Yang Sudah Bisa Nonton Bioskop

Lagi-lagi cerita lama, kali ini dari bulan Agustus lalu…hehe… Gak apa lah ya, telat-telat diceritain yang penting masih tetap didokumentasikan 😀

Jadi ceritanya si adek ini kan sebelum-sebelumnya masih belum suka ya nonton di bioskop. Pernah tuh saya cerita di sini pengalaman si adek waktu pertama kali diajak nonton bioskop yang bisa dibilang gagal total karena saya dan si adek terpaksa harus keluar beberapa menit setelah filmnya dimulai 😀 . Sejak kejadian itu kami gak pernah lagi sih ajak adek nonton di bioskop karena dia juga kalo diajak gak pernah mau. Jadilah tiap kali si abang pengen nonton selalu hanya ditemani oleh pak suami saja.

Nah, di bulan Agustus lalu kan Cars 3 keluar tuh di bioskop-bioskop di Indonesia (kalo di Internet mah udah lama keluarnya ya…wkwkwkwkwk). Iseng-iseng kami tawarin lah si adek mau gak dia nonton Cars 3 di bioskop? Eh ternyata dia langsung jawab mau!

Continue Reading…

Iklan

A Night With My Sister

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di akhir bulan Juli (udah cukup lama juga ya…hehehe), kakak saya datang ke Palembang. Bukan buat jalan-jalan sih, tapi karena ada urusan kerjaannya di sini, itupun hanya 4 hari, tapi teteplah kami sangat bersyukur masih bisa ketemu walo hanya sebentar saja. Saya sendiri udah kangen banget sama kakak saya ini, secara kan ya, terakhir kami ketemu tuh waktu Natal tahun 2015 lalu lho! Udah lama banget kaaann 😦 .

Continue Reading…

Beberapa Jam di Sky World

Libur pasca Lebaran lalu, kami sempat secara dadakan jalan-jalan untuk beberapa hari di Jakarta. Selama di sana kami nginep di Aston Marina Ancol, dan salah satu tempat yang kami kunjungi adalah TMII.

Iya tau, salah banget menjadikan Ancol dan Taman Mini sebagai objek kunjungan pas musim liburan gini, tapi mo gimana lagi, waktu yang ada buat ajak anak-anak jalan-jalan ke sana ya pas lagi libur gini. Jadi ya sudah, mari bersabar-sabar saja menghadapi padatnya orang serta kendaraan di Ancol dan TMII. Yang penting pokoknya anak-anak hepi aja 😀 .

Untuk TMII sendiri memang kami bela-belain datang karena tau kalo di situ ada Sky World.

Yang udah lumayan lama baca blog ini mungkin tau kalo si abang tuh seneng banget sama yang namanya luar angkasa dan cita-cita dia sampe sekarang belum berubah, yaitu pengen jadi Astronot atau jadi peneliti luar angkasa yang kerja di NASA. Aminkan aja ya pemirsa, namanya juga cita-cita kan 🙂 .

Continue Reading…

Essex Indonesia Piano Competition 2017

Hari Minggu yang baru lewat si abang ikutan ajang Essex Indonesia Piano Competition (EIPC) 2017 yang mana puji Tuhan tahun ini Palembang adalah salah satu dari 5 kota di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan k0mpetisi ini.

Ajang ini diselenggarakan oleh Rhapsodie Event Management dan dan kalo gak salah sejak tahun 2016 sudah menggandeng Essex Piano yang merupakan bagian dari keluarga besar Steinway Piano, makanya namanya yang dulunya Indonesia Piano Competition kemudian berubah menjadi Essex Indonesia Piano Competition. Tahun lalu, kompetisi ini hanya diselenggarakan di 4 kota saja yaitu di Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Medan. Tahun ini puji Tuhan tempat penyelenggaraannya bertambah yaitu di Palembang.

Continue Reading…

Christmas 2016: New Year With The Samosirs

Bukan dalam formasi lengkap, karena sebagian tahun baruan bukan di Medan, tapi puji Tuhan suasana tahun baru tetap terasa rame dan penuh sukacita 🙂

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali kami menghabiskan tahun baru di Medan, acara khusus yang harus selalu ada adalah ibadah bersama di rumah yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Mandok Hata.

Bagi orang dari suku Batak, Mandok Hata ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian, di mana setiap kali ada acara atau perkumpulan, maka hampir selalu akan dibarengi dengan Mandok Hata.

Arti Mandok Hata sendiri secara harafiah adalah menyampaikan sesuatu dengan kesungguhan hati. Karena disampaikan dengan kesungguhan hati, maka biasanya (atau mungkin malah seharusnya) hal-hal yang disampaikan dalam Mandok Hata itu bukanlah hal yang remeh temeh namun sebaliknya merupakan sesuatu yang mengandung makna sangat dalam dan diungkapkan juga dengan segenap perasaan (istilahnya BaPer…hehehe). Saking dalamnya dan penuh perasaan, maka tak jarang dalam Mandok Hata ini kita akan menemui baik pembicara maupun pendengar menitikkan air mata. Jangan salah, orang Batak memang terkenal keras, tapi dari apa yang saya lihat selama 11 tahun terakhir memiliki pasangan orang Batak, saya bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang dari suku ini justru mudah sekali terharu hingga menitikkan air mata, tak pandang meski kaum pria sekalipun. Aneh tapi nyata memang. Saya aja waktu awal-awal cukup takjub lihatnya, karena selama ini yang saya tau orang Batak itu keras, tapi ternyata sekeras-kerasnya, hati mereka cukup mudah terharu juga…hehe… Dan yang lebih bikin saya takjub dan salut adalah kemampuan mereka mengendalikan diri, hingga meski sedang dalam kondisi terharu, tapi tetap bisa menyampaikan sesuatu secara jelas. Takjub, karena kalo saya seperti itu, pasti yang adanya mewek doang trus udah gak sanggup ngomong lagi…hihihihihi…

Continue Reading…

Christmas 2016: Mencoba Dae Bak, Korean BBQ Resto di Medan

Tepat di tanggal 31 Desember, suami dapat undangan menghadiri salah satu acara pergantian tahun. Sebenarnya dari awal suami udah agak malas-malasan karena buat kami yang namanya pergantian tahun itu harus dilewatkan bersama keluarga. Tapi karena gak enak sama yang ngundang, jadilah kami memutuskan untuk datang ke situ sekitar jam setengah 8 sampai kurang lebih jam 9 malam supaya paling gak masih bisa bertemu sebentar dengan yang ngundang tapi sekaligus masih tetap punya banyak waktu bareng keluarga menanti pergantian tahun. Tapi ketika jam setengah 8 kami tiba di lokasi, acara yang katanya dimulai sejak pukul 7 malam itu ternyata belum juga dimulai. Kami masih berusaha menunggu sampai hampir jam setengah 9 dan belum ada tanda-tanda acara akan dimulai. Bahkan yang ngundang sendiri pun belum datang. Ya sudah deh, suami langsung mutusin untuk cabut dari situ dan nawarin saya untuk makan malam dulu sebelum pulang. Suami juga menyerahkan ke saya buat milih mo makan apa dan di mana.

Continue Reading…

Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1

Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera :D
Ayok kita kemon…hehehe…. Btw, Hanya keajaiban yang bisa bikin si adek dalam kondisi seperti di atas mau nengok ke arah kamera 😀

Sebenarnya udah gak cocok lagi ya cerita mudik ke Medan ini dimasukkan dalam seri Christmas 2016, karena kita juga mudik ke Medan bukan lagi dalam rangka Natal melainkan Tahun Baru. Tapi kalo dipisah rasanya gak asik juga, karena Natal dan Tahun Baru buat kami udah jadi satu rangkaian perayaan. Ada Natal, berarti ada Tahun Baru. Ada Tahun Baru, berarti ada Natal. Ya sudahlah kalo begitu, walo kami ke Medan menjelang Tahun Baru, tapi anggap saja itu juga bagian dari mudik dalam rangka Natal…hehe…

Sebenarnya juga, saya sok-sokan aja ini nulis pake part-part-an, padahal aslinya gak yakin juga bisa ngejar semua cerita mudik kemarin buat didokumentasiin di sini 😀 . Lagi-lagi ya sudahlah, yang penting mah udah ada niat dulu, akan terealisasi ato gak, bakal terlihat seiring waktu berjalan melalukan musim…tsaaahh! 😀

Bagian pertama dari kisah perjalanan mudik kami kemarin yang mau saya ceritain sekarang adalah tentang perjalanan perginya. Gak ada yang istimewa-istimewa banget sih sebenarnya, cuma biar lebih terorganisir maka perjalanan pergi saya khususkan seperti ini *alesan, padahal aslinya karena supaya bisa bikin update pendek aja. Kalo digabung dengan yang lain jadi panjang, sementara lagi gak ada waktu nulis panjang-panjang…huehehehe…*

Continue reading “Christmas 2016: Mudik Ke Medan Part 1”

The Pitstop Palembang

Hari Sabtu, tanggal 19 November lalu, tanpa direncanain kami singgah makan di The Pitstop Palembang. Sering banget lewat tempat ini karena lokasinya berada di Simpang Bandara, cuma baru sekali ini mampir. Itu pun seperti kata saya tadi, tidak direncanakan sebelumnya. Pas aja hari Sabtu itu kami lagi ada perlu ke daerah situ, trus karena udah deket jam makan siang, suami ngajak makan di The Pitstop. Saya langsung oke, karena memang udah penasaran juga tempatnya seperti apa.

The Pitstop ini tempatnya buesaarr, makanya memang jadi perhatian banget kalo kita menuju ke bandara. Isinya gak cuma resto, tapi juga ada showroom mobil, bengkel, dan sekilas saya lihat ada tempat cuci mobilnya juga. Selain itu di tempat ini juga ada meeting room, wine cellar, cigar room, serta sky bar. Karena isinya banyak, maka gak heran lah ya kalo ukuran gedung dan areanya juga gede banget.

Continue Reading…

Olahraga Asik Bareng Papa

Salah satu hal yang sangat saya syukuri dari pribadi pak suami adalah dia termasuk tipikal bapak yang selalu berusaha punya waktu untuk keluarga, tentu saja termasuk punya waktu bermain bersama anak-anak. Salah satu kegiatan yang cukup sering bahkan rutin dilakukan suami bersama anak-anak adalah olahraga bersama.

Sekarang ini memang suami saya badannya udah gak seatletis dulu, liat aja perutnya sekarang yang tambah sexy karena bentuknya yang semakin ke arah one pack…hihihihi… Tapi dia masih seneng olahraga kok, cuma beda dengan dulu waktu sebelum menikah, sekarang dia lebih memilih olahraga sambil menghabiskan waktu bersama kami.

Continue Reading…

My 34th Birthday

2 hari lagi si adek udah mo berulang tahun dan beberapa hari yang lalu suami juga udah berulang tahun, sementara cerita tentang ulang tahun saya yang ke-34 di tanggal 28 Oktober lalu belum-belum juga saya ceritain di sini. Aih, payah banget memang waktu untuk ngeblog akhir-akhir ini. Tapi kalo semakin ditunda-tunda, maka akan semakin numpuk kan PR untuk saya bikin dokumentasi keluarga kami di sini. Jadi ya udah, meski mepet, diusahain deh nulis meski hanya sekedarnya saja 😀 .

Seperti yang saya bilang di atas, tanggal 28 Oktober yang lalu adalah Hari Sumpah Pemuda. Eh, maksudnya adalah hari ulang tahun saya. Seneng deh ulang tahun bertepatan dengan hari perayaan nasional, jadilah se-Indonesia Raya merayakan hari kelahiran saya…hehehe…

Tahun ini adalah tahun ke 34 saya hidup di dunia ini. Masih muda ya…hehehe… Ya kan kata para psikolog yang kemarin-kemarin jadi saksi ahli di sidang sianida bilang kalo (gak salah inget) usia antara dua puluhan sampai lima puluhan itu masuk kategori usia dewasa muda. Jadi orang di rentang usia itu udah termasuk kategori dewasa. Tapi masih muda. Bagian terakhir itu yang penting dan jadi pegangan. Artinya sampe usia lima puluhan nanti pun, saya masih masuk kategori muda…huehehehehe…

Continue reading “My 34th Birthday”