Dari Jendela Ini

Tidak lama lagi, jika Tuhan berkenan, maka kami sudah akan bisa pindah dari apartemen ini untuk menempati rumah yang baru. Puji Tuhan, hampir 6 bulan kami tinggal di apartemen berukuran 32 meter persegi ini dan sampai hari ini Tuhan tetap memberkati kami dengan kondisi yang baik serta penuh damai sejahtera.

Tinggal di apartemen memang terasa sangat berbeda dengan tinggal di rumah. Aktivitas di sini sangat terbatas. Anak-anak tidak bisa bebas bergerak, saya tidak bisa bebas masak, dan kami juga tidak bisa bebas keluar dari unit karena setiap mau keluar berarti kemungkinan besar akan bertemu orang lain di lift atau di lobi. Meski begitu, puji Tuhan dari sejak awal berada di sini, kami sama sekali tidak menemui kesulitan dalam beradaptasi. Hari demi hari bisa terjalani dengan sukacita. Sedikit pun, kami tidak pernah merasa ada yang kurang dengan keberadaan kami di sini. 

Continue Reading…

Christmas 2019: IKEA, Snowy Wonderland, Kidzania

Setelah menghabiskan Natal di Medan, satu hari setelah hari Natal yaitu tanggal 26 Desember, kami kembali ke Palembang yang mana di hari yang sama kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Seperti yang saya cerita sebelumnya, kami tiba di apartemen di Jakarta sudah hampir dini hari yang mana bikin kami memutuskan untuk sekalian saja beberes, sarapan, trus baru tidur demi mengistirahatkan badan yang sudah sangat lelah ini. Tadinya ya, si dua bocah kesayangan kami itu berkeras gak mau tidur sehabis sarapan. Mereka bilang kalau mereka gak capek dan daripada tidur mending mereka nonton sama main PS4 saja. Sebagai orangtua mereka, tentulah kami kenal anak-anak kami ya, karena itu kami tau persis kalau mereka sebenarnya juga lelah dan mengantuk, tapi daripada menghabiskan tenaga lagi untuk adu argumen dengan mereka, kami pun memilih membiarkan mereka dengan pilihan mereka sendiri. Selesai sarapan, kami masuk kamar lalu tidur sementara kedua anak itu mengambil posisi nyaman di depan TV.

Continue Reading…