Pajang Foto di Blog dengan Media Upload Limit yang Menipis

Pernah ada teman sesama pemilik blog yang bertanya ke saya tentang berapa banyak media upload limit yang saya miliki di blog WordPress ini. Teman tersebut ngeliat saya tampaknya nyaman-nyaman aja upload foto banyak-banyak buat dipajang di blog ini. Mana foto-foto saya ukurannya lumayan gede pula kan. Jadi dia heran, saya udah 7 tahun ngeblog di sini tapi kok kayaknya gak habis-habis ya kuota untuk medianya?

Sebenarnya ya, media upload limit yang saya miliki untuk blog ini ya sama aja dengan yang lain, yaitu 3GB. Saya gak pernah upgrade untuk kapasitas media upload dan meski blog ini saya ‘dot com’-kan di WordPress, tetep aja WordPress gak naikin limit untuk media upload itu.

Dan sebenarnya pemirsa, udah lama banget pemakaian media upload saya itu mencapai 85%, yang artinya sebenarnya sisa kuota yang saya miliki hanya tinggal 15% saja dari 3GB yang disediakan sama WordPress 😀 . Sebenarnya kapasitas 3GB yang disediakan WordPress itu sudah cukup besar karena artinya jika kita bisa menjaga file foto yang kita upload di blog berukuran maksimal 1MB, maka kita bisa meng-upload file hingga sebanyak 3.072 foto. Udah cukup banyak kaaann… Tapi masalahnya, buat saya itu gak cukup banyak. Terbukti kan sekarang aja kuota yang tersisa tinggal 15% doang 😀 .

Lanjutkan membaca “Pajang Foto di Blog dengan Media Upload Limit yang Menipis”

Ketika Isi Blog Diprotes Anak

Ceritanya semalam si abang baca cerita saya di blog ini tentang kesukaan abang dan adek sama Thomas and Friends yang kemarin itu.

Eh, baru juga masuk di paragraf kedua dia udah protes, “Jatuh cinta? You should change the words jatuh cinta, ma, don’t use it!”

Denger dia protes gitu, saya bingung trus nanya, “Why? What’s wrong with jatuh cinta?”

Si abang jawab lagi, “Because it’s jatuh and cinta, it’s negative and positive. Jatuh negatif. Cinta positif. Kenapa cinta harus jatuh? I don’t like that kind of words. Love is love, love shouldn’t fall. Tulis aja cinta banget atau suka banget, ma, jangan jatuh cinta.”

Continue Reading…

7 + 3 Makes 10

Minggu lalu, saya dapat notifikasi ini via WordPress Mobile.

Notifikasi di atas itu bikin saya sadar. Wah, sudah 7 tahun ya rupanya saya daftar di WordPress, itu berarti seumuran si abang…hehe… Dulu saya memang pertama kali daftar ke WordPress di bulan Maret tahun 2009, sebulan setelah si abang lahir, meski baru bener-bener nulis di sini beberapa bulan setelahnya yaitu di bulan Mei 2009.

Sudah cukup lama juga ya ternyata saya ngeblog. 7 tahun di WordPress dan 3 tahun sebelumnya di Friendster. Itu artinya ini adalah tahun ke-10 saya ngeblog.

Bersyukur karena sampe sekarang masih lumayan rajin nulis dan tentu semakin hari semakin banyak kenangan yang saya kunci di blog ini.

Notifikasi yang saya terima minggu lalu itu, bikin saya jadi mengingat-ingat lagi perjalanan saya ngeblog dan jadi pengen ditulis di sini, sebagai bagian dari kenangan keluarga kami, karena sungguhlah blog ini punya relasi yang dekat dan erat sekali dengan kenangan keluarga kami 🙂

Lanjutkan membaca “7 + 3 Makes 10”

Tentang Tilang dan Tentang Kategori Baru

Hari ini saya sedang bahagia sekali! 😀

Sebabnya adalah karena urusan SIM saya yang disita pak polisi saat kena tilang tanggal 5 Mei lalu, akhirnya kelar juga. Jadi ceritanya tanggal 5 Mei itu, saya baru aja dari RS. Hermina bareng salah satu staf saya, tujuannya mo ke kantor buat nge-drop staf saya itu trus lanjut lagi ke sekolahan abang karena udah deket sama waktunya pulang. Tujuan sebelumnya ke Hermina adalah buat ngejenguk istri rekan kerja yang baru aja kehilangan putranya setelah dilahirkan dan hanya bertahan sehari di dunia ini. Selain itu kami juga sempat ngejenguk rekan kerja yang lain yang juga baru melahirkan di rumah sakit yang sama.

Karena dari RS Hermina, otomatis ke kantornya musti ngelewati simpang Charitas. Dulu bangeeett….saya pernah kena tilang di tempat yang sama, hanya beda arah doang, jadi sepertinya ini memang simpang keramat buat saya dan memang kalo di Palembang, simpang ini termasuk yang paling sering makan korban kena tilang :D.  Kali ini, saya gak ada ngelanggar lampu merah sih. Satu-satunya kesalahan saya cuma gara-gara roda depan udah ngelewatin garis pembatas yang kata pak polisinya seharusnya adalah areal untuk motor. Bener lho, itu cuma ngelewatin dikit doang tapi tetep saya disuruh ngeluarin SIM dan STNK trus digiring ke tepi jalan, katanya saya melakukan pelanggaran menggangu ketertiban marka jalan…

Padahal itu pembatas gak ada ditulisin juga khusus untuk motor -___-“

Continue Reading…