Abang’s 11th Birthday

Bulan ini, si abang, anak kami yang pertama, yang mukanya ganteng, otaknya cerdas, dan pembawaannya dewasa (ahem…..maklumin saja mamak-mamak ini kalo sudah muji-muji anak yaaa 🀣), berulang tahun yang ke-11.

11 tahun…..

Wow!

Perasaan belum lama deh kami menikah, bermimpi membangun keluarga dan memiliki anak-anak bersama. Lah sekarang, salah satu anaknya sudah mo masuk puberty age aja. Bener-bener deh, waktu selama sebelas tahun ini hampir gak kerasa lewatnya. Dan denger-denger nih ya, kalau usia anak sudah masuk belasan, maka waktu akan terasa dua kali lebih cepat dari sebelumnya dan tiba-tiba saja anak sudah akan mandiri, keluar dari family nest serta lepas dari mata tajam papa-mama yang tak pernah kasih kendor dalam mengawasi πŸ˜….

Makes sense sih memang kalau dibilang usia belasan berlalunya terasa dua kali lebih cepat dibanding usia di bawah itu. Lah kalau di usia under 10 yang memiliki fase bayi serta balita di manaΒ  anak bisa menempel 24 jam di bawah ketek mama saja bisa terasa begitu cepat, apalagi kalau di usia belasan tahun di mana anak sudah semakin mandiri dan mulai belajar untuk tidak bergantung lagi dengan orangtua kan?

Fiuuuhh…. Bener-bener harus siap-siap deh dan harus semakin gencar mempersiapkan anak karena waktunya tak banyak lagi. The time when they have to stand on their own two feet will come very soon, harapannya ketika masa itu tiba anak telah memiliki semua kualifikasi yang dia perlukan untuk bisa survive dan bahkan bisa jadi pemenang di kehidupannya sendiri.

Mendidik anak di usia belasan tahun bukannya mudah. Justru menurut saya harus tambah fokus supaya jangan sampai anak-anak yang tadinya deket sama orangtua malah jadi menjauh dan lebih memilih bonding sama teman dibanding sama orangtuanya sendiri.

Memang salah kalau anak bergaul?

Oh tentu saja tidak, mereka justru harus tau bergaul, itu salah satu kualifikasi yang harus mereka miliki dalam hidup ini. Tapiiii…. mengingat pengaruh pergaulan itu tidak selamanya positif, maka tentulah anak perlu sekali dibimbing supaya kelak ketika mereka hidup sendiri pun mereka bisa bijak membedakan mana pergaulan yang baik untuknya serta mana yang lebih baik dihindari. Dan yang lebih penting lagi, tentu saja harapannya adalah sebagaimanapun luasnya mereka bergaul di luar, namun orang tua dan keluarga (dalam hal ini abang ke adeknya serta adek ke abangnya) tetap menjadi tempat yang paling mereka percaya untuk cerita tentang pergumulan dan kesulitannya karena tau bahwa di situlah mereka bakal dapat saran dan doa yang tulus, serta juga menjadi tempat yang paling pertama mereka ingat untuk berkabar ketika ada hal bahagia yang datang di hidup mereka. Saya selalu berdoa agar kiranya keluarga kami terus diberkati menjadi keluarga yang kokoh agar anak-anak pun sampai kelak hidup jauh dari orangtua namun tetap bisa menjaga jalannya dengan baik sesuai koridor yang berkenan di hadapan Tuhan. Amiiinnn….

Bahasannya jadi serius amat yak πŸ˜….

Tapi iya emang, saya dan suami kalo sudah mikir masa depan anak-anak maka modenya akan langsung berubah menjadi serius 😁. Karena sungguhlah memang tidak mudah. Yang dipikirin bukan cuma biaya pendidikan mereka (kalau soal ini yakin dan percaya pasti Tuhan siapkan, bahkan dari sekarang dengan cara ngasih hikmat ke kami tentang bagaimana mengelola setiap peser rejeki yang Tuhan kasih) tapi terutama tentang menyiapkan anak-anak menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi kerasnya hidup. Contoh-contoh kejatuhan terlalu banyak di sekeliling yang terus Tuhan pakai untuk membuka mata tentang definisi kesuksesan yang sejati dan itulah yang kami rindukan dalam hidup anak-anak, bahwa kelak mereka menjadi orang sukses, bukan sukses yang sekedar semu yang hanya tampak di mata dunia saja, namun sukses yang sesuai dengan definisinya yang sejati. Amin…

Ok deh, sekarang kita balik lagi ke soal ulang tahun si abang ya.

Menjelang usianya yang ke-11 tahun ini, si abang beberapa kali mendapatkan kejutan dari Tuhan yang mana otomatis jadi kejutan juga untuk kami.

Yang pertama adalah dia lolos seleksi untuk masuk ke semifinal Feurich Piano Competition yang mana tahap semifinalnya nanti bakal diadakan di Jakarta.

Yang kedua adalah soal olimpiade Matematika. Ceritanya gini, hari Rabu dua minggu yang lalu, pulang-pulang si abang cerita kalau tadi sebelumnya di sekolah dia diutus sama homeroom-nya untuk ikut seleksi olimpiade Matematika, yang mana untuk satu grade hanya akan diambil 1 anak untuk jadi utusan sekolah. Karena seleksinya dadakan jadi otomatis si abang gak ada persiapan lah. Tapi puji Tuhan menurut si abang katanya dari semua soal, hanya 1 soal saja yang jawabannya dia ragukan.

Hari Jumat minggu yang lalu, kami mendapat surat dari sekolah melalui si abang, yang mana isi suratnya adalah untuk memberitahukan bahwa si abang terpilih menjadi utusan sekolah buat olimpiade Matematika nanti. Puji Tuhan. Semoga dengan persiapan lomba ini bisa membantu abang untuk memperdalam kecintaannya pada matematika…hehehe…

Selamat yaaa bang buat seleksi-seleksi yang lolos, kiranya Tuhan memberkati hasil akhirnya nanti yaaaa. Percayalah, Tuhan memberkati semua kerja kerasmu agar berbuah manis untukmu dan bahkan jadi berkat untuk banyak orang 😘.

Untuk perayaan ulang tahunnya sendiri, berhubung anaknya sudah gede kan ya jadi memang dari jauh-jauh hari sudah dimintanya untuk jangan bikin yang gimana-gimana lagi, cukup tiup lilin sama makan tumpeng saja. Eh, padahal sih tiap tahun juga kayak gitu ya, perasaan gak pernah ada perayaan yang gimana-gimana. Tapi ternyata maksud dia adalah gak usah bawa kue ke sekolah dan di rumah juga gak usah pake segala balon apalagi segala macam banner dan flag, because those stuff are so childish katanya. Malah kalo perlu temen-temennya di sekolah gak perlu tau kalo hari itu adalah ulang tahunnya. Doh, anak saya sudah masuk di fase yang gak mau temen-temennya tau ulang tahunnya πŸ˜…. Bener-bener sudah gede ya pemirsa πŸ˜†.

Ulang tahun si abang jatuh di hari Senin dan suami untuk hari itu minta ijin gak ngantor. Puji Tuhan anak-anak punya papa yang modelnya kayak gini yang meski kerjanya jauh serta pindah-pindah, tapi kehadirannya selalu terasa banget buat anak-anak 😘.  Pagi, sebelum anak-anak ke sekolah, kami pun tiup lillin dilanjut dengan berdoa dan langsung buka kado. Kado tahun ini buat si abang cukup satu biji saja. Sudah gede mah, kado gak perlu banyak-banyak, cukup satu tapi harganya lumayan tepat sasaran 😁.

Get ready for tiup lilin
There’s no buddy like a brother. Keep remembering that, ok gantengs!

Trus ini video waktu buka kadonya. Si adek yang lucu karena dia yang sebenarnya paling penasaran sama kado buat si abang tahun ini dan somehow tebakan dia malah benar πŸ˜….

Anak berdua ini memang sudah lama ngarepin punya Nintendo Switch, apalagi karena mereka sama-sama penggemar Mario Bros. Di rumah sebenarnya mereka sudah punya Nintendo Wii, tapi kayaknya memang Mario Bros itu paling seru dimainkan di Switch ini. O ya, meski kami keras soal anak-anak main pake perangkat semacam HP dan tablet, tapi bukan berarti kami tabu dengan kehadiran game console di rumah, makanya anak-anak selain Wii dan Switch juga punya PS3 sama PS4. Menurut kami bermain dengan game console itu jauh lebih aman ketimbang di HP atau tablet karena jenis permainannya lebih mudah kita kontrol serta radiasi dari TVΒ  (terutama mengingat jaraknya dengan mata) masih lebih aman ketimbang dari HP serta tablet. Tapiiii….bukan berarti juga anak-anak bisa main sesuka hati. Mereka mah hanya dapat jatah pas weekend doang untuk main, itupun waktunya tetep dibatasin supaya menghindari mereka jadi malas bergerak dan bantu-bantu mama di rumah πŸ˜›.

Kelar tiup lilin dan buka kado, kami semua berangkat, anak-anak sekolah sementara saya dan suami nganterin mereka sekolah terus lanjut ke rumah sakit buat ngelanjutin pemeriksaan kista ganglion di pergelangan tangan kanan saya.

Sore menjelang malam hari, setelah anak-anak sudah pada pulang sekolah dan les, begitu nyampe rumah saya langsung nyiapin tumpeng buat makan malam kami hari itu.

Si adek juga ikut bantuin nyiapin tumpeng…. Walo sebatas naro timunnya doang πŸ˜…
Kelar naro timun, udahan bantuinnya ya dek, supaya tumpengnya bisa lebih lekas jadi πŸ˜†

Tumpeng selesai, kami pun bersiap untuk makan malam. Si abang sudah gak sabar banget buat potong tumpeng, bukan apa-apa, dia mah belum liat nasi kuningnya saja udah ngiler duluan pengen makan. Apalagi padanan nasi kuningnya adalah Mama Fried Chicken…hmmm…sudah deh, di jalan pulang tadi saja dia sudah bolak-balik bilang, “I’m hungry,” πŸ˜…

Ini sampe dia pesan, “Don’t take picture too much, ma, I’m starving already!” 🀣🀣🀣
Lauk tumpengnya ada MFC, sambal tempe, bihun goreng sosis, sama telur bumbu bali
Belas kasihan Tuhan menyertai keluarga kita selalu. Amin!

Selain potong tumpeng, kami juga potong kue yang tadi pagi dipakai buat tiup lilin

Kelar potong tumpeng dan potong kue dilanjut berdoa, kami pun akhirnya makan. Puji Tuhan tumpengnya laku sampe ke lauk-lauknya. Ada sisa sedikit nasi kuning, sambal tempe, sama bihun goreng sosis, yang walaupun tinggal sedikit sekali tapi masih lumayan bisa dimasukin kulkas buat dipanasin sebagai sarapan esok harinya 😁.

Demikianlah pemirsa cerita soal ulang tahun si abang yang ke-11. Sekali lagi kami hanya bisa terus bersyukur untuk semua penyertaan, berkat, dan belas kasihan Tuhan untuk kehidupan si abang selama 11 tahun ini dan kami terus berdoa kiranya kasih karunia serta damai sejahtera dari Allah Tritunggal senantiasa menyertai si abang selalu dan selamanya. Amin!

Sekali lagi, selamat ulang tahun, abang! Tuhan memberkati dan menyertaimu selalu. Amin!

Tiga Puluh Tujuh

Hari ini, saya genap berusia tiga puluh tujuh tahun.

Puji Tuhan…

Benar-benar luar biasa dan bersyukur banget rasanya diijinkan Tuhan bisa kembali merasakan sukacita ulang tahun dan menginjak usia yang baru ini.

Continue Reading…

Abang’s 10th Birthday

My 120 months old baby πŸ˜€

What???

10 Years old already???

120 months old???

Yes…yes… I know, time flies so fast, doesn’t it? I can’t believe it either. Si abang, si anak pertama saya, yang kehadirannya memicu saya untuk rajin menulis blog demi mendokumentasikan perkembangannya dari minggu ke minggu kemudian dari bulan ke bulan, ternyata sudah menginjak usia 10 tahun. Double figures at last! And my baby has finally left his single birthdays behind for ever. I’m happy for him and always thankful for everything that God has done in and for him all these years, but at the same time I can’t help but feel a little emotional and even a little sad.

Continue Reading…

Adek’s 5th Birthday

Satu lagi yang belum lama ini berulang tahun di keluarga kami, si adek. Puji Tuhan udah 5 tahun usianya sekarang, udah bukan balita lagi πŸ˜€ . Dan ulang tahunnya ini udah hampir sebulan yang lalu lho. Seperti biasa, mamanya si adek telat pake banget ngedokumentasiinnya di sini…hehe…

Hari ulang tahun si adek jatuh di hari Sabtu dan sejak malam sebelumnya dia udah excited banget menyambut ulang tahunnya ini. Meski gak ada perayaan besar-besaran, tapi tau dia mau ulang tahun aja udah bikin dia bahagia bukan main. Apalagi ditambah dia tau kalo tepat di hari itu dia akan mulai belajar menggambar di Global Art, yang memang merupakan salah satu hadiah ulang tahun buat dia.

Continue Reading…

The Scorpion Couple’s Birthdays

 

Ulang tahun saya dan suami hanya berselisih 6 hari, beda bulan, beda tahun, tapi zodiaknya sama, yaitu sama-sama Scorpio.

Syukurlah saya dari dulu gak pernah percaya sama yang namanya ramalan bintang, shio, dan sebagainya. Makanya walaupun dibilang kalo Scorpio berat berpasangan dengan sesama Scorpio karena berpotensi besar saling menyakiti (berhubung sama-sama emosian, cemburuan, posesif, dominan, suka nyimpen rahasia, dan tentu aja keras kepala), tapi tidak pernah menyurutkan niat kami sejak awal untuk bersama-sama mengarungi kehidupan ini…hehehe…

Continue Reading…