Si Adek dan Presentasi

Salah satu hal yang saya sukai dari metode belajar di sekolah anak-anak, adalah dari sejak dini anak-anak sudah diajarkan untuk berani menampilkan ide-ide mereka lewat presentasi. Dari sejak tingkat pra-TK (di sekolah anak-anak tingkat pra-TK itu adalah kelas K1, tingkat TK di kelas K2 dan K3), anak-anak sudah harus bisa menyampaikan presentasi meskipun masih dalam bentuk yang sederhana, misalnya saat Student Led Conference di mana mereka mempresentasikan apa saja yang mereka pelajari di sekolah kepada orangtua masing-masing. Duh, nulis ini jadi teringat ketika pertama kali lihat si adek presentasi di sekolah. Bangga dan gemeesss rasanya ngelihat anak umur 4 tahun presentasi 😁.

Dan sekarang, berhubung si adek sudah duduk di kelas 1 SD, maka tentu tugas-tugas yang berkaitan dengan presentasi itu semakin meningkat alias semakin sering dibanding waktu masih di TK dulu. Puji Tuhan, karena sudah dibiasakan untuk berani dalam menyampaikan ide lewat presentasi, maka si adek percaya diri saja serta tidak ada masalah sama sekali ketika harus presentasi baik itu yang direkam maupun yang dilakukan secara langsung di depan layar kelas.

Di quarter pertama yang baru lewat ini, si adek dua kali dapat tugas untuk presentasi.

Lanjutkan membaca “Si Adek dan Presentasi”

Farewell Miss Leny

Hari Sabtu kemarin, di tengah kesibukan yang sibuknya ampun-ampunan, saya nyempetin waktu bareng si abang ngehadirin acara makan malam dalam rangka perpisahan gurunya si abang yang mo dimutasi sama yayasan ke kota lain.

Acara ini sebenarnya bukan acara resmi yang diadain sama sekolah, melainkan cuma inisiatif dari kami beberapa orangtua murid aja, sebagai tanda terima kasih buat miss Leny yang udah selama setahun ngajarin, ngedidik, dan jadi salah satu orang yang paling dekat untuk anak-anak kami. Apalagi ini kan miss-nya tahun depan udah ngajar di kota lain, jadi ya harus ada lah acara untuk say bye-bye ke beliau meskipun hanya sederhana aja.

Sayangnya jumlah orang tua (dalam hal ini mama-mama lah yaaa…hehehe) yang bisa confirm untuk ikutan datang hanya sedikit sekali. Hanya 8 orang padahal sekelas ada 21 orang. Ini gara-gara sebagian bentrok di jadwal, sementara sebagian yang lain lagi karena gak bisa dihubungi berhubung jarang banget muncul di sekolahan buat antar/jemput anak. Ini aja di antara yang 8 itu ada dua yang bisa saya hubungi setelah nanya nomor telepon via BS atau supir anaknya…hehehe…

Continue Reading…

Abang’s Project

Setelah kemarin cerita tentang si adek, sekarang pengen cerita tentang si abang. Berhubung di sini ada hal yang sifatnya seharusnya tidak diketahui untuk umum yaitu tentang sekolahnya si abang, maka post-nya saya kunci. Kalo sebelumnya di cerita tentang si adek, post-nya saya buka karena ada point yang pengen saya share di situ yaitu tentang mengajari anak untuk lepas dari diaper dan membuat anak yang ogah mengunyah jadi mau mengunyah makanan keras. Pengalaman sebelum-sebelumnya, informasi-informasi seperti itu berguna untuk ibu-ibu yang mengalami masalah serupa. Waktu abang dulu saya pernah share juga tentang hal-hal itu, tapi sekarang kan semua post-nya udah saya kunci. Untuk post yang adek kemarin, meski terbuka tapi saya sudah lebih ngerasa aman karena semua foto sudah diberi watermark sehingga kemungkinan diambil begitu saja (dan kemudian digunakan untuk hal-hal negatif) jadi berkurang jauh.

Cerita tentang abang yang pengen ditulis sekarang adalah tentang social project dan proyek Bahasa Indonesia di sekolahnya.

Saat ini abang bersekolah di Sekolah Palembang Harapan yang mana kurikulumnya gak ngikut kurikulum nasional, salah satu prakteknya adalah di sekolah ini sering banget ngasih project untuk dikerjakan anak entahkah di rumah atau di sekolah yang mana setiap project selesai dikerjakan, anak harus bisa mempresentasikannya minimal di depan kelas. Jadi sering tuh ya anak-anak dalam kelas selesai belajar tentang suatu subject, mereka kemudian dibagikan kertas asturo trus masing-masing harus bikin poster yang isinya terserah mereka, mau tulisan atau gambar, yang penting memuat hal yang baru saja dipelajari itu. Sehabis bikin posternya, anak-anak masing-masing akan disuruh maju ke depan kelas untuk presentasi.

Keren yak?

Hehe…

Puji Tuhan deh dengan kurikulum sekolah yang kayak gitu, kan biar ngajarin kemampuan presentasi ke anak sedini mungkin dan juga untuk memupuk rasa percaya diri mereka.

Continue Reading…

About Abang: What He Wants To Be

Setelah minggu lalu cerita tentang si adek, sekarang giliran si abang yang diceritain di sini. Kangen rasanya cerita tentang si abang apalagi sebenarnya memang ada banyak sekali hal yang bisa diceritain tentang dia. Abang selalu jadi anak yang menakjubkan dan makin ke sini sikapnya makin dewasa. Gak hanya sekali dua kali kami denger orang memuji sikap dewasanya. Dia masih anak-anak, masih senang bermain, berkhayal, dan suka heboh menghadapi hal yang bikin dia bersemangat, tapi pengertiannya tinggi sekali terhadap situasi di sekitarnya dan sering sikap yang dia tunjukkan dan kalimat yang dia ucapkan bikin orang terpana sejenak. Tak menyangka kalau dia hanyalah anak yang masih berusia 6 tahun. Bahkan pernah ada yang nanya ke kami, gimana sih cara kami ngedidik dia sampe bisa sedewasa itu sikapnya? 😀

Si abang sekarang udah jadi anak SD yang hampir tiap hari bergelut dengan tugas dan tes.

Continue Reading…

Time To Say Goodbye To All These Stuff

Hari Selasa yang baru lalu, di sekolah si abang diadakan acara Thanksgiving dalam rangka ucapan syukur buat anak-anak K3 yang sudah lulus dan siap masuk ke SD.

Acaranya diadakan di sekolah. Untuk seremonialnya di hall di lantai 4, sementara untuk ramah tamah alias makan-makan dan acara bebas (ada performance dari kakak-kakak dari senior high) diselenggarakan di gym area di lantai dasar.

Untuk siswa K3 yang mo diwisuda di acara ini, yang cowok diharuskan datang dengan menggunakan jas berwarna gelap……

Sementara dress code untuk orangtua adalah batik.

Acaranya dimulai sesuai jadwal, tepat jam 5 sore. Anak-anak duduk di bagian yang terpisah dari orangtua, dan seneng liatnya karena anak-anak pada tertib. Dan kami bangga sekali dengan si abang, karena saat salah seorang guru ngasih sambutan trus ngelempar pertanyaan ke siswa, dia dengan berani nunjuk tangan trus ngasih jawaban yang benar. Dua kali guru itu bertanya dan dua-duanya dijawab oleh si abang…hahahahaha…

Sepanjang acara ada penampilan dari staf pengajar juga para siswa. Bagian paling mengharukan adalah ketika anak-anak nyanyiin lagu ucapan terima kasih untuk orangtua trus abis itu masing-masing anak nyerahin setangkai mawar merah untuk orangtua….huhuhuhu…pengen nangis rasanya saking terharunya 😭.

Setelah semua rangkaian seremonial wisuda selesai, acara selanjutnya dialihkan ke gym area. Orangtua dipersilahkan buat menikmati hidangan prasmanan, sementara anak-anak dibagikan sekotak bento lucu. Makanannya semua enaakkk, sekolah ini memang sungguh keren 😍.

Selesai makan, kami foto-foto dan ngobrol-ngobrol…

Jam sudah menunjukkan jam 8 malam ketika kami pulang, kasian si adek, kelamaan nunggu di rumah. Pas kami nyampe rumah, si adek udah siap untuk bobo malam, jadi udah pake baju tidur, tapi tetep diajak foto-foto sama mamanya yang mana hasilnya ya gitu, si adek mukanya cembetut. Mungkin protes karena cuma dia yang pake baju tidur sementara yang lain pada pake baju bagus 😀

Puji Tuhan hari itu berjalan dengan sangat lancar. Bahagia rasanya sekarang si abang udah resmi lulus dari TK, mulai Agustus nanti udah mo jadi anak SD. Seneng!

Dan hari Rabu, adalah hari terakhir dia ke sekolah dengan masih pake seragam TK.

Di hari itu, gurunya membagikan report book kepada setiap anak (rapornya diterima sendiri oleh anak). Selain report book, gurunya juga membagikan orange folder yang berisi semua hasil pekerjaan anak di sekolah, workbook, stationery, serta spare clothes yang selama ini dititipkan di sekolah. Sejak hari itu, maka resmi sudah si abang mengucapkan selamat tinggal untuk benda-benda yang selama ini menemani dia belajar dan menikmati hari di K3……

Buat abang Raja, selamat yaaaa sudah lulus TK. Enjoy your very loooong school break ini ya bang dan semoga abang tetap selalu semangat di tingkat selanjutnya nanti ya bang. Tuhan Yesus memberkati pendidikan mu nak, selalu jadi berkat dan terang di mana pun abang Raja berada. Amin!

Talent Show : Love Is Around The World

Hari ini di sekolah si abang diadakan talent show khusus untuk tingkat anak TK dengan tema Love Is Around The World. Undangannya udah dibagiin sejak minggu kemarin, yang diundang adalah papa dan mama, tapi sayang sekali kali ini pak suami gak bisa ikut karena jadwalnya bertepatan dengan jadwal dinas dia ke Medan. Sedih sih. Tapi syukurlah si abang bisa ngerti kondisinya.

The Invitiation
Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah…..

Acaranya dimulai jam 9 pagi, tapi anak-anak tetap disuruh datang sesuai jadwal masuk sekolah yaitu jam setengah tujuh. Karena tanggung kalo bolak-balik, jadi sehabis nganter si abang saya gak kemana-mana lagi, nunggu aja gitu dalam mobil di parkiran sekolah sambil sarapan, sambil pake kutex, dan sambil nonton film di YouTube…hihihi…ya daripada bosen nunggu kan 😝.

Kurang lebih jam setengah sembilan, setelah ngeliat orang tua lain mulai berdatangan, saya pun keluar dari mobil trus menuju lokasi acara di aula sekolah.

Continue Reading…

I think I should pray for….

Kemarin di mobil, sepulangnya Raja dari sekolah…….

M : “Are you happy today honey? Did you have fun at school today?”

R : “Yes, I’m very happy and I had loootts of fun!”

M : “So what did you do at school today?”

R : “I did a lot. I play (di bagian ini dia cerita panjaangg…bla..bla..bla…soal gimana tadi dia maen sama temen-temennya 😀 ), go to pee (penting ya nak ini diceritain??? :D), take my meal and I eat all the veggie ma! And oh ya, I learn about color pattern today.”

M : “Oh really? So everything was fine for you?”

R : “Yes, everything is fine, I did everything very well… But..i feel sad for **********”

M : “Why?”

R : “Because she doesn’t understand about pattern yet and she didn’t listen to Miss..”

M : “Really? I feel sad for her too.”

R: “Yes, so that’s why I think I should pray for her so she can be nice at school and she can learn well.”

M :   🙂

========================================

Continue Reading…