The Scorpion Couple’s Birthdays

Ulang tahun saya dan suami hanya berselisih 6 hari, beda bulan, beda tahun, tapi zodiaknya sama, yaitu sama-sama Scorpio.

Syukurlah saya dari dulu gak pernah percaya sama yang namanya ramalan bintang, shio, dan sebagainya. Makanya walaupun dibilang kalo Scorpio berat berpasangan dengan sesama Scorpio karena berpotensi besar saling menyakiti (berhubung sama-sama emosian, cemburuan, posesif, dominan, suka nyimpen rahasia, dan tentu aja keras kepala), tapi tidak pernah menyurutkan niat kami sejak awal untuk bersama-sama mengarungi kehidupan ini…hehehe…

Continue Reading…

Iklan

Cerita Cerah Ceria (Part 5) : Ngapain Aja Di Sibolga?

Ini adalah bagian terakhir cerita perjalanan kami ke Sibolga. Fiyuuuhh….menyelesaikan satu cerita perjalanan aja lamanya bukan main ya. The trip was only a week, but it took me more than a month to finish the story. Never mind-lah yaaa…yang penting kelar juga 😀

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 4): Jalan-jalan ke Pulau Mursala, Pulau Kalimantung, dan Pulau Putri

 

Salah satu daya tarik terbesar tanah Tapanuli tentu saja adalah alamnya yang bisa dibilang cukup komplit. Ada danau, pegunungan, pantai berpasir putih, laut, dan tentu saja pulau-pulau baik yang di laut maupun di danau. Namun meski begitu, terus terang waktu merencanakan datang ke Sibolga, kami gak terpikir untuk berwisata alam di sini. Tujuan utama ke Sibolga pokoknya hanya untuk menikmati kebersamaan dengan suami sekaligus berkenalan dengan personil di unit kerjanya ini (terutama dengan ibu-ibunya tentu). Kalaupun mau jalan-jalan paling ya hanya seputaran Sibolga saja. Kalaupun akhirnya kami jadi jalan-jalan sampai ke pulau-pulau kecil nan indah di Tapanuli Tengah ini, itu sebenarnya karena gak sengaja. Pas aja suatu kali di hari Sabtu kami jalan-jalan ke Pantai Bosur di Kota Pandan trus ditawarin nyewa kapal untuk tur ke pulau-pulau di sekitaran situ. Awalnya saya gak begitu tertarik, tapi tiba-tiba jadi bersemangat ketika tau ke mana suami berencana membawa kami. Langsunglah saya setuju dan suami bikin janji dengan yang punya kapal untuk nyewa kapalnya di hari Minggu siang sepulangnya kami dari gereja.

Kenapa saya tiba-tiba jadi bersemangat di ajak jalan-jalan ke pulau?

Itu karena salah satu pulau yang akan kami kunjungi adalah Pulau Mursala.

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 3): Dari Balige ke Sipinsur, Siborongborong, hingga Sibolga

Lanjut lagi cerita liburan kemarin ya. Duh, doain ya pemirsa semoga bisa secepatnya dokumentasi liburan ini saya selesaikan sebelum libur akhir tahun menjelang dan PR saya pun semakin menumpuk 😀

Geosite Sipinsur

Dari Balige, perjalanan kami lanjutkan. Tadinya suami sempat ngajak untuk nyebrang ke Pulau Sibandang dari Kecamatan Muara, karena selain sebelumnya saya belum pernah ke Pulau Sibandang, suami juga ada keperluan mengecek hasil pembangunan jaringan listrik dari Kecamatan Muara menyeberangi Danau Toba hingga ke Pulau Sibandang. Namun karena pertimbangan beberapa hal (terutama waktu), suami memutuskan mengajak kami ke Geosite Sipinsur saja karena dari tempat ini Pulau Sibandang terlihat sangat dekat dan dengan menggunakan binocular, dia juga bisa melihat jaringan listrik itu. Saya sendiri belum pernah mendengar nama Sipinsur dan sebelum ini belum pernah saya dengar ada orang ngerekomendasiin tempat ini sebagai tempat wisata di tanah Tapanuli. Suami juga waktu ngajak ke tempat ini gak ngomong banyak, dia cuma bilang pokoknya dari Sipinsur ini kita bisa ngeliat pulau Sibandang. Udah, itu doang. Jadi saya kirainnya tempat ini ya sama aja seperti pinggiran danau Toba lainnya. Makanya saya lumayan surprise ketika pertama kali masuk ke gerbang Geosite Sipinsur ini.

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 2): Dari Medan ke Balige

Dari bandara Kualanamo Medan, kami menuju ke rumah mertua. Rencananya bakal menginap semalam di situ sebelum melanjutkan perjalanan via darat esok harinya, sekalian juga supaya ompung anak-anak paling gak bisa melepas kangen sejenak dengan si abang dan si adek.

Begitu nyampe rumah mertua, kami langsung ngobrol-ngobrol santai dengan amang dan inang. Puji Tuhan meski beberapa tahun terakhir ini mereka berdua terus bergumul dengan sakit penyakit, namun mereka tetap bersemangat dan tetap berusaha memelihara sukacita di hati mereka. Setelah ngobrol cukup lama, tiba waktunya buat anak-anak dan kami mandi sebelum makan malam. Saya pun naik ke kamar kami di atas. Keperluan kami untuk semalam di Medan dan rencananya semalam lagi di Balige sudah tersedia di kamar itu karena sudah dipersiapkan sebelumnya sama pak suami sebelum kami datang. Begitu juga dengan keperluan kami selama di Sibolga nanti, sudah dibawa dari minggu-minggu sebelumnya oleh pak suami, makanya saya dan anak-anak santai saja tanpa bagasi kemarin itu.

Begitu masuk kamar, sebuah benda di atas meja rias langsung menarik perhatian saya.

Benda itu adalah hair dryer 😀

Continue Reading…

Cerita Cerah Ceria (Part 1) : Dari Palembang ke Medan

Hari Senin, seperti biasa saya bangun ketika hari masih sangat gelap. Selesai berdoa and did my other morning routines, saya segera turun buat ngambil sapu, kemoceng, dan pengki. Hari ini anak-anak akan ke sekolah lebih lambat dari biasanya karena rencananya di sekolah cuma ada agenda Parents Student Teacher Conference (PSTC) yang memang selalu diadakan di tengah semester. Dalam PSTC ini, orangtua akan mendapatkan laporan dari homeroom teacher mengenai segala sesuatu tentang anak dari awal hingga tengah semester. Maksudnya diadakan di tengah semester, supaya jika ada yang perlu jadi perhatian, orangtua bisa membantu guru berupaya untuk mengatasi hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut sebelum akhir semester.

Karena anak-anak hanya akan ke sekolah dalam rangka PSTC dan kami bakal berangkat ke Medan siangnya, maka subuh hari itu saya gak masak, cukup bersih-bersih dan beres-beres rumah aja. Sekitar jam 5 saya selesai bersih-bersih, saya pun bikin sarapan yang gampang-gampang : sup sayur, ham goreng, dan telur dadar.

Continue Reading…

Asian Games 2018 dan Kambang Iwak

Asian Games 2018 perasaan udah lama kelar ya, kok baru mo dibahas sekarang?

Hehe…

Saya juga gak rencana sebenarnya nulis tentang Asian Games, secara selama pelaksanaannya sendiri saya hampir gak ada ngikutin, kecuali di beberapa kesempatan obrolan dengan pak suami gak sengaja ngebahas soal prestasi Indonesia di Asian Games 2018 atau saat ada yang lagi heboh seperti momen pelukan dan si atlit bulutangkis (ini jadi perhatian saya aslinya bukan karena si atlit tapi karena heran kenapa kok ya yang heboh justru kebanyakan ibu-ibu. Suer, di beberapa media sosial yang saya punya, yang kebanyakan share soal foto si atlit justru adalah ibu-ibu yang udah punya anak lho…aneh! Semoga saja itu didorong karena para ibu-ibu itu pengen anak-anaknya kelak berprestasi dan berbadan bagus seperti atlit itu ya 😀 ) . Saking gak terlalu ngikutinnya, selama pelaksanaan kemarin kami hanya sekali aja datang ke Jakabaring Sport City, itupun udah malam dan gak ada rencana untuk nonton pertandingannya…hehehe….

Continue Reading…

Yang Harus Dinikmati di Pulau Nias

Akhir tahun 2017 kemarin kami sempat berlibur ke pulau Nias. Sebenarnya tujuan utama ke sana bukan dalam rangka berlibur, more because of work duties sebenarnya. Tapi karena perginya bersama-sama dan pas momen akhir tahun pula, jadi anggaplah liburan…hehe…

Ini kali pertama buat saya dan anak-anak menginjakkan kaki di pulau Nias dan sejak dari pertama suami ajak ‘berlibur’ ke sini, saya sudah excited banget membayangkan hal-hal baru yang akan kami temui di pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera itu. Apalagi, karena sejak awal suami udah janji bakal bawa kami melihat langsung atraksi Lompat Batu yang sejak fotonya ada di uang 1000 jaman awal tahun 90-an dulu sudah bikin saya amat penasaran tentang benar gaknya ada orang yang bisa melompati batu setinggi itu.

Pengetahuan saya tentang pulau Nias tadinya memang sangat terbatas dan sebelum ini, setiap mendengar nama pulau Nias, saya hanya dapat membayangkan dua hal: Lompat Batu yang tadinya saya pikir hanya dongeng semata atau paling tidak hanya legenda yang sekarang tidak relevan lagi, serta tsunami pada 26 Desember 2004. Luas banget kan pengetahuan saya? Hihihihihi… Continue Reading…

Sweet Memories With Opa and Oma

Tahun ini, seharusnya kami merayakan Natal dan Tahun Baru di Manado, tapi karena satu dan lain hal, tahun ini lagi-lagi kami harus ke Medan. Di satu sisi bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama keluarga di momen hari raya yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Tapi di sisi lain ada rasa sedih juga, karena bagaimanapun saya juga kangen berkumpul bersama keluarga di Manado. Tapi yah sudahlah, puji Tuhan yang di Manado bisa mengerti kondisinya dan Tuhan pasti akan atur waktu yang lebih baik untuk kami bisa berkumpul bersama lagi. Lagipula puji Tuhan, meski tahun ini kami tidak bisa pulang untuk menemui orangtua di Manado, tapi tahun ini ada dua kali orangtua dari Manado datang ke rumah kami di Palembang 🙂 .

Continue Reading…

Hubby’s 37th Birthday

Seminggu setelah ulang tahun saya, giliran pak suami yang nambah umur. Puji Tuhan, tambah tua dia, udah 37 tahun, 3 tahun lagi genap 40…hihihihi….

Yang makin tua makin ganteng…hehehe

Continue Reading…