Diproteksi: Rajamin’s 3rd Trip : The First Teething

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Urine Test

Sabtu kemaren, sehabis dari outing, kembali kami menemukan pink spot di disposable diaper Raja(ref: https://plovea.wordpress.com/2009/06/02/imunisasi-ipd/). Awalnya, kami berpikir bahwa penyebabnya cuma karena Raja kelamaan pake diaper, jadi lecet lagi. Hal ini pernah terjadi sebelumnya, dan dokter hanya menyarankan untuk dikompres dengan Rivanol saja.

Tapi kami kemudian mulai panik setelah di hari minggunya, sepulang gereja, kembali kami menemukan spot yang sama. Kali ini lebih besar. Saya dan suami memutuskan untuk segera mengecek urine Raja ke laboratorium. Sebenarnya dokter sudah menyarankan ini, tapi karena pink spot itu tak muncul-muncul lagi, kami tak pernah jadi membawa urine Raja ke laboratoriun…

Maka…dimulailah perjuangan seru itu.  Seru karena bisa dibayangkan bagaimana caranya menampung urine baby kayak Raja. Berbagai usaha pun kami lakukan…

Usaha pertama, setelah Raja selesai mimi, Raja ditidurin tanpa menggunakan diaper serta celana. Katanya biasanya bayi pipis kurang lebih sejam setelah mimi. Jadi kami nungguin. Si papa stand by sama plastik di bawah ‘monas’ nya Raja. Saya memeluk Raja supaya jangan sampe tengkurap. Sampe terkantuk-kantuk kami nunggu. Maklum, waktu itu sekitar jam 2 siang…waktunya istirahat siang, bo’!! Belum nyampe 45 menit, Raja terbangun sambil bersuara.. “eeehhhh….eeehhhhh….” Kami yang lagi terkantuk-kantuk langsung kaget…lalu…ppiiissss….. Raja pipis tanpa sempat si papa membetulkan letak plastiknya … first trial is totally failed!!!

Percobaan kedua, setelah Raja mimi, kami mengatur agar plastiknya bisa digantungkan di ‘monas’ nya Raja. Karena gak mungkin diikat, kami pake double tip supaya plastiknya bisa melekat sama diapernya.  Raja waktu itu agak rewel minta digendong papanya. Agak lama si papa menggendong Raja yang mulai tampak mengantuk. Eh, gak taunya baby boy saya yang ganteng itu tiba-tiba nangis keras. Kayak gak nyaman banget. Si papa langsung bilang ke saya untuk membuka diapernya. Takut kalo ternyata Raja gak nyaman karena plastik itu.

Begitu dibuka, eh, ternyata Raja udah pipis. Mungkin benar kata si papa. Raja nangis karena plastik itu, bikin dia gak nyaman waktu pipis. Sayang banget, gak semua pipisnya Raja ketampung di dalam plastik. Isi plastik itu cuma ada cairan kuning dikiiittt….banget…

Tapi karena untuk mendapatkan cairan itu susah banget, si papa memutuskan tetap nekad mencoba membawanya ke laboratorium Intan yang buka 24/7. Si papa pergi, saya ngurusin Raja. Mimiin Raja sampe bobo…

Gak nyampe setengah jam, si papa balik…. sambil senyum-senyum masam… urine yang susah payah kami tampung itu, ditolak sama petugas lab, katanya gak cukup buat ditest…. he he…

Waktu balik, si papa dimodalin tabung kecil yang sudah berlabelkan nama Rajamin oleh petugas lab. Meski agak pesimis, kami kembali berusaha menampung urine Raja, kali ini dengan menggunakan tabung itu….

Raja kembali saya mimiin (puji Tuhan, Raja mau juga bolak-balik saya mimiin). Setelah itu, diaper sama celananya kami buka. Raja dalam posisi tiduran. Tapi gak bobo. Seperti pada first trial, si papa stand by dengan tabung di bawah ‘monas’ Raja. Saya di samping Raja menjaga-jaga supaya Raja gak tengkurap. Kami kemudian mengalihkan perhatian Raja. Si papa nyanyiin lagu favorit Raja, ‘Si Kingkong’, saya menyela-nyela dengan berseru “kukukuuu….” Raja begitu senang, sampe tertawa tergelak-gelak…. dan sampe pipis 2 kali dalam jumlah yang sangat banyak…..dan puji Tuhan banget, semuanya tertampung dalam tabung itu!!!! Hore…… Kami langsung menciumin Raja yang terheran-heran melihat kegirangan papa dan mamanya.

Urine Raja itu langsung dibawa oleh si papa ke lab…and this is the result…

JENIS PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

URINALISA

URINE LENGKAP

Warna

  

 

Kuning

   
Kejernihan

Jernih

 
pH

6.5

4.5 – 8.0
Berat Jenis

1.015

1.003 – 1.030
Glukosa

(-)

Negatif
Protein

(-)

Negatif
Bilirubin

(-)

Negatif
Urobilinogen

(+)

(+)
Darah

(-)

Negatif
Nitrit

(-)

Negatif
Keton

(-)

Negatif
SEDIMEN URINE

Eritrosit

 

0 – 1

 

<3/LPB

Leukosit

1 – 2

<5/LPB
Ephitel

(+)

 
Silinder

(-)

 
Kristal

(-)

 

Dari hasil test lab itu, kami bisa menyimpulkan, bahwa Raja sehat dan tak ada yang tak beres dengan putra kesayangan kami itu…. Saya yakin, ketika nanti berkonsultasi dengan dokter di hari jumat depan, pasti dokter pun akan mengatakan hal yang sama…

Dari Parents Indonesia Magazine, saya menemukan sebuah tulisan yang mengatakan bahwa bercak pink pada popok bayi dapat saja disebabkan oleh adanya reaksi kimia antara urine bayi dengan bahan diapernya…mungkin..inilah yang terjadi pada Raja… pasti…