Hole Ei8hteen Palembang

Yuhuuu….

Sudah hari Senin lagi dan kali ini saya lagi-lagi mo cerita tentang tempat makan yang baru dibuka beberapa bulan yang lalu (mungkin sekitar Maret – April) di Palembang.

Nama tempatnya adalah Hole Ei8hteen yang berlokasi di komplek apartemen The Basilica di daerah Celentang. Tau soal tempat ini dari teman trus penasaran karena sepertinya kalo dari cerita teman, tempat ini lumayan menarik.

Jadilah kami ke situ buat makan malam hari Sabtu kemarin. Nyari tempatnya mudah banget lah, walo bukan di pusat kota persis, tapi kalo buat orang Palembang tempat ini pasti gampang banget dikenali. Begitu masuk komplek apartemen The Basilica (yang belom jadi-jadi juga sampe sekarang 😀 ), bangunan Hole Ei8hteen ini langsung menarik perhatian karena warnanya yang seluruhnya hijau tua dengan konstruksi agak melengkung. Aslinya saya pengen foto bangunan resto ini dari luar, tapi sayang banget Sabtu kemarin saya gak bawa HP karena si Note 5 lagi dikarantina (untuk yang kedua kalinya lhooo pemirsa, padahal itu umurnya belom ada setahun! My God, kenapa yang namanya mobile phone tuh gampang banget rusak di tangan saya?? 😥 ), jadilah saya gak bisa leluasa foto-foto kemarin itu…hikkss….

Continue Reading…

Iklan

YORK Palembang

Palembang memang akhir-akhir ini sedang berkembang lumayan pesat. Salah satu hal yang nyata terlihat adalah banyaknya tempat-tempat nongkrong baru berupa café dan resto yang dibuka di sini. Saking banyaknya tempat baru, kami sampe gak bisa ngikutin lagi dan seringnya baru tau setelah sekian waktu dibuka. Bagus sih kayak gini karena kami jadi punya banyak alternative ketika ingin makan di luar sambil nongkrong santai.

Salah satu tempat yang baru dibuka adalah YORK yang kalo saya gak salah baru buka di bulan Juni kemarin. YORK ini letaknya di simpang Polda dan bersebelahan dengan restoran Teko.

Continue Reading…

Kampung Kapitan

Kalo datang ke Palembang, apalagi jika baru pertama kali ke bumi Sriwijaya ini, orang biasanya akan diajak untuk melihat Jembatan Ampera yang memang adalah icon di kota ini dan biasanya orang akan diajak untuk menikmati kuliner di restoran-restoran yang dibangun di sekitar jembatan dan berada tepat di pinggir sungai Musi.

Restoran yang paling terkenal hingga saat ini adalah River Side. Terkenalnya bukan karena masakannya, tapi karena view dari resto itu yang memang menghadap langsung ke Jembatan Ampera, jadi kalo mau makan sekalian foto-foto dengan latar Jembatan Ampera memang udah pas banget kalo ke resto ini.

Tapi, belakangan ini muncul restoran lain yang sepertinya mulai menyamai ketenaran River Side, namanya adalah Kampung Kapitan yang mana lokasinya berada di kawasan Pecinan di Pelembang yang namanya tak lain tak bukan adalah Kampung Kapitan juga.

Jadi ceritanya nih, saat jaman penjajahan oleh Belanda dulu, di antara tiap-tiap komunitas saudagar (China, India, Arab), Belanda mengangkat satu orang sebagai Kapitan yang mungkin fungsinya sama kayak ‘ketua adatnya’ kali yah, yang mana penunjukannya itu berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial, alias yang dipilih adalah orang yang paling kaya. Nah, karena yang dipilih adalah orang yang paling kaya, maka biasanya peninggalannya banyak, soalnya namanya jaman dulu, itu rumah kan gede-gede dan dibangunnya gak sembarangan jadi sampe sekarang pun rumah mereka masih ada. Untuk Kapitan Arab, udah pernah saya liput jejak peninggalannya di sini. Untuk komunitas Tionghoa sendiri, jejak peninggalan mereka berada di Kampung Kapitan ini.

Sejujurnya, saya belom pernah secara khusus datang ke Kampung Kapitan untuk menikmati peninggalan sejarah Tionghoa jaman dahulu kala di kota ini……..

Satu-satunya alasan saya (dan keluarga) datang ke sini adalah untuk……….makan! :mrgreen:

Continue Reading…