Baru…

Hidup itu memang selalu penuh dengan kejutan dan yak, lagi-lagi kami sekeluarga harus menghadapi perubahan dalam keseharian kami. Perubahan ini kata sebagian orang di dekat kami disebut berat, mereka bahkan mendoakan kami untuk sabar dan kuat menjalaninya.

Kami bersyukur mereka mendoakan kami, karena memang kami benar-benar butuh itu. Tapi di sisi lain kami sendiri gak merasakan ini sebagai sesuatu yang berat. Yang kami lakukan ini memang sudah seharusnya seperti itu, inilah peran yang paling tidak adalah yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk orang-orang tersayang dalam hidup kami, setidaknya untuk sekarang. Kehidupan baru yang telah terbit, semuanya hanya karena Tuhan yang ijinkan. Meski mungkin akan berat ke depannya, tapi Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk semuanya.

Kami, entah bagaimana, menjalaninya dengan sukacita.

Continue reading “Baru…”

Iklan

Our Easter…

Duh, Paskah sudah lewat dari kapan hari, tapi baru sekarang saya nulis ceritanya di sini. Udah basi, tapi sayang aja kalo gak ditulis, hehe…

O iya, sebelumnya mau update soal kondisi maag saya. Puji Tuhan, setelah kemarin itu semalaman saya kesakitan dan mengunyah dua butir Mylanta, esok paginya udah terasa mendingan walo sempat isi perut hasil sarapan sukses keluar semua gara-gara mual :D. Bener deh, kapok banget rasanya. Gak mau-mau lagi gak disiplin makan kalo akibatnya sampe kayak gini 😀

Ok deh, lanjut lagi ke cerita soal Easter Holiday kemaren.

E tapi sebelumnya, ada cute lil’ bunny yang pengen ngucapin Happy Easter niiihh… 😀

Happy Easter!!!

Continue reading “Our Easter…”

Your picture on HIS desk…

Sebuah renungan untuk perayaan Paskah…
———————————–

Dosa membuat kita menghakimi diri sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam dan pikiran-pikiran yang negatif. Dosa membuat kita tidak mengerti bahwa Tuhan itu baik, betapa Dia memiliki kasih dan pengampunan yang luar biasa besar, karena kita diciptakan segambar dengan Dia!

Seorang artis yang candu akan obat-obatan terlarang divonis terkena virus HIV. Dengan tubuh yang lemah ia terbaring dirawat di rumah sakit. Seorang temannya datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya, namun dosa yang menggunung telah membutakan mata hatinya, kini ia merasa sangat putus asa. “Aku sangat berdosa! Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa kuperbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka!” Mendengar itu lidah temannya kelu, dalam kesunyian ia melihat sebuah potret gadis kecil di meja yang ada di samping tempat tidur si artis. “Foto siapa ini?” Tanyanya memecah keheningan. “Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang ku miliki.” Jawabnya sambil tersenyum. “Apakah kau akan menolongnya jika kesulitan? Apakah kau akan memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan? Apakah kau masih menyayanginya?” Tanya temannya bertubi-tubi. “Tentu saja aku akan melakukan apa pun demi dia. Mengapa kau bertanya seperti itu?” Tanya si artis kembali. “Aku ingin kau tahu bahwa Tuhan juga punya fotomu di meja kerjaNya dan Dia akan melakukan lebih dari apa yang akan kau lakukan untuk putrimu,” kata temannya. Jawaban yang singkat ini membuat si artis tertegun. Sudah lama ia tidak berpikir tentang Tuhan, bahkan ia tidak pernah menngucapkan sepotong doa kepada Sang Pencipta yang tetap menyimpan fotonya di meja kerjaNya.

Continue Reading…