Organizing Dressing Table

Semua ini berawal dari kegerahan saya akan kelakuan pak suami yang suka meletakkan barang di atas meja rias secara sembarangan. Berhubung suami bukan artis kan ya (hihihihi) jadi gak butuh meja rias sendiri, maka kami berdua pun berbagi meja rias yang sama. Barang-barang pak suami sebenarnya gak banyak. Cuma deodoran, parfum, gel rambut, sama pelembab muka, dan oh iya cotton buds (dia tak bisa hidup tanpa cotton buds…hahahahaha). Tapi meski sedikit, dia hampir tak pernah meletakkan barang yang habis dia pake pada tempatnya. Jadi gini, semua barang kosmetika kami di atas meja rias kan saya atur berjejer rapi gitu, maunya ya abis pake dia kembalikan lagi barang itu pada tempatnya supaya tetap rapi berjejer. Tapi suami mah suka-suka aja naronya dan buat dia, asal naronya masih di atas meja rias dan bukan di atas meja makan, maka itu berarti masih rapi 😀

Ya sudahlah, saya maklum banget kok. Pak suami ini orangnya bersih pake banget. Kalo rapi dia juga rapi sebenarnya, tapi standar kerapian kami berdua lumayan jauh berbeda. Kalo mau dia ngikutin standar saya, maka saya harus menciptakan ‘ruang dan batasan’ yang terlihat secara visual untuk barang-barang dia. Kalo ruang dan batasan itu hanya secara imajiner, maka sampai kapanpun dia tak akan bisa mengikuti aturan saya.

Ada dua pilihan yang bisa saya buat.

Continue Reading…