Puree Pear Plum (6m+)

Raja(987)Buah plum merupakan salah satu buah yang recommended to be  introduced to baby on age 6m. Sudah lama saya ingin kenalin buah ini ke Raja, tapi jadwalnya baru bisa sekarang setelah Raja berusia 7 bulan. Nyari buah plum di palembang ini bukan perkara yang mudah. Sejauh ini, saya baru menemukan 1 fruit store yang menjual buah ini. Yah, biarpun susah gak apa-apa deh..yang penting masih bisa ketemu..

Kalo bicara tentang kandungan gizi buah plum…mmm… ok banget lho. Menurut wholesomebabyfood, buah ini kaya akan serat, rendah kolesterol, bebas sodium, serta kaya akan vitamin A dan C. Kandungan seratnya yang tinggi membuat buah ini sangat berguna untuk menurunkan resiko kanker dan serangan jantung serta membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kandungan serat yang tinggi itu pula ditambah dengan kandungan gula alaminya membuat buah ini baik untuk mereka yang mengalami konstipasi.

Vitamin : A, C, B1, B2, Niacin, Folat

Mineral : Potasium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sodium, Zat besi

Cara bikinnya mudah banget nih…

  1. 1 buah pear, kupas, cuci bersih dengan air mengalir, potong-potong, buang bijinya
  2. 1 buah plum, kupas, cuci bersih dengan air mengalir, potong-potong, pisahkan daging dari bijinya
  3. Kukus potongan pear dan plum bersama-sama
  4. Haluskan pear dan plum kukus

Hasilnya kayak gambar di atas tuh… Rasanya??? Nyam…nyam… manis banget plus ada asam-asam dikit. Saya aja doyan…apalagi Raja…he he…

Puree Pepaya

Jumat sore kemaren, sepulang kantor saya singgah ke toko buah dekat rumah. Niatnya pengen beli alpukat untuk makan siang Raja keesokan harinya. Dari berbagai referensi, saya tahu bahwa alpukat sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Pas masuk ke toko buah itu, saya langsung bisa melihat ada tumpukan alpukat yang terlihat segar. Sebagian sudah matang benar.


Seperti yang saya bilang tadi, saya ke sini dengan niat untuk beli alpukat..


Tapi kok….lho… saya sendiri heran. Bukannya melangkahkan kaki ke arah tumpukan alpukat, saya justru menuju ke arah tumpukan pepaya california yang memang…keliatan ranuuummm banget… Akhirnya, daripada memilih-milih alpukat, saya justru asyik memilih-milih pepaya, he he… Sifat saya yang seperti ini nih yang suka bikin suami gemes. Sudah niat dari rumah pengen beli ini, eh, malah akhirnya beli itu.. Syukur banget suami tumbuh di antara para wanita (semua saudaranya yang berjumlah 5 orang adalah cewek semua ūüėÄ ), jadi menghadapi sifat perempuan yang suka gak fokus kayak gini, suami sudah biasa dan sudah maklum banget, he he…


Maka jadilah sore itu saya pulang ke rumah membawa 1 buah pepaya california yang sudah matang.


Esoknya, setelah sarapan dengan bubur ASI kacang hijau, siangnya kami menyiapkan puree pepaya untuk Raja sebagai menu cemilan siangnya. Cara bikinnya ya super duper gampang bo’…




  1. Pepaya yang sudah matang dipotong secukupnya sesuai dengan kebutuhan makan bayi


  2. Kuliti pepaya, bersihkan dari biji-bijinya


  3. Cuci bersih dengan air mengalir (saya pakai air matang supaya yakin lebih bersih)


  4. Parut potongan pepaya dengan parutan untuk makanan bayi


  5. Pepaya yang sudah diparut lalu disaring dengan saringan kawat


  6. Sebelum diberikan, campur dengan ASI secukupnya untuk menambah nilai gizi

Hasilnya kayak gini nih…


Raja(947)


Nilai gizi dari pepaya… gak usah ditanya lagi kali’ ya. Saking bergizinya buah ini, oleh Colombus, buah ini dijuluki fruit of angels, weleh…Dan syukur banget, Raja doyaaann banget makan buah ini. Selama 3 hari sejak hari sabtu kemarin kami beri puree pepaya sebagai menu cemilan siangnya, dan Raja selalu semangat menghabiskan isi mangkuknya. Bahagianya… nih, foto Raja waktu pertama kali nyicip puree pepaya..


Raja(948)


 

Puree Pear

Raja(937)Kemarin siang, untuk pertama kalinya Raja kami beri makan buah. Saya memilih buah pear, karena menurut saya, buah ini rasanya paling netral. Gak manis banget. Gak juga asam. Jadi harapannya, perut Raja gampang menerima makanan barunya ini. Selain karena rasanya, saya juga memilih pear oleh karena kandungan gizi di dalamnya yang oke.

Berdasarkan informasi dari wholesomebabyfood, manfaat dari buah pear adalah sebagai berikut.

Buah pear kaya akan serat, potasium, dan vitamin C. Kandungan seratnya yang tinggi membuat buah ini sama seperti buah tinggi serat lainnya, berguna untuk mencegah timbulnya sel-sel kanker di dalam tubuh, mencegah serangan jantung, dan mengandung kolesterol baik. Buah ini juga baik untuk mencegah konstipasi pada bayi. Buah pear tidak mengandung sodium, lemak jenuh ataupun kolesterol jahat. Buah ini mengandung 2 jenis gula, yaitu glukosa dan fruktosa. Pear sangat padat nutrisi yang berarti bahwa dalam sebuah pear terdapat lebih banyak nutrisi per kalori dibanding kalori per nutrisi. Sebenarnya buah ini tak perlu dikupas untuk dikonsumsi, kecuali jika dikonsumsi oleh bayi, karena kulitnya sangat mudah untuk dicerna.

Nutrisi yang terkandung dalam buah pear:

VITAMIN:
Vitamin A – 38 IU
Vitamin C – 7 mg
Vitamin B1 (thiamine) – .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) – .25 mg
Niacin – .26 mg
Folate – 12 mcg

Buah ini juga mengandung berbagai jenis vitamin lainnya dalam jumlah yang sedikit.

MINERAL:
Potassium – 198 mg
Phosphorus – 82.4 mg
Magnesium – 12 mg
Calcium – 15 mg
Sodium – 0 mg
Iron – .26 mg
Juga mengandung sedikit selenium, mangan, tembaga, dan  zinc.

Buah pear merupakan salah satu pilihan yang tepat sebagai buah pertama yang diperkenalkan kepada bayi.

Cara membuat puree pear tentu saja teramat sangat mudah.

  1. Kupas buah pear (pilih jenis pear yang manis seperti pear Xiang Li.. hindari pear yang rasanya asam)
  2. Buang bijinya
  3. Potong menjadi beberapa potongan kecil (supaya nanti gampang menghaluskannya)
  4. Kukus potongan buah pear sampe empuk. Sebenarnya buah ini tidak perlu dikukus mengingat teksturnya yang sangat mudah untuk dicerna oleh bayi. Namun karena ini masih tahap pengenalan, saya memilih untuk mengukus supaya hasilnya lebih lembut
  5. Haluskan dengan tongkat penghalus makanan bayi
  6.  Saat akan diberikan, campur dengan ASI supaya nilai gizinya bertambah

Pertama kali mencoba buah ini, Raja langsung suka. Kemarin, karena baru pertama, porsinya hanya saya beri setengah buah pear saja. Dalam waktu kurang lebih dua menit, mangkuk berisi puree pear itu kosong sudah…dan Raja masih membuka mulutnya untuk meminta lagi… kasihan deh ngeliatnya. Saya sampai nunjukin isi mangkuk itu ke Raja, sambil bilang: “Nah, bang..tuh liat… isinya gak ada lagi nih….” Raja cuma bengong aja…sambil tetap membuka mulutnya, he he…

Tadi siang, saya memutuskan untuk memberi 1 buah pear ke Raja. Wuiihh….makannya lahap banget. Puree yang masuk ke mulutnya diemut-emutnya dengan riang, lucu banget ngeliatnya… mungkin karena saking manisnya kali ya..

Duh, bahagia deh ngeliat anak maka dengan lahap. Raja memang termasuk jago makan, he he, ngikut papanya kali’ yah… mudah-mudahan bakal terus seperti itu sampe gede. Pokoknya saya akan terus semangat menyediakan home made baby food for Raja, supaya Raja juga tetap semangat makannya, he he..

 

Mama… The Solids…please……

Raja(903)Sebelumnya di The Bachelor Degree of ASI, saya sudah cerita bahwa masa ASIX Raja berakhir di usianya yang 5m3w. Nah, di sini saya mo certain nih serunya ngasih Raja makan untuk pertama kalinya, he he

Hari itu, di senin pagi. Malamnya kami baru tiba dari Medan. Subuhnya si papa baru berangkat lagi ke Lahat. Sengaja hari itu saya ambil day-off (sebenarnya sih bolos, he he), selain karena saya benar-benar merasa capek (puji Tuhan, sebelum kepulangan kami, rumah sudah dibersihkan seluruhnya terlebih dahulu, sprei sudah diganti, bak mandi sudah dikuras dan diisi dengan air bersih, semuanya dikerjakan oleh mang Asep, he he…mang Asep ini yang tar bakal jadi supir pribadi mama, he he…), memang sudah ada niat untuk memberikan MPASI buat Raja. Ingin mempersiapkan semuanya dengan baik, saya memutuskan whatever the risk, saya gak mau masuk kantor di hari itu….

Raja(911)Menu MPASI pertama Raja adalah bubur susu beras merah. Tepung beras merahnya kami buat sendiri (beras merahnya diimport dari medan, he  he). Setelah dimasak sampai kental, saya mencampurkan ASI ke dalamnya. Bentuknya sih lebih mirip cairan daripada makanan padat, he he… tapi namanya juga baru pertama, kan memang harus cair. Setelah bubur beras merah dan ASI bercampur rata, bubur susu itu kemudian kami tuang ke dalam botol bersendok. Supaya tar bisa rapi ngasihnya ke Raja.

Setelah selesai dengan bubur susu beras merah, saya dan si suster mulai menyiapkan Raja untuk makan. Raja kami dudukkan di high chair birunya trus pake slaber.

Setelah oke, Raja saya pandu untuk berdoa. Tangannya saya lipat di depan dadanya. Biarpun masih kecil, Raja harus terbiasa berdoa. Ini yang selalu saya tekankan kepada suster, supaya suster pun dapat membantu kami untuk melatih Raja berdoa. Meski saya yang mengucapkan kata-kata dalam doa itu, namun saya yakin, Tuhan Yesus mendengarnya sebagai sebuah doa yang dipanjatkan oleh seorang bayi mungil…

Raja(904)Selesai berdoa, mulai deh Raja makan…. Dan bagaimana reaksi Raja terhadap pengalaman barunya ini????  Weleh… saya saja sukar menggambarkan gimana semangatnya Raja ketika itu. Mulutnya mengejar-ngejar sendok. Makan dengan amat sangat lahapnya. Minta lagi…lagi…dan lagi…. Gak nyampe 5 menit, isi botol bersendok itu raib sudah…berpindah ke perut Raja, he he….

Bahagia sekali karena ternyata memang kami tidak salah menangkap sinyal-sinyal ingin makanan padat dari Raja.

Bahagia sekali karena acara makan pertama itu berjalan dengan amat sangat lancar. Tak ada penolakan sedikitpun. Tak ada bubur yang tercecer kemana-mana. Tak ada yang belepotan. Semua sangat baik…. Terima kasih Tuhan….

Hari itu juga, Raja kami beri makan 2 kali.

Esok sorenya, Raja mulai menolak makan bubur susu cair. Awalnya kami bingung kenapa ni anak tiba-tiba mogok makan. Tapi setelah kami beri bubur kental, barulah kami mengerti. Raja sudah tidak mau lagi dengan yang cair. Maunya yang agak kental, karena Raja pengen ngunyah.  Menurut kakak saya, malah bagus, karena berarti Raja sudah tahu bedanya antara makan dan minum. Kalo minum yang langsung telan. Tapi kalo makan harus melalui proses mengunyah dulu… Sejak itu, saya selalu hanya menambahkan ASI sedikit saja ke MPASI Raja, jangan sampai keenceran, karena Raja tidak suka…

Raja(908)3 hari hanya dengan bubur beras merah, hari keempat saya coba memberikan bubur tepung kacang hijau. Kali ini tepungnya tidak saya buat sendiri, karena gak tau bisa nemu di mana kacang hijau organik di Palembang ini. Puji Tuhan di sini ada distributor Gasol yang bisa delivery order. Bubur kacang hijau itu kami beri sebagai menu sarapan pagi Raja. Dan ternyata, Raja doyan banget sama kacang hijau. Makannya lahap lho… tuh, liat deh fotonya sampe teler gitu, hi hi….

Sukses dengan tepung beras merah dan kacang hijau, kami pun mulai memperkenalkan sayur untuk Raja. Sudah ada dua macam sayur yang kami beri. Kabocha dan zuchinni. Raja senang dengan puree kabocha, tapi gak begitu suka dengan puree zuchinni. Sayangnya, waktu kami beri puree kabocha, pupup Raja kok agak berubah ya? Gak encer seperti pasta kayak biasanya. Karena ragu, saya menghentikan pemberian kabocha. Mungkin nanti baru akan saya beri lagi. Rencananya besok saya akan memperkenalkan buah untuk Raja. Rencananya sih pear, karena buah ini rasanya lumayan netral. Gak manis banget. Gak juga asam. Semoga saja Raja senang…. Tuhan Yesus, berkati semuanya ya…. Semoga Raja tambah semangat makannya….

Bubur ASI Kacang Hijau
Bubur ASI Kacang Hijau
Kabocha yang baru dilumatkan
Kabocha yang baru dilumatkan
zuchinni yang baru dilumatkan
zuchinni yang baru dilumatkan