They’re not gone. They’re just not obvious enough…….

Ceritanya, hari Selasa yang lalu saya dan suami pergi ke Kantor Kecamatan buat ngurus e-KTP. Sebelumnya kami cuma punya KTP biasa dan sejak ulang tahun kami di Oktober dan November kemarin, the KTPs udah pada habis masa berlakunya.  Jadilah setelah itu kami mulai ngurus-ngurus lagi. Mulai dari ngurus kartu keluarga dulu, karena pas November kemaren kan kami ketambahan anggota keluarga baru dan taon kemaren juga kami baru pindah rumah. Ngurus Kartu Keluarganya sebenarnya sekaligus juga dengan KTP, tapi KK udah lama jadi, sementara KTP-nya ntah bagaimana belom ada kabar. Jangankan nerima KTP-nya, dipanggil berfoto aja belom. Untunglah kami udah dibekali dengan KTP sementara yang kemudian jadi andalan buat ngapa-ngapain termasuk buat nyoblos waktu pileg dan pilpres.

Sampe akhirnya beberapa waktu lalu kami dapat kabar kalo udah bisa datang buat berfoto. Karena alasan kesibukan (ceileh…) kami baru bisa datang hari Selasa lalu. Nyampe sana sekitar jam delapan, langsung ke loket (yang baru dibuka), trus ngasih tau petugas kalo kami datang untuk berfoto buat e-KTP. Petugasnya minta kami nyerahin KK trus nyuruh nunggu karena katanya operatornya belom datang.

Setelah hampir setengah jam-an nunggu, suami nanya lagi sama petugas, operatornya udah datang ato belom. Petugasnya bilang operatornya udah datang, tapi………masih nunggu mesin nyala dulu biar bisa online katanya. Setelah itu kami masih nunggu sekitar hampir setengah jam lagi, yang mana selama proses nunggu itu bikin saya membayang-bayangkan sendiri, mesin apa sih memang yang dipake buat berfoto ini sampe butuh waktu bermenit-menit untuk up???

Yah, terserahlah apapun yang jadi alasan mereka sampe prosesnya harus begitu lama, kami sih gak terlalu mempermasalahkan. Toh sudah menjadi hal yang lumrah kan kalo pelayanan publik di negara tercinta ini cenderung lambat dan bertele-tele??

Dan akhirnya, setelah proses nunggu yang lumayan itu, kami berdua dipanggil masuk ke dalam.

Mesin yang rupanya dimaksud oleh pak petugas adalah berupa satu unit PC, satu unit signature scanner, satu unit iris scanner, dan….satu unit fingerprint scanner.

Begitu saya melihat perangkat-perangkat itu, saya tak lagi memikirkan soal betapa lamanya membuat e-KTP ini, juga soal menunggu operator yang sampe lewat jam 8 pagi belum datang, juga soal mesin yang katanya harus nunggu bermenit-menit untuk nyala.

Saya hanya terpaku pada fingerprint scanner.

Continue Reading…