Adek’s 7th Birthday

Tanggal 10 November kemarin, di peringatan Hari Pahlawan, kami merayakan hari ulang tahun si adek yang ke-7. Puji Tuhan, gak terasa, si bayi lucu nan cerewet ini sudah berusia 7 tahun 😁. Bersyukur, meski beberapa kali bergumul dengan kesehatannya, mulai dari persoalan kemampuannya mengunyah makanan yang kata dokter akibat tongue-tie (which of course wasn’t the case) waktu dia berumur dua tahunan, dilanjut soal giginya ketika ia berusia tiga tahunan yang harus rutin dibersihkan ke dokter gigi karena pori-pori giginya besar dan tak bisa bersih hanya dengan sikat gigi biasa, sampai kemudian ke persoalan alergi serta asma yang baru ketahuan ketika usianya sudah lewat 6 tahun, namun puji Tuhan Yesus, si adek tetap dalam keadaan sehat dan pertumbuhan serta perkembangannya pun sangat baik bahkan bisa dibilang mengagumkan untuk anak seusianya. Semua tentu karena kebaikan serta kemurahan Tuhan, karena itu kami hanya bisa bersyukur dan terus bersyukur.

Continue Reading…

Abang’s 7th Birthday

Waktunya sekarang cerita tentang ulang tahun si abang ke 7 tanggal 3 Februari yang baru lalu.

Puji Tuhan banget, si bocah ganteng yang perkembangannya sejak bayi rajin saya dokumentasikan di blog ini, sekarang udah berusia 7 tahun. Makin gede puji Tuhan dia makin ganteng, makin cerdas, makin pengertian, dan tentu aja makin besar lah…hehehe… Perjalanan selama 7 tahun bersama si abang betul-betul ngasih banyak sekali pelajaran berharga untuk kami sebagai orangtuanya dan betapa bersyukurnya kami karena dikasih berkat oleh Tuhan memiliki dan membesarkan anak seperti si abang. Puji Tuhan…puji Tuhan banget…

Si abang sendiri terlihat bersemangat sekali menyambut hari ulang tahunnya. Malam sebelumnya dia malah susah untuk tidur, hehe… Padahal besokannya sih gak ada tuh rencana yang gimana-gimana untuk perayaan ultahnya. Waktu saya tanya, dia bilang kalo dia hanya excited banget aja menyambut hari di mana dia akan berusia 7 tahun 🙂

Tengah malam, saya dan suami bangun lalu mengecup si abang yang sudah tertidur sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Tengah malam, karena si abang lahir di tanggal 3 Februari pukul 00.15 🙂

Puji Tuhan, bahagia sekali rasanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun untuk anak terkasih. Kiranya diberkati Tuhan dia dengan panjang umur, demikian juga kami, agar ada banyak tahun-tahun ke depan di mana kami bisa terus mengucakan selamat ulang tahun untuknya.

Untuk hari istimewa si abang, saya membuatkan kue ulang tahun lemon cake. Ide bikin lemon cake ini terbit waktu lagi belanja mingguan sama pak suami di Diamond. Waktu lagi masuk-masukin lemon ke dalam kantung belanjaan, tiba-tiba aja terlintas untuk bikinin lemon cake untuk ulang tahun si abang. Sehari sebelumnya itu saya sebenarnya sedang gak enak badan, sampe-sampe saya harus minta ijin dari kantor. Tapi meski gak enak badan, saya gak bisa ngebatalin rencana bikin kue. Kasihan si abang, dia pasti kecewa, karena memang dia udah ngarep banget saya bisa bikinin dia kue ulang tahun. Mungkin dia ngerasa lebih istimewa kali ya kalo kuenya dibikinkan oleh mamanya sendiri ketimbang beli dari toko 😀

Hasil akhir kuenya seperti biasa, gak secantik buatan toko. Tapi soal rasanya…hmmm….yummy banget lah jelas 😛

Lemon cake by mamanya raja

Untuk perayaannya sendiri ada dua. Pertama bareng teman-teman sekelasnya di sekolah. Kedua bareng teman-teman kantor papa dan mamanya…huehehehehe…. Kenapa ngundang teman-teman kami? Itu karena teman-teman kami adalah teman-teman si abang juga 😀

Untuk perayaan di sekolah, kue ulang tahunnya berupa cup cake saja. Teman-temannya pun hanya dibagiin cup cake masing-masing 1 buah. Ini karena di sekolah abang ada aturan ketat soal perayaan ulang tahun. Kue ultah gak boleh yang bertingkat-tingkat. Goodie bag pun dilarang. Keren kan? Hihihi….

Abang dan cup cake bertema Avengers 😀

Untuk perayaan di sekolah gak ada dokumentasinya, karena orangtua memang gak diperbolehkan masuk ke dalam kelas…hihihihi…

Untuk perayaan bareng teman-teman kami, kami pesankan tempat di PappaJack Kopitiam Palembang sekitar jam 5 sore. Acaranya cuma tiup lilin sama makan-makan doang sih. Sederhana banget lah pokoknya.

Sekitar jam 5 sore, kami sudah datang ke Pappa Jack. Pas banget yang lain belum pada datang, jadi masih ada waktu untuk kami melakukan beberapa hal.

Pertama, untuk pak suami niup balon angka 7.

Kedua, untuk foto-foto

Ketiga, yang paling penting, adalah untuk berdoa.

Tak berapa lama, teman-teman kami pada datang. Jumlahnya gak banyak karena yang kami undang memang hanya yang paling dekat dengan kami dan memang adalah temannya si abang juga.

Setelah pada ngumpul, si abang pun tiup lilin diiringi nyanyian selamat ulang tahun dari kami semua.

Sumringah sehabis tiup lilin

Setelah itu kuenya dipotong lalu dibagi-bagi…

Kata dedek, “Hmmm…enaaakk!!” 😀

Setelah itu masih ada sesi ngasih kado kemudian dilanjut dengan menikmati makan malam yang puji Tuhan rasanya memuaskan 🙂

Makasih sudah datang yaaa semua 🙂

Puji Tuhan, hari itu semua bahagia. Apalagi tentu si abang. Tentu menyenangkan menikmati hari istimewa bersama orang-orang yang paling dekat dan paling dia kasihi. Si adek juga tampak seneng banget lho. Dia senyum-senyum dan ketawa-ketawa terus 😀

Buat abang, sekali lagi selamat ulang tahun ya bang. Kiranya Allah Tritunggal terus memberkati hidupmu dengan panjang umur, hikmat, karunia, talenta, serta berkat-berkat yang bisa terus abang pakai untuk jadi berkat bagi sesama. Dan ingat selalu ya nak, betapa kami semua sangat mencintaimu!