Abang’s 2nd Trip : It’s All About Manado

Sam Ratulangi The International Airport of Manado
Sam Ratulangi The International Airport of Manado

Pertama kali nyampe di Manado, saya sudah terperangah dengan banyaknya perubahan dari kota ini. Mulai dari jalan raya depan bandara yang tadinya hanya dua jalur dan di kiri kanannya terdapat banyak pohon rimbun tapi yang sekarang sudah dilebarin menjadi 4 jalur plus taman pembatas. Pepohonan di kiri kanan sudah gak ada lagi. Lapangan golf yang tadinya milik pemerintah, sekarang sudah dibeli oleh developer real estate yang akan membangun kota mandiri bertitel Grand Kawanua City di sekitar lokasi itu. Hotel-hotel besar berbintang makin menjamur. Saya sampai terheran-heran..”oo…hotel ini udah buka juga ya di manado….”

Satu hal yang bikin saya bangga adalah di antara kemajuan ke arah modern itu, pondok-pondok makan yang menawarkan makanan khas Minahasa justru semakin menjamur. Dikemas dengan nuansa yang asik dan nyaman. Tadinya, resto-resto yang menjual makanan khas itu hanya bisa kita temui di daerah Minahasa saja. Tapi sekarang, di tengah kota Manado pun sudah banyak. Baguslah…itu berarti masyarakat Manado sadar, bahwa nilai jual daerah ini bukanlah terletak pada bangunan-bangunan bagus dan moderen, bukan juga pada mall dan plaza yang berderet-deret di atas tanah hasil reklamasi pantai.. tapi pada kekhasannya..pada alamnya…budaya.. orang-orangnya…dan tentu..pada makanannya, he he..

Manado hanyalah sebuah kota kecil. Saking kecilnya, sampe-sampe demi kemajuan pembangunan, bukit-bukit musti diratain, dan pantai direklamasi (kayak Singapore gitu deh….). Tapi, meski jauh dari pulau Jawa, kota ini tak pernah tertinggal dari banyak hal tentu saja. Entahkah itu teknologi, fashion, pendidikan, de es be. Masyarakat kota ini pada umumnya ramah. Mayoritas diisi oleh warga keturunan Minahasa yang berbaur dengan warga keturunan China.

Kalo sudah di Manado, kita tinggal memilih pengen wisata apa. Kalo pengen ke laut ya banyak di mana-mana..mulai dari yang pantainya berpasir putih hingga pantai berbatu, semua ada. Kalo pengen ke pulau-pulau nan eksotis ya tinggal pilih juga. Mau diving ato snorkeling, tentu Bunaken jadi pilihan nomor satu di samping banyak juga area diving yang oke di sekitar pulau-pulau lainnya. Mau liat danau yang luas dan besar, tinggal ke Tondano. Mau ngerasain aroma pegunungan, pergi aja ke Rurukan. Pengen nongkrong di café, tempat oke semacam Black Canyon banyak tuh di mall-mall. Mau belanja fashion juga tersedia. Kalo mau wisata kuliner???? He he..gak usah ditanya deh… Intinya, Manado punya semuanya!!

one of the cool resto
one of the cool resto
Victoria Resto.. try the roasted goldfish..mmm...it's so so so yummy!!!
Victoria Resto.. try the roasted goldfish..mmm...it's so so so yummy!!!

Puji Tuhan, hingga sekarang Manado masih –dan semoga akan terus- menjadi kota yang diberkati. Kota yang nyaman, indah, dan aman… kota dengan kekhasannya yang jelas terasa. Saking merasa diberkatinya, kota ini sampai punya icon sebuah salib besar setinggi 40 meter berdiri kokoh di Warembungan. Salib ini jelas sekali terlihat dari atas pesawat juga berada tepat dihadapan pandangan dari boulevard di tengah kota Manado. Gak hanya itu, di area Citraland juga dibangun monument Tuhan Yesus Memberkati di atas bukit yang lumayan tinggi dan menghadap langsung ke kota Manado.

with opa n oma di monumen YESUS

GOD bless us...
GOD bless us...

Ya, itulah sedikit cerita tentang Manado…kota kelahiran saya…kota yang selalu dengan bangga saya sebutkan ketika orang bertanya darimana asal saya…