Essex Indonesia Piano Competition 2017

Hari Minggu yang baru lewat si abang ikutan ajang Essex Indonesia Piano Competition (EIPC) 2017 yang mana puji Tuhan tahun ini Palembang adalah salah satu dari 5 kota di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan k0mpetisi ini.

Ajang ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management dan dan kalo gak salah sejak tahun 2016 sudah menggandeng Essex Piano yang merupakan bagian dari keluarga besar Steinway Piano, makanya namanya yang dulunya Indonesia Piano Competition kemudian berubah menjadi Essex Indonesia Piano Competition. Tahun lalu, kompetisi ini hanya diselenggarakan di 4 kota saja yaitu di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Tahun ini puji Tuhan tempat penyelenggaraannya bertambah yaitu di Palembang.

Continue Reading…

Adek’s First Music Class

Mau update singkat nih, pengen cerita tentang salah satu perkembangan si adek di antara sekian banyak perkembangannya yang ya ampun, tak sempat-sempat juga saya tuliskan di sini. Bener-bener deh, setahun terakhir (atau malah mungkin 2 tahun?) blog ini bisa dibilang hampir mengarah ke terbengkalai. Lupakan soal rajin blogwalking seperti dulu karena bisa nulis aja udah syukur bukan main. Bukan karena kurang semangatnya, tapi memang karena waktu yang dulu biasa saya pakai untuk ngeblog harus saya alokasikan untuk kegiatan lainnya. Ya sudahlah, lagi-lagi, asal bisa sesekali menulis di sini, itu pun saja sudah sangat bersyukur 🙂 .

Kali ini, saya mau bercerita tentang kelas musik pertama si adek.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part 2)

Puji Tuhan, karena sebelumnya menang di urutan ketiga saat seleksi tingkat kota Palembang, maka si abang termasuk salah satu yang diutus mewakili Palembang di tingkat wilayah Sumatera di Batam.

Untuk tingkat wilayah ini, si abang gak ganti lagu. Yang bakal dibawain tetep lagu dari Maluku, Rasa Sayange, cuma genrenya aja yang agak diubah jadi agak nge-rap dan lebih nge-beat gitu. Yang bikin aransemen lagunya ya seperti sebelumnya adalah gurunya sendiri, miss Amira Syafinas. Meski aransemen belum jadi, tapi udah dari jauh hari sebelumnya miss Mira ngasih tau kami kalo genre lagu si abang akan ada perubahan jadi kostumnya juga agar disesuaikan.

Waktu itu langsung terpikir oleh saya si abang pake baju resmi ala-ala Soekarno lengkap dengan tanda-tanda jasanya tapi nanti di tengah lagu jasnya dibuka memperlihatkan bagian dalam yang sebenarnya cuma kemeja tanpa lengan trus abis buka jas si abang pake topi ala-ala hip hop gitu. Buat lebih ngeramein, rencananya tar di lengannya mo saya tatoin bintang dan bendera merah putih. Hanya ide itu saja yang terlintas di kepala saya, makanya gak pake mikir-mikir yang gimana-gimana lagi, kurang lebih 3 minggu sebelum waktu pentas, kami ke Steven Tailor buat ngejahitin kostumnya si abang itu. Dalam waktu kurang dari dua minggu, itu jas udah selesai, tugas kami tinggal nyari pin lambang dan tanda jasa buat disematkan di jas si abang. Nyari pin-pinnya gampang, cukup datang aja ke pasar Cinde, banyak toko di sana yang jualan pin-pin kayak gitu.

Waktu kostumnya pertama kali jadi, keren yak…cuma itu talinya masih salah tempat, harusnya di sebelah kanan 😀

 

Ini bagian dalamnya. Itu dasinya masih polosan, nantinya mo ditambahin pin-pin bintang biar rame.

 

Kalo yang ini udah bener semua letak asesoris di jasnya…
Kostum bagian dalam versi lengkap. Anak sapa ini…kok ganteng banget siiihh?? hahahaha
Waktu coba-coba bikin tatonya di rumah. Si adek juga gak mau kalah, minta tangan dan kakinya digambar-gambarin juga 😀

Kostum beres, sekarang urusan latihan. Si abang mulai latihan baru seminggu sebelum perlombaan, nunggu lagunya selesai dibikin dulu soalnya. Tapi gak apa, waktu seminggu udah cukup buat si abang asal latihannya serius dan disiplin tiap hari. Puji Tuhan dalam waktu beberapa hari si abang udah nguasain lagu dan koreonya. Yang sering jadi kendala cuma pas waktu buka jas, suka kejadian dia buka jasnya kelamaan karena nyangkut hingga koreonya jadi ketinggalan deh.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2015 (Part I)

Akhirnya event Yamaha Piano Competition and Electone Festival 2015 tingkat Regional Palembang datang juga kemarin. Acaranya digelar di Grand Attyasa. Tahun ini, si abang ikut Electone Festivalnya di kategori Free Style.

Dalam kategori free style ini, peserta gak cuma main electone aja, tapi juga harus ada atraksi lainnya seperti nyanyi atau nari atau atraksi apa aja. Main electonenya gak perlu utuh seluruh lagu, tapi bisa hanya sebagian aja dan sebagian lainnya diisi dengan atraksi. Jadi di kategori ini sebenarnya kalo saya liat, kemampuan main electone-nya sendiri gak begitu penting, yang paling penting adalah kemampuan peserta untuk percaya diri dalam beratraksi dan berinteraksi dengan pemirsa dari atas panggung.

Tapi gak apa, tahun ini si abang ikutan yang kategori free style dulu, itung-itung buat ngelatih kepercayaan diri dia di atas panggung. Kalo Tuhan berkenan, tahun depan ngikut lagi untuk Piano Competition.

Oh ya, untuk electone sendiri, selain ada kategori free style, juga ada kategori concourse. Nah, kalo yang kategori concourse itu barulah memang benar-benar mengandalkan kemampuan bermain electone yang mana bikin ter-wow-wow liat kemampuan para pesertanya. Jago-jago amat yak bikin aransemen lagu sendiri trus cara mainnya itu lho…speechless liatnya dan saya selalu berpikir, itu gimana ya kakinya kok bisa lincah nginjak pedal ke sana ke mari tanpa salah nginjak pedal 😀 . Kalo ada yang penasaran, pengen tau gimana sih cara orang main electone dalam kompetisi Yamaha untuk kategori concourse ini, mungkin video di bawah ini bisa mewakili…

Continue Reading…

(Yamaha JMC-2) Honeybee March and Hush a Bye

Jumat ini, pengen dokumentasiin perkembangan Raja di bidang musik.

Seperti yang udah pernah saya ceritain sebelumnya, salah satu hal yang bikin Raja semangat dengan naik ke kelas JMC – 2 ini adalah karena di kelas ini semakin banyak lagu-lagu yang harus dimainkan dengan dua tangan, hal ini bikin Raja tambah bersemangat latihan musik. Puji Tuhan beberapa bulan lalu akhirnya bisa juga beliin Raja piano yang mana itu bikin Raja bertambah lagi semangatnya untuk latihan setiap hari di rumah.

Nah, salah satu lagu yang jadi bahan pelajaran di kelas musiknya adalah Honeybee March, tapi yang dipelajari di kelas baru bagian depannya saja, dan sepertinya kalo liat di video-video di YouTube, memang rata-rata anak JMC-2 di belahan dunia lain pun belajarnya cuma bagian depan itu aja. Di bukunya sendiri sebenarnya ada not balok lagu ini secara lengkap baik untuk kunci G maupun kunci F. Karena di bukunya ada not baloknya, hari Selasa lalu saya nantangin Raja, bisa gak dia berusaha mempelajari dan memainkan lagu ini secara lengkap. Raja puji Tuhan mau nerima tantangan itu. Hari Selasa dia mulai belajar, hari Kamis kemarin dia sudah lancar memainkannya 🙂

Continue Reading…