11 Years!

11 years!

11 tahun sudah saya dan suami mengarungi biduk rumah tangga. Gak kerasa ya, saya awal nulis blog (waktu itu masih di Friendster) saat kami masih pacaran dan sekarang sudah 11 tahun aja kami menikah 😀 . Wow!! Though the first time I wrote about us in my FS blog feels like it was only yesterday, tapi tetap saja ketika mengingat bahwa kami sudah 11 tahun menikah membuat saya tersadar kalau sudah cukup banyak tahun-tahun yang kami lewati bersama. Puji Tuhan sampai sekarang masih tetap saling sayang dan saling jaga. Meski kami sering berjauhan karena tuntutan pekerjaan, namun justru kondisi seperti itu selalu membantu kami untuk menghargai setiap momen kami bisa bersama 🙂 . Sekali lagi puji Tuhan, karena penyertaan Tuhan luar biasa untuk keluarga kecil kami dari awal terbentuk hingga sekarang.

Buat suamiku terkasih, terima kasih untuk 11 tahun yang luar biasa ini. Kiranya Tuhan yang terus menyertai dan memberkati rumah tangga kita supaya kita tetap selalu bersama melewati suka duka kehidupan ini. Sehat-sehat lah selalu kita, panjang umur, supaya nanti bisa main sama cucu-cucu bahkan cicit-cicit kita kelak….amiin!!

Buat HUT pernikahan ke 11 tahun ini, kami gak ada bikin acara apa-apa, cuma potong tumpeng aja berdua. Tumpengnya juga bikininan sendiri. Murah meriah, tapi bahagianya jangan ditanya 😀

LOVE is the best word to describe us!

PS:

Saya tiap tahun ada nulis tentang anniversary kami di blog ini (kalo pengen baca-baca bisa klik tag wedding anniversary), gak kerasa banget ya blog ini usianya juga udah lumayan ‘tua’ karena tulisan pertama wedding anniversary adalah ketika usia pernikahan kami baru 2 tahun, dan sekarang udah 11 tahun aja….wow bangeeettt!!! Semoga yaaa…sampe usia pernikahan kami yang ke-50 pun masih bisa saya dokumentasikan di blog ini. Aminnya mana, sodara-sodara??? 😀

Iklan

Setelah 10 Tahun

Bulan Maret lalu, saya dan suami genap 10 tahun berumah tangga. 10 tahun yang lalu, kami berdua berdiri di depan altar, mengucapkan janji pernikahan untuk saling mencintai, menghormati, dan menjaga. Waktu itu sama sekali tidak terbayang bahwa kami kemudian akan jadi orangtua dari dua anak laki-laki yang luar biasa, berpindah dari rumah kontrakan ke rumah sendiri di pinggiran kota sebelum kemudian pindah lagi ke rumah di tengah kota, bergumul dengan persoalan rumah tangga yang kadang terlihat sederhana dan bila diingat lagi bikin ketawa tapi yang ketika dijalani apalagi saat penat ternyata bisa sangat menguji kesabaran.

Dalam 10 tahun mengarungi pernikahan ini, kami sudah belajar sangat banyak terutama tentang perjuangan menjaga apa yang kami miliki. Meski kami mengawali pernikahan ini dengan cinta dan walaupun kami memiliki visi dan pandangan hidup yang selaras mengenai rumah tangga, namun yang namanya perbedaan itu tetap ada. Dan cinta pun tetap butuh diperjuangkan melalui komunikasi dan perhatian agar tetap kokoh bahkan semakin berakar kuat pada tempatnya, yaitu hati kami masing-masing. Di atas semuanya kami belajar bahwa dengan kasih Tuhan semuanya mungkin, termasuk menjaga cinta tetap membara meski telah 10 tahun bersama-sama dan telah tau segala seluk – beluk – fisik – mental – luar – dalam pasangan.

10 tahun menikah, banyak yang telah berubah di hidup kami, namun ada beberapa hal yang tetap sama dan tetap ada di situ. Kami masih bisa tertawa untuk candaan gak mutu yang hanya kami berdua aja yang bisa paham. Kami masih saling panggil ‘sayang’ dan kalimat ‘I love you’ masih selalu jadi kalimat terakhir setiap kami bertelepon. Dia masih gak bisa santai jika ada laki-laki lain yang mau coba-coba kasih perhatian ke saya pada level di mana menurutnya hanya dia yang bisa punya hak untuk itu. Dia masih suka kasih kejutan, salah satunya lewat bunga, dan masih mampu berkata-kata mesra untuk istrinya. Dan perhatiannya itu, itu yang paling saya hargai karena benar-benar meyakinkan saya bahwa yang dia rasakan ke saya dari dulu hingga sekarang masih sama, bahkan bertambah dalam.

Beberapa waktu lalu, saya sakit. Gak berat, hanya batuk pilek saja. Tapi virusnya lumayan bikin tepar, apalagi karena saya sama si adek udah macam main bola pingpong, saling lempar-lemparan virus. Jadilah saya habis sakit, sembuh, eh kena sakit lagi. Suami, gak tahan liat saya bolak-balik sakit, tanpa diminta dia memutuskan meninggalkan semua kesibukan kerjaan di unitnya untuk stay di rumah. Saya disuruhnya istirahat full dan gak boleh ngerjain apapun…apapun itu! Semua urusan rumah dan anak-anak dia yang lakukan. Gak cuma nyuruh saya istirahat total, tapi dia juga ngurusin saya lewat hal-hal simpel tapi manis, semisal selalu siap sedia kasih saya minum setiap saya terbatuk-batuk, nyiapin air mandi hangat, atau mijetin saya setiap saya mau tidur siang dan tidur malam. Awww…isn’t he so sweet?

10 tahun bersama dia, memang tidak semuanya berbunga-bunga. Kadang duri juga hadir di situ. Tapi puji Tuhan, karena bahkan kehadiran duri  itu pun ternyata untuk menyempurnakan semua di antara kami. Dan yes, itulah pelajaran terbesar selama 10 tahun ini, bahwa pernikahan yang sempurna bukanlah yang tanpa gejolak, sebaliknya yang sanggup tetap saling menjaga meski ada air mata yang harus jatuh…. Saya dan suami, kami tidak selalu bisa berdekatan, tuntutan kehidupan sering memaksa kami berjauhan. Namun 10 tahun berjalan bersamanya, saya tau, baik dekat maupun jauh, ikatan di antara kami akan tetap sama kuatnya. Amin…

PS:

Out of nowhere, tiba-tiba muncul di blog malam-malam gini dengan tulisan yang rada-rada lebay, mungkin karena pengaruh kangen…jadi maklumkan aja yaaa 😀 😀

8th Anniversary and Ma Maison

Tanggal 8 Maret kemarin, untuk merayakan hari spesial kami, suami ngajak saya untuk makan malam di luar sepulang kantor.

Kami memilih untuk makan malam di Ma Maison Italian and French Cuisine. Pilih di sini karena tempatnya memang pas buat beromantis-romantisan…hehehe…. Bener lho, Ma Maison ini memang cocok dijadikan tempat pacaran eksklusif.

Resto ini terletak dalam kompleks ruko Palembang Indah Mall. Pintu masuknya berhadap-hadapan dengan Emily Hotel. Orang-orang bilang di sini adalah tempat makan steak paling enak di Palembang. Menurut saya juga begitu. Dan gak hanya steak, tapi daging domba juga, jauuuhh lebih enak di sini ketimbang resto lain seperti Anemo by Nobu Bistro. Kalo di Anemo sih saya sempat kecewa berat waktu makan lamb chop mereka.

Continue Reading…

If Only I Could Turn Back Time…

Beberapa bulan yang lalu, dalam sebuah ibadah Minggu yang kami hadiri, pendeta yang membawakan khotbah mengatakan hal yang kira-kira seperti ini, “Kepada bapak dan ibu yang sudah menikah dan terutama buat yang sekarang hadir bersama suami atau istrinya, saat ini saya minta Anda menoleh ke samping, lalu lihat lekat-lekat pasangan Anda kemudian tanyakan dalam hati, jika saat ini Anda diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengembalikan waktu yang telah lewat, tanpa memikirkan tentang anak-anak serta keluarga Anda, hanya perasaan Anda sendiri, apakah Anda masih bersedia menikah dengan pasangan yang kini ada di samping Anda?”

Waktu itu, seperti biasa, saya hadir dalam ibadah di Gereja bersama suami.

Saya pun menoleh ke arah dia yang juga sedang melihat ke arah saya.

Seperti permintaan pak pendeta, saya juga bertanya dalam hati. Apa yang akan saya lakukan jika waktu bisa berputar kembali? Setelah melewati waktu hampir 8 tahun bersama dia, akankah saya masih mau kembali dipinang olehnya dan sama-sama menjadi teman seumur hidup?

Continue Reading…

Hello there, March!

Kemarin siang, waktu di jalan balik ke kantor sehabis nganterin si abang ke dentist buat cabut gigi, suami nanya ke saya, “Tanggal 8 tuh hari apa ya?”

Saya langsung jawab, “Hari Selasa, karena tanggal 9 yang gerhana matahari itu kan hari Rabu. Kenapa? Temennya papa jadi datang tanggal segitu?”

Saya balik tanya gitu karena seminggu yang lalu suami sempat cerita temen kuliahnya mo maen ke Palembang dalam rangka ngeliat gerhana matahari total. Trus waktu itu kayaknya suami bilang kalo mereka rencananya mo datang tanggal 8 Maret.

Denger pertanyaan saya, suami langsung nimpali dengan nada agak kesal, “Kok malah ingetnya temenku sih? Tanggal 8 itu kan ulang tahun nikahan kita!”

Continue Reading…

Ketika Akhirnya Tumbang

Masalah itu memang kalo terlalu dipikirin, ujung-ujungnya gak cuma bikin capek pikiran tapi juga melemahkan kondisi badan. Memang bener banget Firman Tuhan dalam Alkitab, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Syukurlah semangat saya belum sampai di level patah, cuma ya itu karena sempat beberapa hari pikiran bolak-balik terarah ke situ dan ke situ lagi, akhirnya kondisi badan pun jadi ikut-ikutan gak fit. Di saat yang lain di rumah sehat-sehat saja, saya malah tumbang sendiri. Sakitnya sih biasa, faringitis akut doang. Tapi jadi mengganggu sekali karena saya sampai berhari-hari demam, meriang, dan sakit kepala hebat. Badan bawaannya jadi lemeeess banget. Payah!

Udah gitu yang menyedihkannya, karena saat hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-7 di hari Minggu tanggal 8 Maret kemarin, saya masih dalam kondisi sakit. Sedih, tapi tetap bersyukur karena masih bisa merayakan hari istimewa itu 🙂

Continue Reading…

When Samosir Meets Krones : Menyatukan Budaya Itu Gak Gampang!

Berhubung masih dalam suasana anniversary dan pas pula beberapa waktu lalu dapat inspirasi tulisan dari miss Leony, maka hari ini saya pengen cerita ah tentang gimana persiapan pernikahan kami dulu yang menurut saya gak bisa dibilang gampang mengingat ada dua latar budaya yang musti disatukan dan dikompromikan saat itu.

Mungkin udah pada tau kan ya kalo saya dan suami tuh berasal dari tempat yang berbeda…

Sebenarnya sama-sama dari Utara sih, tapi satunya dari utara di Sumatera sementara yang satunya lagi dari utara Sulawesi :D. Memang masih di seputaran Indonesia aja, gak pake nyebrang ke negara atau benua lain, tapi ya bok, biar kata masih saudara sebangsa dan setanah air tapi bukannya mudah mengkompromikan perbedaan budaya di antara kami.

Continue Reading…

Tahun Ke-Enam Kita….

Puji Tuhan, hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami yang keenam. Gak nyangka deh, ternyata udah 6 tahun aja. Perasaan kok baru kemarin ya ngerasain deg-degannya yang mo jadi pengantin baru, eh sekarang udah anniversary yang ke-6 aja.

6 tahun bersama, rasanya udah banyak sekali hal yang dilewati. Biar kata waktu itu terasa begitu cepat berlalu sampe 6 tahun serasa cuma lewat begitu aja, tapi tetep ya ada begitu banyak momen dari setiap waktu yang begitu cepat berlari itu. Dan selama 6 tahun ini rasanya udah semua jenis perasaan dirasain. Dari yang bahagia, senang, sukacita, sampe ke susah, sedih, marah, kesel, cemburu, semua udah dirasain dan dialamin. Meski terkadang terasa berat ngelewatinnya, tapi berusaha diyakini saja bahwa semua itu akan membuat hubungan kami semakin kokoh. Dalam nama Tuhan Yesus amiinn….

Yang dilakukan

Di hari ini apa dong yang dilakukan dalam rangka eniverseri-an?

Continue Reading…

08 03 08 (Part 2)

Part 1-nya sebenarnya yang kemaren ini 😀

Meski waktunya mepet, bela-belain deh dokumentasiin kejadian 5 tahun yang lalu itu di sini. Tepatnya 5 tahun 11 hari yang lalu ding…hihihihi… Walo dokumentasinya tanpa banyak cerita, tapi gak apalah, yang penting peristiwa paling bersejarah itu udah tercatat di sini 😀

Pemberkatan pernikahan kami dilakukan di Gereja Kristus Manado. Dan passs banget, karena nikahnya di bulan Maret yang adalah bulan peringatan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, maka tema di Gereja adalah unyu-unyuuuu!!! Tadinya sih memang mama saya udah ngehubungin sekretariat Gereja yang biasa ngurusin dekorasi, buat mesen supaya tar pas hari pernikahan kami ruang ibadahnya didekor dengan pita dan bunga-bunga ungu. Eh, gak taunya dari sekretariatnya bilang kalo memang selama dua minggu pertama bulan Maret, dekorasinya bakal bertema ungu. Dan bener sodara-sodara, di hari pernikahan kami, itu Gereja dari lantai 1 sampe lantai 4, semuanya unyuuuuu…. Di pintu depannya ada dekorasi balon ungu-putih, tangga-tangganya dihias pake pita dan bunga ungu, dan tentu saja di aula utama di mana kami akan diberkati, di mana-mana pada unguuu!!!  Puji Tuhan banget, saya bener-bener bahagia ngeliatnya 😀

church
Aula utama di lantai 4 Gereja Kristus Manado tempat kami diberkati

Ngeliat di mana-mana yang serba ungu, bikin rasa gugup saya berkurang buanyak dan malah jadi rileks banget. Pun waktu berjalan ke altar, rasanya nyanteeee…. Puji Tuhan 😀

Continue Reading…

Kelewat Banyakkkkk

Rasanya bertahun-tahun lamanya gak ngeblog deh. Banyak banget cerita yang kelewat, gak cuma cerita dari teman-teman yang banyak gak terbaca oleh saya, tapi juga cerita dari saya sendiri.

Harusnya hari ini, berhubung sekarang tanggal 15 Maret, saya cerita tentang gimana saya resmi jadi boru Siregar 5 tahun yang lalu. Harusnya juga tepat seminggu yang lalu saya cerita tentang ulang tahun pernikahan kami yang ke-5.

Tapi apa daya, waktunya bener-bener gak memungkinkan…

Huhuhuhu…sedih deh. Ngeblog ini buat saya bukan hanya sekedar tambahan aktivitas, tapi bener-bener hobi yang menimbulkan rasa nyaman dan bahagia. Makanya, kalo sempat gak ngeblog sekian waktu, kok rasanya ada bagian penting yang hilang…#tsaahhh

Ya udahlah…

Sekarang pun saya bukannya udah  bisa dengan leluasa ngeblog. Masih banyak target yang harus saya kejar. Tapi demi memenuhi rasa kangen, mampirlah saya ke sini. Kemarin juga sempat mampir ke beberapa blog teman. Seneng banget rasanya 🙂

Dan sekarang ini, berhubung sepanjang Maret adalah suasana ulang tahun pernikahan kami dan rangkaian proses yang menyertai pernikahan kami dulu, maka kali ini saya mo nampilin sebagian keciiilll dari foto-foto pernikahan kami 5 tahun yang lalu 😀

Ini waktu tanggal 7 Maret 2008 sehabis gladi resik di gedungnya...
Ini waktu tanggal 7 Maret 2008 sehabis gladi resik di gedungnya…
Ini ceritanya waktu rombongan pengantin pria datang menjemput pengantin wanita.
Ini ceritanya waktu rombongan pengantin pria datang menjemput pengantin wanita.
Ini waktu prosesi nutup kerudung oleh orang tua. Itu papa saya nangis lhooo...pas prosesi ini...huhuhuhu...
Ini waktu prosesi nutup kerudung oleh orang tua. Itu papa saya nangis lhooo…pas prosesi ini…huhuhuhu…
Ini waktu pengantinnya datang...ganteng yak...hihihihi
Ini waktu pengantinnya datang…ganteng yak…hihihihi
Datangnya disambut sama istri kakak papa yang tertua :)
Datangnya disambut sama istri kakak papa yang tertua 🙂
Ini proses ketok pintu. Ngetoknya musti 3x2...hihihi.. Tau gak sih, itu di dalam kamar pengantin ceweknya lagi deg-degan setengah mati...wkwkwkwk
Ini prosesi ketok pintu. Ngetoknya musti 3×2…hihihi.. Tau gak sih, itu di dalam kamar pengantin ceweknya lagi deg-degan setengah mati…wkwkwkwk
Tadaaa...here I am!!
Tadaaa…here I am!!

 

Waktu masang bunga dada ini, ampun dah tangan saya gemetaran, sampe lamaa baru berhasil masang bunganya dengan benar :D

Pas keluar rumah mo menuju mobil. Sumringah banget ya, padahal sih aslinya deg-degan...wkwkwkwk
Pas keluar rumah mo menuju mobil. Sumringah banget ya, padahal sih aslinya deg-degan…wkwkwkwk

Kelanjutannya gimana??

Nanti aja lah yaaa…hihihihi….kapan-kapan kalo ada waktu lagi. Tapi yang pasti, tekadnya sih sebelum Maret berakhir, beberapa peristiwa penting seputar pernikahan kami bakal terdokumentasi di sini 😉

Selamat menyambut akhir pekan, teman-teman! Tuhan memberkati kita semua!