Christmas 2016: Home Decoration and Some Pictures Around The Christmas Tree

Tahun ini mungkin bisa dibilang sebagai tahun termalas saya ngeblog. Apalagi dalam beberapa bulan belakangan ini, yang mana kalo diperhatiin, kayaknya saya lumayan sering vakum nulis hingga berminggu-minggu.

Sibuk?

Ya, itu udah pasti.

Tapi alasan utamanya bukan itu sih, karena bagi saya kesibukan memang udah jadi bagian dari keseharian. Mulai dari sejak membuka mata di jam 3 pagi hingga waktunya beristirahat di malam hari, saya memang selalu sibuk. Namun sebelum-sebelumnya, sesibuk apapun, saya cenderung masih bisa menyempatkan waktu untuk nulis di blog. Sayangnya beberapa bulan terakhir ini, saat saya punya waktu senggang, saya justru cenderung meninggalkan urusan blog dan beralih ke urusan lain.

Yakni drama Korea.

😀 😀 😀

Dan saya jadi begini bukan karena barusan aja demen sama drama Korea, karena aslinya saya udah jatuh cinta dan banyak ngikutin drama Korea sejak lebih dari 16 tahun yang lalu.

Koleksi drama Korea yang saya simpan di hard disk saya. Total sampe hari ini ada 101 drama, dan akan terus…terus bertambah…hehehe

Continue Reading…

Iklan

It’s December…!

Yayyy…. Desember datang lagi. Ini bulan termasuk yang ditunggu-tunggu, karena di bulan ini suasana Natal tuh terasa banget. Ditambah cuaca sekarang mulai sering hujan lagi, jadi dingin-dingin tambah berasa deh suasana Natalnya.

Tahun ini, sama kayak tahun kemarin, kami gak Natalan di Palembang. Bedanya, kalo tahun kemarin  kami berame-rame ke Medan, maka sekarang kami berencana mo ke Manado. Asik banget! Terakhir Natalan di Manado tuh tahun 2012,  berarti tiga tahun yang lalu. Udah lama banget kaaannn….gak heran kalo saya udah kangen luar biasa pengen Natalan di sana lagi. Meski tahun ini harga tiket alamaaakkk tinggi banget, tapi udahlah gak apa. Terkadang melepas kangen itu memang butuh harga yang tak sedikit…hihihihi….

Tapi meski tahun ini kami gak Natalan di sini, tetep dong ya seperti tahun-tahun sebelumnya itu pohon Natal  dan dekorasi Natal gak pernah absen dibikin di rumah. Memang Natal intinya bukan itu, tapi bener deh gak bisa dipungkiri pohon Natal beserta segala dekorasinya di rumah itu menambah suasana sukacita di dalam rumah, apalagi buat anak-anak. Bahagia banget mereka ngeliat ada pohon Natal, ada lampu-lampu, ada hiasan Natal segala macam. Si adek aja yang masih kecil bolak-balik bilang, “Woww…woww…” waktu liat lampu-lampu di pohon dan tangga 😀

Pohon Natal dan dekorasi ini kami kerjain dari hari Jumat minggu yang lalu. Semalam doang sih ngerjainnya, thanks to si mbak dan si sus yang juga ikut bantuin makanya bisa cepet kelar. Mulainya udah jam 9-an gitu dan kelar sebelum jam 12 malam. Lumayan cepet tuh dibanding tahun-tahun kemarin…hehehe…

Continue Reading…

Kreasi Sederhana dengan Pot Bunga

Awal mula semua ini sebenarnya dari Pungky yang tiba-tiba nanya di grup tentang tanaman untuk dalam rumah. Karena pertanyaannya itu, buibu Mahmud pun jadi rame ngebahas soal itu dan kemudian jadi pada kepengen naro tanaman dalam rumah, termasuk saya.

Jadilah pada suatu hari, saya beli pot-pot buat beberapa tanaman seperti pohon dollar, sirih gading, dan lidah mertua yang tentu saja sesuai rencana bakal diletakkin di dalam rumah. Soal tanaman-tanamannya, nanti aja saya ceritakan, sekarang pengen cerita tentang potnya dulu.

Suami sebenarnya setuju-setuju aja dengan keinginan saya itu, tapi begitu dilihatnya pot yang saya beli, dia pun langsung protes. Menurut dia, pot untuk dalam rumah harusnya gak sebiasa itu. Kalo untuk di luar okelah, tapi pot untuk dalam rumah harus berbeda karena fungsinya tidak lagi hanya sekedar sebagai wadah tanaman tapi juga sebagai bagian dari dekorasi rumah.

Nah, berhubung saya istri yang patuh kan ya *ihiiikkkk*, jadi saya nurutlah dengan apa yang dibilang oleh pak suami.

Nurutnya bukan dengan cara beli pot baru, karena memang susah lho nyari pot yang memang diperuntukkan untuk tanaman hidup dan sesuai dengan interior rumah. Kebanyakan pot yang model dan warnanya tak biasa ditujukan untuk tanaman artifisial. Sebenarnya bisa sih beli pot kayak gitu trus diakali bagian bawahnya dilubangi, tapi itu berarti kita masih harus nyari alasnya lagi kan, nanti repot lagi dong nyari alas yang sesuai. Udah gitu sebenarnya saya udah sreg banget dengan model pot yang saya beli karena bagian alasnya tidak seperti pot lain yang biasanya cuma berbentuk seperti piring bundar gitu.

Satu-satunya cara yang terpikir adalah mendekorasi pot-pot yang udah saya beli ini.

Contnue Reading…

Christmas 2010 : The Decoration (Part I)

Sabtu kemarin, acara persiapan menyambut Natal kami dimulai. Sejak pagi udah semangat banget sama wacana ini. Sebenarnya semangatnya dimulai bukan hanya dari pagi itu aja, sih, tapi sejak sehari sebelumnya, sejak saya menulis tentang ini dan sejak entah kenapa feeling saya nyambung dengan si papa yang tiba-tiba aja di Jumat siang menelepon saya trus bilang: “Ma, besok kita mulai buat persiapan untuk Natal ya…” jawabannya saya??? “Iyaaaaaa….mau bangeeeeettttttt” 😀 😀

Sabtu pagi, kami semua bangun dengan sangat ceria. Yang lebih dulu bangun tentu aja saya dan si suster. Seperti biasa, kalo bangun pagi saya bersihin rumah. Jangan kira kalo sabtu-minggu bisa membebaskan diri dari aktivitas ini, malah justru kalo libur begini kerjaan tambah banyak karena tangan saya suka gatal membersihkan tempat-tempat yang agak-agak tersembunyi seperti di belakang-bawah-atas lemari. Kata si papa, itu karena saya takut banget ada debu yang nyasar di rumah ini, makanya sukanya berburu debu di tempat-tempat yang sulit terjangkau oleh sapu, hehe…

Lho…lho…kok malah nyasar cerita tentang beres-beres rumah sih??? Aahhhh…gak nyambung!!

O ya, sabtu pagi itu juga sekitar jam 9, tukang dari toko spesialis kitchen set datang dengan membawa kitchen set pesanan kami yang sudah kami order sejak beberapa minggu lalu. Hoooraaaayyyy!!! Senangnyaaaa….. akhirnya tercapai juga impian punya kitchen set yang desainnya khusus untuk kami, hehe and by the way, this is one of my birthday presents from lovely hubby, lhoooo, that’s why i feel so much happy!! 😀

Ok deh, cukup soal cerita selingannya yang lagi-lagi gak nyambung sama topik!

Sekarang mo langsung cerita tentang urusan Christmas shopping. Kami mulai jalan sekitar pukul 17.30 sore, selesai Raja makan sore dulu biar jalan-jalannya jadi jauuuhhh lebih tenang. Tujuan utama kami ke Ace Hardware di Palembang Indah Mall yang kami tau pasti menyediakan Christmas tree n ornaments yang kualitas dan desainnya okeh punya.

Pas nyampe mall, Raja semangatnya minta ampun, entah ngerti ato gak, tapi sepertinya semangat mamanya tertular juga ke Raja. Sepanjang perjalanan, kami memutar Christmas songs dan kami juga ikut menyanyikannya, dan Raja juga jadinya ikut-ikutan, hehe… Raja paling suka sama lagu All I Want For Christmas Is You-nya Mariah Carery. Raja dah lumayan hapal sama chorusnya, gini: “A wan kismas is yuuuuu…be-be” *All I Want for Christmas Is Youuuuu…. baby!*, hehe, apalagi kalo saya nyanyinya sambil bergoyang-goyang trus pas di kata ‘You…baby’ menunjuk ke Raja, wah makin seneng deng anak ini, pasti setelah itu langsung suruh, “Lagi…lagi!!” 😀 😀

O ya, pas kami nyebrang di gedung parkiran, ada satu mobil yang melintas dan bapak-bapak yang mengemudikan mobil itu tiba-tiba membuka kaca jendelanya trus langsung menegur Raja, “Halooooo ganteng!!!!” Bapak itu mukanya terlihat surprise banget saat melihat Raja. Awalnya, saya belum langsung mengenali siapa bapak itu. Eh, pas lagi di dalam mall ketemu lagi dengan beliau. Ternyata beliau adalah salah satu Evangelis di gereja kami dulu saat kami masih ngontrak. Masih ingat aja ternyata sama kami dan Raja. Pas ngeliat Raja lagi, bapak Evangelis itu sama istrinya langsung bilang, “waduh… udah besar banget ya, ganteng banget lagi!” hehe…puji Tuhan ya sayang kalo banyak yang bilang Raja ganteng, itu karunia Tuhan semata untuk Raja yaaaa 🙂

Nah kan, ceritanya nyasar lagi. Gimana sih???

Ok, setelah ngobrol bentar dengan bapak Evangelis tadi, kami langsung menuju ke Ace Hardware. Di depannya sudah berjejeran beberapa Christmas tree. Dan reaksi Raja? “Wooowwwww!!!! Po’on bagussss!!!!!” *po’on = pohon 😀*

Raja juga seneng banget ngeliat berbagai asesorisnya, malah Raja juga ikutan milih lhooooo….dan alangkah bahagianya mamanya tersayang ini ketika melihat pilihan Raja yang tak lain dan tak bukan adalah ornamen berwarna ungu. Good boy!! Yes, you love ur mom so much, dontcha?? :mrgreen:

Melihat Raja yang begitu antusias, saya rasanya terharu banget. Sungguh, sejak dulu, sejak belum menikah, this was one of my Christmas dreams, apalagi kalo denger lagu ini….

I wanna see Christmas through your eyes…
I want everything to be the way it used to be
Back to being a child again
Thinking the world was kind……
I wanna see Christmas, Christmas through your eyes
…………….

Sejak dulu saya udah bermimpi saya akan mempersiapkan Natal bersama anak saya, saya sudah rindu melihat anak saya begitu antusias akan Natal, melihat binar di matanya ketika kami sama-sama mempersiapkan Natal. Dan sekarang, saya sudah punya anak, a boy just like my dream, dan sekarang anak saya sudah mulai besar, sudah mulai mengerti, sudah bisa menangkap keceriaan dan semangat orang tuanya.. Makanya, rasanya bahagia banget. It was the first time I had a Christmas shopping with my child dan anak saya sudah bisa memilih mana yang bagus, mana yang dia pengen. Aaaahhhh…. bahagianya!!

Okeh deh, pada akhirnya, pilihan kami pun jatuh pada sebuah jenis pohon yang memang sesuai dengan apa yang kami inginkan: pohon dengan daun mirip cemara asli. Untuk ornamennya, jelas didominasi oleh warna ungu, tapi saya gabungkan juga dengan common Christmas colours such as red, gold, and silver. Kalo green mah gak perlu lagi, soalnya pohonnya sendiri kan udah hijau 😀

Selesai sama urusan pohon dan ornamennya, kami cabut dari situ trus lanjut jalan ke JM Supermarket buat nyari lampu. Di JM juga gak lama, soalnya langsung dapat yang sesuai.

Nyampe rumah lagi, jam udah menunjukkan pukul 10. Raja sendiri udah bobo. Tapi mamanya masih semangat banget, pengen langsung membentuk Christmas tree-nya trus pengen langsung mendekornya juga. Si papa sempet nanya, “Mama yakin mo mulai malam ini?” Dan saya dengan begitu confidencenya bilang, “Iyaaaa….mau malam ini juga!”

Akhirnya, kami beneran mulai malam itu juga, tentu aja setelah si papa selesai nonton bola yang pas banget waktu itu MU yang lagi maen. Aaaarrrgggghhh!!! Gak ngerti aja nih istrinya udah gak sabaran pengen ngedekor pohon 😀

Selesai si papa nonton bola, kami mulai. Mulai dengan merakit pohonnya dulu. Aih, pohon Natal sekarang mah canggih, ngerakitnya gampang banget, tinggal disambung bagian atas, tengah, dan bawahnya aja trus pasangin screwnya. Ranting-rantingnya udah otomatis terbentuk. Nah, tinggal tugas kita melebarkan dedaunannya supaya tampak alami.

Saya bahagia banget loh tengah malam itu bareng-bareng suami tercinta mendekor Christmas tree. Aaahhh….kayak mimpi ajah. Kalo buat saya sih lumayan romantis juga. Kalo buat suami gak tau deh, secara suami saya memang bukan tipe pria romantis dan suka mellow, hihi…

At midnight….Tuh, liat deh si papa ada-ada ajah pake kayak gituan di kepalanya 😀 😀

Sekitar jam 1 malam, Raja minta mee-mee. Haiyaaahhh….padahal ngedekornya aja belom ada setengahnya! Hikkkssss….

Rencananya, selesai nyusuin Raja, saya mo lanjut ngedekor lagi. Tapiiiii…hehe, karena memang dasarnya udah kelelahan banget, kami juga ikut ketiduran 😀

Bangun pagi udah agak telat, udah jam 6 lebih.

Habis beres-beres rumah bentar trus bikin sarapan, saya ngajak si papa yang baru selesai nyikat lantai carport dan halaman depan setelah sebelumnya membersihkan kamar mandi *yes, my hubby is the best husband in the world!! 😀* untuk lanjut ngedekor lagi.

Raja? Huhuhuhu…. ni anak juga ikutan semangat. Sejak bangun pagi, pas keluar dari kamar, ngeliat pohon Natal besar di ruang depan, ni anak langsung berseru, “Woooowwwwwww!!!!!!” huhuhuhu… my son, you really are a dream comes true for your mom! 🙂

Hehe…he’s cute, rite?

Udah agak siang, baru kemudian pohon Natal kami benar-benar selesai didekor. Setelah itu si papa masih sibuk juga memasang tanaman rambat hias di atas jendela depan yang tentu saja atas dasar permintaan istrinya tercinta, hehe…

Dan inilah dia foto-foto our Christmas tree serta beberapa Chritmas ornaments yang kami pajang di rumah.

It’s more than what we’ve ever imagined!!! 😀
Some of the ornaments 😀
Narsis habis capek2, gak salah kan????? hehe

Is it all?? Of course not, hehe…

Saya masih pengen menghias Christmas table dengan bunga Natal and the candles. Saya masih pengen masang Christmas socks dan santa’s hat di beberapa tempat. Masih juga pengen memasang lampu di tanaman rambat hias di jendela depan itu sama di cemara depan kolam. Masih pengen itu…masih pengen ini…masih pengen banyak pokoknya, hehe…

Si papa hanya senyum-senyum bahagia aja ngeliat istrinya begitu semangat dan antusias sampe kayak anak kecil. Yah, gimana gak bahagia, habisnya yang kayak gini seperti dalam mimpi saya saja. Cuma sebelnya pas ditanya ke si papa yang kayak gini sesuai gak sih dengan impian Natalnya sejak kecil? Eh, malah jawabnya datar-datar aja, “Gak tau….aku gak punya yang namanya impian Natal.” Hiyaaaaaaa!!!! Dasar bukan cowok romantis!

Padahal saya pengen banget denger suami saya bilang gini, “Iya, ma, sejak dulu aku memang memimpikan yang kayak gini. Preparing Christmas with my lovely wife and children. It’s just like a dream comes true for me” Huhuhuhu…ternyata, jangankan mo bilang gitu, pernah bermimpi yang kayak gini aja gak pernah. Iiiihhh….dasar deh si papa!

Ya sudahlah….pasrah saja, hehe….

Selesai semua, si papa keliatan agak capek. Tapi tenang saja, istrinya tersayang sudah mempersiapkan santapan spesial untuk makan siangnya. Niiiihhh….saya bikin tofu chicken soup.

hmmm…yummy!!!

Looks delicious rite? Hehe…. semangat makan si papa langsung naik berkali-kali lipat pas ngeliat soup ini.

Daaaannnn….saat lagi makan, si papa tiba-tiba ngomong, “I’m so lucky to have you….”

Glekkk….di sini saya mulai senyum-senyum…ahhh….so sweeeeetttt!!!

“Kalo ditanya apakah semua ini sesuai dengan impian ku ato gak, aku gak tau,” eh, si papa masih lanjut lagi, “tapi yang pasti, selama ini sesuai dengan impian mama, maka itu berarti impianku juga jadi kenyataan, karena impianku adalah memenuhi semua impian mama….”

Glekkk…kali ini saya sendiri udah gak bisa senyum-senyum lagi. Kerongkongan serasa tercekat. Gak tau mo ngomong apa. Hayoooo….padahal dari tadi ngakunya romantis, eh giliran suami sendiri ngomong kayak gitu aja, i’ve lost even one word!

Duuuhhh…pengen banget deh saat itu juga langsung memeluk dia trus ngasih ciuman paling manisssss….tapiiii…huhuhuhuhu…we were on the dining table dan si suster lagi ada di deket situ…hiyaaaa….sometimes i really want to have time for only two of us at home 😀

Aaahhh….ternyata bisa juga suami saya mengucapkan sesuatu yang begitu romantis seperti itu…. tapi kalo dibilang itu romantis, menurut si papa sama sekali gak, karena itu memang sesuatu yang dirasakannya dan wajar jika diungkapkannya tanpa ada maksud sama sekali untuk romantis-romantisan…hehe….

Yah, begitulah cerita episode pertama tentang Christmas 2010 kami. Mungkin yang baca pada bosan, tapi bagi kami terutama saya sendiri, sangat sayang jika ini tidak ikut masuk dalam diary keluarga kecil PLOVEA (baca: Poltak LOVE allisa 😀 :D)….

Ah, itu last week preparation…. for this week…hmmm…I think I know what to prepare 😀 😀