Lagi Suka

…..Sama Film-Filmnya Alex Pettyfer

Film pertamanya yang saya tonton adalah I Am Number Four. Cerita tentang John Smith, alien dari planet Lorien yang dikirim ke bumi sejak masih kecil banget demi menghindari serangan Mogadorians yang telah menghancurkan planet Lorien. John gak sendirian. Ia dikirim ke bumi bersama delapan anak lainnya, di mana John diberi nomor 4. Magadorians akhirnya tau tentang kesembilan anak itu, lalu mereka pun datang ke bumi untuk mengejar mereka. Kesembilan anak itu, hanya bisa dibunuh secara berurutan sesuai nomornya. Nomor 1 sampai 3 udah tewas, dan sekarang giliran John yang dikejar. Dalam upaya melarikan diri (dan kemudian akhirnya melawan) Mogadorians, John ketemu sama Sarah dan jatuh cinta 🙂

Sebenarnya film ini bukannya yang bagus-bagus banget ceritanya menurut saya. Tapi liat yang maen ganteng, jadi betah nontonnya…hahahahaha… *kemudian dipelototin pak suami*

Continue Reading…

Cowok dan Cewek…Tentang Make-Up

Di suatu kesempatan, di tengah rapat yang sedang membahas tentang go-live sistem yang baru selesai dikerjakan tim saya, tiba-tiba teman kerja di samping kanan saya berbisik gini, “Al, eye-liner mu itu merk apa?”

Saya, yang memang suka dandan, jelas langsung terprovokasi oleh pertanyaan dalam satu kalimat berbisik itu.

Konsentrasi tentang go-live sistem pun langsung terbagi dan dalam pembahasannya jadi terselip cerita tentang merk eye-liner, cara pake eye-liner, dan kuas eye-liner apa yang paling oke untuk pemula. Pertanyaan dalam satu kalimat, berbuah jadi obrolan yang panjang dan seru meski dilakukan sambil berbisik. Dan dari yang tadinya cuma bisik-bisik dengan samping kanan, pembicaraan pun menular ke samping kiri. Jadilah kami trio yang paling sibuk dalam rapat itu, karena materi bahasan yang diangkat gak cuma satu, tapi dua sekaligus. Go-live sistem dan eye-liner.

Di lain kesempatan, di suatu pagi ketika saya dan suami sedang bersiap ke kantor, saya yang baru selesai melukis wajah dengan pensil alis bertanya ke pak suami, “Pa, alis aku rapi gak?”.

Pertanyaan itu dijawab dengan pendek saja oleh dia, “Iya, rapi.” Tentu saja tanpa menoleh lama-lama ke arah saya.

Gak puas dengan jawaban dia, saya tanya lagi, “Bagus gak sih alisnya?”

Lagi-lagi pak suami cuma menjawab pendek sambil masang tali pinggangnya, “Iya bagus.”

Gemes sama jawaban dia yang cuma pendek-pendek gitu dan curiga dia cuma asal jawab aja, saya pun nanya lagi, “Emang yang biasanya gimana?”

Dan kecurigaan saya pun terbukti benar, karena begitu denger pertanyaan saya dia langsung menjawab dengan CUEK-nya, “Yang biasanya? Ya gak tau.”

Hahahahaha…tuuuhhh bener kaaaannn!!!!

Dasarrrrr….pak suami ini!!

Dari dua kejadian itu memang keliatan bener ya, kalo sebenarnya cewek-cewek itu cuma heboh sendiri aja soal dandanan. Yang merhatiin sampe ke detil-detilnya sebenarnya cuma perempuan doang. Kalo cowok, ya paling seperti yang suami saya akuin, asal dandanannya gak yang aneh banget, cowok juga gak akan terlalu merhatiin sampe yang gimana…apalagi sampe merhatiin gimana bentuk alis, udah sempurna ato belum, eye-linernya rapi banget ato gak dan bentuknya ditarik sampe mana. Kalo kata suami cowok pada umumnya menilai secara overall, kalo bagus ya maka semua akan terlihat baik-baik saja. Gak akan itu seperti cewek yang merhatiin semua-muanya dan sedetil-detilnya dan maunya semua menjadi sesempurna mungkin. Padahal yang bakal menilai apakah dandanan kita sempurna ato gak ya cuma cewek juga, kalo cowok..balik lagi, asal udah terlihat baik ya baik-baik aja…

Nah, kalo udah gini, jadi pertanyaan deh…sebenarnya setiap hari saya dandan tuh buat siapa?

Selama ini sih mikirnya untuk suami…

Tapi sepertinya saya salah..

Karena mungkin sebenarnya saya berdandan dan berusaha tampil sebaik mungkin itu adalah untuk kepuasan diri sendiri…..

Daaaan…….. untuk supaya dibilang pintar dandan oleh sesama perempuan…hahahaha…

ini lho..alis yang jadi subjek perbincangan saya dan suami, serta eye-liner yang jadi bahan bahasan saya dan temen kantor :D
ini lho..alis yang jadi subjek perbincangan saya dan suami, serta eye-liner yang jadi bahan bahasan saya dan temen kantor 😀