Cooking With Slow Cooker

Setelah membaca postingan saya yang berjudul Solid Food For 8m Old Baby, ada seorang teman yang kemudian menghubungi saya via email, menanyakan tentang urut-urutan membuat nasi tim dengan menggunakan Toyomi slow cooker. Saya sudah balas emailnya (sudah gak bingung lagi kan, mbak?). Tapi, tentu dong saya pengen share juga di sini, supaya kalo ada yang punya pertanyaan yang sama, well it’s already answered here..

Jadi gini, pertama saya pengen bilang kalo prinsip saya, memasak entah dengan metode apapun, baik konvensional alias pake kompor atopun secara elektrik misalnya dengan menggunakan slow cooker, tetep musti ada urut-urutannya. Gak bisa semua bahan dicampur sekaligus dan dimasak berbarengan sejak awal, karena karakteristik setiap bahan adalah berbeda.

Karena itu, untuk membuat nasi tim dengan slow cooker, saya memulai dengan beras + air kaldu + 1 lembar daun salam. SC-nya diset ke auto. Lamanya memasak tergantung karakteristik beras, kalo beras merah yang masih ada kulitnya itu, berarti butuh waktu hampir semalaman. Sementara kalo untuk beras merah biasa atau beras putih, hanya butuh waktu 3 – 4 jam saja.

1 jam sebelum slow cookernya dimatikan (setelah nasi timnya jadi), saya memasukkan sayuran segar yang sudah dicincang halus atau sudah diparut. Catatan penting nih, saya tidak pernah mencampur sayuran semacam brokoli, kembang kol, atau bayam ke dalam nasi tim untuk dimasak bersama. Brokoli karena bau langunya akan bikin aroma nasi tim menjadi tidak sedap, lagipula brokoli lebih bagus kalo ditumis. Kembang kol karena paling baik kalo dikukus tersendiri. Sementara bayam…kalo dicampurin tar gak bisa untuk 2 kali makan dong….

Setengah jam sebelum slow cookernya dimatikan, giliran lauk yang ikutan nyemplung. Untuk daging dan ikan, saya rebus tersendiri dulu sebelum dimasukkan. Maksudnya sih supaya nasi timnya gak berbau amis. Jadi kalo untuk daging, saya rebus bersama irisan daun bawang, bawang putih, seledri, sama tomat. Sementara untuk ikan saya rebus bersama irisan jahe (supaya amisnya ilang!). Sudah matang, baru dicincang halus trus dimasukin ke dalam slow cooker.

Nah, kalo untuk tempe dan tofu, hanya saya cincang trus dimasukin ke dalam nasi timnya. Tapi kalo mau, tofunya bisa juga direbus terlebih dahulu bersama ikan.

Nah, gitu deh urut-urutannya… gampang kan…

Iklan

MPASI Untuk Bayi 8 Bulan

Besok, Raja udah mo genap 9 bulan, so, go along with the tradition – created and built by me 😀 – I want to share makanan apa aja sih yang dikonsumsi Raja selama usianya yang 8 bulan ini…

Jenis makanannya tentu aja semakin bervariasi dong dibanding dengan menu makanan di usia 6 bulan dan  7 bulan kemarin. Beberapa bahan makanan baru yang saya kenalkan ke Raja di usia 8 bulan ini adalah sbb.

Makanan pokok :  macaroni, beras putih organic

Sayuran

Bayam merah. Cara paling oke untuk memasak bayam merah menurut www.wholesomebabyfood.com adalah dengan merebus atau mengukus atau menumis dengan menggunakan olive oil.

Vitamin: Vitamin A, C, Asam Pantothenic, Niasin, Riboflavin, Tiamin, Folat

Mineral: Potassium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Zat besi, Selenium

Kembang kol. Cara paling oke untuk memasak kembang kol menurut www.wholesomebabyfood.com adalah dengan mengukus.

Vitamin: Vitamin A, C, Asam Pantothenic, Niasin, Tiamin, Folat, Vitamin B6

Mineral: Potassium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Zat besi

Brokoli. Cara paling oke untuk memasak brokoli menurut www.wholesomebabyfood.com adalah dengan mengukus atau menumis dengan menggunakan olive oil.

Vitamin: Vitamin A, Vitamin C, Niasin, Folat, Vitamin B1, Vitamin B6, Vitamin E, Vitamin K

Mineral: Potasium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Selenium, Zat Besi,

Tomat. Cara paling oke untuk memasak tomat menurut www.wholesomebabyfood.com adalah dengan mengukus atau menumis dengan menggunakan olive oil. Tapi tentu dong, dengan cara merebus juga tidak diharamkan 🙂

Vitamin: Vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, Folat, Niasin

Mineral: Potasium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Zat Besi, Seng, Mangan, Tembaga

Terong ungu. Cara paling oke untuk memasak tomat menurut www.wholesomebabyfood.com adalah dengan mengukus atau menumis/menggoreng dengan menggunakan olive oil.

Vitamin: Vitamin A, Vitamin C, Niasin, Folat, Tiamin, Asam Pantotenic, Vitamin K

Mineral: Potasium, Sodium, Kalsium, Fosfor, Magnesium, Zat besi

Protein hewani : ikan salmon, kuning telur omega

Buah

Anggur hijau (yang manis dan tanpa biji). Cara bikinnya tinggal cuci bersih di air mengalir, kuliti, lalu cincang/haluskan. Selesai. Tinggal disajikan deh.

Anggur mengandung flavonoid yang berguna untuk kesehatan jantung dan memerangi kolesterol jahat.

Vitamin: Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2, Niasin, Folat

Mineral: Potasium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Zat Besi

Jambu biji merah. Kaya akan likopen dan Vitamin C. Sayang, Raja gak begitu suka sama jambu ini…jadinya hanya sekali saya berikan… hikksss…

Lain-lain : olive oil, daun salam, bawang bombay

Jadwal pemberian makannya juga berubah. Kalo sampe 7 bulan kemarin kan Raja makan besarnya hanya 2 kali sehari plus 1 kali makan puree buah segar. Nah, setelah 8 bulan, jadwal makan Raja adalah seperti berikut ini.

07.30 Sarapan

11.30 Makan siang

14.00 Selingan buah segar

16.30 Makan sore

Jadi ceritanya di usia 8 bulan, Raja mulai makan besar sebanyak 3 kali. Yang saya maksud dengan makan besar di sini adalah menu makanan dengan bahan dasar berupa makanan pokok (beras, roti, macaroni, oatmeal, kentang, jagung, dsb).

Untuk sarapan, biasanya saya tambahkan kelompok buah/sayur serta protein baik dari kacang-kacangan (cth. Kacang hijau) maupun dari produk olahan susu (cth. Keju).

Sementara, untuk makan siang dan malamnya, saya tambahkan kelompok sayur – biasanya 2 atau 3 jenis sekaligus – serta protein dari daging (cth. Daging ayam) atau telur atau ikan (saya memberi Raja ikan salmon di usianya yang ke 3dto9m) atau dari makanan olahan seperti tofu dan tempe.

Di usia ini, saya juga mulai mengenalkan bumbu penambah rasa pada makanan, seperti bawang bombay untuk menumis sayuran dengan menggunakan extra light olive oil dan daun salam untuk membuat nasi tim. Soalnya, Raja kan makin hari makin pinter tuh soal rasa merasa makanan, jadi menu makanannya musti tambah enak supaya Raja juga tambah semangat makannya.

Nah, berikut ini adalah beberapa variasi makanan yang saya berikan untuk Raja.

Sarapan

Bahan pokok yang biasanya saya berikan sebagai menu sarapan Raja adalah Roti Gandum, Oatmeal, dan Macaroni.

Baca di sini tentang cara membuat bubur roti gandum.

Kalo untuk oatmeal, saya pakai Quaker Oat Quick Cook. Cara bikin buburnya, tinggal masak 3sdm oat bersama air kaldu ayam (supaya gurih rasanya) kurleb 200ml. Masak sampe oatnya matang dan berupa bubur.

Untuk macaroninya, segenggam macaroni saya rebus bersama 200ml air kaldu sampai benar-benar lunak dan bisa dihaluskan.

Nah, sebagai variasinya, bisa dicoba nih beberapa resep yang saya buat di bawah ini.

Tommy-tommy bread

‘Bahan Pokok’ + kacang hijau + Keju Parut

Bahan pokok dimasak bersama 2 sdm tepung kacang hijau (protein nih….) dengan kurleb 200ml air kaldu ayam. Masak hingga menjadi bubur. Kalo udah, diangkat lalu beri taburan keju parut.

Raja(1056)

Orange Oat Cheesy

Bubur oatmeal diberi saus melon jingga kukus dengan sentuhan akhir berupa taburan keju parut

Raja(1024)

‘Bahan Pokok’ + Kacang Hijau + Tomat + Keju Parut (optional)

Bahan pokok dimasak bersama kacang hijau (caranya kayak di atas itu tuh…) setelah hampir matang, masukkan tomat yang sudah dikuliti, dibuang bijinya, dan dicincang. Masak hingga semua bahan matang benar. Kalo sudah, angkat, taruh di dalam mangkuk bayi dan jika mau dapat diberikan taburan keju parut

‘Bahan Pokok’ + Sayuran/Buah + Kuning Telur + Keju Parut (optional)

Rebus telur (saya pakai telur Omega, silakan pilih mau Omega 3, 6, atau 9). Ambil hanya kuningnya saja.

Bahan pokok dimasak bersama sayuran/buah misal: tomat (supaya ada vitamin dari sayur/buahnya) dengan air kaldu ayam. Setelah matang, campur dengan kuning telur rebus yang sudah dihaluskan. Setelah itu bisa ditambah keju parut.

Raja(1058)

Makan Siang / Malam

Yang pasti, kalo untuk makan siang dan malamnya, Raja selalu makan nasi tim. Kalo pake beras merah pecah kulit, berarti musti disaring lagi, soalnya kulitnya keras bo’! Tapi kalo pake beras merah biasa ato beras putih organic, gak pake disaring lagi lho…yang penting ditimnya sampe jadi bubur tapi gak juga lembek-lembek banget, alias masih tetep bertekstur supaya ngelatih Raja mengunyah.

Untuk bikin nasi tim, saya dibantu dengan slow cooker, he he… Ceritanya slow cooker ini dibeli papa dari Singapore kemaren. Merknya Toyomi. Katanya sih kalo di s’pore sana, merk ini lebih ngetop daripada Takahi. Keunggulannya, karena tembikarnya itu bisa dipake untuk dimasak di atas kompor juga. Katanya sih, memasak dengan menggunakan tembikar lebih baik daripada dengan panci stainless steel.

Cara saya memasak dengan Toyomi SC ini???? Gampang buanget….

Kalo untuk bikin nasi tim dari beras merah organic pecah kulit, 2 genggam beras dimasak bersama air kaldu ayam sebanyak kurleb 2 ruas jari tengah (diukur dari permukaan beras ya…) plus selembar daun salam. Biasanya saya mulai masak mulai pukul 9 malam dan biasanya baru matang dan menjadi bubur di pukul 6 atau 7 pagi (luamaaa….bo’!).

Sementara untuk nasi tim dari beras putih, komposisi beras dan air sama saja dengan di atas, tapi masaknya bisa jam 4.30 pagi. 3 jam kemudian sudah jadi tuh…

Raja(1048)
Toyomi High Heat Slow Cooker

Untuk sayur dan lauknya, ada 2 cara yang sering saya lakukan.

Pertama, dengan cara mencampur langsung sayur dan lauk ke dalam nasi tim. Jadi, ketika nasi sudah matang, saya campurkan sayur dan lauk yang sudah dicincang. Sejam kemudian slow cookernya saya matikan.

Kedua, dengan cara menumis. Contohnya nih, saya bikin bayam tumis.

Bahan:

10 lembar daun bayam

50 gram daging ayam rebus, cincang halus

1 sdt bawang bombay cincang

3 sdm air

1 sdm extra light olive oil

Cara memasak:

  1. Tumis bawang bombay hingga harum
  2. Masukkan bayam cincang, aduk rata
  3. Tambahkan 3 sdm air
  4. Masukkan daging ayam cincang
  5. Masak hingga tercampur rata dan matang

Kalo udah jadi, tinggal dihidangkan deh bersama nasi tim polosnya. Resep di atas bisa juga ditambah dengan tofu atau tempe cincang. Sayurannya juga bisa diganti dengan jenis sayuran lain seperti wortel + buncis, brokoli + kembang kol + wortel, wortel + labu siam, dsb… Daging ayamnya juga bisa diganti dengan ikan (jangan lupa no bones, no skin) yang sudah direbus terlebih dahulu dan dicincang.

Jika ingin menambahkan kuning telur pada menu nasi timnya, biasanya saya merebus tersendiri telur, diambil kuningnya, dihaluskan, baru disajikan bersama nasi tim.

Raja(1050)
Nasi tim + bayam tumis

Outing on Weekend…

Agenda weekend kemaren buat Raja adalah…. nemenin mama belanja bulanan!!! he he, mumpung sudah dapat gaji dari kantor dan dari papa, he he… Buat keluarga kami, belanja bulanan memang wajib, karena terbukti bisa lebih menghemat pengeluaran. Puji Tuhan, sejauh ini penghasilan (baca: gaji + penghasilan halal lainnya) si papa lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kami tiap bulannya. Jadinya penghasilan saya cuma dipakai untuk nabung aja, maklum masih hidup non credit, sih, he he…. duh, kok jadinya ngomonging soal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga di sini, sih??? Jadi malu… hi hi….

Raja(747)Anyway, kemaren seperti biasanya we did monthly shopping at Carrefour, soalnya barang-barang kebutuhan kami paling lengkap tersedia di situ.  Sebelum acara belanja-belanja dimulai, rombongan sirkus yang terdiri dari mama, papa, Raja, dan si suster singgah sarapan dulu di Es Teller 77. Maklum, sejak kejadian kebocoran gas kemaren, kami belum berani mengoperasikan kompor gas di rumah, jadi gak bisa bikin sarapan, deh…

Awalnya, Raja digendong sama si papa. Saya dan si suster sarapan duluan. Si papa gak mau Raja yang sudah mulai  ngantuk digendong si suster. Papa pengennya Raja tertidur dalam pelukannya… duh…. so sweeeeett….. Papa menggendong Raja sambil jalan-jalan. Seperti biasa, Raja sangat menikmati….sampai akhirnya tertidur lelap…. Setelah bobo, barulah Raja diletakkan di dalam strollernya trus papa ikut sarapan deh…

Begitu kami selesai sarapan, Raja terbangun. Langsung minta mimi. Duh, syukur masih di sini jadi tempatnya nyaman buat mimiin Raja. Sejak dulu, saya tidak pernah memakai nursing apron ketika menyusui Raja di tempat umum. Saya juga tak pernah khusus membeli baju menyusui. Paling kalo mo jalan, saya pake outfit yang gampang dibuka bagian atasnya aja. Nah, kalo mo mimiin Raja, saya manfaatin kain gendongnya yang panjang dan lebar itu plus bantuan papa dan si suster untuk memegang kainnya, he he, aman deh…

Raja(750)Kami selesai sarapan, Raja selesai mimi, siap deh buat mulai belanja. Raja  ditaro dalam strollernya. Ngomongin soal stroller, sejak terakhir dipakai waktu Raja berumur 2 bulan, memang baru kali ini kami bawa stroller nya itu jalan-jalan lagi. Pertimbangannya, karena sekarang Raja sudah tegak didudukin, jadi bisa ditaro dalam stroller dengan posisi duduk saat gak lagi bobo. Dulu, Raja gak pernah nyaman ditaro dalam stroller karena cuma bisa tiduran aja. Baby yang aktifnya kayak Raja dan pengen liat ini itu ya mana mau diam-diam kayak gitu. Dengan posisi duduk kayak gini, Raja bisa nyaman ngeliat kesana-kesini. Apalagi kami sengaja menghadapkan Raja ke arah kami, jadi sambil jalan bisa bercanda sama Raja. Dari apa yang saya baca, menghadapkan bayi dalam stroller ke arah kita (ke arah belakang) memang jauh lebih aman daripada dihadapkan ke depan. Siap deh buat belanja. Papa handle Raja, mama dan si suster berburu belanjaan…

Selesai memenuhi trolley belanjaan dengan berbagai kebutuhan kami selama sebulan, kami berjalan ke arah kasir, eh, Raja mulai terlihat tidak nyaman. Rupanya pengen mimi.  Kami pun bertukar peran. Si papa ngurusin belanjaan yang tinggal dibayar aja, saya dan si suster nyari tempat duduk di depan Carrefour. Jadi deh Raja mimi dengan nyaman dan lahap. Sehabis mimi, si smart baby ini saya berdiriin, langsung deh ketawa-ketawa. Gak hanya ketawa sama saya dan si suster, tapi juga sama orang-orang laen yang duduk di sekitar kami. Duh….ramahnya baby boy saya ini, orang-orang itu sampe pada komentar, “duh…lucu nian ya…..” Ada pula yang melihat terpana ke arah Raja…entah apa yang membuat mereka terpana, mungkin karena saking gantengnya kali ya??? he he…

Tak jauh dari kami, ada baby laen yang lagi ditidurkan dalam stroller. Saya bawa Raja untuk mendekatinya. Awalnya pengen saya bilang gini ke Raja, “tuh Raja ada dedek….” tapi kalimat itu saya tahan trus saya ganti dengan “tuh Raja ada kawannya tuh….” he he, takut salah…. Eh, benar saja, setelah saya tanya, ternyata si baby usianya sudah 5 bulan, duh, syukur deh tadi gak keceplosan, soalnya si baby yang ternyata lebih kakak dari Raja memang jadi terlihat lebih muda secara tidak seaktif Raja.

Waktu lagi dimimiin pake botol, si baby diam-diam aja. Coba kalo itu Raja. Wah, pasti deh berebutan pengen megang milk bottlenya. Waktu diajak bercanda, kawan Raja itu tidak membalas dengan ekspresi seperti Raja. Tidak juga terlihat exciting melihat kesana kemari, makanya bisa adem ayem diboboin di stroller. Mamanya saja heran melihat Raja yang sudah bisa mantap berdiri, bahkan sudah bisa loncat-loncat dan melangkah 3-5 langkah.  Keheranan mama kawannya Raja itu membuat saya bahagia, tapi saya tahan-tahan ekspresi happy itu, takut bikin tersinggung, he he… Puji Tuhan, Raja perkembangannya memang sangat baik. Kami percaya, itu bukan karena kehebatan kami tapi murni oleh karena karunia Tuhan bagi kami…

Setelah belanjaan selesai dibayar si papa di kasir, kami pun beranjak dari Carrefour. Raja kembali ditaro di dalam stroller. Kami sempat jalan ke counter Aowa untuk liat-liat electric stove di situ, tapi belum dapet yang cocok dengan kami…masih pengen surfing dulu. Nyari sana-sini sampe dapat yang paling tepat. Tepat dalam arti tepat guna dan tepat harganya (harus nih….)

Sehabis dari PS Mall, kami meluncur ke Yulis Baby Shop. Kali ini agendanya pengen nyari perlengkapan MPASI buat Raja (secara dalam waktu kira-kira sebulan lagi, Raja sudah siap untuk diberikan MPASI. Saya sudah buat daftar perlengkapannya, tapi belum sempat dipost di sini) plus beli baju Raja lagi. Untuk perlengkapan MPASI Raja, kami sebenarnya berencana untuk liat-liat saja dulu. Toh, waktunya juga belum terlalu mendesak. Tapi, begitu saya lihat ada Takahi Slow Cooker yang dijual di situ (sebelum-sebelumnya belom pernah ada, nih….) yang stoknya cuma 1 untuk masing-masing ukuran 0.7 L, 1.2 L, dan 2.4 L, saya langsung tergoda untuk segera beli. Sebelumnya di Carrefour saya sudah lihat-lihat Maspion Slow Cooker, harganya murah cuma 135ribu. Tapi dari beberapa review, Takahi masih lebih unggul.

Sudah niat banget untuk segera beli. Tapi niat itu langsung urung begitu tahu berapa harganya. Ok, saya tahu, Takahi memang harganya mahal. But it is not that expensive!! Tentu saja saya tahu, karena sebelumnya saya sudah googling info mengenai slow cooker ini. Harga yang ditawarkan di Yulis kira-kira setara dengan 1 Takahi ukuran 1.2 L + Takahi ukuran 0.7 L pada harga normal… Fiuuhhh….gak deh…. saya bukannya tidak jadi membeli Takahi SC, tapi saya memilih untuk membelinya di tempat lain saja. Mungkin minggu depan kami akan survey ke tempat lain. Nyari di toko-toko elektronik di pasar. Biasanya di sana lebih murah. Kalo memang gak dapat, ya sudah tar beli di Jakarta saja…

Batal dengan Takahi, tak membuat kami batal membeli baju buat Raja, he he… Awalnya kami hanya berencana membeli baju bobo aja…eh, gak taunya saya keterusan, bukan cuma borong baju bobo, saya juga memborong baju jalan, he he, habis banyak yang baru dan bagus-bagus, sih….

Selesai dengan Yulis, kami bersiap untuk pulang (eh, sempat singgah makan siang juga di Globe…nyam…nyam….). Tiba di rumah, langsung istirahat…. Selesai istirahat, maen-maen lagi deh… nih koleksi fotonya….