Belut, Si Ular yang Kaya Akan Protein

Sumber Gambar Dari http://fullfreestuff.wordpress.com/2009/01/25/ikan-belut-makanan-enak-bergizi-sekaligus-peluang-bisnis/

Sejak dulu, saya lumayan anti sama hewan air yang satu ini. Rasanya lebih menjijikkan daripada ular, karena si penghuni lumpur ini jauh lebih licin dan berlendir…

Hiiii….

Ngeliatnya aja serem…

Apalagi mikirin untuk mengkonsumsinya

Biarpun kata orang dagingnya enak banget dimasak dengan cara apapun.

Biarpun saya tahu kalo di balik penampakannya yang tidak sedap dipandang mata itu, hewan ini sebenarnya dapat memberikan sumbangan nutrisi yang oke banget buat tubuh kita.

Tetep ogah deh untuk mencoba daging belut. Belom apa-apa saya sudah kebayang sama bentuk si belut yang kok kayaknya jelmaan antara lele dan ular. Belom lagi ngebayangin lendir-lendirnya itu…

Hiii….

Seumur hidup saya yang sudah 27 tahun ini belom pernah sekalipun saya makan daging belut *gak tau deh kalo dulu waktu masih bayi pernah dicobain gak sama mama saya*

Tapiiii…

Hari jumat barusan, waktu saya singgah ke supermarket untuk membeli ikan salmon buat anak saya tersayang yang ganteng dan pinter itu, gak sengaja saya ngeliat ada belut potong fillet.

Gak tau kenapa, saya langsung teringat pada manfaat dan khasiat si belut.

Langsung terpikir deh, mumpung Raja masih kecil, dan belom ngerti tentang penampakan asli belut, apa saya cobain aja kali’ yah ke Raja??? Sapa tau ni anak doyan….kan lumayan, bisa menambah asupan gizinya…

Pikir-pikir… akhirnya saya memutuskan untuk beli 2 potong. Untuk coba aja dulu.

Jadilah waktu itu saya beli salmon fillet dan belut fillet.

Dalam hati ketawa juga saya. Gak adil banget, deh. Saya jijik banget sama hewan ini. Tapi dengan tanpa berpikir panjang, saya bakal memaksa Raja untuk memakan jenis hewan yang sampai kapanpun kayaknya gak bakal saya makan itu….

😀 😀

Pas belutnya mo diolah, saya sempet bingung. Ni gimana caranya ngilangin lendir-lendirnya??? Trus gimana caranya biar gak bau amis????

Ah…puji Tuhan… di rumah sudah ada si Santi.

Seperti yang pernah saya bilang di sini, Santi nih kelebihannya adalah masak, karena dia pernah kerja di rumah makan.

Waktu denger saya sama si suster lagi ngebahas tentang belut, tiba-tiba ni anak nimbrung, “Dicuci pake air asem, bu…pasti rontok lendirnya..amisnya juga…”

Dan ternyata….tips dari si santi, bener-bener mujarab!!

Air asam benar-benar merontokkan semua lendir si belut. Bahkan kulitnya bisa terkelupas dan jadi kesat.

Bravo!!!

Nah, setelah dicuci pake air asam, belutnya saya rebus pake irisan jahe supaya bau amisnya tambah pergi jauh.

Setelah itu, ya terserah mo diapain. Mo ditumis/goreng, ato mo dicampur bareng nasi tim, ato mo di-sup. Semuanya enak.

Kalo kemaren sih saya bikin tumis bayam plus tomat plus belut.

Gak tau nih kenapa, Raja memang lebih seneng makan makanan yang ditumis. Mungkin karena jadinya lebih gurih kali’ ya…

Kemaren tuh, akhirnya untuk pertama kalinya saya mencicipi daging belut yang sudah ditumis bareng bayam ijo dan tomat.

Dan ternyata…

Beneran lezat!!!

He he….

Pantes, Raja juga doyan… 😀 😀

O ya, berikut saya petikkan khasiat dari belut, yang saya ambil dari sini.

Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut jauh lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/ 100 gram tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 gram).

Nilai protein pada belut (18,4 g/ 100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/ 100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut ==> This is the biggest reason why i decided to give Raja this eel

Leusin berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.

Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG) ==> k e r e n ! ! !

Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara ==> hai para wanita…note this one!!

Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.

Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke. seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi ==> It’s very good for the children too!!

Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor hares berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.

Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan ==> hmm…sepertinya dengan manfaatnya ini, saya harus mempertimbangkan untuk memasukkan belut dalam menu harian saya…

Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.

Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut juga cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g).

Di antara kelompok ikan, belut digolongkan sebagai ikan berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai.

Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai somber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin min larut lemak (A, D, E dan K) ==> yupe, apalagi buat anak2 yang sedang dalam masa pertumbuhan. Fat is a must!!!

Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalangi proses resorpsi (pelepasan kalsium pada tulang).

Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak.

Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.

Dan hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).

==========================================

Nah, tuh dia sedikit info tentang khasiat belut. Bener-bener kaya akan manfaat kan??

So.. it seems like i really have to think over to be one of the eel fans!!!

😀 😀

Melon and Citrus Pudding (9m+)

Hari minggu kemarin, tiba-tiba aja kepengen ngasih pudding untuk Raja.

Ngecek bahan di rumah, adanya agar-agar putih, orange melon, sama jeruk medan. Jadi kepikiran deh bikin puding dengan bahan buah2an itu… Orange melon sama jeruk medan kan lumayan tuh manisnya, jadi gak butuh gula untuk mempermanis pudingnya.

Bahan:

100 gram orange melon. Kupas kulitnya, buang bijinya. Serut halus

5 buah jeruk medan. Peras (kira-kira sih dapat 300ml sari jeruk)

1 bungkus agar-agar putih

350 ml air putih matang

Cara membuat:

  1. Rebus agar-agar bersama air putih hingga mendidih. Dinginkan hingga uap panasnya tidak keluar lagi
  2. Campurkan orange melon serut dan sari jeruk ke dalam rebusan agar-agar. Aduk hingga rata.
  3. Tuang ke dalam cetakan lalu masukkan ke dalam lemari es

Rasanya lumayan enak, lho. Nah, kalo babynya belom pinter ngunyah, boleh juga pudingnya dihalusin dulu baru dikasihkan ke baby. Trus jangan lupa, pudingnya jangan dikasihkan waktu baru dikeluarin dari kulkas ya…tar kaget si baby tiba2 dapat makanan dingin 😀

MPASI Untuk Bayi 9 Bulan

Sebenarnya sudah agak telat dari biasanya saya mengupdate tentang solid food-nya Raja. Sudah dua minggu lewat sejak usianya yang kesepuluh bulan, dan baru sekarang saya punya kesempatan menulis di sini tentang solid food for 9m old baby.

Buat saya, 9 bulan is a very special age, coz I can introduce Raja with any kinds of fishes during this age. Sejauh ini Raja udah mencoba ikan salmon, kakap, tuna, dan ikan berjenis daging putih lainnya seperti gindara. Reaksi Raja?? No alergi…malah lahap bo’ makannya!!!

Sebenarnya pengen juga nyobain Raja kaldu ikan. Tapi saya sendiri yang ragu, soalnya sekalipun sudah menggunakan trik gimana caranya supaya kaldu ikan gak amis (tulang ikannya ditumis pake irisan jahe dan extra light olive oil), tetep aja amis ikannya berasa di lidah. Jadi ya udah, saya lebih memilih memberi daging ikannya aja sekalian 😀

O ya, selain nyobain ikan, raja juga nyobain makan buah kiwi. Dan ternyata Raja sukaaaa…..bangeeettt sama buah ini, hi hi, padahal saya aja gak suka 😀 😀

Anyway, ini ada beberapa resep yang lumayan yummy buat Raja.

Sauteed spinach and salmon (9m+)

Sauteed spinach and salmon

Bahan:

10 lbr daun bayam, cincang halus

½ buah tomat, buang kulit dan bijinya, cincang halus

30 gr ikan salmon, rebus dengan irisan jahe, cincang halus

1 siung bawang putih, cincang halus

1 sdt bawang bombay, cincang halus

3 sdm air

1 sdm extra light olive oil

Cara membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombay hingga berubah warna.

Masukkan tomat, masak hingga matang, masukkan daun bayam, aduk rata, masukkan air. Terakhir, masukkan ikan salmon rebus cincang.

Sajikan bersama bubur bayi polos.

*Bila mau, ikan salmon dapat tidak direbus terlebih dahulu, melainkan ditumis hingga matang sebelum sayuran dimasukkan*

Sauteed Spinach and Salmon with baby porridge

Fusilli with veggie and meat (8m+)

Fusilli With Veggie and Meat

Bahan:

Segenggam fusilli *saya pakai yang merk La Fonte*, rebus dengan air biasa hingga lembek. Tiriskan.

15 gr brokoli cincang, cincang halus

15 gr wortel parut

¼ buah tomat, cincang halus

15 gr daging ayam, cincang halus

100 ml kaldu ayam + 3 sdm kaldu ayam

1 sdt bawang bombay cincang

1 sdm extra light olive oil

5 gr keju cheddar parut

Cara Membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang bombay hingga harum dan berubah warna. Tumis daging ayam cincang hingga matang, masukkan tomat, brokoli, dan wortel. Tambahkan 3 sdm kaldu ayam. Aduk rata, masak hingga semua bahan matang.

Rebus kembali fusilli dengan 100 ml kaldu ayam hingga benar-benar lembek dan air kira-kira tinggal seperempat bagian. Masukkan tumisan ke dalam rebusan fusilli.

Bila perlu, masakan dapat dihaluskan terlebih dahulu sebelum disajikan.

Hidangkan dengan parutan keju cheddar.

Fusilli with veggie and meat di atas adalah breakfast menu yang saya beri untuk raja on the last weekend. Sementara suteed spinach and salmon di atas adalah lunch and dinner menu untuknya…

Kalo gitu, untuk mama, papa, dan susternya apa dong???? *it seems like it’s out of topic 😀 *

He he..

For the breakfast, I cooked fried rice with pangsit and sausage. Fried ricenya juga dilengkapi sama telur ayam dan caisim, jadi tambah sehat dan tambah komplit vitaminnya. Pangsitnya saya bikin dengan isi udang dan tenggiri…

Kalo untuk lunch dan dinner, saya sajikan kangkung cah dan ayam goreng tepung *saya membeli hanya bagian dada saja, karena untuk ayam, bagian yang mengandung gizi paling tinggi adalah dada*.

Memang hanya makanan-makanan sederhana, tapi yang penting sehat…bikinan sendiri… Dan sekalipun saya musti capek-capek di dapur, segala lelah itu tak berasa ketika pujian datang dari si papa…dan ketika ia dan si suster juga makan dengan lahapnya 😀 😀

Fried Rice with Pangsit and Sausage

Some wholesome baby food variations

Ini ada beberapa contoh variasi makanan bayi yang sehat yang pernah saya buatkan untuk Raja… Sapa tau berguna buat yang bingung bikin variasi makanan untuk baby.

Roti Gandum Brokoli Kabocha (8m+)

Raja(1061)Bahan :

2 lembar roti gandum, buang pinggirannya, cabik-cabik

200 ml kaldu ayam

30 gr daging ayam, rebus, cincang halus

30 gr brokoli, kukus, cincang halus

30 gr Kabocha, parut

5 gr Keju cheddar parut

Cara membuat:

Campur roti gandum, kabocha, dan air kaldu, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga matang. Masukkan daging ayam cincang dan brokoli, aduk rata. Untuk sentuhan akhir, berikan taburan keju parut.

*roti gandumnya diganti dengan oatmeal, enak juga tuhh….

Mixed Veggie and Oatmeal (7m+)

Raja(1063)Bahan :

3 sdm oatmeal

2 sdm tepung kacang hijau

200 ml kaldu ayam

30 gr Kabocha, parut

Setengah buah tomat, rendam di air panas, buang kulit dan bijinya

5 gr Keju cheddar parut

Cara membuat:

Campur oatmeal, tepung kacang hijau, kabocha, dan air kaldu, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga setengah matang. Masukkan tomat, masak hingga semua bahan matang. Untuk sentuhan akhir, berikan taburan keju parut.

Splendid Sauteed Veggie and Tuna (9m+)

Raja(1062)Bahan:

30 gr broccoli, cincang halus

30 gr baby carrot, parut

30 gr tomat, buang kulit dan bijinya, cincang halus

30 gr ikan tuna tanpa tulang dan kulit, rebus dengan irisan jahe, cincang halus

3 sdm air

1 sdt bawang bombay cincang

1 sdm extra light olive oil

Cara Membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang bombay hingga harum dan layu. Masukkan broccoli dan baby carrot, tambahkan air, masak hingga setengah matang, masukkan tomat. Aduk rata, masak hingga semua bahan matang. Terakhir, tambahkan tuna rebus cincang ke dalam tumisan, aduk rata. Sajikan bersama nasi tim polos.

Yummy Sauteed Cauliflower (8m+)

Raja(1059)Bahan:

30 gr Cauliflower, kukus hingga matang, cincang halus

30 gr Baby Carrot, parut

30 gr tofu, cincang halus

30 gr Daging ayam, rebus, cincang

3 sdm air

1 sdt bawang bombay cincang

1 sdm extra light olive oil

Cara membuat:

Panaskan olive oil, tumis bawang bombay hingga harum dan layu. Masukkan baby carrot, tambahkan air, masak hingga setengah matang. Masukkan tofu, masak hingga baby carrot dan tofu matang. Terakhir, masukkan cauliflower yang telah dikukus dan daging ayam rebus cincang ke dalam tumisan, aduk rata.

*Daging ayamnya bisa diganti dengan daging sapi atau ikan tuna/salmon (9m+)