Children Activities Room

Tadinya mo dinamain Abang’s activities room, tapi trus keinget kalo kami sekarang lagi berencana untuk punya anak kedua, gak adil kalo ruangan ini cuma disebut punyanya si abang aja, kan kalo nanti dia udah punya adek sementara kami masih tinggal di sini, maka si abang dan adeknya akan menggunakan ruangan ini secara bersama-sama.

Aslinya ruangan ini tidak ada saat kami membeli rumah ini di Agustus 2009. Ruangan ini baru diadakan ketika kami melakukan renovasi di awal 2010. Waktu itu isi ruangan ini cuma seadanya banget: satu buah spring bed untuk si abang (yang waktu itu belum lancar jalan) yang digunakan untuk bobo siang dan maen-maen; rak TV; sama mainan-mainannya yang saat itu belum seberapa jumlahnya.

Continue Reading…

The New Look Of Our Home

As For Me and My House, We Will Serve the LORD. (Joshua 24 : 15)

Renovasi rumah adalah salah satu cita-cita kami di tahun 2010 ini. Sebenarnya awalnya pengen pelan-pelan dulu, satu-satu dikerjain, mulai dari membangun pagar depan, memasang canopy untuk carport, kemudian menambah kamar, dan lain-lainnya termasuk hal-hal kecil seperti memperbaiki taman supaya rumah jadi kelihatan rapi.

Kenapa musti satu-satu?? Ya, pertimbangan utamanya tentu adalah dana. Takut kalau mau dikerjakan semua sekaligus ternyata dana tidak mencukupi dalam artian dana yang digunakan akan membuat tabungan terkuras hingga melampaui batas aman. Yupe, dalam hal tabung menabung ini, sejak dulu kami selalu menetapkan batas aman, artinya, seberapapun pengeluaran kami, harus selalu diusahakan agar uang dalam rekening tabungan tetap sejumlah batas aman itu. Kenapa perlu pake batas-batasan kayak gini?? Ya tentu saja buat jaga-jaga. Kalau-kalau ada kebutuhan mendesak yang membutuhkan suntikan dana yang lumayan, kalau-kalau in case of emergency saya harus keluar dari perusahaan ini sebelum masa kerja mencapai 5 tahun, kalau ini…kalau itu… yah, begitulah…

Back to the topic….

Tapi kemudian, karena rencana orang tua kami untuk datang di bulan Februari, maka rencana awal yang satu-satu itu akhirnya berubah. Akhirnya kepikiran untuk mulai mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus: membangun pagar, menambah kamar untuk si suster dan mbak santi *tadinya kamar di rumah hanya ada 2*, juga memindahkan letak dan memperbesar ruang keluarga.

Ngecek uang di tabungan. Ah, it seems ok.

Maka pekerjaan itu kemudian kami mulai.

Dalam perjalanannya, pekerjaan renovasi itu malahan bertambah. Akhirnya kepikiran untuk sekalian saja memperbaiki taman dan carport. Sebagian dipasangin keramik, sebagian dibiarkan kosong dan ditutupi rumput gajah. Sebagian lagi menjadi area untuk kolam ikan Raja. Kemudian terpikir juga untuk membuat gudang gantung di ruang cuci. Selanjutnya kepikiran untuk mengecat ulang rumah, mengubah warna depannya, dan mengecat sebagian besar bagian dalamnya. Gak hanya itu, akhirnya banyak juga kerjaan-kerjaan kecil yang kemudian dikerjakan, seperti memperbaiki genteng yang bocor, mengganti shower yang rusak di kamar mandi belakang, bikin jemuran kawat di ruang cuci, memasang solar sensor untuk lampu teras, sampe ke memperbaiki-mengganti-menambah perabot 😀 😀

Puji Tuhan, semua berjalan dengan sangat baik. Sekalipun lingkup pekerjaan bertambah, tapi dana kami yang pas-pasan ini selalu dicukupkan Tuhan. Selalu ada saja berkat materi yang diberikan-Nya sehingga semua bisa terselesaikan *dan terbayarkan 😀* dengan baik.

Satu hal lagi yang sangat kami syukuri, adalah karena ketika proses pengerjaan rumah ini, mertua saya sempat berada bersama kami selama seminggu, sehingga bisa memantau kerjaan para tukang, sampe ke hal-hal kecilnya. Contohnya, waktu carport dan sebagian lahan di depan dikeramik, mertua saya memastikan kemiringan lantainya, sehingga arah aliran air tepat menuju ke selokan. Mereka juga banyak banget ngasih masukan buat kami yang buta soal bangun-membangun rumah…he he.. tks a lot ya amang, tks a lot ya inang….

Maka, beginilah before and after of our house…

Before...
After...

There are lots of different, rite?? Many people said that it looks like a different house now 🙂

Trus, ini dia tamannya…

Memang hanya taman sederhana. Kolamnya juga sederhana banget. Bukan dibikin sama spesialis taman, tapi hanya oleh tukang yang mengerjakan rumah. Sebelumnya memang sempat nanya-nanya sama spesialis taman, tapi begitu tau harganya, langsung pikir-pikir lagi deh… Hanya untuk kolam ikan kecil di taman yang lahannya juga sangat terbatas gini gitu lho!!

Maka jadilah si pak tukang yang ngerjainnya. Saya juga ikut dalam proses pengecatannya lho!! *hi hi..makanya hasilnya jadi kayak gitu!!! 😀 😀*. Gak sampe setengah hari, semuanya selesai dengan biaya pengerjaan yang sangat minim!!! Huehehehe….

O ya, ni sebenarnya ada lampu tamannya juga. Tapi sayang, belom juga apa-apa, belom sempat bener-bener menikmati cahaya lampu temaram yang menerpa air kolam *halahhh!!!*, lampunya udah kejatohan si mbak Santi yang kepleset waktu lagi bersihin kolam 😀 . Patah deh tiangnya, untung rumah lampunya yang dari kaca itu gak pecah. Pengen segera diperbaikin, tapi waktunya belom ada.

Tentang penghuni kolam, ada juga ceritanya nih… Awalnya, kolam ikan Raja ini dihuni sama 6 ekor ikan koi plus 8 ekor ikan tempalo kecil *ikan tempalo ini kesukaannya memakan jentik-jentik nyamuk, jadi baik banget dipelihara di dalam kolam*.

Tapi kemudian, dalam waktu seminggu saja…. 3 ekor ikan koi gugur, dan tempalonya tinggal 1! Koi-nya katanya gak tahan sama bau cat baru. Sementara tempalonya dicurigai dimakanin sama si koi 😀 😀

Wah, kalo gini perlu belajar nih tentang tata cara memelihara ikan koi dan tempalo 😀 😀

Puji Tuhan-nya, sampe sekarang, jumlah ikan peliharaan Raja tidak *tambah* berkurang. Jadi ya tetep, jumlahnya 3 plus 1. Malah ikan koinya udah bertambah gemuk, lho!! Mungkin karena pada akhirnya sekarang kolamnya gak bau cat lagi dan si koi sudah bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya ini. Sementara si tempalo, masih selamat-selamat aja setelah selalu meringkuk di sudut-sudut kolam, hi hi…

Nah, kalo gambar yang di bawah ini adalah ruang keluarga kami yang baru…yang kemudian pada akhirnya it totally became ruang bermain dan belajarnya Raja.

Perabot yang kami taro di ruangan ini hanya spring bed dan rak TV saja. Sengaja, biar ruangannya agak lega. Biar ada tempat yang cukup untuk meletakkan mainan, buku, CD n DVD-nya Raja. Dan supaya Raja leluasa bermain dan belajar di sini. Setiap kali temannya datang, maennya juga selalu di ruangan ini.

Bobo siangnya juga di ruangan ini.

Kalo makan juga di ruangan ini.

Memang tidak sebagian besar waktunya dihabiskan di sini, tapi at least, Raja sudah punya ruangan khusus yang lumayan nyaman meski sama sekali tidak mewah 🙂

O ya, ruangan ini juga bisa berguna banget kalo banyak sodara yang datang dan nginap di rumah. Lumayan, kan, bisa pada tidur di sini, he he…

Yah, itu dia, sedikit cerita tentang hasil renovasi rumah kami. Satu hal yang pasti, sekarang it feels mo comfort to live here. Jadi tambah semangat untuk pulang rumah tiap jam 11 dan jam 4 teng..hi hi…

Rumah kami, memang bukan rumah yang mewah *itu mah udah pasti 😀*. Ukurannya pun hanya pas-pasan, LB 94m2 dan LT 135m2. Tapi rumah ini terasa sangat nyaman untuk kami, sampai-sampai, Palembang yang tadinya terasa sangat asing, perlahan-lahan mulai terasa seperti rumah untuk kami…

Puji Tuhan buat semuanya…

Rumah ini adalah hasil kerja keras kami??? Ah, absolutely it’s not!!

Semua adalah murni kasih dan karunia Tuhan buat kami. Ya, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang sekalipun sudah bekerja bertahun-tahun, tapi belum diberi kesempatan untuk menikmati berkat berupa rumah sendiri. Bahkan ada seorang rekan kerja di sini yang sudah bekerja more than 20 years dan sampai sekarang statusnya masih tetap sebagai kontraktor dan masih mencari-cari rumah untuk dibeli. Sekeras apapun kita bekerja, kalau Tuhan belum berkenan, maka tak ada yang akan jadi.

Karena itu, sekali lagi, semua hanyalah kasih dan karunia Tuhan untuk keluarga kecil kami.

IA adalah JEHOVA JIREH, ALLAH yang menyediakan dan mencukupi. HE cares for us, therefore HE shall supply all our needs according to HIS riches and glory!! Amen!!!

My New Role

Sejak hari senin kemarin, peran saya bertambah….

Yah, di luar peran saya yang selama ini saya jalankan setiap harinya.

Sebagai anak Tuhan…yang gak boleh lupa dengan amanat agung yang musti diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari…

Sebagai mama buat Raja, yang selalu kepengen punya waktu sebanyak-banyaknya untuk Raja. Yang selalu rindu bisa ngasih yang terbaik dengan segala keterbatasan yang ada.

Sebagai papa juga buat Raja kalo papanya lagi jauh..biasanya mulai dari hari minggu malam sampe jumat malam 😀

Sebagai istri yang sehari-harinya jauh-jauhan sama suami, yang berusaha tetap optimal dalam memberikan perhatian buat suami, yang berusaha gak sedih setiap kali dengar sakitnya kambuh… yang berusaha terus kasih semangat sekalipun dari jauh… yang berusaha mendukung karirnya sebisa mungkin *o ya, si papa barusan dapat promosi jabatan…Alleluia… congrats ya pa….*

Sebagai anak dan menantu, yang selalu berusaha untuk ngasih laporan via telpon ke orang tua demi mengobati kekangenan..dan yang berusaha selalu optimal memberikan perhatian untuk para orang tua yang semuanya jauuuuhhhh….

Sebagai karyawan, yang sehari-harinya berkutat sama Information System, yang nganalisis, yang ngedesain, sampe codingnya juga… yang selalu aware sama pergerakan jarum jam, apalagi kalo udah mendekati jam 11 siang dan jam 4 sore 😀

Sebagai saudara bagi kakak-kakak, adik-adik, kakak-kakak ipar, adik-adik ipar, keponakan-keponakan yang semuanya pada seru itu…juga bagi semua sepupu-sepupu, om-om, tante-tante..pokoknya keluarga besar deh!! 😀

Sebagai nyonya rumah, yang mengatur segala sesuatunya di rumah.. yang melakukan manajemen keuangan dan operasional, termasuk manajemen sumber daya manusia terhadap 3 orang pekerja 😀 😀

Sebagai warga kompleks dan anggota jemaat yang baik, yang harus selalu siap menerima tamu baik dari tetangga maupun dari gereja.. yang sangat rindu memulai pelayanan dari sebuah jemaat kecil di mana Tuhan menempatkan kami…

Sebagai sahabat bagi beberapa teman yang jauh maupun yang dekat… yang selalu berusaha memahami mereka..

Dan tentu saja, saya juga berperan sebagai sesama manusia bagi siapa saja, baik yang kenal saya maupun tidak… Baik yang sehari-harinya bergaul dengan saya, maupun yang hanya sekedar lewat..

Itulah beberapa peran saya sehari-harinya..

Dan tiba-tiba, oleh karena rencana yang tiba-tiba muncul di bulan Desember lalu, saya kemudian mendapatkan peran baru untuk saya jalani…

Yaitu…

Sebagai mandor!!!

😀 😀

Desember lalu, setelah mengetahui tentang rencana-rencana orang tua kami di bulan Februari nanti, kami akhirnya memutuskan untuk merenovasi rumah. Targetnya: menambah kamar supaya jadi 3, memperbesar ruang keluarga, dan membangun pagar *dulu adanya pagar tanaman, jadinya Raja keseringan kedatangan tamu kalo siang…tamu-tamu itu siapa lagi kalo bukan para sales representative 😀 😀*

Intinya, pengen memperluas rumah yang dari tipe 82 menjadi 92.

Setelah nyari tukang sana-sini *kami sempat meng-interview 3 orang kepala tukang 😀*, akhirnya deal juga sama yang pas.

Akhirnya proyek renovasi rumah kami mulai di hari senin, tanggal 18 kemarin.

Siapapun tahu, pekerjaan tukang itu harus selalu dimonitor. Bahkan musti sedikit dicerewetin supaya hasilnya sesuai dengan keinginan kita.

Suami jauh. Jadi saya yang diandalkan untuk itu. Apalagi, desain rumah dan pagarnya juga saya yang gambar, so, at least saya tahu pasti pengen seperti apa jadinya.

Yang agak susah adalah memilih dan memonitor bahan bangunan. Maklum, saya rada gak ngerti dengan segala hal menyangkut perkayuan, perbesian, dan hal lainnya menyangkut pertukangan 😀

Tapi yah, saya musti berusaha. Ngecek bahan bangunan di toko, ngecek bahan-bahan yang sudah datang ke rumah, sama gak dengan yang dipesan baik jenis maupun jumlahnya.

Saya juga mesti selalu ngecek kerjaan tukang. Kalo sore, pas pulang kantor, saya musti menyisir satu per satu pekerjaannya. Gak pengen nyesal belakangan, jadi mending dari awal saya mengarahkan mereka seperti apa yang kami mau. Rencana-rencana pekerjaan mereka juga harus selalu dikoordinasikan, supaya pemesanan bahan dan pekerjaan bisa selaras *halaahhh*

Yah, begitulah..

Jadi setiap pulang ke rumah, tugas saya tidak hanya memerah ASI dan maen sama Raja saja. Saya juga musti mau panas-panasan hanya untuk mengecek plesteran semennya rata atau gak, ukurannya sesuai gak dengan desain, dan sebagainya.

Tapi lumayanlah, jadi banyak pengetahuan baru yang saya dapat, terutama soal bahan-bahan bangunan.

Meskipun menambah kesibukan, tapi sisi positifnya, dengan adanya kegiatan baru ini saya jadi lebih bersemangat. Apalagi kalo dah mo pulang. Exciting banget mikirin dan ngebayangin perkembangan pekerjaan renovasi ini…

Puji Tuhan, sejauh ini semuanya lancar. Kalo ada masalah-masalah sedikit sih itu biasa, seperti bahan bangunan yang gak juga dianterin ke rumah sama tokonya, padahal tukangnya udah nunggu sehingga kerjaan mereka terhambat karena bahan gak ada. Tapi yah, sejauh ini bisa teratasi sekalipun harus mengorbankan energi keluar untuk ngomelin pemilik tokonya 😀

Ah, Tuhan..

Semoga terus lancar semuanya sampai selesai…

Kami yakin, Engkau yang sudah memulai, maka Engkau yang akan terus memberkati semuanya…

Day 1...