Bahan Pengawet pada Keju

Kemarin, saya sama seorang teman yang punya anak umur setahunan pergi belanja ke supermarket. Ini ceritanya korupsi waktu kerja di kantor nih..yah, mumpung kerjaan udah pada kelar  dan para atasan lagi pada gak ada, para ibu-ibu ini pun mengambil waktu belanja kebutuhan anak..hi hi…

Ceritanya waktu itu kami ngelewatin bagian dairy product. Iseng saya bilang, “Aku kasih keju Kraft Cheddar ke Raja..”

Temen saya langsung kaget, trus komentar.. “kok Kraft sih?? Itu kan pake bahan pengawet..  kalo aku pake yang b******e… gak ada bahan pengawet tuh…”

Gleeekkk…

Yupe, saya memang tau kalo Kraft itu ada bahan pengawetnya.. tapi…ya, namanya juga dairy product dalam kemasan….masak sih gak pake pengawet???

Akhirnya kami sama-sama ngecek. Di kemasan Kraft memang tertulis jenis bahan pengawt yang dipakianya: Kalium Sorbat sama Nisin. Sementara b******e gak tercantum kandungan pengawetnya… tapiii….bener gak sih gak ada pengawetnya??? Kan banyaktuh product yang tidak mencatumkan kandungan aslinya..apalagi kalo yang merknya jarang-jarang terdengar kayak gitu.. apalagi yang ijin BPOM-nya cuma tercantum di atas secarik kertas…

Kalo tentang pengawet pada keju ini ya…saya sih pasrah aja. Buat saya yang terpenting saya memakai merk yang memang tergolong aman untuk bayi. Kalo mau nyari yang bener-bener pure, ya berarti harus buat sendiri dong.. jangan cari yang bentuknya dalam kemasan… Dan karena saya belum bisa bikin keju sendiri, he he, jadinya gak apa2lah saya beli yang sudah jadi aja..yang dikeluarin oleh pabrik yang menurut saya sudah terpercaya..

Anyway, sebenarnya gak semua bahan pengawet itu jahat kok.. Asal penggunaannya tepat dan tidak berlebihan saja. Nah, menurut BPOM, berikut adalah daftar bahan pengawet yang aman untuk digunakan pada makanan.

  • Natrium Benzoate (sodium benzoate),  Digunakan untuk acar dalam botol, keju, margarin, apricot kering, selai, jely, sirup, saus, kecap, anggur buah dan minuman berakohol, serta makanan lainnya kecuali daging, ikan dan unggas. Batas maksimum penggunaan 200mg-1gr / kg.

  • Natrium Bisulfit (sodium Hydrogen Sulphite),  Digunakan pada potongan kentangan goreng beku, udang beku, dan selai dengan batas maksimum penggunaan 50-500 mg/kg.

  • Natrium Metabilsufit (Sodium Methabisulphite), Digunakan pada potongan kentangan goreng beku, udang beku, dengan batas maksimum penggunaan 50-100 mg/kg.

  • Natrium Nitrat (Sodium Nitrat), Digunakan untuk daging olahan dan awetan, keju dengan dosis 50-500 mg/kg.

  • Natrium Nitrit (Sodium Nitrite), Digunakan untuk daging olahan, daging awetan, corned kalengan dengan 50 mg – 125 mg/kg.

  • Natrium Propionat (Sodium Propionat), Digunakan untuk olahan keju dan roti, batas penggunaan 2-3 gr/kg.

  • Natrium Sulfit (Sodium Sulphite), Digunakan untuk potongan kentang goreng beku, udang beku dan selai dengan batas maksimum penggunaan 50-500 mg/kg.

  • Nisin (Nisin), Digunakan untuk keju olahan dengan dosis 12,5 mg/kg.

  • Asam Benzoat (Benzoic Acid), Bahan ini banyak digunakan pada kecap, minuman ringan, acar, margarin, selai, saos, dll. Batas maksimum penggunaan 600 mg – 1 gr/kg.

  • Asam Propionat (Propionic Acid), Banyak digunakan untuk olahan keju dan roti. Batas maksimum penggunaan 2-3 gr/kg

  • Asam Sorbat (Sorbic Acid), Digunakan untuk keju olahan. Dosis penggunaan 3gr/kg.

  • Belerang Dioksida (Sulfur Dioxide), Banyak digunakan untuk acar, jelly, selai, saus, gula bubuk, gula pasir, cuka, sirup, bir/minuman ringan, anggur, sosis, ekstrak kopi kering, gelatin dll. Batas maksimum penggunaan 20-500 mg/kg.

  •  Metil p-Hidroxybenzoate (Methyl p-Hidroxybenzoate), Digunakan untuk selai, jelly, acar dalam botol, kecap, ekstrak kopi cair, pasta tomat, sari buah dan makanan lainnya kecuali daging, ikan dan unggas. Batas maksimum penggunaan 200 mg – 1gr/kg

  • Etil p-Hidroxybenzoate (Ethyl p-Hidroxybenzoate), Digunakan untuk selaidan jeli dengan dosis1 gr/kg

  • Propil p-Hidroxybenzoate (Prophyl p-Hidroxybenzoate), Digunakan untuk selai, jeli, acar dalam botol, kecap, ekstrak kopi cair, pasta tomat, sari buah dan makanan lainnya, kecuali daging, ikan unggas. Dosis penggunaan 250 mg – 1 gr/kg

  • Kalium Benzoat (Potassium Benzoate), Digunakan untuk acar dalam botol, keju, margarin, apricot kering, selai, jelly, sirup, saus, anggur buah dan minuman berakohol, serta makanan lainnya kecuali daging, ikan, unggas. Batas maksimum penggunaan 200 mg – 1 gr/kg.

  • Kalium Bisulfit (Potassium Bysulphite), Digunakan untuk potongan kentang goreng beku, udang beku, dan selai. Batas maksimum penggunaan 50-500 mg/kg

  • Kalium Metabisulfit (Potassium Metabilsuphite), Digunakan untuk potongan kentang goreng beku, udang beku, dan selai. Batas maksimum penggunaan 50-100 mg/kg

  • Kalium Nitrat (Potassium Nitrat), Digunakan untuk daging olahan, daging awetan, dan keju dengan dosis penggunaan 50-500 mg/kg

  • Kalium Nitrit (Potassium Nitrit), Digunakan untuk daging olahan, daging awetan, dan keju dengan dosis penggunaan 50-125 mg/kg

  • Kalium Propionat (Potassium Propionate), Digunakan untuk keju olahan dengan dosis 3gr/kg

  • Kalium Sorbat (Potassium Sorbat), Digunakan untuk keju olahan, keju, maragrin, apricot kering, acar dalam botol, jeli, selai. Batas maksimum penggunaan 500mg-1gr/kg

  • Kalium Sulfit (Potassium Sulphite), Digunakan untuk potongan kentang goreng beku, udang beku dan selai dengan dosis 50-500mg/kg.

  • Kalsium Benzoat (Calcium Benzoate), Digunakan untuk selai, saus tomat, sirup dan anggur/minuman berakohol dengan dosis 200mg-1gr/kg

  • Kalsium Propionat (Calsium Propionate), Digunakan untuk olahan keju dan roti, batas penggunaan 2-3 gr/kg

  • Kalsium Sorbat (Calsium Sorbate), Digunakan untuk margarin dan selai dengan dosis 1 gr/kg.

Jadi yah, saya merasa tenang-tenang aja pake Kraft..apalagi setelah sharing dengan kakak dan kakak ipar yang juga memberi merk keju yang sama untuk anak mereka. Intinya sih yang penting bahan itu bergizi baik, pengawet yang digunakan juga adalah jenis yang aman, dan tentu saja dari pabrik yang terpercaya dan ada ijin BPOM-nya dalam bentuk yang terpercaya juga…gak usah ragu deh…