Soal Kerjaan, Soal Korupsi, dan Soal Blog

Puji Tuhan, kerjaan kemarin yang sempat bikin saya dan teman-teman harus keburu-buru ngerjainnya akhirnya rampung juga, bahkan yang di luar perkiraan karena aplikasinya selesai sebelum waktunya. Harusnya kan paling lambat hari Jumat sore ya, ternyata aplikasinya rampung di hari Kamis sore! Praise GodSo far kami lumayan puas dengan hasilnya, apalagi karena ternyata dalam waktu yang begitu singkat, kami gak hanya sebatas ngebangun aplikasi tapi banyak belajar juga meski otodidak tentang hal-hal baru baik soal multimedia maupun soal pemrograman karena aplikasi kali ini sedikit berbeda dari yang sebelum-sebelumnya kami kerjakan. Mudah-mudahan nanti manajemen juga bisa sama puasnya dengan kami setelah melihat aplikasi ini 🙂

Sewaktu lagi sibuk ngerjain aplikasi ini, kami di kantor masih sempat-sempatnya ngerayain ulang tahun Dania, temen kantor saya yang ke-24 😀

Hayo coba tebak siapa yang termuda di antara kami…………….yang pasti bukan saya…huhuhuhuhu

O ya, kalo ada yang pengen tau berapa sebenarnya jumlah anggota tim kami, maka jawabannya jumlahnya ya sejumlah orang yang ada di foto itu 😀

Continue Reading…

Iklan

When Samosir Meets Krones : After Having A Child….

Pernah nonton film The Story of Us gak? Itu adalah salah satu film Hollywood kesukaan saya. Mungkin buat sebagian orang, plot film ini agak-agak ngebosenin, tapi saya sendiri suka banget dengan pesan yang pengen disampaikan oleh sutradara film ini. Beberapa waktu lalu, film ini diputer lagi kalo gak salah di Warner TV dan bikin saya kepengen nulis tentang ini…

The Story of Us yang diluncurkan di tahun 1999 dan diperankan oleh Bruce Willis dan Michelle Pfeiffer ini, berkisah tentang a married couple yaitu Ben Jordan dan Katie. They have been married for 15 years, they have happy and comfortable life with two kids. But then, after 15 years, lots of things become different and they lost their romance. They fight, yelling, dine in silence, drive in silence. They lost even small pieces of conversation. At last, they have to struggle to remember what it is about their couple that made them fall in love in the first place.

Waktu nonton film ini pertama kali, saya masih perawan ting ting dan sama sekali belum memikirkan tentang pernikahan. Ya eyalah, secara waktu itu saya masih SMA booowww yang dipikirin baru seputar kimia, fisika, matematika, dan biologi sajah plus cowok-cowok ganteng di sekolah yang pas buat dijadiin gebetan siiiiyyyyy :mrgreen:. Dan meski film ini tetep berakhir indah, tapi sudah benar-benar membuat saya ngerasa aarrrgghhh gak banget deh kalo in my future marriage saya harus menghadapi permasalahan serupa. Saya kemudian bertekad, kalo menikah nanti kehidupan pernikahan saya HARUS selamanya mesra!

Continue Reading…