Cerita Cerah Ceria (Part 3): Dari Balige ke Sipinsur, Siborongborong, hingga Sibolga

Lanjut lagi cerita liburan kemarin ya. Duh, doain ya pemirsa semoga bisa secepatnya dokumentasi liburan ini saya selesaikan sebelum libur akhir tahun menjelang dan PR saya pun semakin menumpuk 😀

Geosite Sipinsur

Dari Balige, perjalanan kami lanjutkan. Tadinya suami sempat ngajak untuk nyebrang ke Pulau Sibandang dari Kecamatan Muara, karena selain sebelumnya saya belum pernah ke Pulau Sibandang, suami juga ada keperluan mengecek hasil pembangunan jaringan listrik dari Kecamatan Muara menyeberangi Danau Toba hingga ke Pulau Sibandang. Namun karena pertimbangan beberapa hal (terutama waktu), suami memutuskan mengajak kami ke Geosite Sipinsur saja karena dari tempat ini Pulau Sibandang terlihat sangat dekat dan dengan menggunakan binocular, dia juga bisa melihat jaringan listrik itu. Saya sendiri belum pernah mendengar nama Sipinsur dan sebelum ini belum pernah saya dengar ada orang ngerekomendasiin tempat ini sebagai tempat wisata di tanah Tapanuli. Suami juga waktu ngajak ke tempat ini gak ngomong banyak, dia cuma bilang pokoknya dari Sipinsur ini kita bisa ngeliat pulau Sibandang. Udah, itu doang. Jadi saya kirainnya tempat ini ya sama aja seperti pinggiran danau Toba lainnya. Makanya saya lumayan surprise ketika pertama kali masuk ke gerbang Geosite Sipinsur ini.

Continue Reading…

Iklan

Cerita Cerah Ceria (Part 2): Dari Medan ke Balige

Dari bandara Kualanamo Medan, kami menuju ke rumah mertua. Rencananya bakal menginap semalam di situ sebelum melanjutkan perjalanan via darat esok harinya, sekalian juga supaya ompung anak-anak paling gak bisa melepas kangen sejenak dengan si abang dan si adek.

Begitu nyampe rumah mertua, kami langsung ngobrol-ngobrol santai dengan amang dan inang. Puji Tuhan meski beberapa tahun terakhir ini mereka berdua terus bergumul dengan sakit penyakit, namun mereka tetap bersemangat dan tetap berusaha memelihara sukacita di hati mereka. Setelah ngobrol cukup lama, tiba waktunya buat anak-anak dan kami mandi sebelum makan malam. Saya pun naik ke kamar kami di atas. Keperluan kami untuk semalam di Medan dan rencananya semalam lagi di Balige sudah tersedia di kamar itu karena sudah dipersiapkan sebelumnya sama pak suami sebelum kami datang. Begitu juga dengan keperluan kami selama di Sibolga nanti, sudah dibawa dari minggu-minggu sebelumnya oleh pak suami, makanya saya dan anak-anak santai saja tanpa bagasi kemarin itu.

Begitu masuk kamar, sebuah benda di atas meja rias langsung menarik perhatian saya.

Benda itu adalah hair dryer 😀

Continue Reading…