short time later, I will go home peacefully and with all of the happiness I’ll go to Jakarta with my little wonderful Raja…

See you soon, pa!!!

Building Up Another Web Based Application

Sejak senen kemaren, mulai coding lagi. Kali ini bikin aplikasi manajemen infrastruktur IT di sini.

He he, setelah sejak lama mengembangkan aplikasi untuk manajemen ini dan itu di kantor saya, baru nyadar belakangan ini bahwa aset IT kami di sini juga butuh aplikasi supaya bisa dikelola secara baik. Maka jadilah, saya kemudian mengembangkan aplikasi ini…

Aplikasi ini saya kembangkan berbasis web. Kayak biasanya, servernya Apache, programming language-nya PHP, dan database-nya MySQL. Sengaja pake icon baby yang pake topi wisuda, secara dari 4 staf di sini, 2 di antaranya baru punya baby, dan 1-nya sedang dalam status a dad-to-be 😀

Musti semangat nih ngerjainnya biar bisa cepat selesai dan sapa tau bisa diikutkan dalam Lomba Karya Inovasi PLN di tahun ini *he he, gak pernah bosen ikut LKI, biarpun belom pernah menang 😀 😀*

O ya, pengen curhat sedikit juga. Tadi, pagi-pagi, waktu nyampe kantor, seperti biasa saya bersihin meja kerja saya dulu.

Saya selalu ingat, bahwa berdasarkan survey, meja kerja di kantor malah menyimpan lebih banyak kuman daripada ruangan toilet. Karena gak mau meja kerja saya menjadi salah satu penyumbang suara dalam survey itu dan karena memang saya gak suka sama yang judulnya kotor-kotor, maka hampir tiap pagi sebelum kerja saya bersihin meja dulu. Mulai dari atas meja sampe ke CPU, monitor, printer, keyboard, mouse, printer, dan segala asesoris ungu itu 😀

Gak mungkin harepin OB untuk bersihin, jadi saya selalu membersihkannya sendiri.

Sambil ngelap meja, saya ngeliat ruangan kerja saya. Ruangan kerja kami lumayan luas. Terdiri dari 5 bagian. Pertama untuk server (yang makan space paling besar), kedua untuk Deputi Manajer alias bos saya, ketiga untuk staf yang terdiri dari 4 orang, keempat ruangan untuk meeting yang terdiri dari meja panjang dan 5 buah kursi, dan terakhir adalah ruang serbaguna yang ada meja dan kursi tamunya juga ada meja kecil yang kami jadikan sebagai pantry 😀

Sebenarnya ruang kerja kami sudah lumayan nyaman.

Sayang, sering berantakan. Gak hanya meja-meja kerja teman2 yang pada berantakan, tapi juga di hampir seluruh tempat.

Di atas meja tamu ada kantong plastik hitam besar tak terpakai yang teronggok begitu saja lengkap sama sampah bekas makanan. Ada juga di situ koran terbitan beberapa hari yang lalu.

Di lantai dekat meja pantry ada kabel roll yang kabelnya sudah kemana-mana.

Di ruang meeting, lagi-lagi ada kabel roll yang tergeletak begitu saja di lantai. Dan di atas meja ada sampah makanan, majalah-majalah bekas, kertas-kertas tak terpakai, bahkan abu rokok!! *salah seorang kawan kerja saya memang perokok*

Para OB di sini taunya hanya ngangkatin sampah dari keranjang sampah dan mencuci gelas/piring/sendok kotor saja. Mereka gak pernah beres-beres yang lain kecuali kalo kami minta secara khusus yang tentu musti dilengkapi sama salam tempelnya juga.

Sayangnya, temen-temen di sini kurang begitu peduli sama yang namanya kerapian dan kebersihan. Makanya suka banget ngebiarin sampah makanan mereka di atas meja. Sehabis baca majalah dan koran gak diberesin lagi. Barang-barang kecil punyanya kantor semacam spidol, stapler, dan sebagainya, sehabis dipakai sering diletakkin sembarangan. Karena tau dengan kebiasaan mereka, saya selalu menyediakan semua alat tulis menulis dan peralatan lainnya di atas meja saya. Setiap mereka pinjem, selalu saya bilang, “Tar dibalikkin lagi ke tempat nya ya….”

Karena gak mau ruang kerja kami terlihat kayak kotor dan berantakan begini, saya kemudian *lagi-lagi* ambil inisiatif untuk ngeberesin. Koran dan majalah saya taruh kembali di tempatnya, begitu juga dengan barang-barang kecil lainnya. Sampah saya buang ke tempat sampah. Kabel roll saya gulung kembali lalu saya simpan di lemari tempat kami menyimpan aneka tools kami.

Setelah semua diberesin, ruangan kami jadi lumayan terlihat rapi dan bersih.

Tapi itu tadi pagi.

Siang ini, waktu saya kembali dari rumah… tanda-tanda ke-tidak-rapian dan ke-tidak-bersihan mulai terlihat. Di atas meja meeting kembali ada sampah makanan dan kertas hasil coretan. Gak hanya itu, kabel power yang ukurannya gede-gede juga ikut jadi pajangan di atas meja meeting kami.

Fiuuuhh…. capek deh…

Saya gak marah, hanya rasanya gimanaaa…gitu… Mungkin karena pada dasarnya saya senang dengan yang judulnya kerapian dan kebersihan, makanya kalo liat ada yang kayak gini-gini rasanya kok jadi terganggu ya…

Tapi sudahlah… nanti tinggal tanya aja siapa yang bertanggung jawab terhadap sampah dan kabel itu. Biar mereka sendiri yang ngeberesin… Biasanya sih kalo dikasih tau mereka langsung bilang “o iya…ya…” trus langsung deh diberesin 🙂

*ini sebenarnya pengen cerita tentang aplikasi baru…tapi kok ya malah lebih panjang curhatnya yak???*

The Comfort Time…

Again, I’m starting to build a web application. After finishing the Office Automation project, my boss gave me another project. Building a project in my office is quite difference. There is no division of tasks. I am the analyst, the designer, and of course I am the one who has to build the source code program. I even have to be the one who documents all the phases. But well, that’s ok…

And so, here I am now, facing PHP, MySQL, and Dreamweaver with a cup of chocolate milk in my hand..mmm…it’s so luxury… I love my job!