Love Comes Softly, After Marriage

Setelah kemarin cerita tentang yang ngilu-ngilu, sekarang pengen cerita yang manis-manis aaahh….

Kali ini pengen cerita tentang film-film yang bertema arranged marriage alias forced marriage alias without-love marriage.

Tema film seperti ini adalah salah satu tema film yang saya suka. Biasanya kalo lagi nyari-nyari film yang pengen ditonton trus nemu sinopsis film yang nyangkut-nyangkut ke soal beginian (asal bukan film setipe Siti Nurbaya yang mana ceweknya cantik sementara suaminya udah tua bangka ya), maka udah hampir dipastikan bahwa itu film bakal masuk dalam daftar buat saya tonton.

Nah, so far ada beberapa film yang berkisah tentang orang-orang yang menikah tanpa cinta tapi kemudian dalam perjalanannya, seperti yang udah bisa diprediksi, mereka kemudian saling jatuh cinta.

Iya, memang rata-rata predictable banget, tapi kalo mo ngarepin sesuatu yang twisted, pake mikir lama, penuh konflik, serta penuh ketegangan, maka jangan nonton film romance kayak ginian.

Setiap genre film atau tontonan ada tujuan dan kekhasannya masing-masing. Target audience-nya pun beda-beda. Tinggal kita aja sebagai penonton yang menempatkan diri sesuai dengan itu. Harapan yang kita beri dalam sebuah film pun harusnya sesuai lah dengan genrenya. Jangan ngarepin pohon mangga berbuah apel, jadi jangan pula ngarepin ada intrik mematikan dalam sebuah film sweet romance 🙂

Continue Reading…

Iklan