Tentang Piano Masterclass dan Tentang Mengajari Anak

Hari Senin yang lalu, pagi-pagi guru musik si abang ngabarin saya kalo sekolah musiknya kembali membuka piano masterclass untuk hari Selasa tanggal 30 Mei (kemarin). Ini adalah piano masterclass ketiga yang diadakan di sekolah musik si abang. Yang pertama si abang ikut sementara yang kedua gak ikut karena saya gak bisa nganterin. Untuk yang ketiga ini karena waktunya bisa saya atur, maka begitu ditanya oleh gurunya apa mau ikutan atau gak, saya langsung bilang mau.

Sesuai dengan namanya, piano masterclass adalah kelas piano di mana yang ngajar adalah yang sudah master dalam dunia per-piano-an. Kelas pertama sebelumnya yang ngajar adalah seorang bapak (kita sebut saja Mr. M yaaa) yang kuliah S1 – S3 di bidang musik, kalo gak salah waktu itu yang merekomendasikan beliau ke sekolah musik si abang adalah dari pihak penyelenggara salah satu event kompetisi piano.

Sementara, di kelas kedua dan yang ketiga kemarin, pengajarnya adalah Stephen Kurniawan Tamadji.

Hayooo…yang seangkatan sama saya, kenal gak sama nama itu??

Continue Reading…

Iklan

Essex Indonesia Piano Competition 2017

Hari Minggu yang baru lewat si abang ikutan ajang Essex Indonesia Piano Competition (EIPC) 2017 yang mana puji Tuhan tahun ini Palembang adalah salah satu dari 5 kota di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan k0mpetisi ini.

Ajang ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management dan dan kalo gak salah sejak tahun 2016 sudah menggandeng Essex Piano yang merupakan bagian dari keluarga besar Steinway Piano, makanya namanya yang dulunya Indonesia Piano Competition kemudian berubah menjadi Essex Indonesia Piano Competition. Tahun lalu, kompetisi ini hanya diselenggarakan di 4 kota saja yaitu di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Tahun ini puji Tuhan tempat penyelenggaraannya bertambah yaitu di Palembang.

Continue Reading…

Adek’s First Music Class

Mau update singkat nih, pengen cerita tentang salah satu perkembangan si adek di antara sekian banyak perkembangannya yang ya ampun, tak sempat-sempat juga saya tuliskan di sini. Bener-bener deh, setahun terakhir (atau malah mungkin 2 tahun?) blog ini bisa dibilang hampir mengarah ke terbengkalai. Lupakan soal rajin blogwalking seperti dulu karena bisa nulis aja udah syukur bukan main. Bukan karena kurang semangatnya, tapi memang karena waktu yang dulu biasa saya pakai untuk ngeblog harus saya alokasikan untuk kegiatan lainnya. Ya sudahlah, lagi-lagi, asal bisa sesekali menulis di sini, itu pun saja sudah sangat bersyukur 🙂 .

Kali ini, saya mau bercerita tentang kelas musik pertama si adek.

Continue Reading…

Yamaha Electone Festival 2016 Indonesia Final

Akhirnya ya, setelah tertunda cukup lama, jadi juga saya punya mood untuk nulis tentang lomba Yamaha Electone Festival (YEF) 2016 Indonesia Final yang abang ikuti kemarin.

Awalnya si abang ikutan YEF kategori Electone Ramai-Ramai adalah karena dia menang juara kedua di Yamaha Piano Competition yang mana itu berarti dia akan ikut di tahap kompetisi piano selanjutnya yaitu tingkat Sumatera di Medan. Nah, berhubung sekolah musiknya bikin grup untuk berpartisipasi di kategori Electone Ramai-Ramai, maka dikumpulkanlah semua peserta tingkat Sumatera baik Electone Concourse, Electone Idol, Piano, dan Vocal untuk bergabung dalam grup Swara Musi Cassanova. Selain para peserta lomba, ikut bergabung juga beberapa siswa yang adalah adik para peserta dan yang memang udah berencana untuk ikut nontonin kakaknya berlomba. Karena itulah maka akhirnya si abang jadi anggota Swara Musi Cassanova yang mana peran dia di situ adalah sebagai dancer yang menggunakan kostum rusa bersama dengan anaknya miss Mira dan seorang temannya lagi.

Continue Reading…

Finally…. We Met Up!

Minggu lalu, kami sekeluarga ke Jakarta dalam rangka nganterin si abang ikut lomba di ajang Yamaha Electone Festival Indonesia Final untuk kategori Electone Ramai-Ramai.

Rencana ini sebenarnya agak maju mundur. Awalnya kami udah sepakat bakal sekeluarga berangkat, jadilah saya udah ambil 1 suite with 2 bedrooms di Aryaduta Semanggi. Tapi kemudian seiring perkembangan, kami sempat mutusin untuk si abang hanya diantar oleh pak suami aja. Dan lalu terjadi perkembangan lain, hingga final decision-nya adalah kami semua bakal berangkat buat nganterin si abang. Final decision itu diambil hari Jumat, sehari sebelum jadwal keberangkatan.

Nah, karena udah pasti mo pergi, saya pun langsung ngabarin di grup Mamah Muda kalo saya ada rencana mo ke Jakarta, sapa tau gitu kan ada yang pengen ketemu sama saya soalnya saya sendiri pengen banget bisa ketemu sama anggota Mahmud Cabang Jakarta. Ya bok, grup itu udah terbentuk dari tahun 2012 dan rata-rata dengan semua anggotanya yang hanya berjumlah 10 orang itu, saya udah kenal sejak sebelum grup terbentuk. Itu artinya kan kami udah bertahun-tahun ya kenal, tapi sayangnya saya baru pernah ketemu dengan 1 anggota aja yaitu Mumut, itu pun ketemuannya udah dari tahun 2013 lalu…udah lama bangeeettt 😀

Continue Reading…

Yamaha Piano Competition 2016 (Part 1)

 

Yamaha Piano Competition adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Yamaha yang terbuka untuk semua siswa dan siswi yang menempuh pendidikan musik di sekolah-sekolah musik di bawah lisensi Yamaha. Selain piano, dalam event tahunan itu juga ada Electone Festival dan Popular Music Course Festival.

Tahun lalu, si abang ikutan Electone Festival kategori Electone Idol dan puji Tuhan waktu itu dia berhasil nyabet juara 3 sehingga kemudian jadi salah satu utusan Palembang di ajang Electone Festival Tingkat Wilayah Sumatera di Batam.

Nah, tahun ini si abang gak ikutan Electone Idol lagi, cukuplah ya pengalaman sekali itu…hehehehe… Tahun ini abang ikut yang Piano Competition aja.

Berdasarkan usianya, si abang masuk di kategori Junior A. Peserta yang lain ada dua lagi yang seumuran abang, selebihnya udah lebih besar. O ya, salah satu peserta Piano Junior A ini adalah anaknya miss Mira, guru musiknya si abang 😀

Kami sadar, peserta yang lain juga bagus-bagus sekali mainnya, karena itu kalo mo jujur kami sendiri bukannya yang ada harapan atau keyakinan tinggi bahwa si abang akan bisa dapat juara. Apalagi ditambah lagu yang dibawain si abang bukan lagu klasik, sementara biasanya yang jadi unggulan di kompetisi piano gini adalah lagu-lagu klasik. Buat kami tujuannya bukan untuk jadi juara atau gak. Yang paling penting si abang belajar untuk tampil di depan orang dan belajar mengendalikan rasa gugupnya.

Continue Reading…

Di PTC dan Di OPI

Pengen cerita tentang kegiatan musik si abang nih. Tanggal 13 Desember lalu dia ikutan dalam Swara Indah Music Christmas Concert di PTC Mall. Di situ dia bawain dua lagu, Cookie Boogie sama Jingle Bells.

Sebelum berangkat, latihan bentar dulu di rumah
Atrium PTC Mall

Lagu Jingle Bells-nya pake iringan musik yang diputer dari electone. Sayang waktu itu sound system kurang bagus pengaturannya, jadi si abang kurang gitu denger waktu musik pengiring mulai diputar hingga bikin dia agak ketinggalan mainnya. Tapi gak apa lah, tetep gak ngurangin rasa bangga kami ke dia kok..hehe…

Continue Reading…

JMC 4 dan Tangisan Sebelumnya……….

Ceritanya, beberapa minggu yang lalu si abang udah lulus ujian Yamaha Junior Music Course Buku 3 (JMC 3). Puji Tuhan ujiannya lancar dan si abang pun udah bisa naek ke tingkat JMC 4.

Seminggu setelah ujian, si abang masih ada 1 kelas lagi buat ngelengkapin absen di JMC 3, sebelum libur seminggu dan sebelum masuk ke kelas JMC 4. Nah, pas selesai kelas pengganti itu, si abang masih tinggal dalam kelas buat nunjukkin ke gurunya hasil latihan lagu yang mo dia bawain di Electone Idol nanti. O iya, rencananya si abang mo ikutan event Electone Idol, yah ngikut-ngikut aja sih, hitung-hitung buat ngelatih kepercayaan diri dia, tampil di atas panggung di depan orang banyak. Hasilnya nanti gak terlalu dipikirin, asal anaknya semangat dan percaya diri, kami sudah sangat bahagia. Selesai nunjukkin hasil latihannya, kami keluar, rencana udah mo langsung beli buku JMC 4. Memang sih kelasnya masih bakal dimulai dua minggu lagi, tapi si abang kan tipenya pengen cepat belajar, jadi makin cepat dia bisa dapat bukunya, maka akan makin baik buat dia.

Si abang udah semangat banget aja tuh bakal dapat buku JMC 4, sampe loncat-loncat dia bilang, “yes..yes..yes…” gitu….

Eeehhh…gak taunya, begitu kami nyampe di meja admin, si mbak adminnya bilang kalo bukunya udah habis. Memang stoknya cuma ada dua, dan udah keburu dibeli sama temen si abang yang laen.

Denger itu, si abang langsung diam…

Trus gak lama dia nangis doonngggg……

Iyaaa….nangis kayak anak kecil banget!

Mbak-mbak adminnya sampe bingung. Saya juga bingung. Papanya juga bingung.

Continue Reading…

Perjalanan mencari piano murah……

Saat awal masukin Raja ke sekolah musik, yang paling jadi pikiran adalah soal perlengkapan perangnya yang utama, apalagi kalo bukan alat musiknya sendiri, dalam hal ini piano.

Soal piano ini jadi kepikiran, karena sejak jaman dulu, walau satu-satunya pengetahuan saya tentang piano hanyalah terbatas pada bentuknya yang terbagi dua: grand dan upright, saya udah tau kalo piano itu harganya mahal. Kalo organ sih pasti relatif lebih murah, tapi kalo udah ngomong piano, dalam benak saya langsung terbayang lah itu duit puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saya dulu memang nggak pernah cari tau ya berapa harga piano sebenarnya, tapi kira-kira udah bisa saya bayangkan lah harganya berapa mengingat hanya di rumah teman yang orang tuanya tergolong berpenghasilan besar aja yang punya piano. Kalo yang penghasilannya rada pas-pasan (seperti orang tua saya), palingan juga cuma ada organ…hihihihi… Dan ternyata, kesimpulan saya dulu itu memang gak salah kok, terbukti waktu pertama kali main ke rumah mertua (yang waktu itu statusnya masih calon) dan saya iseng-iseng nanya berapa harga piano upright di rumah mertua itu saat dulu dibeli, saya pun langsung ngerasa mules di perut begitu denger angkanya. Di rumah mertua memang ada piano bagus yang usianya udah bertahun-tahun, karena udah dibeli sejak suami masih kecil, tapi ya itu herannya kok mereka semua 6 bersaudara gak ada satupun yang bisa main piano, satu-satunya yang bisa ya cuma bapak mertua. Sayang banget ya 😀

Makanya karena sadar kalo piano itu harganya mahal sekali, waktu Raja kami masukin ke sekolah musik, saya dan suami cuma bisa beriman aja supaya tar bisa dapat duit buat beliin Raja piano. Pernah satu kali saya iseng-iseng nyari harga piano, dan ketemulah saya di sebuah situs yang ngejual piano-piano second….yang mana penemuan itu bikin saya nyesel. Ya abis gimana gak nyesel, gara-gara situs itu saya tambah pusing liat piano second aja harganya bisa nembus angka sampai hampir 500juta. Eyampun, beli sebiji piano aja bisa dapat satu rumah tipe 50-an…gimana ini?? T___T

Nah, setelah Raja mulai masuk sekolah musik, baru tau lah kami kalo ternyata piano itu ada jenis digitalnya juga….hihihi…memang lah pengetahuan kami soal piano ini ceteeekk banget. Kami taunya karena di sekolah musik Raja juga kan jualan alat-alat musik Yamaha juga, nah di situlah kami liat-liat… Oalah, ternyata bahkan yang grand pun ada yang versi digitalnya. Nah, harapannya kan dengan ada versi digital gini, maka harganya pun bisa menjadi lebih terjangkau. Seharusnya begitu kaann?

Kenyataannyaaaaa….

Continue Reading…

Test JMC 2

Hari Sabtu kemarin, Raja ngikutin test akhir tingkat Junior Music Course 2 di sekolah musiknya.

Puji Tuhan semua lancar.

Raja masuk ke ruang test sekitar jam 11, saya dan papanya juga ikut masuk. Sebenarnya si adek juga ikut, tapi pas nama Raja dipanggil si adek lagi lelap bobo. Jadi ya sudah, saya dan papanya aja yang masuk. Di dalam ruang test hanya ada guru musiknya, miss Mira, dan satu guru penguji yang didatangkan dari sekolah musik Yamaha yang lain.

Testnya sendiri sebenarnya gak begitu sulit. Sesi pertama anak disuruh nyanyi, sesi kedua anak disuruh menyanyikan not lagu yang dimainkan guru, sesi ketiga anak disuruh main dua lagu pilihan yang mana lagu yang dipilih harus yang ada di buku JMC 2, sesi keempat anak disuruh membaca beberapa not, dan sesi terakhir wawancara singkat sama pengujinya.

Untuk nyanyi, Raja pilih lagu Matahari & Bintang (Sky Games). Untuk main pianonya, dia pilih lagu Party In The Sky sama Sweet Dance.

Puji Tuhan semua lancar dan sama sekali gak ada kesulitan untuk Raja, sayang selama test berlangsung kami gak boleh ngerekam ato ngambil foto. Itu udah aturan. Tujuannya supaya konsentrasi anak tidak terganggu. Kalo Raja sih sebenarnya makin difoto dan direkam, maka dia akan makin semangat, hehe, tapi ya karena udah aturan ya sudah kita taat aturan saja 🙂

Untuk test kali ini sebenarnya di hari sebelumnya udah dilakukan simulasi sama miss Mira. Setiap anak asuhannya satu per satu disuruh nyanyi dan main piano sendiri.  Karena tau kalo pas test gak boleh direkam, jadi pas simulasi ini aja saya rekam…hehe…

Pada intinya waktu dites sama aja dengan pas simulasi itu, cuma beda saat tes pendengaran, lagu yang dimainkan oleh penguji berbeda dengan yang dimainkan oleh gurunya pas simulasi, hehe…ya iyalah yaaaa…eh tapi justru lebih gampang waktu saat tes kok 😀

Terakhir, waktu wawancara, pengujinya bilang selamat ke Raja karena semuanya baik sekali. Ya waktu nyanyi, juga waktu main. Waktu nyanyi syaratnya harus suaranya lantang dan menyanyikan pada not yang tepat. Saat main syaratnya suaranya juga harus lantang waktu nyanyiin not dan lagunya dimainkan pada not dan tempo yang tepat.

Puji Tuhan, makin ke sini perkembangan musik Raja semakin baik.

Ada yang nanya, di rumah sering kami latih juga ato gak.

Jawabannya tentu iya.

Cuma lebih tepatnya kami NYURUH dia berlatih dan belajar setiap harinya. Lebih tepat pake kata nyuruh, karena kami gak bisa ngelatih dia dengan kemampuan musikalitas kami yang benar-benar merayap ini 😀

Setiap hari, meski udah lewat test gini, Raja harus berlajar piano. Sesi pertama belajar lagu-lagu yang ada di buku JMC. Sesi kedua belajar lagu yang lain, terutama lagu anak-anak, walopun masih yang sederhana. Setiap hari dia harus belajar main piano. Udah paling minimal itu 1 jam, tapi emang biasanya jadinya lebih apalagi kalo lagi belajar lagu baru. Sebenarnya sungguh nyesel ya karena kami gak bisa ngajarin Raja karena keterbatasan kemampuan kami, tapi gak apalah, semoga dengan ini Raja bisa belajar bahwa keterbatasan bukan halangan untuk belajar. Walo papa dan mamanya gak bisa main instrumen satu pun, tapi dia tetap harus bisa.

Ini ada beberapa video Raja saat lagi main piano.

Video pertama dia mainin lagu Balonku Ada Lima.

Video kedua dia mainin lagu Aku Adalah Anak Gembala 🙂

Dan video ketiga ini, dia mainin lagu Sky Games (Matahari dan Bintang) yang mana ini adalah lagu pilihannya untuk dinyanyikan saat test kemarin itu. Sebenarnya lagu ini memang bukan untuk dimainkan, tapi untuk dinyanyikan saja oleh siswa. Tapi Raja kan anaknya suka sekali mencoba, jadi dicobanya lah mainin lagu ini. Ternyata bisa, dan puji Tuhan hampir semua lagu yang seharusnya cuma untuk dinyanyikan aja bisa dimainkan sama Raja…

Dan yang terakhir ini, gak tau apa judulnya. Yang pasti ini salah satu lagu yang suka dimainkan sama gurunya.

Sebagai orang tua yang gak bisa main musik, rasanya apa yang bisa dilakukan Raja ini udah luar biasa sekali buat saya. Ya mungkin karena saya gak bisa main kan ya, jadi standar saya ya jelas gak setinggi standar orang tua yang memang pemusik. Tapi balik lagi, saya tetap yakin kalo Raja ada bakatnya dan saya bener-bener minta ke Tuhan supaya kami dikasih hikmat dan berkat supaya bisa membantu Raja ngembangin bakatnya. Doa kami nantinya bakatnya ini bisa dia pakai buat kemuliaan Tuhan. Amin.

O ya, sebenarnya kami sudah berpikiran untuk ngasih les privat piano ke Raja. Maksudnya ya supaya dia lebih cepat berkembang. Tapi ternyata di sekolah musiknya, kalo privat cuma setengah jam seminggu, dan gurunya pun belum tentu dapat yang gurunya sekarang. Kayaknya kalo cuma setengah jam terlalu sedikit, dan kalo ternyata dapatnya bukan miss Mira, duh rasanya sayang juga. Jadi sepertinya setelah ini Raja masih bakal masuk ke kelas JMC 3, kita liat nanti perkembangannya gimana.

Buat Raja, selamat yaaa…udah naik ke JMC 3, tambah semangat belajar musiknya ya nak! Tuhan Yesus memberkatimu, sayang!

siap-siap nunggu di depan ruang ujian
siap-siap nunggu di depan ruang ujian
bareng dua orang temannya yang udah sama2 sejak tingkat Music Wonderland
bareng dua orang temannya yang udah sama2 sejak tingkat Music Wonderland