Abang’s 4th Trip : Parapat, Samosir, dan Onan Runggu

Jauh hari sebelum kepulangan kami ke Medan, kami sudah mengatur rencana dengan semua saudara ipar saya bahwa di Medan nanti kami semua sekeluarga tanpa terkecuali akan bareng-bareng pulang ke kampung di Onan Runggu.

Onan Runggu adalah salah satu wilayah yang terletak di Pulau Samosir.

Pada tau kan tentang pulau Samosir??

Yupe, pulau tersebut adalah pulau yang terletak di tengah danau Toba yang tersohor itu…

Dan…dari sanalah keluarga besar suami saya berasal…

Dari jauh-jauh hari kami juga sudah buat jadwal dan rencana.

28 Desember 2009.

Kami berangkat dari Medan ke Parapat. Pernah dengar tentang Parapat kan? Tempat ini adalah lokasi pas di pinggir danau Toba. Pemandangan di tempat ini indah buanget!!!

Dulu, Bung Karno juga pernah dibuang ke tempat ini oleh Belanda.

Villa tempat dulu bung Karno diasingkan

Foto di atas diambil tahun 2008, sewaktu saya dan suami honeymoon ke Parapat, he he… Sebenernya sih kalo diliat dari lokasi pembuangan dan villanya, keknya waktu itu status Bung Karno gak bener-bener dibuang deh… Soalnya dengan tempat yang seindah itu malah justru akan memberikan ketenangan dan banyak inspirasi untuk Bung Karno *kebayang kan indahnya alam waktu masih sangat virgin dulu….*. Apalagi selama berada di situ, Bung Karno beberapa kali mendapat kunjungan dari teman-teman seperjuangannya dulu *taunya dari foto-foto yang dipajang di dinding ruangan dalam villa*

Eh…kok malah jadi ngomongin bung Karno yak???

Ok, back to the topic.

Sebenarnya rencana awalnya kami berangkat selepas makan siang dari Medan. Perjalanan Medan – Parapat kurang lebih 4 jam. Kalo berangkatnya sekitar jam 12 kan berarti kami bakal tiba di Parapat sebelum senja menjelang, jadinya masih bisa menikmati suasana sore di situ…

Tapiiiii…

Berhubung anggota rombongan kami terhitung lumayan jumlahnya (16 orang), persiapan pun menjadi lelet…

Rencana berangkat jam 12 siang, tertunda sampe jam 2 ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Belom lagi sepanjang perjalanan kami beberapa kali singgah karena tergiur aneka macam jajanan yang dijual di pinggir jalan…

Belom lagi perut yang tiba-tiba keroncongan pas ngelewatin Siantar…. Yah, gimana gak keroncongan kalo semua pada tahu chinese food ala Siantar is T O P B G T ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Rencana untuk tiba di Parapat sore hari pupus sudah….

O ya, tapi bukan berarti Raja juga turut menikmati jajanan dan chinese food Siantar ya… Kalo bekal untuk Raja sih sudah komplit semua. Mulai dari menu untuk makan sore dan selingan buah sudah disiapkan. Slow cooker nya juga gak ketinggalan dibawa plus beras dan bahan makanan lainnya seperti oatmeal, makaroni, keju, sayur, telur ayam kampung, dan daging ayam. Tekad saya, biarpun lagi perjalanan kayak gini, tapi Raja akan tetap menikmati menu makanan home made yang sehat dan bergizi kayak biasanya.

Sudah hampir jam 8 malam barulah kami tiba di Parapat. Penginapannya sudah kami pesan sebelumnya.

Kami nginep di Wisma Retta. Penginapan milik PLN ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Fasilitas kamarnya ya lengkap. Kamar mandi pake bath tub, ada hot waternya juga. Tapi minus AC ya…. secara di Parapat secara alamiah udah dingin banget. Jadi tanpa AC pun kita bisa gemetaran saking dinginnya ๐Ÿ˜€

Secara keseluruhan, penginapan ini bisa dikatakan ok banget. Letaknya persis di tepi danau Toba. Arsitektur bangunan dan interiornya gak jadul, tapi gak juga bisa dibilang modern banget juga sih. Ada swimming pool untuk adult n children juga. Dapur juga tersedia jadi kita bisa masak-masak juga di situ… Asik kan….

Kami menyewa 5 buah kamar. Dan pas banget kami dapat suite roomnya. Tempat tidur king size, dilengkapi dengan ruang duduknya lagi…. nyaman deeehhhh…. Katanya sih GM2 PLN kalo datang ke Parapat, pasti nginepnya di kamar itu juga. Catet yah, kamar yang paling oke itu adalah room 202 ๐Ÿ™‚

Dan yang paling bikin nyaman adalah karena kami hanya harus membayar sebesar 200ribu rupiah semalamnya, he he… Mo dapat di mana coba penginapan semacam ini dengan harga semurah itu???

Dalam lingkungan PLN, katanya sih memang sudah ada aturan bahwa wisma-wisma milik PLN harus menerapkan tarif di bawah tarif penginapan atau hotel pada umumnya *kecian banget sih PLN ini, sudah tarif dasar listrik gak bisa ngikutin biaya produksi, eh, giliran buka usaha penginapan juga gak boleh nerapin rate kayak lainnya ๐Ÿ˜€*

Tapiii…berhubung di dalam rombongan kami terdapat 3 orang karyawan PLN, maka kami pun dapat diskon up to 50%!!

Kereeeennnnnn!!!!

Front view of Wisma Retta… it’s cool rite?
Raja lagi jalan-jalan pagi sama ompung doli di depan wisma…
Look ompung… there’s birds up there!!!

29 Desember 2009.

Besok paginya, setelah semua selesai sarapan, setelah jalan-jalan bentar di sekitar wisma, kami siap-siap naik ferry dari pelabuhan Ajibata untuk menyeberang ke Pulau Samosir.

Dan ternyataaaaaa…… antrian untuk naik ferry panjaaaaaannnnnnggggggg banget!!!!

Sebenarnya sih sejak malam sebelumnya setibanya kami di Parapat, si papa bersama salah satu suami ipar saya sudah survey terlebih dahulu di pelabuhan Ajibata. Dan memang, antrian malam itu juga sangat panjang…

Berdasarkan info dari petugas pelabuhan, antrian di malam sebelumnya itu akhirnya tuntas pada pukul 4 pagi. Itupun pada pukul 5 pagi antrian yang baru sudah datang lagi…

Welehhh…

Memang katanya di liburan akhir tahun ini jumlah pengunjung yang keluar masuk pulau Samosir sangat membludak. Akibatnya kapal ferry Toba I dan Toba II yang melayani rute Ajibata – Tomok (nama pelabuhan di Pulau Samosir) bekerja tanpa henti selama 24 jam.

Antrian panjang tidak hanya terjadi di Ajibata saja. Tapi juga di Tomok….

Syukurnya, dalam antrian ini semua diatur dengan sangat baik oleh petugas pelabuhan dan kepolisian. Jadi tertib. Dan tentu saja gak ada kecurangan terjadi. Bahkan ada beberapa ‘petinggi’ yang sempat mau memotong antrian supaya cepet masuk ke ferry dihentikan oleh petugas kepolisian ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Syukurlah, sedikit-sedikit, negara ini rupanya mulai berubah juga…

Maka jadilah, rombongan kami yang terdiri dari 3 mobil itu turut bergabung memperpanjang jalur antrian.

Sambil nunggu, kami foto-foto sambil nongkrong juga di kedai depan pelabuhan.

antrian di sepanjang jembatan…yang jaraknya sebenarnya masih jauuuuhhhh dari pintu pelabuhan…. kebayang kan panjangnya antriannya
3 mobil rombongan kami….masuk antrian yang puanjang dan luamaaa….
Pa…ayo kita jalan aja..biar Raja aja yang nyetir ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
private collection ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Si papa…buat saya malah tambah oke setelah jadi bapak2 ๐Ÿ˜€
Raja n the preety aunty Dewi…
Raja n Mama
Raja lagi maen di kedai bareng papa…

O ya, selain nongkrong di kedai, kami juga liat2 pemandangan di sekitar pelabuhan. Di dermaganya juga ada tempat penyewaan bebek2. Raja seneeeenggg…banget liatnya. Apalagi banyak camar juga berterbangan. Heboh langsung ni anak. Raja paling seneng liat bebek2 yang warnanya kuning. Setiap ngeliat itu, pasti ni anak langsung teriak, “hhuuuu….hhuuuu…” sambil nunjuk-nunjuk ๐Ÿ˜€

Bebek2 yang disewakan di dermaga Ajibata
Ompung…look at that!!!
Bebek2 kuning yang paling disenengin Raja itu…

Sudah lewat tengah hari baru akhirnya kami dapat giliran masuk ferry. Puji Tuhan, karena semua penuh sukacita, jadinya antrian yang panjang dan lama itu hampir tidak terasa…

Tiket naik ferry Rp 92.000 per mobil.

Lama perjalanan dari Ajibata ke Tomok hanya kira-kira 45 menit.

Sebelum mobil kami naek ke ferry, Raja udah bobo duluan..dan ni anak tetep bobo sepanjang perjalanan. Padahal sebenarnya kepengen banget bisa foto2 sama Raja di atas ferry ini… seperti kami dulu…

Tapi yah, karena Raja bobonya kayaknya enak banget dan cuaca di luar memang sangat panas, keknya it’s much better for us to stay in car deh…

Nyampe di Pulau Samosir, begitu keluar pelabuhan Tomok kami langsung berbelok ke arah kiri. Rencananya kami akan melewati jalan pintas untuk ke Onan Runggu.

Onan Runggu nih terletak di bagian belakang sebeelah kiri pulau (kalo diliat dari Parapat). Jadi kalo dari pelabuhan Tomok kita mengambil jalur kanan, maka berarti kita akan mengitari hampir seluruh pulau Samosir untuk sampai di Onan Runggu.

Tapi, kalo kita lewat kiri, ada jalan pintas ke sana. Memang sih jalannya kurang begitu bagus. Naik-turun gunung juga, tapi lumayan bisa menghemat waktu supaya lebih cepat tiba di kampung. Rencananya pas balik nanti baru kami akan ambil jalur panjang yang mengitari pulau itu…

Sebelum perjalanan dilanjutkan, kami cari tempat yang bagus dulu untuk makan siang. Sudah lewat tengah hari, jadi perut udah keroncongan. Bekal makan siang udah dipersiapkan dari Ajibata tadi.

Puji Tuhan, kami dapat tempat istirahat yang oke banget. Bukan cuma buat duduk-duduk, tapi buat foto2 juga soalnya view Danau Toba nya keren banget dari sini…

Tempat istirahat kami… keren kan?
three of us
Pomparan Samosir…
Raja n Bou Padang

Habis makan siang dan setelah puas foto-foto, kami ngelanjutin perjalanan. Puji Tuhan, Raja tenang sepanjang jalan. Ni anak sibuk sama danau, sawah, rumah adat, burung, kerbau, sapi, juga pepohonan yang menjadi pemandangan sepanjang perjalanan kami. Bagus juga perjalanan ini untuk Raja, jadi banyak pengalaman baru yang diliatnya.

Lewat jalur ini, kami hanya perlu waktu kira-kira 1 jam 30 menit untuk tiba di Onan Runggu, tepatnya tiba di rumah leluhur kami…

Jalan masuk ke tanah leluhur Raja
Rajamin’s ancestral house building
Raja feels so happy here…

Foto di atas adalah rumah leluhur kami… Usianya gak usah ditanya lagi. Udah ratusan tahun!! Memang pernah sih rumah ini mengalami pemugaran, terutama untuk mengganti atap yang tadinya rumbia menjadi atap seng, tapi itu pun sudah puluhan tahun lalu… Di rumah inilah leluhur Raja (termasuk ompungnya, alias bapak suami saya, alias bapak mertua saya) lahir dan dibesarkan.

Tanahnya masih luas banget. Penuh sama rerumputan hijau dan pepohonan. Sejuukkkk banget. O ya, ada kerbaunya juga..hi hi… Raja seneng banget lho liatnya…

Di bagian depannya ada makam leluhur.

Kami sempat ziarah dan berdoa di situ.

Eittsss…tapi jangan salah, kami bukannya berdoa untuk arwah leluhur ataupun meminta berkat dari arwah leluhur… a big NO and NO for that!!!

Keyakinan kami melarang untuk itu. Tak ada hubungan apapun antara yang hidup dan yang mati.

Kami di sini hanya berdoa untuk mensyukuri hidup yang masih Tuhan berikan pada kami hingga kini…untuk meminta hikmat dari TUHAN agar kami bisa belajar dari pengalaman hidup orang-orang yang sudah mendahului kami…dan untuk belajar bersyukur atas segala hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kami…

That’s it.

Dan tentu yang tak akan ketinggalan, we took pictures there ๐Ÿ˜€

Pa…it’s so fresh here…
Amang boru Sitorus n Raja…. Black n White… ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
Foto bareng lagi di depan makam leluhur ๐Ÿ™‚
rame-rame…di depan rumah…
Ompung Rajamin Boru, Ina Rajamin, Rajamin, Ama Rajamin, Ompung Rajamin Doli
The Three Samosir… lha… Raja malah sibuk sama burung!!!

Kami tidak berencana untuk nginap di sini. Jadi setelah semuanya selesai, kami bersiap balik ke Tomok untuk kemudian kembali nyebrang ke Parapat.

Kami mengambil jalur yang berbeda dengan kedatangan kami. Sengaja, untuk baliknya ngambil jalur yang lebih memutar supaya bisa ngeliat banyak banget pemandangan bagus di sepanjang pinggiran danau. Lama perjalanan kira-kira 2.5 kali lipat daripada lama perjalanan waktu kami datang tadi.

Lumayan, bisa ngeliat pemandangan danau dan pulau Sumatera yang oke banget sepanjang perjalanan… Biarpun di sepanjang perjalanan itu, Raja tertidur lelap, he he…

Sumatera Island… view from the nearest place at Samosir Island

Udah malam baru akhirnya kami nyampe di Tomok.

Kami sudah menduga sebelumnya bahwa antrian untuk naik ferry akan sangat panjang.

Tapi kami tidak menduga bahwa antrian akan mencapai kurang lebih 10km!!!!!

Sampai-sampai, kami tidak diijinkan lagi masuk antrian oleh petugas…

O my GOD!!!!

Kami akhirnya memutuskan untuk memutar arah. Balik ke arah Tuktuk, daerah yang gak terlalu jauh dari pelabuhan, yang paling banyak penginapannya *soalnya di sini banyak banget bule. Tahun 2008 lalu waktu saya dan suami ke pulau ini, kami juga nginep di Carolina Hotel di Tuktuk sini*

Jalanan di pulau ini terbilang kecil. Hanya muat untuk 2 jalur mobil saja.

Dalam kondisi mobil-mobil mengantri di luar pelabuhan seperti ini, satu jalur jelas sudah terisi oleh antrian mobil. Tinggal 1 jalur yang bebas.

Pas kami puter arah, gak disangka kami berhadapan muka dengan mobil dari arah berlawanan yang kayaknya mau ikut ngantri.

Di sini kami stuck.

Kami gak bisa mundur, karena di belakang kami udah banyak banget mobil yang juga mau memutar arah.

Mobil yang berhadapan dengan kami juga gak bisa mundur, karena di belakangnya juga sudah banyak mobil yang malah mau nekad masuk antrian yang sudah sangat panjang itu…

Fiuuuhhh….pusing deh…

Mana sudah capek, di luar hujan, dan kami semua belom makan. Termasuk Raja!!! Hikkkkssssss….

Tadi awalnya, kami akan makan setelah dapat nomor antrian. Sambil ngantri, sambil makan. Dan kami sama sekali gak menyangka bahwa kondisinya akan seperti ini.

Dalam kondisi kendaraan kami stuck seperti ini, tiba-tiba mobil-mobil yang ngantri pada bergerak maju. Rupanya, ferry sudah ada yang berangkat, jadi banyak mobil yang akhirnya bisa dapat kesempatan untuk masuk pelabuhan.

Mobil-mobil di jalur antrian mulai melaju.

Di tengah kondisi seperti ini, suami saya minta tolong sama petugas antrian supaya kami untuk sementara bisa ikut jalur antrian. Bukan untuk ngantri, tapi supaya jalur gak stuck seperti ini.

Petugas antrian memberikan ijin.

Tapi malah, kami kemudian tidak bisa balik lagi ke jalur awal. Kami TERPAKSA harus tetap berada dalam jalur antrian karena jalur sebelahnya sudah sangat padat.

Di sini kami mulai panik. Khawatir banget kalo orang-orang di belakang kami, yang sudah ngantri dari tadi, ngamuk ke kami karena kami mengambil tempat mereka.

Kami cuma bisa berdoa dan terus berdoa supaya dijagain Tuhan. Karena bener-bener, kami tidak pernah bermaksud curang dari tadi…

Puji Tuhan, memang tidak terjadi apa-apa. Tak ada yang komplain. Sekalipun 3 mobil rombongan kami sudah merebut tempat orang lain…

Duh…maaf ya….

Dan terima kasih banyak karena gak marah-marah sama kami..

Terima kasih banyak, karena pada akhirnya kami bisa langsung dapat tempat nomor 4,5,dan 6 untuk masuk ke pelabuhan ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Alleluia…Praise the LORD!!!

Sambil ngantri, sebagian dari kami turun dari mobil untuk membeli makanan. Raja juga siap-siap untuk makan. Udah telat dari jam makan biasanya. Tapi gak apalah…

Tapiiiii….

Begitu lunch jar-nya dibuka, dan saya membaui makanannya… kok kayaknya baunya udah agak beda ya????

Mungkin kalo buat kita masih oke-oke aja… Tapi saya gak berani ngasih makanan itu lagi ke Raja…

Trus, masak Raja gak makan malam sih???

Akhirnya inget, kami punya stok ayam kampung yang sudah direbus. Dan eda saya tadi sempat membelikan biskuit bayi untuk Raja.

Jadi mikir-mikir, apa ngasih telur sama biskuit itu aja ya???

Raja belom pernah saya kasih makanan instant…termasuk aneka baby biscuit yang banyak dijual di pasaran itu. Saya baca ingredients-nya, jelas-jelas tertulis ada gula, garam, dan pengawet….

Sempat bingung…antara ngasih Raja makan biskuit itu…atau harus rela malam ini menu makannya hanya ASI saja.

Akhirnya saya berdoa, apapun kehendak Tuhan, terjadilah….

Biskuit itu saya campur dengan telur dan air. Saya cicipin, rasanya maniiisss….

Begitu dicobain ke Raja….

Puji Tuhan, Raja langsung menolak dengan sukses!!!!!!

Huwaaaa….anak mama pinter…. memang gak mau ya sayang, makan yang beginian???? ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Di situ keputusan saya dan suami bulat: ASI is the dinner for Raja tonight ๐Ÿ˜€

Toh, untuk anak seusia Raja, judulnya masih MPASI, berarti kebutuhan utamanya tetap saja ASI. Toh, seharian ini Raja sudah makan banyak, makan buah beberapa kali juga. That means, it will fine for him to not taking dinner for only tonight…

Pada akhirnya kami gak terlalu lama ngantri. Thanks GOD. Sebentar saja, kami sudah dapat giliran untuk masuk pelabuhan. Dan gak lama kemudian, kami sudah berada di atas kapal ferry yang membawa kami kembali ke pelabuhan Ajibata di Parapat…

Sekali lagi, semua hanya karena kebesaran dan kasih sayang Tuhan untuk kami….

Lagi-lagi, selama berada di atas ferry, Raja tertidur pulas. Tapi kemudian ia sempat rewel dan menangis kejer. Sempet panik juga. Tapi puji Tuhan hanya sebentar aja. Mungkin karena Raja kelelahan dan punggungnya pegel karena sedari tadi tidur di atas pangkuan….

Nyampe di Wisma Retta, Raja langsung terbangun. Segera saya perintahkan si suster untuk mengelap tubuh Raja dengan air anget, setelah itu menggosokkan minyak telon ke seluruh badannya, setelah itu memakaikan baju tidur hangat untuk dia. Sambil Raja disiapin untuk bobo, saya juga segera mandi. Pake air anget….enaaak….setelah itu cepet-cepet pakaian karena Raja udah gak sabar untuk segera bobo bareng mamanya….

Gak berapa lama, Raja tertidur sambil mengemut miminya…

Dan mamanya juga tertidur lelap…

Lelaaaaap…..banget….

Sampe gak sadar dengan kehadiran si papa…

Sampe gak sadar apa-apa sampai kemudian terdengar bunyi yang lumayan keras… “Gedebuk!!!!!”

Setengah sadar, saya langsung teriak, “Anakku!!!!” *ini beneran aneh lho…saya masih setengah sadar, tapi saya kok bisa langsung tau kalo yang jatuh itu si Raja yak????*

Si papa juga ikut kaget dan langsung bangun.

Raja terbaring di lantai dalam posisi tengkurap…siap-siap untuk nangis….

Sebelum Raja nangis, saya langsung mengangkat dan menggendongnya *saya pikir gak apa-apa langsung mengangkatnya karena Raja jatuh dalam posisi tengkurap*. Dia kemudian menangis dalam pelukan saya.

Bukan karena sakit saya yakin. Tapi karena kaget. Ini pengalaman pertama buatย Raja jatuh dari tempat tidur.

Saya terlalu kelelahan sampai gak sadar Raja berguling melewati tubuh saya sendiri.

Padahal biasanya kalau di rumah, saya selalu awas dengan pergerakan Raja. Sampai sekarang kami masih tidur dengan menggunakan ranjang. Dan puji Tuhan, hingga hari itu belum pernah kejadian Raja terjatuh dari tempat tidur…

Puji Tuhan, Raja jatuh dalam posisi tengkurap. Jadi kepalanya aman. Puji Tuhan juga lantai wisma dilapisi karpet lumayan tebel, jadi dadanya gak sakit waktu jatuh. Dan puji Tuhan juga karena ranjangnya tidak begitu tinggi *kayaknya sih masih jauh tinggian ranjang kami di rumah*

Biarpun begitu, tetep saya dan si papa kaget. Dada saya berdegup kencang. Sama-sama kami berdua nenangin Raja.

Setelah cukup tenang, saya bawa Raja kembali ke tempat tidur dan segera menyusuinya. Raja langsung mimi dengan lahap….dan langsung tertidur lagi… ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Benar-benar pengalaman yang mendebarkan dan menakutkan untuk kami…

Tapi puji Tuhan, kami selalu dijagai-Nya…

O ya, setelah melihat kondisi di pelabuhan Ajibata dan Tomok, saya kepengen banget ngasih saran, supaya pelabuhannya diperbesar. Supaya penumpangnya gak perlu sampe antri jauh-jauh banget dari luar pelabuhan kayak gitu. Mungkin juga armada ferry nya udah perlu ditambah, supaya bisa ngasih pelayanan yang lebih baik lagi untuk para wisatawan pulau Samosir….

30 Desember 2009

Hari ini kami berencana untuk kembali ke Medan. Tapi gak perlu terburu-buru dan gak perlu pagi-pagi banget. Kami malah berencana untuk jalan-jalan dulu di Parapat sebelum pulang.

Pagi-pagi, semuanya pada sarapan di wisma sambil menikmati alam yang memang indah banget ini…

Wuiiihhh….seger banget rasanya… lontong sayur yang sederhana itupun terasa berlipat kali lebih nikmat ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

after breakfast

Sehabis sarapan, acara selanjutnya adalah bagi-bagi kado yang udah disiapin sama aunty Dewi dan auty Corry (mereka berdua adalah adek bungsu si papa. Mereka gak mau dipanggil dengan sebutan Namboru/Bou oleh Raja…maunya dipanggil aunty…hi hi)

Seru juga nih acara…apalagi buat anak-anak…termasuk Raja…

acara bagi-bagi hadiah
abis bongkarin gift, malah jeruk dan hp papa jadi sasaran ๐Ÿ˜€

Tuh…seneng banget dia dapat gift dari auntynya ๐Ÿ˜€

Setelah semuanya beres, kami mengepak barang-barang untuk kemudian dimasukkan ke dalam mobil. Setelah itu, kami cabut deh… Rencananya mo ke Wisata Bahari. Pengen maen di air danau Toba dan maen bebek2 di sana…

after packing..
Preparing to leave…

Untuk Raja, kami memang gak berencana untuk mengajaknya maen di danau Toba. Soalnya airnya dingin banget. Dalam kondisi Raja habis perjalanan jauh, dan masih akan menjalani perjalanan jauh juga, kami gak berani ambil resiko.

Jadinya kami hanya mengajak Raja untuk nyelupin kakinya aja di air. Yang penting dia sudah pernah menginjakkan kakinya di danau Toba…tempat leluhurnya berasal…

Maen air danau Toba…. It’s really cold, pa!!!!
nginjek pasir danau Toba…

Puas sama maen2 air dan setelah itu makan siang. Kami pun menyewa bebek2. Gak perlu lama-lama, setengah jam aja…yang penting bisa mengitari beberapa bagian danau Toba.

Jadi teringat di bulan Maret 2008 lalu, saya dan si papa juga mengitari danau Toba. Tapi waktu itu kami gak pake bebek2 motor kayak gini. Kami nyewa speed boat, jadinya jauh lebih seru. Waktu itu kami juga menyewa speed boat selama sejam…jadi lumayan, bisa mengitari banyak tempat di danau Toba…termasuk melihat batu gantung yang katanya menyimpan banyak misteri itu…

on the bebek2 ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

O ya, kami juga sempat ngelewatin Inna Parapat, tempat kami dulu nginep waktu honey moon ke sini… ah… jadi inget sama masa2 itu lagi… hi hi…

Inna Parapat…
the memories…. on the speed boat, when we were on our honey moon
Batu Gantung… it has a lot of misteries…

Puas sama bebek2 motor, kami pun kembali pulang…

Sempat singgah untuk makan malam sebentar di Siantar. Kami tiba di Medan pukul 11 malam lewat…

Akhirnya…berakhir sudah perjalanan panjang kami….

Puji Tuhan, semua sehat. Mertua saya yang selama beberapa tahun terakhir terserang sakit, terlihat tetap segar bugar. Eda saya yang sedang hamil besar juga tetap terlihat segar. Anak-anak, bahkan yang paling kecil yaitu Raja, semua tetap sehat dan bersemangat…

Puji Tuhan….

Besoknya, kami semua bangun lebih telat dari biasanya…he he…maklum, pada kecapean nih…. Tukang pijit kemudian datang siang harinya… dan kami semua, termasuk Raja, ngantri untuk dipijit…huehehehe….

Once again…

Puji Tuhan…

Alleluia!!!!

Diproteksi: Abang’s 4th Trip : The Baptism

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Abang’s 3rd Trip : Last Day @ S’pore

Last day at Singapore, agenda kami gak banyak… Hanya muter-muter aja di mall-mall sekitar Orchard Road. Rencananya kami akan ke airport jam 3 sore, jadi kami punya cukup waktu untuk jalan-jalan.

Pagi-pagi, selesai semuanya sarapan dan mandi, kami mulai ngeberesin barang-barang. Pokoknya sebelum jalan-jalan, semua barang sudah dipak di dalam koper, jadi nanti sehabis jalan balik ke apartment tinggal untuk jemput barang2 aja sebelum ke airport.

Seperti biasanya, selama kami di S’pore, menu breakfast Raja hari itu adalah oatmeal + tepung kacang hijau + keju parut.

Makanan Raja untuk siang dan malamnya juga sudah kami siapkan: Bubur beras putih + ikan kakap rebus + buncis + zucchini + wortel. Supaya tetap anget, makanannya dimasukkan ke dalam lunch jar. Puji Tuhan, lunch jar milik kami ini terbilang bagus. Makanan yang dimasukkan ke dalamnya sejak pagi bisa tahan tetep anget sampe malamnya. Makanya, barang ini berguna banget kalo lagi jalan-jalan kayak gini. Gak perlu kuatir mikirin makanan untuk anak ๐Ÿ™‚

Setelah semuanya beres, mulailah kami jalan-jalan.

Di Takashimaya, kami sempat membeli mainan dorong-dorong untuk Raja. Sengaja dicari di sini, karena merk yang kami cari memang tidak tersedia di Palembang. Playskool. Di Palembang adanya Fisher Price. Sebenarnya merk ini bagus juga sih. Tapi menurut kami desainnya agak kurang cocok untuk Raja, soalnya pegangannya agak pendek jadi Raja musti agak membungkuk untuk mendorongnya.

Sementara, kalo Playskool desainnya lebih ok. Kalo untuk didorong, pegangannya lebih tinggi. Jadi kayaknya lebih aman deh untuk Raja…

push it by walking...
bisa buat mobil-mobilan juga...

Selain beli mainannya Raja, kami juga beli XMas ornament *sesuai dengan rencana sebelumnya nih….* Duh, jenis, model, dan bentuknya buanyak buanget…sampe bingung milihnya ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Jam 2 siang, kami siap balik lagi ke apartment. Nyampe sana, kami masih harus ngepack barang2 yang baru dibeli ini. Untung bisa cepet selesai semuanya. Jam 3, kami dijemput sama yang punya apartment untuk diantar ke airport. Biaya nganternya SGD 20 *in singapore, everything is all about money…well, it’s because of the high cost of living there*.

After shopping... in front of the Cairnhill Plaza apartment building

Nyampe airport…fiuuuhhhh….the flight was delayed…pake Lion sih ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Sambil nunggu, kami foto-foto dulu, hi hi… O ya, buat yang pengen take a rest sambil dipijat, di Changi Airport disediain kursi2 pijat otomatis *kayak yang biasanya dipromosiin di mall-mall itu lho*Lumayan banyak jumlahnya… tapi ya tetep, yang ngantri juga banyak ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Terminal 1 of Changi Airport
Mama..please... let us take walk around...
Horeee.....asiiikkkk....jalan-jalan...!!!
tertawa ngakak sambil jalan sampe diliatin sama orang-orang ๐Ÿ˜€
I want to go there.. i want to go there...!!!

Karena penerbangannya ditunda sejam, jadinya Raja makan sorenya di airport… Sssttt….ada salah satu teman yang kaget ngeliat porsi makan Raja yang buanyak itu… sapa ya???? He he…habis ya mo gimana lagi, memang udah segitu lah kebutuhan anak ini ๐Ÿ˜€

Masih pengen maen sama papa sebelum makan
sebelum makan, SELALU HARUS BERDOA dulu...ucap syukur sama Tuhan dan kemudian memohon berkat-Nya atas makanan dan minuman ini... ๐Ÿ™‚

Gak berapa lama setelah Raja selesai makan, kami pun dipersilakan to board the aircraft…

Dengan demikian…berakhir sudahlah cerita seru kami selama di Singapore ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Ada rasa sedih…karena terus terang, kami masih pengen lebih lama lagi menghabiskan waktu bersama…sedih, karena sudah terbayang, begitu tiba di Palembang lagi, maka kami akan kembali ke rutinitas itu… hidup terpisah… ๐Ÿ˜ฆ

Tapi sudahlah, dengan begini pun rasanya sudah syukur banget ๐Ÿ™‚

Sekali lagi, Tuhan baik banget untuk kami.. perjalanan seru ke Singapore merupakan sebuah hadiah indah yang diberi-Nya. O ya, yang senang tak hanya kami…tapi si suster juga… seneng banget dia, diajak ke Singapore.. sampe sekarang pun dia masih suka bilang, “Makasih ya bu, ngajak saya ke sana… di sana bagus banget….”

Kalo kata si suster sih, rejekinya sama Raja memang ok. Bisa liat Prambanan di jogja, bisa ke Medan, nyampe juga ke Bunaken…eh, malah sekarang bisa nginjek Singapore ๐Ÿ˜€

Sebelumnya, selama 8 tahun kerja di tempat yang lama, yang diliatnya hanya Tangerang aja ๐Ÿ˜€ Makanya, seneng banget dia sekarang diajak jalan kemana-mana…

Yah, semoga dengan begini akan membuat si suster tambah sayang dan lengket sama Raja ๐Ÿ™‚

Si Suster and the Sexy Reindeer ๐Ÿ™‚

Sudah malam baru kami tiba di Soekarno Hatta Jakarta…

Dan…setelah melihat segala kemegahan Singapore…. begitu ngeliat Jakarta…perasaannya…”kok gini ya?????”

๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Abang’s 3rd Trip : The Little India, Esplanade and Merlion, and the China Town

Rajamin and the Merlion

On the last day of the workshop, kami dapat kesempatan ikut free tour yang diadakan oleh penyelenggara workshop. Salah satu stafnya kenal baik sama si papa, jadi kami semua diajak ikut. Memang sih tournya gak ke tempat yang jauh-jauh banget.

Pertama, kami pergi ke Little India. Di sana sempet saya belanja oleh-oleh tapi hanya bentar banget, soalnya tempatnya kurang begitu menarik buat kami. Apalagi ke sananya pas lagi hujan. O ya, di sini kami singgah to take a lunch di restoran India. Pertama kalinya buat kami nih nyobain masakan India. Yang paling berkesan adalah Nasi Biryani-nya. Nasi ini dibuat dari beras basmati *kalo saya gak salah*, dan di lidah saya terasa ada cabe dikit, jahe, kayu manis, bawang (kemungkinan besar red onion alias bawang bombay merah), dan tentunya yang tidak hanya terasa tapi terlihat dengan jelas adalah cengkeh dan bawang goreng. The taste is a little bit weird di lidah saya, but well, it’s quite tasty… Keknya kapan2 pengen juga bikin Biryani Rice ini ๐Ÿ˜€

The Biryani Rice

there were two babies following the lunch ๐Ÿ˜€

Setelah dari Little India, kami ke Esplanade and The Merlion. Yah, di sana mo ngapain lagi selain foto-foto ๐Ÿ˜€

Agak susah nih fotoin Raja di depan Merlion, secara ni anak kan paling seneng sama air, jadi daripada ngeliat ke arah kamera di depan, dia prefer ngeliat ke arah air mancur di belakangnya ๐Ÿ˜€ Setelah beberapa kali gagal, akhirnya jadi juga kami berfoto bertiga di depan Merlion kek iniโ€ฆ

Failed 1....
Failed 2...
Failed 3....
B E R H A S I L ! ! !

The Esplanade
Playing with papa @ the Merlion Park

O ya, di sini Raja dapat temen baru lho. Namanya Stacey dan Stevie, they are sisters, come from Malay and they came to Singapore with their big families. Mereka excited banget ngeliat Rajaโ€ฆsi Stevie sambil malu-malu minta permisi sama saya, โ€œCan I carry him??โ€ hi hi.. O ya, Raja seneng banget lho sama kedua bersaudara ini… tuh, liat deh the pictures below, sampe ketawa2 ngakak gitu dia dapat temen baru ๐Ÿ˜€

Lumayan lama kami ngobrol dengan keluarga dari Malay ini. They donโ€™t speak Melayu jadi lumayanlah pembicaraan bisa nyambung dan asik banget, soalnya jujur saja, saya dan suami lebih bisa mengerti English daripada bahasa Melayu apalagi yang dari Malaysia..duhhhโ€ฆribet mikir artinya ๐Ÿ˜€

Ujung-ujungnya kami tukeran email dan facebook dengan mama si Stevie n Stacey. Janjian untuk ketemuan di dunia mayaโ€ฆ Well, the world is now getting smaller ๐Ÿ˜€

with sisti Stevie
with sisti Stacey

Setelah dari Esplanade dan Merlion, kami diajak ke China Town. Di sini kami memilih untuk memisahkan diri dari rombongan tour, soalnya memang udah rencana pengen shopping n dinner hereโ€ฆ

Nyampe sana pas malam sudah mulai menjelang. Jadi udah bisa kebayang dong suasana di China Town yang menurut saya romantic banget dengan lampion merah di sana-siniโ€ฆ

A Temple in China Town
Inside of the temple
The houses and the lanterns

O ya, waktu kami lagi makan di sini, Raja catched the attention of many people there. Ni anak memang attractive banget. Maen sambil ketawa-ketawa ngakak. Orang-orang sampe ikut ketawa ngeliat dia ๐Ÿ˜€

Play with papa

Dari Chinatown, kami balik ke apartment menggunakan MRT. Wuahhhโ€ฆ.MRT stationnya keren banget. Kalo gak salah sih stationnya terdiri dari 4 level dan semuanya subway boโ€™!!!!! Gileeeeeโ€ฆbeneeerrrrโ€ฆ.. ni kayak gini nih kalo kota udah maju banget. Pembangunannya gak ke atas lagi, melainkan ke bawah!!! Hebatโ€ฆ.hebattttโ€ฆ.

there were a boy who gaped at the greatness of Singapore's MRT station ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
in front of the MRT door

Fiuuuuhhhhโ€ฆkapan yah bisa liat yang kayak gini di Palembang????

Abang’s 3rd Trip : The Orchard Road… So Lucky To Be Here In December…

The Orchard Road…

Setahun yang lalu, saya pernah membaca sebuah brosur yang berisi tentang promosi kemeriahan Christmas in Singapore. Sempet kebayang, kapan yah bisa ke sana pas Christmas Season.

Eh, gak nyangka, Tuhan itu baik banget buat kamiโ€ฆ Kami diberi-Nya hadiah ini, kesempatan jalan-jalan ke Sโ€™pore sekeluargaโ€ฆ. Gratis karena kan dibiayain sama kantor. Lumayan, uang dinasnya lebih dari cukup untuk beli tiket, untuk bayar apartment, untuk jalan-jalan, untuk belanja juga, he heโ€ฆmasih bersisa lagiโ€ฆhuwaaaaโ€ฆ.senengnya!!!

Well everyone can go to Singapore, but being there for free, I donโ€™t think everyone can have such that luck!!

Pas mo pergi, udah kepikiran sih, ini kan udah Decemberโ€ฆberarti kemungkinan besar Christmas Season udah mulai terasa di sanaโ€ฆ

Dan begitu kami nyampeโ€ฆhuwaaaaโ€ฆ. Everything is more than weโ€™ve ever expected!!!

Apalagi di Orchard Road-nya. Indaaaaahhhhh dan gemerlaaaaapppppp banget.

Di mana-mana ada giant Christmas Trees. Sepanjang jalan meriah oleh Christmas lamp, patung reindeers yang lucu2 banget, Christmas ornamentsโ€ฆdan semuanya deh, jujur agak susah buat saya to describe it in wordsโ€ฆ

So, liat foto2nya aja kaliโ€™ yahโ€ฆ. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Orchard Road during the late afternoon
From the other side :p
The Giant XMas Tree @ Paragon
still in front of the Paragon
@ Takashimaya Shopping Center
on the side of the Orchard Road
note the giant LV bag at the back ๐Ÿ˜€
The deer and the Santa
the sexy reindeer ๐Ÿ˜€
Raja could only stare at the lamps around him ๐Ÿ˜€
inside of the Paragon
the crystal xmas tree
the golden Xmas Tree
the Hippotour… its cool!!!!
the giant PURPLE CHRISTMAS TREE!!!!!! HOOORAAAYYY!!!!!!

Satu hal yang pasti, jalan2 di singapore memang sangat menyenangkan. Tempatnya nyaman banget untuk pedestrians. Lingkungannya modern banget…ternganga-nganga deh melihat kemajuan di sana…apalagi waktu turun ke subway nya…ngeliat bangunan yang sampe berlantai-lantai di bawah tanah…wuiiihhhh..jadi mikir, tuh ngegalinya gimana yak????

Raja juga, selama kami jalan-jalan ni anak bener-bener kebingungan ngeliat kesana kemari. Kaget dia ngeliat segitu banyaknya lampu dan segitu banyaknya orang. Yah, Raja memang masih terlalu kecil untuk mengerti dan menikmati semua ini…tapi kami yakin, Raja merasa sangat bahagia.. bukan karena keindahan kota ini, melainkan karena ia bisa menghabiskan begitu banyak waktu menyenangkan bersama papa dan mamanya… Itu yang langka buat Raja!!

Aahhhh….Tuhan memang baik banget buat kami. Banyak sekali hadiah yang diberikan-Nya. Bisa menikmati Christmas Season di Singapore juga adalah merupakan sebuah hadiah untuk kami. Bener-bener hadiah, karena sekali lagi ini gratis!! Gak perlu merogoh kocek tabungan bo’!!!! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Rupanya inilah salah satu alasan mengapa Tuhan membuat saya berkali-kali menolak undangan dinas ke LN sebelumnya, karena Tuhan tahu kapan saat yang terbaik untuk kami…

Duh, jadi pengen nih… next year dapat XMas gift jalan-jalan ke Europe ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€