Pilih Tinggal di Mana?

Setiap tanggal 28 April, saya memperingati hari kedatangan saya untuk pertama kalinya di Palembang ini. Gak kerasa ya, udah 9 tahun saya tinggal di sini.

Pertama datang tahun 2006, waktu Palembang masih belum seperti sekarang ini.

Waktu itu PIM (Palembang Indah Mall) baru mo dibuka, mall lainnya yang udah jalan baru PTC (Palembang Trade Center) dan PS (Palembang Square). Jalanan di mana-mana masih sepi. Saya ingat sering pulang kantor di atas jam 7 malam dan jalanan di depan kantor udah sepiiiii banget, bikin serem karena saya harus jalan sendiri ke kos-kosan. Saya juga inget, dulu kalo pulang habis nonton sama pacar pas malam minggu, pasti deh pulang-pulang ini kota udah kayak kota mati. Sepinya ampun-ampunan. Yap, untuk ukuran kota metropolitan, kota ini memang tadinya agak lambat berkembang.

Jujur, tahun pertama tinggal di sini, saya rasanya gak betah. Bawaan pengen pulang terus ato main ke kota lain. Mana dulu itu saya pernah kerampokan dan kena tusuk lagi kan, jadilah perasaan gak betah tambah berlipat-lipat. Dulu itu kayaknya yang jadi penghiburan di hati saya cuma karena si pacar yang tinggal hanya berjarak 5-7 jam dari kota ini, jadi setiap weekend dia bisa datang buat ngapelin saya. Coba kalo gak kayak gitu, alamat saya bisa nangis tiap hari. Syukurlah waktu itu jaman masih single but not available, sering dinas keluar kota jadi saya gak bosen-bosen amat di sini.

Kemudian akhirnya saya menikah dan punya anak di sini.

Continue Reading…

Iklan

Homonim (Bukan Pelajaran Bahasa Indonesia)

Inget pelajaran Bahasa Indonesia jaman SD dulu tentang homonim, gak? Itu lho, kata yang penamaan, pengucapan, serta susunan hurufnya sama tetapi artinya berbeda?

Masih gak inget juga?

Ya udah lah gak apa-apa…hehehe….

Saya juga bukannya mo jelasin tentang homonim, saya cuma teringat aja soal ini saat teringat di masa dulu ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Medan.

Indonesia ini memang majemuk sekali. Salah satu kemajemukan itu terlihat dari bahasanya di mana setiap daerah dan suku punya bahasa sendiri-sendiri. Syukurlah kita punya Bahasa Indonesia ya, jadi kalo ketemu orang dari daerah lain masih bisa nyambung obrolannya, makanya memang udah betul sekali kalo Bahasa Indonesia itu disebut sebagai bahasa persatuan. Di daerah-daerah kita sekarang juga rata-rata bahasa sehari-hari yang digunakan sudah bukan lagi murni bahasa daerah tapi sudah bercampur-campur atau sudah mengadopsi Bahasa Indonesia. Tapi memang dasarnya kemajemukan itu sudah mendarah daging, bahkan ketika Bahasa Indonesia diadopsi ke dalam bahasa daerah sehari-hari, tetap saja terjadi pergeseran atau perbedaan arti meski menggunakan kata yang sama. Hal ini kadang, atau malah sering, berujung pada salah pengertian.

Saya pertama kali menginjakkan kaki di Medan adalah pada bulan Oktober 2007. Waktu itu statusnya masih tunangan, ke sana dalam rangka kenalan dengan keluarga besar terutama dengan keluarga adik laki-laki calon mama mertua (alias Tulang-nya pak suami) yang akan mengangkat saya sebagai boru (anak perempuannya). Tujuan pengangkatan boru itu supaya nanti pernikahan kami bisa diadatkan. Nah, dalam kunjungan perdana saya itu, beberapa kali saya jadi salah paham akibat penggunaan kata dalam Bahasa Indonesia yang mengalami pergeseran arti ketika digunakan dalam bahasa sehari-hari di Medan. Kalo diinget lagi sih lucu ya, tapi dulu pas kejadian bikin malu sendiri…hehe….

Continue Reading…

Diproteksi: Christmas 2014 : The Highlights of Our Holiday

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Lazy Busy Week

Minggu terakhir kerja di tahun 2014 dan rasanya maleeess…banget! Padahal kerjaan sih masih banyak ya yang musti dilakukan, tapi ya itu…all i can think about is mudik, mudik, and mudik! Hihihihihi….

Tahun ini kami bakal ngerayain Natal di Medan. Tadinya udah prepare banget buat mewujudkan apa yang sudah kami impikan selama ini: Palembang – Medan pake mobil alias via darat. Hampir semuanya udah kami siapin buat rencana kami itu. Pasang roof rack di mobil, beli mobile warmer box buat tempat makanan si adek, masang headrest mount for tablet buat jok paling belakang, dan rencananya minggu ini mo masang headrest monitors. Rute, waktu perjalanan, dan tempat-tempat yang mo disinggahi serta hotel buat diinapi juga sudah kami atur. Makin dekat ke hari H rasanya tambah semangat dan semangat. Raja pun hepi banget, tau dia bakal ngelewatin dan singgah di tempat-tempat yang belom pernah dia kunjungi sebelumnya.

Persiapan sudah ok, kami semangat dan siap untuk berangkat, hingga………. hari Minggu kemarin semuanya batal!

Continue Reading…

Palembang – Medan – Berastagi – Medan – Palembang

Mungkin salah satu hal yang membedakan antara yang tinggal deket sama ortu/keluarga besar dan yang tinggal jauh dari ortu adalah soal perencanaan liburan.

Kalo yang tinggal deket sama orang tua cenderung punya lebih banyak opsi tempat liburan. Tapi kalo yang jauh, biasanya lebih milih liburan sekalian pulang kampung dan nengok orang tua. Ini saya ngomongnya untuk average people like us yang dana liburan per tahunnya lumayan pas-pasan, kalo buat yang punya dana liburan gede sampe dalam setahun bisa berkali-kali ke Eropa sih jelas beda lah ya 😀

Continue Reading…