5 Benda Penyelamat MPASI Ketika Bepergian

Saya sama sekali gak menyangka kalo sekarang akan kembali menulis tentang MPASI lagi. Aslinya saya punya beberapa hal lain yang pengen diceritain di blog ini. Tentang film, tentang lip palette, dan tentang S.L.C. Udah lumayan lama, ada kali sekitar tiga minggu, ketiga ide itu menggantung di kepala saya. Pengennya segera ditulis. Tapi kok entah kenapa, begitu dapat pertanyaan seputar MPASI di post yang ini, pagi ini saya malah ngedapatin diri sendiri merasa lebih bersemangat untuk nulis soal MPASI buat bayi ketika sedang bepergian.

Buat yang anak-anaknya udah gede dan sudah melewati masa-masa MPASI, mungkin udah bosan kali ya dengan topik ini :D. Dan saya sendiri pun sebenarnya sudah beberapa kali menyinggung soal ini ketika cerita tentang perjalanan-perjalanan saya bersama si abang dulu. Tapi karena dulu itu nulisnya gak spesifik, jadi gak apa lah ya ditulis lagi sekarang. Mudah-mudahan berguna buat yang sedang nyari informasi.

Mungkin sama seperti orang tua lainnya yang punya anak yang masih dalam usia belum bisa makan makanan ‘luar’, kami pun berusaha memastikan supaya anak tetap bisa makan makanan rumah seperti yang biasa dia makan meskipun sedang berada di luar. Di kasus kami, hal ini bukan saja menjadi pilihan agar lebih sehat, tapi menjadi keharusan, mengingat kedua bocah ganteng luar biasa itu, sepertinya janjian untuk lebih menyukai bubur ketimbang nasi di usia segini.

Nah, dalam usaha kami itu, sesuai judulnya, kami mengandalkan lima benda di bawah ini.

Continue Reading…

Rajamin’s 2nd Trip : Dag…Dig…Dug…

just landed...
just landed...

Libur lebaran kemaren, kami sekeluarga mudik ke manado. Duh, seneng banget deh rasanya. Apalagi saya yang sejak nikah belom pernah balik ke manado lagi. Biarpun seneng banget, tapi persiapannya gak seheboh waktu kemaren mo ke Jogja soalnya udah pengalaman. Barang-barang Raja yang mo dibawa gak jauh-jauh dengan list yang sudah saya buat sebelumnya waktu mo ke Jogja. Bedanya, kali ini gak perlu bawa handuk, diapers, cotton ball, perlengkapan nyuci baju sama asesoris Raja…karena semuanya sudah disiapin sama si oma. Bedanya juga, kali ini kami harus membawa perangkat makan + home made MPASI stuff-nya Raja tapi minus panci stainless steel, soalnya si oma udah beli panci stainless steel baru buat Raja. Gak lupa juga kami bawa high chair nya Raja, ini nih untungnya punya high chair yang portable, jadinya mudah dibawa kemana-mana. Yang juga gak boleh ketinggalan adalah persiapan MPASI buat Raja sepanjang perjalanan. Saya nyiapin bubur beras merah + wortel sama puree pear. Bekal itu ditaro dalam lunch jar jadi tetep anget sepanjang perjalanan.

Soal persiapan sih gak begitu heboh. Tapi yang heboh adalah ketika Raja demam pas tiga hari sebelum berangkat. Duh, paniknya… Ini kedua kalinya Raja demam. Dan lagi-lagi, sebabnya gak ketahuan, soalnya tidak disertai batpil ato mencret2 ato muntah2. Awalnya Raja biasa-biasa aja. Tapi ketika demamnya beranjak ke angka 39.8 derajat celcius, Raja mulai kelihatan agak lesu. Semangat makannya drop…hikkksss….sedih banget deh….

Demamnya dimulai di hari rabu malam dan sampe sabtu pagi masih naik turun. Puji Tuhan, sekalipun semangat makannya drop, tapi Raja tetep mau makan dan tetep semangat mimi. Pipisnya pun masih kayak biasa…banyak dan warnanya jernih….jadi jauh dari kemungkinan dehidrasi. Sempat takut kalo ini adalah gejala DBD, tapi kata kakak saya, selama anaknya masih kuat mimi, gak perlu terlalu kuatir Hb-nya bakal turun drastis. Sejauh ini penanganannya hanya dikasih Tempra Drop aja…

Akhirnya karena demamnya sudah 3 hari, kami memutuskan untuk membawa Raja ke dokter. Nyari DSA di sabtu siang susah-susah gampang. Otomatis gak ada satupun praktek dokter yang buka. RS juga hanya ada 1 yang ada DSA jaganya. Setelah diperiksa, kami disarankan untuk memeriksa darah rutin Raja di laboratorium RS. Kami setuju. Gak usah ditanya deh gimana rasanya menyaksikan anak yang masih sekecil Raja diambil darah lewat nadi di tangannya. Saya juga gak mau menceritakan gimana Raja menjerit kesakitan (sampe tersedak-sedak) dan ketakutan waktu itu. Gak perlu juga saya ceritain ketololan petugas lab yang membuat proses pengambilan darah itu harus dilakukan sebanyak dua kali dan yang membuat papanya Raja hampir saja menonjok si petugas lab…dan yang membuat saya nyaris pingsan di situ… Sepanjang jalan pulang saya menangis. Raja lemas di pelukan saya…mimi terus…sambil menatap saya seolah mencari perlindungan…sampe akhirnya Raja tertidur…

Tapi dengan semua kekacauan itu, kami bersyukur bahwa dengan keluarnya hasil laboratorium, kami bisa lega. Hasilnya bagus banget jadi semua kekuatiran kami bisa pupus. Nyampe rumah, kondisi Raja mulai membaik. Malamnya, Raja udah ceria dan aktifnya dah balik seperti biasa. Akhirnya, rencana ke manado di hari minggu tanggal 13 yang tadinya hampir kami batalkan, jadi juga… horeeee!!!!!!

Pagi-pagi semua sudah siap. Mobil penuh sama barang-barang, sampe kami harus nyempil-nyempil di dalam mobil…seruuu!!! Sepanjang jalan ke airport, kami ditelponin keluarga baik yang di manado, ambon, medan, juga rote… semuanya nanya gimana kondisi Raja pagi ini….udah bener-bener sehat ato belum…hi hi…semuanya pada kuatir kalo denger Raja sakit.…everyone loves Raja!!!

Akhirnya, penerbangan berlangsung dengan lancar. Raja menikmati banget perjalananannya yang puanjaaaannngggg….banget…. jam 6 malam lebih 10 menit, pesawat kami mendarat dengan sempurna di Sam Ratulangi International Airport of Manado. Gak nyampe 10 menit kemudian, Raja sudah berada dalam gendongan omanya yang sudah menunggu dengan tak sabar di depan gerbang garbarata….