Abang’s Love Letter

Kemarin, saat lagi makan malam, si abang ngasih selembar kertas buat saya dan si papa. Kata si abang, itu surat untuk kami yang dia tulis sebelum tidur siang hari itu. Si abang ini memang dari dulu demen nulis-nulis surat untuk kami dan semuanya saya simpan dalam plastic folder.  Kadang isi suratnya berupa curhatan untuk hal yang dia alami di hari itu, kadang berisi permintaan maaf karena sebelumnya baru berbuat salah, kadang hanya terdiri dari satu kalimat seperti I love you, dan sering isi suratnya membuat kami terharu.

Seperti kemarin itu.

Continue Reading…